Arsip:
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 28 November 2025
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa mengadakan workshop bertema “Menggali Jenis & Makna Budaya dari Sesajen” pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di selasar Margono lantai 4. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah tata cara, serta mahasiswa-mahasiswi dari Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa maupun dari berbagai program studi lainnya. Narasumber yang dihadirkan adalah Faizal Noor Singgih, S.T.P., seorang praktisi budaya dan MC pranatacara.
Dalam pemaparannya, Faizal Noor Singgih menjelaskan berbagai aspek mengenai sesajen, mulai dari jenis, fungsi, hingga makna budaya. Ia menegaskan bahwa sesajen dalam tradisi Jawa pada dasarnya merupakan wujud doa atau pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui rangkaian simbol yang dikemas di dalamnya. Selain sebagai sarana spiritual, sesajen juga berperan sebagai media komunikasi sosial, bentuk penghormatan orang Jawa terhadap lingkungannya, serta ekspresi kebudayaan dari masyarakat setempat.
Antusiasme terlihat dari para peserta yang menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru perihal sesajen sebagai bagian dari kebudayaan Jawa. Workshop ditutup dengan doa dan makan bersama.
Melalui workshop ini, diharapkan para mahasiswa memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kebudayaan Jawa. Penghadiran narasumber dari kalangan praktisi budaya dinilai mampu memperkaya perspektif, baik dari sisi teori maupun praktik. Dengan demikian, kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk terus mempelajari, melestarikan, dan menghidupkan kebudayaan Jawa.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 13 November 2025
Yogyakarta, 12 November 2025 — Program Studi Sastra Jawa, Universitas Negeri Semarang (UNNES), melaksanakan kegiatan studi banding ke Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia, Gedung Margono lantai 2, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran wawasan antarmahasiswa dua perguruan tinggi tersebut.
Sebanyak 40 mahasiswa Sastra Jawa UNNES angkatan 2023 hadir dalam kegiatan ini dan disambut oleh 9 mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM angkatan 2022, antara lain Alfonsus Dipa Wicaksana, Anggit Galuh Ajar Amanah, Fauzan Adi Fadlurahman, Haryo Untoro, Muhammad Siswoyo, Novia Hikmatul Mubarokah, Pesdhi Sekar Hayumay, Saktia Hidayah, dan Yasmin Nabiha Sahda.
Acara dibuka oleh Yasmin Nabiha Sahda yang memperkenalkan jalannya kegiatan. Selanjutnya, Novia Hikmatul Mubarokah memaparkan profil Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM, meliputi kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai program akademik dan nonakademik yang telah diselenggarakan. Pemaparan serupa kemudian disampaikan oleh perwakilan mahasiswa UNNES yang memperkenalkan struktur dan kegiatan di Program Studi Sastra Jawa.
Sesi berikutnya diisi dengan kegiatan “Curhat Minat Studi”, yang menampilkan tiga perwakilan mahasiswa UGM: Fauzan Adi Fadlurahman (Filologi), Muhammad Siswoyo (Linguistik), dan Saktia Hidayah (Sastra). Mereka memberikan pengantar mengenai bidang keilmuan masing-masing, dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Mahasiswa UNNES antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar metode belajar, tips menyelesaikan tugas, hingga arah kajian bidang-bidang tersebut. Suasana hangat dan akrab tercipta melalui dialog, canda, serta saling berbagi pengalaman antar peserta.
Menjelang penutupan, sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM, Dr. Daru Winarti, M.Hum., serta perwakilan dari Program Studi Sastra Jawa UNNES, Dr. Prembayun Miji Lestari, M.Hum. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi antarmahasiswa dan antarlembaga pendidikan dalam memperkuat pengembangan ilmu dan pelestarian kebudayaan Jawa.
Kata sambutan dari Ketua Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum.
Kata sambutan dari perwakilan dosen Prodi Sastra Jawa UNNES, Dr. Prembayun Miji Lesatri, M.Hum.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai penanda kebersamaan dan komitmen untuk terus menjalin kerja sama.
Melalui studi banding ini, diharapkan hubungan antara kedua program studi dapat semakin erat dan produktif. Selain memperluas wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam upaya bersama menjaga dan mengembangkan warisan budaya Jawa di ranah pendidikan tinggi.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 11 November 2025
Relevansi bahasa dan kesusastraan Jawa di tengah tantangan kontemporer menjadi topik utama dalam mata kuliah Sejarah Sastra Jawa di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Perkuliahan yang berlangsung pada Senin, 10 November 2025, ini menghadirkan seorang alumni sekaligus praktisi dan pemerhati budaya Jawa, Paksi Raras Alit, S.S., M.A., sebagai narasumber.
Mata kuliah yang diampu oleh Dr. R. Bima Slamet Raharja, M.A., ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2024. Kehadiran Paksi Raras Alit bertujuan untuk memberikan perspektif praktis mengenai keberlanjutan warisan sastra di era modern.
Dalam pemaparannya, Paksi Raras Alit menegaskan bahwa ajaran dan pengetahuan yang terkandung dalam kebudayaan Jawa masih sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia mencontohkan karya terbarunya, sebuah buku berjudul Ajaran Bahagia dari Jawa: Filosofi untuk Hidup Tenang dan Legawa. Buku tersebut ditulis dalam rangka membedah filsafat hidup Jawa untuk mencapai kebahagiaan. Menurutnya, kebijaksanaan yang termaktub dalam sastra Jawa dapat menawarkan panduan atau pengetahuan menuju ketenangan batin.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para mahasiswa. Antusiasme terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan, meskipun durasi waktu diskusi terbatas. Shabrina Fitra Azzahra, salah satu peserta mata kuliah, mengungkapkan pandangannya dalam wawancara daring pada 21 November 2025. Ia menyatakan bahwa dirinya menemukan berbagai sudut pandang lain dari sastra Jawa.
Penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memacu semangat mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Semangat tersebut diwujudkan dalam tekad untuk nguri-uri 'melestarikan' dan ngurip-urip 'menyemarakkan' budaya Jawa. Melalui tekad kuat untuk pelestarian sekaligus kerjasama dengan berbagai pihak, pesan dan informasi berharga yang terkandung di dalam karya-karya sastra Jawa diharapkan dapat "dibumikan kembali" dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
BeritaKegiatan MahasiswaSDGS Minggu, 2 November 2025
Mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa ikut serta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pemetaan naskah kuno yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Sekretariat Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. Kehadiran para mahasiswa juga didampingi oleh seorang dosen pendamping, Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum., dosen Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang membidangi filologi.
Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Wali Kota Salatiga beserta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Sri Sarwanti, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa telah terdapat 37 naskah kuno di wilayah Salatiga. Dari jumlah tersebut, lima naskah telah selesai dialihaksarakan dan diterjemahkan. Semua data naskah telah didigitalisasi dan disimpan dalam sistem Khastara miliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas.
Kegiatan yang berlangsung juga diselingi penyajian tembang macapat, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi utama mengenai pemetaan serta preservasi naskah kuno, terutama naskah-naskah yang masih disimpan di masyarakat atau nonlembaga.
Salah satu poin menarik disampaikan adalah oleh Dr. Munawar Holil, S.S., M.Hum., dosen bidang filologi dari Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Universitas Indonesia. Beliau memberikan informasi tentang penemuan sebuah naskah yang berisi kisah Sri Tanjung, dengan versi cerita yang berbeda dibandingkan cerita populer. Naskah ini ditemukan oleh warga di pasar barang antik.
Kegiatan FGD ini disambut antusias para mahasiswa. Dalam wawancara pada 4 November 2025, salah seorang peserta, Novia Hikmatul Mubarokah, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga mengenai proses pengarsipan naskah diarsipkan. “Saya merasa sangat senang dan tertarik, karena pada FGD tersebut, dibahas tentang naskah-naskah kuno Kota Salatiga yang telah didokumentasikan oleh dinas kearsipan,” ujarnya.
Pemetaan naskah kuno dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga warisan budaya dan intelektual bangsa. Naskah bukan hanya jejak kebudayaan, tetapi juga mencerminkan peradaban Nusantara, yang memuat nilai, gagasan, karya sastra, hingga beragama pengetahuan dari masa lampau.
Keikutsertaan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan naskah, menggali informasi yang terkandung di dalamnya, serta mengembangkan pengetahuan-pengetahuan tersebut agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, kerjasama antarpihak, dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat, diharapkan agar dapat selalu terjalin sebagai bentuk upaya merawat dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia.
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 3 September 2025
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), sebuah program pengabdian mahasiswa yang menjadi tradisi akademik sekaligus bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi kepada masyarakat. Program yang berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 ini, menempatkan mahasiswa di berbagai daerah untuk berinteraksi dengan masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan, serta menghadirkan solusi kreatif berbasis keilmuan. Dari sekian banyak program yang diinisiasi mahasiswa, salah satu yang menarik perhatian adalah P4 Carakan (Pengenalan, Pembelajaran, Pelatihan, dan Penerapan Carakan), sebuah upaya konkret untuk melestarikan sekaligus membumikan Aksara Jawa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Program ini digagas oleh Dhiny Maulina Mahanani, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, dan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pacitan, Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Dhiny menjelaskan, latar belakang program ini berangkat dari rendahnya minat siswa dalam mempelajari muatan lokal, terutama materi Aksara Jawa yang kerap dianggap rumit. Oleh sebab itu, dirinya menyusun metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dimulai dengan pemutaran video animasi mengenai sejarah Aksara Jawa, dilanjutkan dengan pengenalan dasar-dasar Carakan, aturan penggunaannya, serta kuis interaktif berhadiah untuk melatih keberanian siswa dalam berpendapat. Hal tersebut membuahkan dengan antusiasme siswa yang terbukti meningkat, melalui keaktifan dan beragam pertanyaan yang diutarakan
“Tujuan dari program ini adalah menghilangkan anggapan bahwa belajar Aksara Jawa itu sulit, sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap pengetahuan lokal. Ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam melestarikan budaya Jawa,” ujar Dhiny dalam wawancara daring, 30 September 2025.
Pada awalnya, program direncanakan hanya akan ditujukan hanya untuk siswa kelas 3. Namun, berkat dukungan pihak sekolah, target pengajaran meluas menjadi seluruh siswa kelas 1-6 dengan total peserta 109 siswa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan program.
Meski menghadapi tantangan dalam mengelola jumlah siswa yang cukup besar, Dhiny mengaku terbantu dengan metode interaktif yang mampu menjaga fokus dan semangat peserta. Dukungan dari pihak sekolah juga menjadi kunci sukses terselenggaranya program ini. “Saya bangga dan bahagia karena dapat membagikam ilmu serta berhasil menarik hati siswa untuk belajar pengetahuan lokal. Saya juga terharu sebab seluruh guru & siswa merasakan perubahan terhadap semangat siswa dalam belajar,” tambahnya.
Kehadiran program P4 Carakan menjadi contoh bagaimana kegiatan KKN dapat berfungsi untuk memberdayakan masyarakat sekaligus membumikan budaya lokal yang mulai terpinggirkan. Program P4 Carakan menjadi bukti bahwa upaya nguri-uri (melestarikan) dan ngurip-urip (menghidupkan) budaya dapat dimulai dari ruang kelas kecil di daerah. Dengan kerjasama yang berkesinambungan, pelestarian budaya tidak hanya terhenti pada tataran simbolik, melainkan juga dapat menemukan relevansinya di tengah kehidupan masyarakat, yakni sebagai bentuk identitas bangsa dan kekayaan budaya Nusantara.
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 2 September 2025
Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama 50 hari, mulai dari tanggal 20 Juni-8 Agustus 2025. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan mahasiswi ditugaskan untuk mengabdi dengan melaksanakan program-programnya dengan tujuan pemberdayaan masyarakat. Begitu juga dengan Yudha Adhistira, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang melaksanakan program “Sira Saraja” (Sinau Rame Aksara Jawa). di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Program ini berfokus pada sosialisasi penggunaan aksara dan bahasa Jawa kepada siswa tingkat SD hingga SMA di Desa Bululalang dan Kecamatan Bakung, dengan menyoroti sejumlah kekeliruan umum, seperti penggunaan kata “makempal” dan “tedhak sungging,” serta kekeliruan penulisan nama desa maupun tempat umum di platform digital seperti Google Maps.
Dalam wawancara daring pada 31 Agustus 2025, Yudha menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi salah kaprah penggunaan aksara dan bahasa Jawa, sekaligus menumbuhkan motivasi dan minat generasi muda terhadap objek bahasa Jawa. “Untuk menarik minat tersebut, materi yang disusun tentunya dibuat dengan menarik, seperti menampilkan beberapa contoh manuskrip naskah Jawa yang indah, melakukan studi kasus terhadap karya-karya pop berbahasa Jawa, serta mengenalkan potensi objek dan wisata terkait kebudayaan Jawa yang ada di daerah Blitar”, terangnya.
Namun, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Yudha mengungkapkan masih kurangnya tenaga pendidik yang ahli dalam bidang Bahasa Jawa serta terbatasnya lembar kerja siswa (LKS) yang berfokus pada aksara Jawa. Kendati demikian, semangat siswa tetap terlihat melalui keaktifan bertanya dan berinteraksi selama kegiatan. “Kondisi tadi cukup seru dan menantang, terutama ketika memberikan hal baru yang dapat menarik minat anak-anak. Meskipun terdapat beberapa kesulitan, antusiasme anak-anak melalui interaksi dan banyak pertanyaan yang diajukan terhadap pengajaran ini merupakan kebahagiaan tersendiri,” tambahnya.
Program Sira Saraja juga menjadi refleksi atas pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai identitas bangsa. Slogan bahasa adalah jiwa bangsa kiranya relevan dalam upaya pemertahanan dan pengembangan bahasa daerah. Kondisi di Desa Bululalang dan Kecamatan Bakung menjadi contoh konkret mengenai kondisi bahasa daerah terkini yang semakin ‘asing’ di tangan para penuturnya.
Sejalan dengan hal itu, dalam pidato guru besarnya, Prof.Dr. Hendrokumoro, M.Hum., dosen Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sekaligus guru besar bidang Linguistik FIB UGM, menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran bahasa daerah yang fleksibel, menyenangkan, dan relevan (Hendrokumoro 2025, 8 Mei). Hal tersebut merupakan strategi penting agar para pembelajar bahasa daerah, terutama penutur jati, dapat terus nguri-uri (melestarikan) dan ngurip-urip (menghidupkan) bahasa daerah sebagai bentuk identitas bangsa. Karenanya, sinergi antara berbagai pihak diperlukan sebagai usaha bersama dalam upaya pemertahanan serta pengembangan bahasa daerah di Indonesia.
Daftar Pustaka
Hendrokumoro. [Universitas Gadjah Mada]. (2025, 8 Mei). Pengukuhan Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum., Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM. [Video]. Youtube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=1d6PJDguBFk.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 18 Agustus 2025
Menjelang pelaksanaan pengisian mata kuliah pertama melalui sistem Simaster, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Keluarga Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, (HMJ Kamastawa), mengadakan sosialisasi mengenai Sistem Kredit Rencana Studi (KRS) dan kurikulum bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025, pukul 13.00–15.00 WIB di ruang M403, lantai 4, Gedung Margono, FIB UGM. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi kebingungan mahasiswa baru dalam mengisi KRS yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis–Jumat, 14–15 Agustus 2025.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Meifira Arini Pitaloka, atau yang akrab disapa Fifi, selaku Ketua Divisi Keilmuan HMJ Kamastawa. Ia menjelaskan berbagai informasi penting terkait perkuliahan, mulai dari mata kuliah dan jumlah SKS, mekanisme pengambilan serta pembatalan mata kuliah, penggunaan Simaster, hingga pemahaman kurikulum.
Dalam pemaparannya, Fifi menggunakan metode kreatif dengan menghadirkan media komik strip sebagai alat bantu visual. Cara tersebut berhasil meningkatkan perhatian sekaligus antusiasme mahasiswa baru. Suasana sosialisasi pun berlangsung serius namun tetap interaktif, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta kepada pemateri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki pemahaman yang jelas mengenai tata cara pengisian KRS serta memperoleh bekal awal dalam menjalani dinamika perkuliahan. HMJ Kamastawa menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi mahasiswa dalam proses adaptasi akademik dan kehidupan kampus.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Sabtu, 16 Agustus 2025
Asosiasi Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah (ADISABDA) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) IV dan Seminar Internasional INCOLWIS di Hotel Santika, Surabaya, pada 12–14 Agustus 2025. Forum nasional ini dihadiri oleh para ketua program studi dan pengurus prodi bahasa, sastra, dan budaya daerah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan selama tiga hari tersebut membahas mengenai makalah dan paper peserta seminar sekaligus dilanjutkan dengan rapat koordinasi nasional (RAKORNAS). Kegiatan RAKORNAS dilakukan dengan penyamaan persepsi sekaligus merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) agar standar pendidikan bahasa, sastra, dan budaya daerah dapat terintegrasi secara nasional.
Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut hadir mewakili dalam kegiatan seminar Incolwis dan RAKERNAS ADISABDA IV. Dalam kesempatan ini, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penandatanganan ini menjadi langkah konkret memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan kurikulum, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam melestarikan serta mengembangkan bahasa, sastra, dan budaya daerah pada tingkat nasional.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 31 Juli 2025
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa ilmu budaya (mahadaya), Universitas Gadjah Mada (UGM). Muhammad Siswoyo, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, berhasil meraih juara II dalam lomba esai Kencana Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Lomba tersebut mengusung tema besar “Kabudayan Jawa Nut Larasing Jaman, Tan Bisa Sirna Ing Kasejaten” dengan tiga subtema utama, yaitu tradisi, nilai-nilai budaya Jawa, serta pengetahuan dan teknologi. Rangkaian kegiatan dimulai sejak 3 Mei 2025 dengan pengumuman pemenang pada 31 Mei 2025.
Dalam ajang ini, Siswoyo menulis esai berjudul “Tutur-Tulis-Pakeliran-Visual: Ekranisasi Repertoar Wayang sebagai Kontinuitas Inovasi Manuscript Digitazion menuju Pertunjukan Kontemporer berbasis Technological”. Karya tersebut menyoroti proses ekranisasi pakem wayang, mulai dari naskah lama yang terdigitalisasi, kemudian dipentaskan dalam bentuk wayang konvensional, hingga bertransformasi menjadi wayang sinema. Gagasan tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi sekaligus tawaran pembaruan agar wayang tetap relevan dan dapat dinikmati berbagai kalangan di Indonesia.
Dalam wawancara daring pada 20 Agustus 2025, Siswoyo mengungkapkan kesan mendalamnya mengikuti lomba tersebut. “Seru. Tema baru yang menekankan relevansi kebudayaan. Lebih tahu, di atas relevansi dan inovasi, pengetahuan dasar budaya haruslah menjadi poin utama dalam penulisan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memberikan dorongan motivasi kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak ragu berpartisipasi dalam berbagai kompetisi maupun kegiatan eksternal. “Tetap semangat. Jangan malu untuk berdinamika dalam perlombaan ataupun kegiatan eksternal. Semua mahasiswa memiliki hak yang sama. Banyak peluang yang menunggumu,” tambahnya (20/08/2025).
Capaian Siswoyo ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, serta generasi muda pada umumnya, untuk terus berprestasi sekaligus menjaga warisan budaya Nusantara. Kebudayaan, sebagai kekayaan intelektual bangsa, perlu terus diuri-uri (dilestarikan) dan diurip-urip (dihidupkan) agar tetap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), khususnya poin pendidikan berkualitas (poin 4), kota dan komunitas berkelanjutan (poin 11), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (poin 17).
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Juli 2025
Pada Sabtu, 17 Mei 2025, seorang mahasiswa prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, Maysa Putri Fatihah, memenangkan juara harapan 1 lomba Literasi Aksara Jawa. Lomba ini diselenggarakan oleh Pura Pakualaman dalam rangka Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta kaping 219 tahun Jawa atau 213 Masehi. Tahun ini, acara Hadeging Kadipaten Pakualaman mengusung tema ‘Manggala Gati Wiwaraning Rat’.
Lomba Literasi Aksara Jawa ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Umum dan Pelajar. Untuk kategori umum, lombanya adalah mengalihaksarakan teks latin ke aksara Jawa serta menggambar rerenggan/ilustrasi sesuai interpretasi peserta atas isi teks. Soal berbentuk tembang macapat dari teks naskah Sestra Ageng Adidarma koleksi Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman. Teks ini berisi 6 bait tembang durma yang seluruh pemaknaannya harus digambarkan pada renggan, tetapi teks yang dialihaksarakan hanya bait pertama. Teks tersebut sudah diberikan ketika pengumuman pendaftaran, sehingga peserta dapat mempersiapkan ide ilustrasi sejak jauh hari.
Di hari pelaksanaan, peserta diberi waktu pengerjaan selama 5 jam. Selama proses pengerjaan, peserta dilarang membuka hp, contekan aksara, atau menjiplak gambar. Panitia hanya menyediakan kertas gambar berstiker Pakualaman sehingga meminimalisir kecurangan.
Karya Maysa sendiri bermakna mendalam. Ia menyebutkan dalam deskripsi rerenggan-nya, bahwa warna merah melambangkan keberanian, sedangkan biru melambangkan perdamaian dan budi pekerti luhur. Pada ornamen di bawah renggan, digambarkan sebuah lingkaran yang memiliki makna rat atau semesta. Selain itu ada ornamen meriam, anak panah, dan tombak sebagai senjata perang. Senjata perang tersebut menyimbolkan sumber kekuatan atau penyangga untuk meraih kemenangan.
Selain Maysa, terdapat 2 orang mahasiswa angkatan 2023 lain yang mengikuti lomba ini yaitu Rafi Nur Fauzy dan Rafif Wicaksono. Keduanya masuk dalam 10 besar nominator dengan karya terbaik. Dengan mengikuti lomba ini, diharapkan mahasiswa bisa lebih mencintai dan menghargai karya sastra peninggalan nenek moyang bangsa.
“Rasanya tentu bahagia bisa berkesempatan untuk mengikuti lomba literasi aksara jawa hingga bisa mendapatkan juara. Senang bisa berjumpa orang-orang hebat di sana (khususnya ahli filologi). Alhamdulillah, bisa membawa pulang trofi dari Pakualaman dan membuat bangga orang tua. Semoga teman-teman yang lain terpacu semangatnya agar di kesempatan berikutnya bisa berpartisipasi dan bersaing bersama,” ujar Maysa.
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||