• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Kerjasama
    • Beasiswa
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 2
Pos oleh :

anggradini

Webinar Gugur Gunung 11: Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa

Ambal WarsaBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 10 Juni 2022

Minggu (19/12/21), Program Studi Sastra Jawa mengadakan kegiatan webinar yang kedua sebagai acara lanjutan dari sederet rangkaian yang dibuat. Webinar dengan judul Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa tersebut dimoderatori oleh Nurma Aisyah, mahasiswa Prodi Sastra Jawa angkatan 2021 serta dibersamai oleh salah satu dosen Sastra Jawa sebagai pembicaranya, yaitu Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A.

Webinar Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa mengulik kisah perjalanan burung dan kera dari tradisi Sanskerta hingga Jawa Pertengahan. Mas Zakariya memberikan pemaparan bahwa fabel merupakan kisah binatang yang berperilaku seperti manusia. Kisah binatang yang dijadikan seperti manusia merupakan penggambaran secara metafora. Fabel memiliki tokoh yang didominasi oleh manusia dan dewa. Biasanya tokoh binatang yang digunakan adalah binatang yang memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat, seperti sapi, kuda, ular, kambing, burung, dsb. Pada webinar tersebut dijelaskan pula tentang Pancatantra, salah satu karya sastra yang berbentuk cerita berbingkai.

Setelah sesi pemaparan materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada delapan penanya dengan masing-masing satu pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menarik dan mungkin banyak dipertanyakan pula oleh masyarakat adalah pertanyaan dari Irfan Wahyu, salah satu mahasiswa Sastra Jawa. Irfan bertanya tentang kepopuleran fabel yang hanya ada pada cerita kancil, dan mengapa fabel hanya berfokus pada usia anak-anak saja. Mas Zakariya menjelaskan bahwa pendidikan Indonesia tidak mengadaptasi fabel. Beberapa upaya yang dibuat oleh perpustakaan diimplementasikan melalui transliterasi naskah, dan civitas akademika difasilitasi untuk menyebarluaskan transliterasi naskah ke khalayak luas. Jika dilihat dari segi peneliti, sebagai peneliti juga memiliki tanggung jawab yang berat. Dimana sebagai seorang peneliti atau civitas akademika memiliki tantangan untuk mengalihwahanakan isi naskah menjadi karya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari webinar Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa adalah fabel digunakan sebagai perantara manusia dan binatang. Sedangkan Pancatantra sebenarnya memiliki tujuan politik dan menyebar luas ke seluruh dunia. Adapun kisah yang popular diperbincangkan adalah kisah burung dan kera. Meskipun memiliki beberapa versi namun memiliki kesamaan pesan.

Cakra Manggala, Kabinet Baru Kamastawa

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 26 April 2022

Kabinet Cakra Manggala merupakan nama kabinet yang dipilih oleh pengurus harian Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (Kamastawa) periode 2022/2023. Nama “Cakra Manggala” diambil dari “cakra” yang diwujudkan sebagai senjata bundar bergerigi. Dari “cakra” ini pengurus harian memiliki harapan besar agar pengurus kabinet Cakra Manggala mampu bekerja keras secara berkelanjutan dan mencengkeram kuat pada masing-masing bidangnya. Selain itu, cakra juga dapat diartikan nitik atau niteni. Melalui perumpamaan tersebut kabinet Cakra Manggala diharapkan dapat bekerja dengan teliti.

Sedangkan “manggala” yang terinspirasi dari penutup kepala yang dikenakan oleh Sultan Agung. “Manggala” sebagai simbol berkah dan pemimpin sehingga kabinet ini diharapkan menjadi kabinet yang selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan serta dapat menjadi penggerak untuk mahasiswa Sastra Jawa secara keseluruhan. Oleh karena itu, dari “Cakra Manggala” ini, para pengurus harian berharap kabinet Cakra Manggala dapat bekerja sama secara teliti dan optimal, baik dalam bidang masing-masing maupun secara keseluruhan, serta selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan di setiap proses yang dilalui.

Pada kepengurusan baru ini, anggota pengurus harian Kabinet Cakra Manggala merupakan mahasiswa aktif S1 dari tahun kedua dan ketiga. Adapun jumlah pengurus harian Kabinet Cakra Manggala adalah 46 orang, dengan pembagian satu orang sebagai ketua, satu wakil ketua, dua bendahara, dua sekretaris, lima orang di divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, enam orang di divisi Relasi Publik dan Organisasi, enam orang di divisi Sosial Masyrakat, empat orang di divisi Media dan Informasi, lima orang di divisi Keilmuan, lima orang di divisi Kewirugistik, dan sembilan orang di divisi Minat dan Bakat.

Melalui berbagai program kerja yang telah di buat serta bimbingan dari Bapak Imam Prakoso sebagai pembina, pengurus harian Kamastawa kabinet Cakra Manggala berharap bisa terus membawa nama baik Sastra Jawa serta memberikan kontribusi secara optimal untuk program studi Sastra Jawa. Selain itu, keberhasilan segala program yang telah dibuat juga tidak lepas dari dukungan seluruh mahasiswa Sastra Jawa, oleh karena itu, harapan akan kerja sama yang optimal juga menjadi cita-cita kepengurusan baru ini, sehingga baik dari pengurus maupun non-pengurus dapat bekerja sama untuk mempertahankan nama baik Sastra Jawa.

Kepyakan Kabinet Cakra Manggala

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 19 April 2022

Minggu (06/03/2022), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Jawa, yang lebih sering disebut Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA), melakukan peluncuran kabinet serta peresmian anggota kepengurusan baru. Acara tersebut dinamai “Kepyakan HMJ KAMASTAWA Kabinet Cakra Manggala” dan dilakukan secara daring dengan menggunakan ruang virtual zoom. Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Dr. Daru Winarti, M. Hum selaku ketua program studi Sastra Jawa, bapak dan ibu dosen program studi Sastra Jawa, ketua KAMASTAWA tahun 2020, ketua KAMASTAWA tahun 2021, dan semua pengurus harian baru dari HMJ KAMASTAWA.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan doa. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh ketua program studi Sastra Jawa, Ibu Dr. Daru Winarti, M. Hum., Sdr. Imam Prakoso, S.S., M.A. dan ketua baru KAMASTAWA, yaitu Yulian Pamungkas. Selanjutnya dilakukan pemaparan grand design dan perkenalan dari setiap divisi. Acara diakhiri dengan ramah tamah, foto bersama dan penutupan oleh pembawa acara.

Pada peluncuran kabinet baru tersebut, ketua KAMASTAWA yang baru memaparkan beberapa hal, mulai dari logo kabinet dan filosofinya, program kerja, serta susunan kabinet yang telah dibuat. Adapun nama kabinet baru yang dipilih oleh kepengurusan periode 2022/2023 adalah “Cakra Manggala”. Cakra Manggala dipilih sebagai nama kabinet yang baru karena kepengurusan periode 2022/2023 memiliki harapan yang besar untuk kemajuan HMJ KAMASTAWA, yaitu agar para pengurus kabinet Cakra Manggala dapat bekerja sama secara teliti dan optimal, baik dalam bidang masing-masing maupun secara keseluruhan, serta selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan di setiap proses yang dilalui.

Kepengurusan yang baru ini memiliki jumlah koordinator divisi sebanyak tujuh yang memimpin tujuh divisi pula, dengan Yulian Pamungkas sebagai ketua dari Sastra Jawa angkatan 2020 dan Muhammad Ikhsan dari Sastra Jawa angkatan 2020 sebagai wakilnya. Pada acara pelucuran nama kabinet dan peresmian anggota kepengurusan yang baru, ketua Kamastawa memberikan sambutan sekaligus memberikan harapannya untuk anggota kabinet kepengurusan yang baru agar semua dapat bekerja sama dengan baik untuk mengoptimalkan setiap program kerja yang nantinya akan dilaksanakan. Selain itu, ketika sesi ramah tamah (pemberian doa serta harapan dari bapak ibu dosen dan purna ketua HMJ periode sebelumnya), banyak harapan dan doa yang diberikan agar kepengurusan baru kabinet Cakra Manggala dapat berproses dengan baik dan filosofi yang telah dipilih melalui logo cakra dan manggala juga dapat terealisasi dengan optimal.

Webinar Gugur Gunung 11 “Tradisi Kidung: Sejarah dan Keunikan Kidung Surajaya”

Ambal WarsaBeritaMahasiswaSDGS Senin, 11 April 2022

Sabtu (18/12/2021), program studi Sastra Jawa menggelar sebuah webinar yang bertajuk “Tradisi Kidung: Sejarah dan Keunikan Kidung Surajaya.” Webinar tersebut merupakan satu dari dua webinar yang digelar dalam rangka memeriahkan ulang tahun program studi Sastra Jawa. Webinar tersebut terdapat dalam salah satu rangkaian acara Gugur Gunung ke-11. Webinar hari pertama yang digelar tersebut dimoderatori oleh Refiana Nur Pawesti, mahasiswa Sastra Jawa Angkatan 2020. Penyampaian materi disampaikan oleh salah satu dosen Sastra Jawa yang ahli dalam bidang tersbut, yaitu Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum.

Pada webinar hari pertama ini, dijelaskan bahwa Kidung Surajaya sebelumnya pernah diteliti oleh Ibu Kartika Setyawati, dosen Sastra Jawa, Universitas Gadjah Mada. Kidung tersebut diteliti sebagai disertasi yang harus beliau selesaikan. Pada awal webinar Ibu Apriastuti menjelaskan karakteristik kidung menurut Zoetmulder dalam Kalangwan. Salah satu dari pendapat Zoetmulder yang dikemukakan oleh Ibu Apriastuti adalah kebanyakan kidung di tulis di Bali. Zoetmulder juga mengungkapkan bahwa kidung biasanya hanya mengambil cuplikan-cuplikan cerita.

Ibu Apriastuti menjelaskan bahwa Kidung Surajaya ini termasuk dalam koleksi naskah merapi-merbabu yang hanya ditemukan di Pepustakaan Nasional RI. Terdapat tujuh pupuh dengan pola metrum macapat. Ditulis pada abad 17 berdasarkan kolofon lontar versi panjang yang beraksara Buda dan berbahasa Jawa Pertengahan. Dalam hal panjang dan pendek teks, Kidung Surajaya terdiri atas dua versi, versi Panjang (naskah D, F, H) dan versi pendek (naskah B, E, G, I, J). Teks versi panjang tertuang dalam sekitar 87 lempir dengan panjang kira-kira 798 bait. Sedangkan versi pendeknya termuat dalam 4-14 lempir.

Secara ringkas, Kidung Surajaya berisi tentang perjalanan Ki Singamada yang bersedih hati sepeninggal orang tuanya. Adapun hal yang menonjol dari Kidung Surajaya yaitu nasihat para pengajar dan kisah perjalanan sang tokoh, lukisan alam, upacara penahbisan Surajaya, jenis flora dan fauna, sirih, makanan dan minuman yang dihidangkan, alat penanda waktu, dan lain-lain. Pada kidung tersebut, dapat pula dilihat pola bertani masyarakat, keadaan alam sekitar, jenis bunga, karakteristik perempuan pada masa lalu, dan masih banyak lagi.

Jika mengamati dan mengkaji dengan lebih teliti, dapat ditemui pula makna tersirat dari nama para tokoh, misalnya nama Surawani/Surajaya yang bermakna orang yang berani dan menang, sedangkan nama Hantakarana Ragasamaya bermakna raga yang bertangguh samaya.

Setelah dipelajari, dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan dari Kidung Surajaya adalah sebagai penghibur hari, mengurangi kesedihan, menampilkan hakikat cinta, mengubah keindahan dan ekspresi diri, dan melambungkan pujian. Berdasarkan hal yang telah dibaca serta dimaknai bersama, Kidung Surajaya memang memberikan banyak hal baik untuk dijadikan sebagai cerminan dalam hidup. Keunikan serta nasihat hidup yang ada didalamnya menjadikan kidung tersebut sebagai salah satu kidung yang layak untuk dikaji lebih lanjut.

Taruna Dharma Jati, Peraih Medali Emas Pimnas Ke-34 Kategori Poster

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 3 Januari 2022

Bagi seorang mahasiswa, memiliki prestasi gemilang pasti menjadi impian yang ingin diwujudkan. Apalagi, prestasi yang berskala nasional bahkan internasional. Akan tetapi, terkadang kesempatan-kesempatan untuk meraih prestasilah yang mungkin terlihat sulit, entah karena pesaing maupun keadaan lainnya.

Seperti kisah dari Taruna Dharma Jati, seorang mahasiswa Program Studi Sastra Jawa, Universtitas Gadjah Mada, yang membawa kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan. Pada tahun 2021, Taruna bersama dengan tim yang dibimbing oleh Zakariya Pamuji Aminullah berkesampatan mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang diadakan oleh DIKTI.

Perjalanannya dimulai dengan adanya ketertarikan dalam dunia PKM. Hal pertama yang membuat ia tertarik dengan PKM adalah keberhasilan yang ia lihat dari seorang kakak tingkatnya, yaitu Syahmu Hidayat, mahasiswa Sastra Jawa angkatan 2017 yang mendapat emas dalam Pimnas, dengan tema yang diangkat adalah sesuai ilmu yang didalami pada program studi Sastra Jawa. Hal itulah yang menjadi pemantik baginya untuk lebih mendalami apa itu PKM. Setelah mendalami apa itu PKM, berdasarkan fenomena yang ada, Taruna dapat memahami bahwa PKM sangat mewadahi dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang studi Sastra Jawa.

Ketertarikan mengikuti PKM tidak muncul begitu saja setelah ia melihat fenomena yang ada. Kesempatan yang diberikan kepadanya oleh seorang dosen Sastra Jawa, Zakariya Pamuji Aminullah, yang kerap kali di panggil Mas Zaki itulah yang menjadikan ia dapat berproses lebih jauh lagi. Apalagi, kesempatan itu membawanya untuk menjadi ketua dalam tim tersebut. Untuk mendapatkan sebuah prestasi, tentu ada proses panjang yang harus dilalui oleh Taruna dan tim. Mulai dari persiapan, revisi, pendanaan, proses penelitian, dan masih banyak proses lainnya hingga mengantarkan mereka ke titik akhir.

Menurutnya, PKM merupakan wadah dan ajang bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan-gagasan yang sangat inovatif dari mahasiswa dalam hal apapun, yang harapannya dapat berguna untuk masyarakat luas.

Pada PKM yang ia ikuti bersama dengan tim, Taruna mengangkat tema tentang wabah dalam prespektif karya sastra Jawa. Untuk data peneliannya, mereka memperoleh dari sekitar Surakarta dan Yogyakarta. Semua hal yang didapat mereka lihat dari perspektif sastra dan budaya, ilmu politik, serta hukum. Kerja keras, perjuangan yang panjang, dan pengerjaan yang total, membawa dirinya bersama dengan tim yang dipimpin untuk memenangkan medali emas pada Pimnas ke-34 pada tahun 2021 dalam kategori poster. Ia yakin bahwa usaha yang mereka lakukan tidak akan mengkhianati hasil yang akan didapatkan.

Menurut Taruna, tantangan terbesar dalam berproses adalah ketika bekerja sama dengan tim, karena adanya latar belakang yang berbeda. Selain itu, materi yang diangkat juga cukup berat, sehingga data yang didapat harus dipadatkan dan disusun sebaik mungkin mengikuti aturan penulisan yang telah ditetapkan. Kontrol waktu yang tepat juga harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan proposal.

Meskipun mengalami banyak tantangan, ia bersama dengan tim dapat mengatasinya. Cara mengatasi tantangan menurutnya adalah dengan melakukan komunikasi yang responsif, berusaha meyakinkan diri masing-masing jika PKM adalah tanggung jawab bersama. Dalam hal pemadatan materi pun dapat teratasi dengan melakukan pengolahan kata serta usaha untuk berpikir lebih keras.

Tidak hanya menghasilkan lelah, menurutnya hal lain yang didapat adalah pengalaman berharga, baik akademik maupun non akademik. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru terutama dalam bidang yang diteliti, serta piwulang atau ajaran dari para narasumber terkait.

Untuk mahasiswa baru yang ingin mengikuti PKM, Ia menyarankan agar mereka tidak perlu ragu, karena PKM merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan ide-ide "gila" terbaik untuk mengangkat nama Sastra Jawa juga.

“Jangan takut untuk memulai, jangan minder, karena mahasiswa Sastra Jawa pun sebenarnya memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan dan dioptimalkan, salah satunya melalui kegiatan PKM ini” (Taruna, 2022).

Webinar “Dunia Kerja Era Digital: Peluang dan Tantangan Lulusan Prodi Sastra Jawa”

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 26 November 2021

Jumat, 19 November 2021, pukul 09.00 WIB, program studi Sastra Jawa, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan webinar yang ditujukan untuk mahasiswa prodi Sastra Jawa, khususnya untuk para alumni. Webinar tersebut bertajuk Dunia Kerja Era Digital: Peluang dan Tantangan Lulusan Prodi Sastra Jawa. Webinar ini tentu menghadirkan narasumber yang berpengalaman. Beliau adalah salah satu alumni Sastra Nusantara (Sastra Jawa saat ini), Universitas Gadjah Mada, yaitu Drs. Imam Gunarto M.Hum. Beliau merupakan salah satu tokoh penting yang saat ini menjabat sebagai kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Pada webinar tersebut, Bapak Imam menjelaskan bahwa pada era saat ini, lulusan Sastra Jawa bisa menjadi apapun. Tidak hanya berkutat pada perkejaan sebagai guru atau peneliti, namun Bapak Imam sudah membuktikan bahwa lulusan Sastra Jawa juga bisa menjadi seorang pemimpin. Beliau mengatakan bahwa lulusan Sastra Jawa harus memiliki rasa yang “berbeda” dengan yang lainnya. Selain itu rasa percaya diri juga sangat dibutuhkan untuk mendukung keahlian yang dimiliki.

Hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa saat ini kita juga harus mempersiapkan langkah untuk memasuki dunia 5.0 society. Perencanaan yang matang sejak awal sangat diperlukan untuk menghadapi segala kemungkinan kondisi yang akan terjadi di masa depan. Maka dari itu, untuk menggapai dunia kerja sesuai dengan yang diinginkan, maka penguasaan ilmu interdisipliner juga perlu untuk diperhatikan.

Kondisi yang buruk seperti pandemi yang saat ini sedang terjadi juga mempengaruhi peluang kerja bagi masyarakat. Akibat dari pandemi pun sudah dapat terlihat dengan jelas. Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan mereka karena keadaan yang serba sulit ini. Oleh karena itu, skill sangat diperlukan untuk bertahan di dunia kerja yang semakin hari semakin berat.

Pada webinar Dunia Kerja Era Digital tersebut, Bapak Imam juga menyampaikan bahwa ada berbagai tantangan yang harus dihadapi pada saat ini. Adapun tantangan tersebut meliputi ekosistem kerja, deregulasi, debiroratisasi, format kerja baru, global talent, gap kompetisi antara lulusan perguruan tinggi dan dunia kerja, kapasitas individual, dan sistem diklat yang active learning.

Oleh karena itu, melalui webinar tersebut, Bapak Imam berpesan agar para generasi muda, terutama teman-teman lulusan Sastra Jawa hendaknya memerhatikan kinerja dan kapasitas diri serta kinerja yang baik (how we see the world) dan selalu belajar untuk meningkatkan kapasitas diri (determines what we do) guna mendukung keberlangsungan karir di masa depan.

Syukuran Ambal Warsa Sastra Jawa Ke-66

Ambal WarsaBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 18 November 2021

Yogyakarta – Acara ulang tahun Program Studi Sastra Jawa (Ambal Warsa) yang ke-66 diperingati dengan dilaksanakannya syukuran bersama melalui kanal zoom meeting pada tanggal 20 September 2021 lalu.

Acara syukuran tersebut diikuti oleh segenap keluarga Sastra Jawa, baik dosen aktif maupun dosen purna tugas, mahasiswa hingga alumni dari berbagai angkatan. Acara tersebut terlaksana dengan sangat baik dikarenakan antusias dari partisipan yang menambah kemeriahan peringatan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa ke-66 ini. 

Acara tersebut diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya adalah pemberian sambutan dari Ketua Program Studi Sastra Jawa. Setelah itu, pemberian kesan, pesan, dan harapan oleh perwakilan mahasiswa aktif angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Lalu, disambung dengan pembacaan Mading Online, intermezo dari Bapak/Ibu Dosen, serta penampilan persembahan video dari mahasiswa Sastra Jawa. Kemudian, ditutup dengan pembacaan doa serta foto bersama, dan penutupan oleh pembawa acara. 

Berikut adalah cuplikan momen kemeriahan kegiatan Syukuran Ambal Warsa ke-66

Penulis: Vighna Rivattyannur H. dan Anggra Dini

Editor: Anggra Dini

Abhiseka Kramasisya 2021

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 15 November 2021

Abhiseka Kramasisya merupakan acara pengukuhan mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Tahun 2021 ini, acara tersebut diselenggarakan pada bulan Oktober dan diikuti oleh 35 mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Acara Abhiseka Kramasisya tahun ini mengusung tema yang menarik, yaitu “Manata, Marsudiya, Manunggaling Asta”.

Arti dari tema di atas yaitu “Manata” yang berarti menata atau melakukan persiapan, baik menentukan tujuan ataupun mempersiapkan diri (mental dan fisik), serta mempersiapkan rencana.

 “Marsudiya” merupakan sebuah amanat agar kita berusaha dengan maksimal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Jangan mudah menyerah dan putus asa meskipun melewati rintangan dalam proses yang kita lewati.

Sedangkan, “Manunggaling Asta” berarti menyatukan tangan yang memiliki makna berdoa. Melalui doa kita dapat menyerahkan segala hal yang telah kita kerjakan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan terhadap hasil akhir yang kita terima. “Manunggaling Asta” dapat juga berarti menyatukan tangan. Sebuah kiasan yang artinya mempererat kekeluargaan, baik dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Selain itu, kata “manunggal” yang berarti satu, dan kata “asta” yang berarti dua dapat juga kita sebut sebagai sengkalan untuk tahun 21 atau 2021 ini.

Acara Abhiseka Kramasisya dibagi menjadi tiga rangkaian acara, yaitu acara “Nglaras Memitran dan Seminar Prodi” yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2021, dilanjutkan dengan acara “Nglaras Karsa” yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2021, dan diakhiri dengan acara inti yaitu “Pengukuhan Mahasiswa Baru” pada tanggal 30 Oktober 2021.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan yang pertama diawali dengan pembukaan acara oleh pembawa acara dilanjutkan dengan peresmian pembukaan kegiatan oleh Ketua Program Studi Sastra Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum. Lalu, disambung dengan “Nglaras Karsa” yaitu kegiatan perkenalan, baik dari mahasiswa baru maupun Bapak/Ibu dosen serta panitia acara. Setelah itu, ditutup dengan acara yang terakhir “Seminar Prodi”, yaitu pemaparan materi tiga peminatan Sastra Jawa oleh Dr. Hendrokumoro, M.Hum. (peminatan linguistik), Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. (peminatan filologi), dan Dr. Wisma Nugraha Christianto R., M.Hum. (peminatan sastra). Rangkaian kegiatan pada hari pertama dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelaksanaan kegiatan hari kedua diawali dengan pembukaan kegiatan oleh pembawa acara. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan “Nglaras Karsa” yaitu sebuah talk show bersama alumni Sastra Jawa, yaitu Fajar Wijanarko, S.S. dan Kezia permata S.S. Kedua alumni tersebut memberikan sharing pengalaman serta tips-tips dunia perkuliahan yang sangat menarik untuk diikuti. Pelaksanaan acara hari kedua ini juga dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting.

Sedangkan rangkaian acara hari ketiga dilaksanakan secara luring dan bekerja sama dengan pihak Museum Tembi Rumah Budaya. Pelaksanaan acara pada hari ketiga diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh ketua pelaksana, yaitu Amabilita C. S. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan jelajah museum yang dipandu oleh petugas Museum Tembi Rumah Budaya. Acara dilanjutkan dengan kegiatan mini games serta acara inti, yaitu pengukuhan mahasiswa baru. Setelah itu, disambung dengan penampilan apresiasi seni oleh teman-teman Sastra Jawa Angkatan 2021, pemberian kesan pesan dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian acara Abhiseka Kramasisya selama tiga hari tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran serta kesan yang baik kepada teman-teman Sastra Jawa ngkatan 2021. Dengan dikukuhkannya teman-teman Sastra Jawa angkatan 2021 menjadi bagian dari Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA), kelak nantinya mereka dapat berdinamika dan berproses bersama-sama untuk menjadi mahasiswa yang berkualitas.

Mahasiswa Sastra Jawa UGM Berhasil Meraih Juara I Lomba Poster Ilmiah Literasi Kebencanaan 2021

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 2 November 2021

Seminar Internasional Literasi Sejarah Kebencanaan diselenggarakan atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia, U-INSPIRE Indonesia, dan dukungan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Syiah Kuala, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana, IABI, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA), CARI, serta Amcolabora Research Institute. Seminar Internasional ini bertujuan untuk memperkuat misi literasi kebencanaan agar menjadi pembelajaran, pengingat, dan penguat masyarakat dengan kualitas literasi yang baik serta membangun peradaban baru Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Melalui seminar bertajuk: “Literasi Sejarah Kebencanaan sebagai Warisan Ketangguhan Masa Lalu, Kini, dan Nanti” ini, dilakukan perekatan dan penyusunan kembali berbagai pembelajaran lintas disiplin ilmu, keahlian, dan keterampilan terkait sejarah kebencanaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Ambon pada Rabu - Kamis, 13-14 Oktober 2021.

Gambar: Pengumuman pemenang lomba poster ilmiah digital

di laman resmi BNPB

Dalam rangka penyadartahuan masyarakat khususnya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai literasi sejarah kebencanaan maka, diperlukan media yang sesuai dan disukai serta mudah dipahami. Pada era digital seperti saat ini, penyebarluasan informasi berbasis digital menjadi medium yang mudah dipahami dan diterima khalayak umum. Media digital berbasis kreativitas menjadi produk yang mudah disebarluaskan melalui portal-portal yang tersedia secara gratis. BNPB juga menyelenggarakan beberapa kegiatan side event berupa lomba yang berkaitan dengan Literasi Sejarah Kebencanaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mempelajari atau mengetahui sejarah kebencanaan dan mendorong kreativitas masyarakat dalam menerjemahkan informasi tersebut ke dalam sebuah karya. Kategori lomba yang digelar ialah sebagai berikut (1) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk setingkat SD yang didampingi oleh guru sejarah di sekolahnya; (2) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk masyarakat umum; (3) Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan untuk mahasiswa; (4) Lomba Story Map Literasi Sejarah Kebencanaan.

Di antara banyak mahasiswa yang mengikuti perlombaan, Sahmu Hidayat merupakan salah seorang mahasiswa Sastra Jawa UGM angkatan 2017 yang ikut ambil bagian di dalam kompetisi tersebut. Dirinya berhasil meraih juara I dalam kategori Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan.

Gambar: Poster ilmiah digital bertajuk

“Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”

Tajuk poster ilmiah yang diusungnya yakni “Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”. Hal yang melatarbelakangi idenya yaitu karena banyaknya peristiwa bencana yang kerap melanda Pulau Jawa. Peristiwa-peristiwa lampau berupa kebencanaan menjadi sebuah catatan sejarah yang terekam dalam sebuah memori kolektif tradisional Jawa.  Memori tersebut diabadikan oleh masyarakat Jawa dalam beberapa catatan tradisional berupa naskah.

Menurut pendapatnya, naskah tersebut memuat sebuah citraléka bancana atau semacam petunjuk gambaran bencana di masa lalu. Umumnya naskah kuno tersebut menjelaskan jenis, penyebab, cara menghindari, serta apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

Sebagai salah satu contoh yakni Serat Primbon Palintangan Palindhon Pakedutan yang memuat catatan pengetahuan tentang terjadinya gempa bumi pada waktu-waktu tertentu dianggap mengisyaratkan kejadian yang bersifat buruk, baik, netral, maupun campuran, dan berdampak pada manusia, makhluk hidup lain, serta alam. Melalui poster ilmiah yang dibuatnya, dirinya berharap semoga semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya pengetahuan tradisional guna menghadapi problematika yang terjadi di tengah arus modernisasi.

 

Penulis: Sahmu Hidayat

Editor: Anggra Dini

Kuliah Umum Bahasa Sanskerta

BeritaMahasiswaSDGS Jumat, 1 Oktober 2021

Pada bulan Sepetember 2021, program studi Sastra Jawa menyelenggarakan kuliah umum Bahasa Sanskerta yang bertajuk “Short Course of Basic Sanskerta”. Kuliah tersebut diselenggarakan dua kali dalam bulan September, yaitu pada tanggal 11 dan 18. Tokoh yang menjadi narasumber pada kuliah umum bahasa sanskerta adalah Prof. Viroopaksha V. Jaddipal. Beliau merupakan seorang professor yang berasal dari India. Adapun peserta dari kuliah umum tersebut adalah masyarakat luas, khususnya mahasiswa program studi Sastra Jawa.

Dari banyaknya materi terkait Bahasa Sanskerta, bahan yang didiskusikan pada pertemuan tersebut adalah materi dasar Bahasa Sanskerta, dua di antaranya adalah cara pengucapan kata berbahasa Sanskerta yang benar dan pengetahuan tentang cara penggunaan kata yang tepat dalam merangkai sebuah kalimat. Kuliah umum tersebut diikuti oleh peserta dengan jumlah yang cukup banyak. Meskipun hampir sebagian besar partisipannya adalah mahasiswa dari latar belakang pendidikan sastra Jawa, tetapi ada juga beberapa partisipan dari luar bidang Sastra Jawa.

Melalui kuliah umum tersebut, banyak hal yang dapat dipelajari. Bukan hanya tentang bagaimana cara belajar Bahasa Sanskerta dengan baik dan benar, namun hal tersebut juga sebagai pengingat bagi kita, bahwa mempelajari bahasa-bahasa lain juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan dalam kegiatan belajar. Seperti pengakuan yang dituturkan oleh salah satu mahasiswa program studi Sastra Jawa Angkatan 2020, Muhammad Ikhsan, bahwa dirinya senang bisa belajar bahasa Sanskerta dengan ahlinya secara langsung. Bahasa Sanskerta yang semula dirasa sulit, menjadi cukup bisa dipahami melalui kuliah umum tersebut.

Kemampuan multi bahasa memang bukan hal yang utama untuk masyarakat umum, namun bagi para civitas akademik, khususnya mahasiswa yang ingin menggali ilmu lebih dalam, kemampuan multi bahasa sangat diperlukan. Melalui kemampuan tersebut, akan semakin memudahkan para mahasiswa untuk mempelajari sumber-sumber pengetahuan dalam bahasa-bahasa lain, sehingga mereka akan memiliki pengetahuan yang semakin luas. Dalam hal ini, multi bahasa juga berguna sebagai penunjang karier. Kemampuan multi bahasa menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan penyelenggara kerja, apalagi di era yang semakin modern seperti saat ini.

123

Recent Post

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
  • Menggali Jenis & Makna Budaya Sesajen dalam Workshop Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    November 28, 2025
  • Studi Banding Sastra Jawa UNNES dan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM: Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi demi Kebudayaan Jawa yang Lestari
    November 13, 2025

Kalender

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Rilis Berita

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY