• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • SDGS
  • hal. 20
Arsip:

SDGS

Pergantian Nama HMJ KAMASUTRA Menjadi HMJ KAMASTAWA

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 5 Mei 2021

Yogyakarta - Pada hari Senin, 3 Mei 2021, pukul 15.41 WIB, menjadi momen yang bersejarah bagi KAMASUTRA (Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara), sebuah organisasi HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang berada di bawah naungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), telah resmi berganti nama menjadi KAMASTAWA (Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa).

Secara etimologis, KAMASTAWA berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian. Secara keseluruhan, arti Kamastawa merupakan harapan agar Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa untuk senantiasa saling mengasihi, menyayangi dan memiliki jiwa loyalitas yang tinggi terhadap Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa.

Proses penetapan perubahan nama ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan Ketua Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022, Na’il Yuwana Firdaus, sebagai penandatangan resmi perubahan nama. Selanjutnya, keputusan ini mendapatkan persetujuan dari pembina Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, yakni dosen Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dengan bidang studi filologi, Zakariya Pamuji Amirullah, S.S., M.A.

Perubahan ini sejalan dengan Surat Keputusan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Nomor 001/KAMASTAWA/IV/2021 tentang Perubahan Singkatan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa. Alasan di balik pergantian nama ini adalah untuk mencapai keselarasan antara Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan nama himpunan mahasiswa terkait.

Keputusan ini juga didasarkan pada hasil sidang AD/ART Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa pada 20 Maret 2021 dan Hasil Musyawarah Anggota Khusus Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022 pada 4 April 2021, yang keduanya diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Google Meet.

Selain perubahan nama, terdapat juga perubahan logo Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa bagian aksara yang terdapat di atasa lingga-yoni yang telah disesuaikan dengan singkatan baru. Selain itu, aksara yang digunakan pada logo baru adalah aksara Jawa Kuno, menggantikan aksara Dewanagari pada logo lama.

(Logo lama)

(Logo baru)

Dengan pergantian nama yang mencerminkan identitas baru, KAMASTAWA semakin bersemangat dalam memberikan ruang kepada anggota-anggotanya untuk  mempelajari, melestarikan dan menghidupkan warisan kebudayaan Jawa.

Kezia Permata, Alumnus Sastra Jawa Peraih Beasiswa Alphawood di SOAS University of London

AlumniBeritaMahasiswaSDGS Selasa, 30 Maret 2021

Kuliah di luar negeri dengan beasiswa menjadi impian para pelajar karena bisa memperkaya pengalaman hidup serta bisa merasakan suasana pendidikan yang baru dan mumpuni.

Seperti kisah Kezia Permata, alumnus Sastra Jawa UGM angkatan 2016 membawa kabar yang  membanggakan dan penuh inspirasi di tengah adanya pandemi Covid-19 ini. Kelulusannya pada tahun 2020 lalu memberinya banyak kesempatan untuk berkembang, dimulai dari mendapat tawaran untuk bekerja di Pusat Studi Kebudayaan UGM sebagai asisten peneliti dan kesempatan besarnya untuk melanjutkan studi S2 di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London melalui beasiswa Alphawood. read more

Mahasiswa FIB UGM Menyabet 2 Emas dalam Gelaran PIMNAS ke-33: Salah Satu Anggota Timnya Mahasiswa Sastra Jawa

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaLain-lainMahasiswaSDGS Minggu, 13 Desember 2020

Pengumuman juara oleh pihak panitia PIMNAS 33 melalui siaran langsung YouTube

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau biasa disingkat PIMNAS merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sebelumnya diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) sebagai puncak dari pelaksanaan kegiatan PKM yang diikuti oleh perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Gelaran PIMNAS menjadi ajang yang menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa dari penjuru tanah air.

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak akhir tahun 2019 berdampak besar terhadap kebijakan pemerintah di seluruh dunia. Menyikapi kondisi pandemik tersebut, PIMNAS yang sedianya setiap tahun dilakukan secara luring, maka pada tahun 2020 ini terpaksa dilaksanakan secara semi daring. Gelaran PIMNAS yang ke-33 tahun 2020 yang dilaksanakan semi daring ini diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada dengan penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Dari 435 Perguruan Tinggi yang lolos didanai pada Tahun 2020, UGM berhasil berada di Peringkat 1 dengan 82 proposal yang diajukan oleh kelompok-kelompok mahasiswa UGM dan lolos PIMNAS Ke-33 Tahun 2020. Salah satu tim dari Universitas Gadjah Mada yaitu tim PKM-PSH dari FIB yang beranggotakan Naufal Raffi Arrazaq (Arkeologi), Indah Nurafani Syarqiyah (Arkeologi), dan Sahmu Hidayat (Sastra Jawa). Tim ini berhasil menyabet 2 medali emas dalam kategori presentasi dan poster.

Tim yang diketuai Naufal ini mengangkat kajian tentang jejak katastrofe di Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar belakang yang mendasari dilakukannya kajian ini yakni kondisi masyarakat Yogyakarta saat ini yang mulai meninggalkan pengetahuan tradisional mengenai katastrofe atau bencana alam. Masyarakat saat ini lebih percaya pada kajian yang berbasis sains dan teknologi. Aspek-aspek sains dan teknologi memang sangat penting di era modern ini, namun kajian sains dan teknologi tidak mampu menjangkau makna filosofis dari pengetahuan tradisional. Sehingga kajian berbasis sosial humaniora perlu dilakukan untuk mengungkap aspek-aspek yang tidak dapat dijangkau oleh kajian sains dan teknologi.

Berdasarkan berbagai macam aspek tersebut, maka tim ini kemudian merancang konsep kajian sosial humaniora untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejak katastrofe kuno di Yogyakarta dalam perspektif filoarkeologi. Pada tahap kajian lebih lanjut, tim ini menyusun rekomendasi kebijakan mengenai strategi implementasi pengetahuan tradisional di dalam upaya mitigasi bencana. Pengimplementasian dalam bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda tentang kebencanaan.

Poster bertajuk Wasita Bañcana yang berhasil menyabet medali emas dalam gelaran PIMNAS 33

Kuliah Umum BPNB Provinsi Bali-UGM-UNUD

BeritaLain-lainMahasiswaSDGS Sabtu, 18 Juli 2020

Jumat, 17 Juli 2020 Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada dan Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali menyelenggarakan kuliah umum dengan mengangkat tema kajian “Mantra Ruwat: Relasi Kompendium naskah-naskah di Kraton dan Skriptorium Merapi-Merbabu”. Kuliah umum pada kesempatan tersebut diselenggarakan secara daring menggunakan sarana Webinar dari Cisco Webex dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BPNB Bali. Kegiatan yang berlangsung hampir 2,5 jam tersebut menghadirkan narasumber Rendra Agusta (Peneliti Naskah-naskah Surakarta) dan Dr. Abimardha Kurniawan (Peneliti Naskah-naskah Merapi-Merbabu) serta dipandu oleh Zakariya Pamuji Aminullah (Dosen Prodi Sastra Jawa). Kuliah umum dimulai pukul 13.00 WIB / 14.00 WITA hingga pukul 17.00 WIB / 18.00 WITA dengan diawali oleh sambutan dari Kaprodi Sastra Jawa UGM kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, tanggapan sekaligus sambutan dari BPNB Provinsi Bali, diskusi dan tanya jawab. read more

Prodi Sastra Jawa Menutup Tahun 2019 dengan Penghargaan

BeritaLain-lainSDGS Kamis, 2 Januari 2020

Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menyerahkan penghargaan kepada Sekretaris Prodi Sastra Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum., Selasa (31/12/2019) (Dok. Zaki)

Pada 31 Desember 2019, Program Studi Sastra Jawa UGM meraih prestasi sebagai satu-satunya program studi jenjang sarjana di UGM yang berhasil melengkapi tracer study UGM 2019 sebanyak 100%. Perlu diketahui, Tracer Study UGM 2019 merupakan survei yang dilakukan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan proses penyelenggaraan dan sistem pendidikan di UGM. Hasil survei akan menjadi data yang berharga bagi UGM dan diperlukan untuk berbagai kebutuhan pengembangan dan kemajuan UGM.

Penghargaan tahunan ini diberikan oleh Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM kepada lima fakultas dan delapan program studi yang mendapatkan persentase pengisian tracer study tertinggi, serta kepada para tenaga administrasi tiap-tiap fakultas yang berhasil menyukseskan program tersebut. Dalam kesempatan itu, Prodi Sastra Jawa berhasil meraih response rate sebanyak 100%, disusul oleh Prodi Pembangunan Wilayah sebanyak 88,57%, Prodi Geografi Lingkungan 85,45%, Prodi Pendidikan Dokter Gigi 84,57%, Prodi Akuakultur 83,33%, Prodi Ilmu Ekonomi 80,85%, Prodi Kehutanan 72,4% dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter Hewan 50%. read more

Tadarus Babad Trunajaya-Surapati GAMASUTRA di JOGLIT 2019

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 30 September 2019

Pada tanggal 27–30 September 2019, HMJ KAMASUTRA bekerjasama dan Prodi Sastra Jawa UGM menampilkan suatu pertunjukan tadarus naskah dalam undangan acara Jogja Literatur Festival 2019. Acara itu merupakan salah satu panggung kolaborasi pertama GAMASUTRA yang diusung dengan gaya teatrikal modern. Dalam penampilan ini perwakilan GAMASUTRA membaca teks Babad Trunajaya-Surapati (Alih aksara oleh Sudibjo Z.H. dan alih bahasa oleh R.Soeparno).

Kunjungan Kebudayaan Indonesia-Jawa dari Universitas Osaka Jepang di Program Studi Sastra Jawa Tahun 2019

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 25 September 2019

Selama sepuluh hari sejak tanggal 10 hingga 20 September 2019, Universitas Osaka, Jepang, bersama dengan Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menggelar program kerjasama kebudayaan. Kegiatan ini merupakan kali kedua diadakannya kunjungan kebudayaan Indonesia-Jawa antara Universitas Osaka dengan Universitas Gadjah Mada semenjak 2017 lalu. Dalam kunjungan ini, Dr. Yumi Sugahara selaku dosen pendamping mahasiswa membawa rombongan mahasiswa sekitar 19 orang. Di awal kunjungan, Ketua Prodi Sastra Jawa, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. menyambut dengan hangat kunjungan tersebut bersama 26 mahasiswa Sastra Jawa dan calon induk semang pendamping mereka di hotel Winotosastro.

Kegiatan diawali dengan pembukaan acara di Ruang Multimedia lantai 2 Gedung Margono FIB UGM. Acara dibuka oleh dekan FIB, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA dan dilanjutkan dengan presentasi pengenalan kebudayaan Jepang. Selama berada di Yogyakarta, rombongan mahasiswa Osaka belajar di FIB maupun di luar FIB. Kunjungan di beberapa situs kebudayaan seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pura Pakualaman, Kraton Yogyakarta dan Makam Imogiri telah mendorong mereka untuk mempelajari kebudayaan yang terkandung di setiap destinasi. Sebagai contoh, pada saat mengunjungi Pura Pakualaman, mereka mempelajari cara membatik dan jemparingan (olahraga panahan tradisional di Jawa). Selain itu, saat mereka berada di FIB UGM, mereka juga belajar tentang wayang dan cara bermain gamelan Jawa.

Pada saat mereka berada di Yogyakarta, mahasiswa Osaka juga melakukan wawancara guna melatih kelancaran mereka dalam berbahasa Indonesia. Demi mewujudkan tujuan itu, mereka membentuk grup-grup kecil untuk mewawancarai mahasiswa Sastra Jawa dan juga masyarakat di sekitar tempat mereka menginap. Adapun topik-topik wawancara yang diangkat meliputi kehidupan orang-orang Indonesia baik dari pola hidup sehat, berlalu lintas, hingga media pemberitaan di Indonesia. Secara tidak langsung, hal itu mengasah mereka untuk berbicara bahasa Indonesia dengan baik. Hasil wawancara itu kemudian mereka susun ke dalam salindia yang dipresentasikan pada penutupan acara kunjungan mahasiswa Universitas Osaka.

Penutupan acara Kunjungan Kebudayaan Universitas Osaka dilaksanakan pada tanggal 19 September 2019 di Ruang Multimedia Lantai 2 Gedung Margono. Acara penutupan diawali dengan pembagian sertifikat dan nilai mereka selama melakukan pembelajaran di Yogyakarta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan presentasi-presentasi dari mahasiswa Universitas Osaka tentang hasil wawancara mereka. Pascapresentasi, Dr. Nur Saktiningrum, M.Hum. selaku Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan menutup acara tersebut sambil berpesan agar kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Osaka dalam hal tukar kebudayaan ini terus dikembangkan di kemudian hari. Tidak hanya sampai di situ, acara penutupan juga memberikan suguhan penampilan dari mahasiswa Sastra Jawa dan mahasiswa dari Universitas Osaka itu sendiri. Beberapa penampilan itu antara lain: tari tradisional oleh mahasiswa Sastra Jawa; nyanyian dan tarian Jepang oleh mahasiswa Universitas Osaka; lagu berbahasa Indonesia ciptaan mahasiswa Universitas Osaka yang khusus dipersembahkan untuk acara penutupan; dan lagu perpisahan yang dinyanyikan dalam dwibahasa (bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) oleh mahasiswa Sastra Jawa dan Universitas Osaka yang diselingi pembacaan puisi oleh mahasiswa Universitas Osaka. Acara pun resmi berakhir dengan berswafoto ria dan makan-makan.

Kuliah Lapangan Rasa Liburan: Labuhan di Pantai Glagah!

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 10 September 2019

Selasa, 10 September 2019, mahasiswa baru diajak oleh Ketua Program Studi Sastra Jawa UGM, Dr. Sri Ratna Saktimulya M.Hum. untuk ikut serta dalam acara labuhan Pura Pakualaman. Upacara yang diadakan setiap tanggal 10 Muharram atau 10 Suro itu bertujuan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih dapat merasakan tahun baru (Jawa). Selain itu, labuhan juga merupakan simbol ‘buang sial’ yang dilakukan masyarakat Jawa agar tahun yang akan dilewati akan dipenuhi hal baik, sedangkan hal buruk akan menjauh. Oleh karena itu, perlu dilakukan interaksi secara langsung antara mahasiswa dengan kebudayaan Jawa itu sendiri agar gambaran langsung yang telah diperoleh dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan kompetensi keilmuan mereka.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa yang berpartisipasi dikumpulkan di Pura Pakualaman pada pukul 06.30 WIB, dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan bus menuju Pesanggrahan Glagah. Sesampainya di sana, semua partisipan melaksanakan kirab hingga menuju Joglo labuhan. Kemudian, beberapa gunungan dilarung ke laut. Hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi mahasiswa Sastra Jawa. Selain demi menambah pengetahuan, pengalaman, dan interaksi kultural secara langsung, kuliah lapangan ini juga berfungsi sebagai media pengembangan kompetensi keilmuan.

Seminar Melayu-Jawa (SEMEJA), 22-23 Agustus 2019

BeritaLain-lainSDGS Minggu, 25 Agustus 2019

Pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2019, Program Studi Sastra Jawa menyelenggarakan seminar bersama ATMA (Institut Alam dan Tamadun Melayu), UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) dari Malaysia. SEMEJA merupakan singkatan dari Seminar Melayu-Jawa yang merupakan kerjasama dari ATMA, UKM dengan Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. SEMEJA merupakan acara tahunan yangpelaksanaannyadiselenggarakan secara bergantian di tiap tahunnya. Sebelumnya, acara ini diselenggarakan di ATMA, UKM, Malaysia dan tahun ini dilaksanakan di FIB UGM.

Acara SEMEJA dihadiri oleh tujuh dosen dari ATMA,UKM, Malaysia, yang menjadi pemakalah pada seminar tersebut, dan dihadiri oleh 11 dosen dari Program Studi Sastra Jawa FIB UGM. Seminar ini banyak membicarakan tentang sejarah dan kebudayaan baik yang ada di Malaysia dan di Jawa. Selain acara SEMEJA, tepatnya setelah hari kedua pelaksanaan SEMEJA, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang diisi oleh Prof. Madya Nor Zalina Harun dan dihadiri oleh mahasiswa Sastra Jawa FIB UGM.

Pengabdian Kepada Masyarakat : Pengembangan Motif Batik Berbasis Cerita Rakyat dan Aksara Jawa di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

BeritaSDGS Minggu, 4 Agustus 2019

Kecamatan Bayat yang termasuk Kabupaten Klaten terletak di sudut selatan wilayah ini, berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Kecamatan Cawas di sebelah timur, Kecamatan Wedi di sebelah barat dan Kecamatan Trucuk di sebelah utara. Kecamatan Bayat terletak di daerah pegunungan kapur yang sejalur dengan wilayah Gunungkidul, sehingga penampakan wilayahnya berbukit-bukit dan mayoritas warganya tidak menggantungkan diri dari bertani, melainkan banyak yang berprofesi sebagai perajin, mulai dari gerabah, berbagai macam peralatan dari batu, sampai kain batik.

Kecamatan Bayat dalam lintasan sejarah termasuk wilayah yang penting meskipun tidak terletak di pusat pemerintahan. Hal ini tampak dari berbagai cerita tentang wilayah ini, yang banyak dikaitkan dengan tokoh yang hidup sekitar abad ke-16, yang bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau adalah seorang bupati Semarang yang mengundurkan diri dari kekuasaannya dan memilih untuk menyebarkan agama Islam dengan gelar Sunan Tembayat di daerah ini hingga akhir hayatnya. Selain adanya tokoh Sunan Tembayat, daerah ini juga memiliki banyak tokoh historis lain yang berasal dari peralihan era Majapahit ke Demak Bintara, seperti Seh Sabuk Janur, Ki Ageng Becik, Seh Domba, Ki Ageng Konang, Ki Ageng Menang Lase, Ki Ageng Santri, Pangeran Menangkabo dan Panembahan Jiwa. Mereka memiliki ceritanya masing-masing dalam konteks peranannya sebagai pemimpin masyarakat lokal sejak zaman Demak, Mataram hingga pecahnya menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa daerah ini, selain usianya yang tua, juga memiliki tempat tersendiri dalam dinamika sejarah.

Kecamatan Bayat memiliki kurang lebih sepuluh sentra industri batik dengan kekhasan dan spesialisasi sendiri-sendiri. Beberapa sentra produksi batik di kecamatan Bayat di antaranya adalah batik cap di Desa Beluk, batik tulis di Desa Jarum dan Desa Kebon serta batik tenun lurik di Desa Tegalrejo. Industri batik di Bayat telah bersifat turun-temurun dan menjadi salah satu daerah pemasok kain batik untuk pasar Klewer di Surakarta dan Beringharjo di Yogyakarta sejak beberapa dekade yang lalu. Batik yang dihasilkan di daerah Bayat sendiri memiliki banyak ragam, mulai dari batik klasik yang memiliki ciri khas warna sogan untuk jarit atau nyamping, batik modern dengan warna-warna alam seperti nila (indigovera), motif-motif kontemporer untuk konsumsi fashion dan selera pembeli internasional, hingga batik kombinasi lurik dan batik di media selain kain seperti batik kayu, batik kulit dan lain sebagainya.

Sebagai sebuah daerah yang kental dengan nuansa sejarah, Kecamatan Bayat tentu menyimpan banyak sekali kearifan lokal di antaranya yang berbentuk tradisi kidungan, mantra, doa-doa, rajah dan petuah-petuah bijak yang berguna bagi masyarakat untuk menyikapi berbagai fenomena kehidupan di masa kini dan mengantisipasi hal-hal yang dapat terjadi di masa depan. Selain itu, banyaknya petilasan atau tapak sejarah banyak tokoh baik dari era Hindu, Islam hingga kerajaan-kerajaan Jawa yang terakhir di wilayah ini menunjukkan bahwa tentu saja akan banyak ditemukan berbagai cerita rakyat terkait dengannya, yang selain dapat berfungsi sebagai media pengingat sejarah juga memuat berbagai nilai-nilai kebudayaan. Selain itu, wilayah Bayat juga menjadi salah satu bagian penting dari sejarah sastra Jawa, karena di gerbang makam Sunan Tembayat ditemukan pula sengkalan atau kronogram, berbunyi Murti Sarira Jleging Ratu (1448) dan Wisaya Hanata Wisiking Ratu (1555), yang gaya hurufnya termasuk arkais, sezaman dengan naskah-naskah yang ditemukan di wilayah pesisir, di antaranya Primbon Sunan Bonang yang disimpan di Perpustakaan Asian Library, Leiden University. Hal-hal ini belum terekspos secara optimal terlebih dalam kaitannya dengan Bayat sebagai salah satu sentra industri kerajinan di Klaten. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh Prodi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta kali ini akan memfokuskan diri kepada pengembangan motif batik bermuatan cerita rakyat dan kearifan lokal dengan media tulisan Jawa, baik gaya Jawa modern yang dikenal sekarang ini maupun ‘gaya Sunan Tembayat’ yang tergambar pada kompleks makam kuno di daerah ini.

Tujuan PPM Prodi Sastra Jawa di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten yang dilaksanakan pada 15 Juli 2019 lalu adalah untuk memperkokoh identitas Bayat sebagai destinasi wisata religi dan sejarah, pusat industri UMKM (Usaha Kecil, Mikro dan Menengah) di bidang kerajinan sekaligus sebagai salah satu wilayah dengan kekhasan tersendiri di bidang kebudayaan, selain itu juga untuk membentuk kelompok masyarakat pengelola potensi seni budaya dan sejarah di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Hasil yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian adalah Kecamatan Bayat sebagai Wilayah Binaan Prodi, lebih khususnya untuk memperkokoh eksistensi Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten sebagai wilayah yang memiliki karakter kebudayaan yang khas dan berakar kuat.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ‘Pengabdian kepada Masyarakat: Pengembangan Motif Batik Berbasis Cerita Rakyat dan Aksara Jawa di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten’ ini adalah terciptanya motif batik ‘Udan Riris Majaarum’. Motif tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai motif batik ciri khas daerah Desa Jarum Kecamatan Bayat. Selain motif batik outcome dari kegiatan ini adalah artikel ‘Penciptaan Motif Baru Identitas Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten’ yang rencananya akan diterbitkan di Jurnal Bakti Budaya dan dokumentasi kegiatan.

1…18192021

Recent Post

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
  • Cipta Karya Sastra Jawa: Wadah Kreatif Mahasiswa dalam Belajar Mengembangkan Karya Sastra
    Mei 21, 2026
  • Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Meluluskan 11 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Akademik 2025/2026
    Mei 21, 2026

Kalender

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Rilis Berita

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY