• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Kerjasama
    • Beasiswa
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
  • Kemahasiswaan
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
    • Gugur Gunung
  • Alumni
    • Profil Alumni
    • Form Registrasi Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

anggradini

Kuliah Umum “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” Oleh Yumi Sugahara

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 27 September 2022

Yogyakarta (18/09/2022), Program Studi Sastra Jawa menyelenggarakan kuliah umum terkait kedatangan Islam ke pulau Jawa. Kuliah umum yang bertajuk “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” tersebut dinarasumberi langsung oleh dosen sekaligus peneliti dari Universitas Osaka, yaitu Ibu Yumi Sugahara. Berdasarkan pemaparan yang dilakukan oleh Ibu Yumi, beliau menuturkan bahwa beliau sudah pernah melakukan simposium sebanyak dua kali terkait dengan topik yang diteliti. Adapun naskah-naskah yang beliau pakai untuk bahan penelitian beliau adalah bahan sejarah yang berasal sejak masa kolonial Belanda abad ke-16.

Pada kuliah umum tersebut, Ibu Yumi memaparkan bahwa pada abad ke-14 banyak makam Islam di sekitar candi-candi Hindu, namun sayangnya tidak banyak ditemukan keterangan pendukung seperti naskah, akibatnya sangat sulit untuk mencari cerita sejarah pada abad tersebut. Berbeda dengan abad ke-16. Pada abad tersebut telah banyak ditemukan naskah yang isinya lebih banyak memuat tentang Islam, namun belum banyak yang meneliti hal tersebut. Ibu Yumi juga memaparkan bahwa banyak dari peneliti yang menggunakan objek penelitian dari abad ke-19 karena dinilai memiliki variasi dan pembahasan yang beragam tentang “Jawa.”

Adapun hal yang diulas dalam kuliah umum Ibu Yumi adalah tentang sufisme. Beliau memaparkan bahwa sufisme dapat dibagi menjadi tiga, yaitu mistik, etika, dan pemujaan populer. Berdasarkan apa yang sudah diteliti oleh Ibu Yumi, ada pendapat dari G. W. J. Drewes yang menyatakan bahwa tokoh yang banyak diceritakan dalam naskah adalah Sunan Bonang, tokoh utama dari sembilan wali yang dikenal. Salah satu naskah suluk yang diasumsikan ditulis oleh Sunan Bonang sendiri adalah naskah yang tersimpan di Perpustakaan Leiden dengan kode Cod. Or. 1928 yang berbahasa dan beraksara Jawa. Naskah tersebut diasumsikan ditulis oleh Sunan Bonang pada abad ke-16 yang berisi diskusi antara Sunan Bonang dengan gurunya yaitu Syeh Bari tentang teologi dan sufisme.

Selain dilakukan pemaparan materi oleh Ibu Yumi, pada kuliah umum tersebut juga dilakukan sesi tanya jawab untuk mewadahi dan menyalurkan hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut oleh peserta kuliah umum. Melalui kuliah umum bertajuk “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” tersebut, penyelenggara kegiatan, yang dalam hal ini adalah prodi sastra Jawa berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan untuk para peserta, khusunya mahasiswa Sastra Jawa.

PANGKUR

Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Selasa, 13 September 2022

Dening:  Hafidh Ahmad

Miwiti pangkur kang sekar

Mula buka isi alam sakalir

Samodra darat lan gunung

Langit uga akasa

Kabeh mau ciptaning kang Maha Agung

Kalebu uga manungsa

Makhluk dharat lan jaladri

 

Kabeh mau wus cinipta

Kang minangka kanggo makhluk sakalir

Iku kodrate ywang Agung

Samya mat sinamatan

Janma kewan watu uga tanem tuwuh

Janma ingkang pinasrahan

Lestarining alam kabir

DYAH AYU

GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Rabu, 7 September 2022

Oleh: Ahmad Nur Astha

Tansah katon aneng netra

Eseman lan gemuyu 

Ora bisa dilalekake

Tansah kelingan saben dinane

 

Wayah dalu durung bisa nendra

Wewayangan mung kumanthil ing sotya

Inten kang dadi pepundhen

Sing tak antu nganti tekan saklawase

 

Dhuh dyah ayu 

Tulung ngertenana rasaku

Tulus suci mung kanggo sliramu

Tekaning pati tak jaga tresnamu

JUMPA PERTAMA MAHASISWA BARU 2022

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 26 Agustus 2022

Kamis (4/8/2022), menjadi kali pertama bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya untuk mengenal program studi mereka masing-masing. Hal ini menjadi salah satu agenda dari Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Kampung Budaya 2022 yaitu dalam sesi keprodian. Pada sesi tersebut, para mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai hal yang terkait dengan program studi mereka masing-masing, seperti pengenalan dengan dosen pengajar, pengenalan dengan mata kuliah yang akan dipelajari, pengetahuan tentang pesngisian Kartu Rancangan Studi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut dilakukan salah satunya oleh mahasiswa baru program studi Sastra Jawa 2022.

Pada sesi tersebut, mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa mendapat sambutan yang hangat dari ketua Program Studi Sastra Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum. beserta dosen pengajar yang lain seperti Nurmalia Habibah, M.A., Imam Prakoso, S.S., M.A., Rudy Wiratama, S.I.P, M.A., dan Bima Slamet Raharja, S.S., M.A. Sesi keprodian tersebut diawali dengan sambutan dari Ibu Daru Winarti dan dilanjutkan dengan pengenalan dosen pengajar, termasuk dosen pengajar yang saat ini sedang menempuh studi di luar negeri seperti Zakaria Pamuji A., S.S., M.A. Beliau-beliau yang saat ini berada di luar negeri ikut serta menyambut mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa melalui media zoom meeting.

Selain sambutan dari dosen pengajar, mahasiswa baru Sastra Jawa juga mendapat sambutan yang hangat dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa, yang biasa disebut Kamastawa. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam pengurus himpunan turut serta meramaikan kegiatan tersebut. Banyak hal yang disampaikan oleh bapak ibu dosen pada sesi keprodian kala itu. Mulai dari pesan untuk terus belajar dengan giat, ikut serta melestarian kebudayaan Jawa, hingga pesan untuk selalu menjaga nama baik Program Studi Sastra Jawa.  Meskipun tergolong singkat, namun kesempatan tersebut menjadi momen yang sangat berharga untuk mahasiswa baru Sastra Jawa.

LONJAKAN JUMLAH MAHASISWA SASTRA JAWA 2022

BeritaMahasiswaSDGS Kamis, 18 Agustus 2022

Dewasa ini, mutu pendidikan Indonesia semakin meningkat. Perlu disadari bahwa banyak generasi muda yang memiliki kualitas serta potensi diri yang tinggi. Hal tersebut memberikan pengaruh terhadap banyaknya kuota penerimaan mahasiswa baru pada setiap perguruan tinggi salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Budaya. Setiap program studi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya memiliki peluang untuk menambah jumlah mahasiswa yang akan diterima pada tahun 2022 ini. Peluang tersebut tentu juga dirasakan oleh Program Studi Sastra Jawa yang menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Budaya.

Pada akhir waktu pendaftaran ulang mahasiswa baru, jumlah mahasiswa yang dulunya hanya berkisar 35, kini melonjak menjadi 51 orang. Jumlah yang melonjak dengan presentase hampir 100% ini manjadi hal yang mengejutkan karena jumlah tersebut merupakan kali pertama Program Studi Sastra Jawa memiliki mahasiswa baru dengan jumlah melebihi angka 35. Kabar tersebut tentu mengejutkan bagi para dosen yang mengajar di Program Studi Sastra Jawa. Banyak yang tidak menyangka bahwa Program Studi Sastra Jawa diminati oleh banyak mahasiswa baru. Kondisi meningkatnya jumlah mahasiswa baru tersebut juga mengharuskan para dosen pengajar untuk melakukan penyesuaian di dalam pembelajaran di kelas, demi terciptanya atmosfer pembelajaran yang tetap kondusif.

Adanya peningkatan jumlah mahasiswa baru memberikan kebanggan tersendiri untuk civitas academica Sastra Jawa. Beragamnya potensi diri dari setiap mahasiswa memberikan warna baru untuk Program Studi Sastra Jawa, terlebih untuk Fakultas Ilmu Budaya. Terbukti dengan adanya mahasiswa dengan potensi seperti master of ceremony, dalang, sinden, pengrawit, penari, dan lain-lain. Hal tersebut secara tidak langsung juga dapat diartikan bahwa kualitas sumber daya manusia yang ada di Program Studi Sastra Jawa semakin baik dan meningkat dari tahun ke tahun.

SASTRA JAWA BERBAGI DAN SASTRA JAWA MENGAJAR

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 9 Agustus 2022

Sabtu, (6 Agustus 2021), divisi Sosial Masyarakat, Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (Kamastawa) melaksanakan kegiatan Sastra Jawa Berbagi dan Sastra Jawa Mengajar. Kegiatan tersebut merupakan program kerja yang diinisiasi oleh divisi Sosial Masyarakat HMJ Kamastawa. Pada kegiatan tersebut, pelaksanaan kegiatan tidak hanya dilakukan oleh divisi Sosial Masyarakat saja, namun pelaksanaannya dibantu oleh divisi Keilmuan sebagai divisi yang mengimplementasikan bidang ilmunya di program Sastra Jawa Mengajar.

Kegiatan Sastra Jawa Berbagi dan Sastra Jawa Mengajar dilaksanakan di panti asuhan Rumah Buah Hati yang terletak di Gg. Surya No.24, Jomblangan, Banguntapan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Panti asuhan tersebut, memiliki anak asuh sebanyak 23 orang dengan rentang usia balita hingga remaja dan pengasuhnya sebanyak 7 orang. Adapun sebagian besar penghuni panti asuhan Rumah Buah Hati adalah anak-anak yang berasal dari daerah Indonesia timur.

Pada hari tersebut, rangkaian kegiatan dimulai dengan program Sastra Jawa Mengajar. Diawali dengan perkenalan dengan anak-anak panti asuhan, lalu dilanjutkan dengan kegiatan mendongeng, yang dilakukan oleh Maria, salah satu anggota divisi Sosial Masyarakat. Setelah itu, dilaksanakan tanya jawab seputar dongeng yang telah diceritakan kepada anak-anak panti asuhan. Antusias yang diberikan anak-anak panti asuhan sangat terasa dari awal kegiatan mendongeng hingga sesi tanya jawab. Tidak hanya itu, setelah kegiatan tanya jawab, teman-teman HMJ Kamastawa juga mengajak anak-anak di panti untuk melakukan relaksasi dengan saling memijat antar teman. Selain itu juga juga dilanjutkan dengan tanya jawab seputar cita-cita yang ingin mereka raih dan diakhiri penyerahan bantuan dari HMJ Kamastawa beserta foto bersama.

Antusiasme yang diberikan anak-anak panti tidak hanya terlihat di awal kegiatan saja, namun sampai akhir kegiatan, bahkan sampai teman-teman HMJ Kamastawa berpamitan, mereka masih terlihat bersemangat. Apalagi, dengan hadiah-hadiah kecil yang diberikan untuk setiap mereka yang ada di panti asuhan tersebut yang menambah antusiasme yang mereka tunjukkan. Meskipun bantuan yang diberikan tidak banyak, namun harapan dan doa yang besar dari HMJ Kamastawa selalu ada di setiap hal yang diberikan melalui program kerja Sastra Jawa Berbagi dan Sastra Jawa Mengajar.

PEPUJANING ATI

GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Selasa, 19 Juli 2022

Dening: Ahmad Nur Astha

Nalika sepisan ketemu karo sliramu

Tak sawang esem lan gemuyumu

Sing nambahi kangen sedina ora ketemu

Datan sakedhep yen nyawang netramu

            Tak gandheng tanganmu

            Nyawang ilining banyu

            Tak ungkapake rasaku

            Rasa tresna marang sliramu

Sineksen endahe lampu tengah kutha

Sliramu kandha yen bakal tresna

Nalika wayah wengi sing ngancani ngucap janji

Mendhung ing mega uga melu hanyekseni

            Duh pepujaning ati

            Amung sliramu sing tansah tak anti

            Rina lan wengi

            Tan bisa merem senadyan wus nyandhak madya ratri

LILIN PUTIH

CerkakKarya MahasiswaMahasiswa Rabu, 13 Juli 2022

Dening: Anggra Dini          

Ing sawijining dina, Sinta Dewi, Mbakyu ku sing paling ayu dhewe, ngajak aku menyang daleme Budhe Rini kanggo nyuwun ajar matematika. Mbak Sinta pancen lare sing pinter, dheweke mesthi pikantuk biji sing apik. Saiki Mbak Sinta wis paring yuswa 18 taun. Dheweke sekolah ing SMA 1 Mlati.

          “Tika, ayo melu mbak menyang daleme Budhe Rini.” dhawuhe Mbak Sinta.

          “Mangga Mbak Sin, aku ndherek Mbak Sinta. Nanging, ana apa Mbak kok kesah daleme Budhe?” pitakonku.

          “Mbak kepingin nyuwun warah saka Budhe Rini, amarga biji matematika Mbak wingi mudhun.” wangsulane Mbak Sinta.

          “Nggih Mbak, mangga, aku ndherek Mbak Sinta wae.” clathuku.

          “Aja lali gawe jaket ya Tik, amarga awakedhewe bakal bali bengi. Mbak ya uwis matur marang Bapa karo Ibu yen awakedhewe menyang daleme Budhe Rini.”

          “Siap Mbak Sinta.”

          Dadi adhine Mbak Sinta pancen nyenengake. Dheweke apikan, pangerten marang adhine, lan luhur budine. Ananging, kadhang aku mesakake marang slirane. Saben dina kudu sinau lan ajar bab kang durung bisa dimangerteni supaya ora didukani bapa lan ibu, lan bisa maringi tuladha sing apik marang adhine. Dadi Mbak Sinta pancen ora gampang, ananging dheweke bisa ngadhepi sakabehing prakara.

          Aku lan Mbak Sinta pancen cedhak saka cilik amarga ibu lan bapa nyambut dadi dosen ing Universitas Gadjah Mada, saengga wekdal sing diduweni bapa lan ibu ing omah mung wanci bengi lan nalika prei. Masiya ing omah mung wanci bengi lan nalika prei, ananging bapa lan ibu saestu tresna marang aku lan Mbak Sinta. Apa wae sing dibutuhake putrane mesthi disedyakake. Nanging bapa lan ibu duweni pangajab kanggo putrane. Apa wae sing uwis diparingake kuwi ya kanggo paring semangat ing laku ngangsu kaweruh. Aja nganti kabeh sing wis diparingi malah ndadekake lena ing laku.

          Nalika teka ing daleme Budhe Rini, Mbak Sinta sinau kanthi setiti. Ing kono aku ya ora mung meneng wae, ananging uga melu ngangsu kaweruh.

          “Assalamualaikum Budhe Rini, kula Sinta lan Tika, Budhe.” Mbak Sinta uluk salam nalika teka.

          “Waalaikumsalam Ndhuk, ayo mlebu rene.” Budhe Rini ngutus aku lan Mbak Sinta mlebu daleme Budhe.

          “Inggih Budhe.”

          “Kok dingaren ora karo Bapa lan Ibumu, durung pada bali apa kepiye?” pandangone Budhe Rini.

          “Inggih Budhe, Bapa lan Ibu dereng kondur, saengga kula kaliyan Dhik Tika sowan piyambak.” wangsulane Mbak Sinta.

          “Woalah mangkono ta, yawis dimimik dhisik kuwi es sing wis dak siapake, enak lho kuwi, Budhe dhewe sing gawe.” ngendikane Budhe Rini.

          “Inggih Budhe, kula mimik nggih.” celathuku.

          “Iya wis ta, yen kurang dak gawekake maneh.”

          Sawise mimik es sing wis digawekake Budhe Rini, Mbak Sinta nyuwun ajar bab matematika sing durung bisa dimangerteni dening Mbak Sinta. Aku uga melu sinau lan ajar bab matematika. Budhe Rini pancen wasis bab matematika, amarga dheweke lulusan S3 matematika.

          “Budhe, badhe nyuwun pirsa, menika kok saged pikantuk asil sekawanlikur kados pundi nggih Budhe?” Mbak Sinta tangklet marang Budhe Rini.

          “Sik-sik, dak delenge soale ya Ndhuk… Oalah, ngene lho iki, kene Budhe nyuwun kertas sing isih durung ana isine.”

          “Mangga Budhe kertasipun.” wangsulane Mbak Sinta.

……

          “Ngono Ndhuk cara mangsuli soale kaya ngono. Saiki coba dijajal soal sing padha ya.” ngendikane Budhe Rini marang Mbak Sinta.

          “Inggih Budhe, siap.”

          “Budhe, kula inggih badhe nyuwun ajar bab matematika menika, kula mboten saged nggarap lho Budhe.” celathuku marang Budhe Rini.

          “Kene-kene Ndhuk cah ayu, kaya apa ta angele kok ponakane Budhe iki ora bisa mangsuli?”

          “Woalah, iki carane kaya ngene lho Ndhuk, digatekake yaa.”

……

          “Woalah makaten Budhe, kok gampil nggih hehehe.”

          “Lha iya ta, Tika mung kurang setiti wae nalika ngerjakake. Mula kudu luwih setiti ya. Wis kono dijajal soal sing liyane.”

          “Inggih siap Budhe.” celathuku.

          Sawise ngangsu kaweruh menyang Budhe Rini, aku lan Mbak Sinta pamit arep mantuk amarga ya uwis bengi.

          “Budhe, kula kaliyan Dhik Tika pamit wangsul nggih, benjing kula kaliyan Dhik Tika sowan daleme Budhe malih.” Mbak Sinta pamit marang Budhe Rini.

          “Iya Ndhuk, cah ayu ayu. Ati-ati ya yen bali. Aja lali ngajak bapa lan ibumu ya yen arep rene. Budhe uga titip salam kanggo bapa lan ibumu ya.”

          “Inggi Budhe, siap. Pamit rumiyin nggih Budhe. Assalamualaikum.”

          “Waalaikumsalam Ndhuk.”

          Aku lan Mbak Sinta gegojegan ing sadawane dalan, ananging ana salah sawijining tuladha sing agawe aku trenyuh.

          “Mbak Sinta dhek mau maeme akeh apa ora?”

          “Ora Tik, Mbak Sinta mung maem saithik, amarga masakane Budhe Rini pedhes hehe.”

          “Aku ya iya e Mbak, Tika kepingin tuku ayam kentaki ing cedhak omahe awake dhewe, Mbak Sinta kersa ora?” pitakonku.

          “Wah ayo wae Tik. Sarujuk Aku.”

          “Yeay, mangga Mbak.”

          “Woiya Dhik, Mbak Sinta duwe pesen kanggo Tika.”

          “Apa Mbak?”

          “Saka Mbak Sinta, Tika kan ngerti yen saya suwe lan saya dhuwur olehe ngangsu kaweruh kuwi saya angel lakune. Mbak Sinta pesen marang Tika, kudu tetep bisa lumaku ing dalan sing bener, aja nganti gawe duka bapa lan ibu. Tika kudu bisa dadi lilin putih ing satengahing pawongan akeh.”

          “Lilin putih? Tika ora ngerti maksud ngendikane Mbak Sinta?”

          “Maksude lilin putih kuwi kaya ngene lho Tik, awake dhewe kudu bisa dadi pawongan sing bisa migunani kanggo liyan. Kapinteran sing kok duweni kuwi kudu bisa migunani uga kanggo awakmu utawa kanggo liyan. Aja dadi bocah pinter sing kuminter.”

          “Terus lilin putih kuwi kepiye Mbak?”

          “Maksude mangkene, awake dhewe kudu bisa dadi lilin putih sing migunani, masiya cilik, dheweke bisa madhangi panggonan sing peteng. Wis ngerti saiki?”

          “Woalah nggih Mbak Sinta, Tika ngerti apa maksud ngendikane Mbak Sinta. Yen Mbak Sinta kersa, Tika nyuwun Mbak Sinta terus paring piwulang ya yen Tika rumangsa kangelan utawa Tika ana salah.”

          “Iya Dhik, Mbak Sinta kan tresna marang Tika. Mbak Sinta bakal terus ngelingake Tika yen Tika salah lan bakal ngancani Tika yen Tika butuh Mbak Sinta.”

          “Matur nuwun Mbak Sinta.”

          Kaya sing uwis dak critakake, Mbak Sinta pancen uwong sing apikan lan tresna marang adhine. Mula kuwi, ora mokal yen akeh uwong seneng marang budi luhur sing diduweni Mbak Sinta. Saka Mbak Sinta, aku nyinau akeh bab ing laku salaku.

---Cunthel---

YOUTUBER KONDHANG

CerkakKarya MahasiswaMahasiswa Kamis, 7 Juli 2022

Dening: Yulian Pamungkas

      Ing Kutha Tulungagung ana bocah enom jenenge Agus. Urip wong loro karo ibune, amarga bapake wis seda nalika agus isih SD. Agus duwe kanca cedhak, jenenge Ipan. Agus dadi bocah kang bodho lan nakal. Dheweke duweni pakulinan seneng balapan liar saben bengi lan yen menang dheweke seneng ngentekake dhuwit kanggo mendem. Senajan Agus kuwi bocahe nakal, nanging dheweke isih sembada, amarga katrampilane bisa agawe dheweke kapilih dadi pasarta lomba makili Kutha Tulungagung lan menang ing kancah balapan montor Provinsi Jawa Timur. Agus duweni akeh prestasi saka balapan masiya dheweke ora tamat anggone sekolah.
      Ing taun 2020 sak dunya kena pageblug Corona. Kabeh kagiyatan akeh sing dibatalke lan akeh para buruh uga karyawan kang dipecat saka papan pagaweyane. Agus bingung amarga dheweke nganggur ora duwe bayaran. Agus biasane oleh dhuwit saka balapan lan nyambi ngewangi tanggane giling tebu.
      “Gus, Ibuk ora bisa nempur amerga dhuwit olehmu menehi wis entek.” sambate ibune Agus.
      “Banjur kepiye Buk? Njuk ora bisa madhang dina iki?” Agus mangsuli ibune.
      “Ya ora bisa Gus, coba mubenga, goleka panggaweyan supaya ana dhuwit kanggo nempur.”
      “Nggih Buk.”
      Agus mubeng desa, takon-takon panggaweyan marang tangga lan kancane. Muspra, kabeh sing ditakoni Agus padha ora bisa menehi panggaweyan. Agus leren ing pos rondha cedhak omahe. Ing pos rondha kono ya ana Ipan.
      “Seka ngendi Gus kok sajake ketok kesel?” takone Ipan.
      “Golek panggaweyan Pan, kowe saiki kerja apa?” Agus genti takon.
      “Halah padha wae Gus, teplok covid-19 kae ya rung ana gaweyan maneh.” wangsulane Ipan
      “Lha terus apa solusimu?” Agus takon menyang Ipan.
      “Mbuh ya, apa coba adewe mara ning omahe Modin, menawa dheweke ana solusi.” wangsulane Ipan.
      “Sip, yoh lek ngono, saiki wae ya ndak kesoren.”
      Agus lan Ipan banjur budhal menyang omahe Modin. Tekan omahe Modin, Agus lan Ipan langsung sambat yen lagi susah ora duwe panggaweyan.

      “Din, kowe duwe panggaweyan kanggo aku ro Ipan ora? Apa wae aku gelem tinimbang blas ora kerja.” sambate Agus.
      “Hooh Din, nyuwun tulung banget iki, makku karo make Agus wis ora kuat nempur.” Ipan ngimbuhi.
      “Piye ya Gus, Pan. Pancen iki jamane angel. Aku dhewe ya bingung karo kahanan sing kaya saiki.” wangsulane Modin.
   “Wis ta Din sembuarang pokoke, tinimbang ra ana blas mengko makku malah tambah ngamuk yen aku ora oleh panggawean.” Ipan ngeyel.
      “Yawis-yawis. Sakjane aku kepingin bangun channel youtube.” Modin mangsuli.
      “Ha piye kuwi, youtube ki kepiye?” Agus takon merga bingung.
      “Sik ta Gus, aja nyela sek ben dijlentrehake karo Modin.” Ipan nyeneni Agus.
      “Dadi adewe gawe video drama kehidupan ngono, njuk mengko diunggah ning youtube. Mengko yen akeh sing nonton adewe isa oleh dhuwit teka youtube.” wangsulane Modin.
      “Oke siap, gasss pokoke.” Agus sarujuk.
      “Aku ya sarujuk.” Ipan sarujuk.
     “Tapi ana syarate, yaiku kowe-kowe kabeh kudu leren lek mendem karo main judi. Dhuwite kudu dicelengi saengga yen kepthuk kahanan angel kaya ngene iki isih ana dhuwit.”
      “Iya, siap laksanakan bos.” wangsulane Agus karo Ipan bareng.
      Agus, Ipan, lan Modin awit anggone gawe video. Senajan mung nganggo piranti sak anane tapi dheweke padha tlaten. Katlatenan iku mau duweni asil, yaiku video-ne Agus lan Ipan viral. Modin minangka sutradara, produser, lan kameramen ya ora keri melu kondhang amarga pakaryane sing apik banget. Agus lan Ipan saya suwe saya kondhang lan akeh omah produksi film sing padha ngajaki main film bioskop. Modin yo semana uga dadi sutradara kang kondhang ning Indonesia.

GAMBUH

Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Kamis, 16 Juni 2022

Dening R. Raga Budi Panuntun

Sajatine ngudi ngelmu

Sapa wae bisa disinau

Trapsilaning tata krama nora lali

Jaya kang kudu kagayuh

Wasana mrih karahayon

 

Cagaking gesang puniku

Kraos suka syukur mring Hyang Luhur

Manggih ayem tentrem sajroning panggalih 

Gampil nyirnaaken bendu

Lara-lapa mesthi kawon

123

Recent Post

  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Perkuat Kolaborasi Lewat Partisipasi dalam Seminar Incolwis dan RAKORNAS IV ADISABDA 2025
    Agustus 21, 2025
  • Memenangkan Lomba Literasi Aksara Jawa dalam Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta
    Juli 22, 2025
  • Praktik Membuat Pelindung Naskah dan Mencipta Naskah
    Juli 19, 2025
  • Mengabdi kepada Masyarakat Padukuhan Wotawati
    Juli 15, 2025
  • Mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Menyelami Laut Karimunjawa
    Juli 10, 2025

Kalender

Agustus 2025
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Jul    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Agustus 2025
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Jul    

Rilis Berita

  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Perkuat Kolaborasi Lewat Partisipasi dalam Seminar Incolwis dan RAKORNAS IV ADISABDA 2025
    Agustus 21, 2025
  • Memenangkan Lomba Literasi Aksara Jawa dalam Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta
    Juli 22, 2025
  • Praktik Membuat Pelindung Naskah dan Mencipta Naskah
    Juli 19, 2025
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY