• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • 2022
  • hal. 3
Arsip:

2022

Webinar Gugur Gunung 11: Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa

Ambal WarsaBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 10 Juni 2022

Minggu (19/12/21), Program Studi Sastra Jawa mengadakan kegiatan webinar yang kedua sebagai acara lanjutan dari sederet rangkaian yang dibuat. Webinar dengan judul Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa tersebut dimoderatori oleh Nurma Aisyah, mahasiswa Prodi Sastra Jawa angkatan 2021 serta dibersamai oleh salah satu dosen Sastra Jawa sebagai pembicaranya, yaitu Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A.

Webinar Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa mengulik kisah perjalanan burung dan kera dari tradisi Sanskerta hingga Jawa Pertengahan. Mas Zakariya memberikan pemaparan bahwa fabel merupakan kisah binatang yang berperilaku seperti manusia. Kisah binatang yang dijadikan seperti manusia merupakan penggambaran secara metafora. Fabel memiliki tokoh yang didominasi oleh manusia dan dewa. Biasanya tokoh binatang yang digunakan adalah binatang yang memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat, seperti sapi, kuda, ular, kambing, burung, dsb. Pada webinar tersebut dijelaskan pula tentang Pancatantra, salah satu karya sastra yang berbentuk cerita berbingkai.

Setelah sesi pemaparan materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada delapan penanya dengan masing-masing satu pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menarik dan mungkin banyak dipertanyakan pula oleh masyarakat adalah pertanyaan dari Irfan Wahyu, salah satu mahasiswa Sastra Jawa. Irfan bertanya tentang kepopuleran fabel yang hanya ada pada cerita kancil, dan mengapa fabel hanya berfokus pada usia anak-anak saja. Mas Zakariya menjelaskan bahwa pendidikan Indonesia tidak mengadaptasi fabel. Beberapa upaya yang dibuat oleh perpustakaan diimplementasikan melalui transliterasi naskah, dan civitas akademika difasilitasi untuk menyebarluaskan transliterasi naskah ke khalayak luas. Jika dilihat dari segi peneliti, sebagai peneliti juga memiliki tanggung jawab yang berat. Dimana sebagai seorang peneliti atau civitas akademika memiliki tantangan untuk mengalihwahanakan isi naskah menjadi karya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari webinar Sejarah, Fungsi, dan Eksistensi Fabel Jawa adalah fabel digunakan sebagai perantara manusia dan binatang. Sedangkan Pancatantra sebenarnya memiliki tujuan politik dan menyebar luas ke seluruh dunia. Adapun kisah yang popular diperbincangkan adalah kisah burung dan kera. Meskipun memiliki beberapa versi namun memiliki kesamaan pesan.

Mahasiswa Sastra Jawa UGM Berhasil Menyabet Tiga Kejuaraan dalam Sarasehan Nusantara Imbasadi IX

BeritaImbasadiKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 20 Mei 2022

Singaraja – Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-9 Imbasadi yang diadakan di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Bali, dari 12 Mei – 15 Mei 2022 telah dilaksanakan. Kegiatan ini mengusung tema Tresnaning Budaya, Hitaning Bhuwana: Romansa Budaya menuju Dunia Harmoni. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu ditutup dengan pemilihan Putra dan Putri Imbasadi 2022 dan Malam Penganugerahan sebagai puncaknya (14/5).

Dalam Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-9 tahun 2022 Undiksha ini terdapat berbagai macam perlombaan, antara lain: Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Lomba Tipografi Nusantara, Lomba Lagu Pop Daerah, Kontes Tiktok Nusantara, Lomba Video Cinematography, dan Pemilihan Putra Putri Imbasadi tahun 2022.

Delegasi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengikuti keseluruhan lomba. Delegasi UGM diwakili oleh Zainal Fanani (angkatan 2019) selaku ketua delegasi, Dewi Lestari (angkatan 2019), Vighna Rivattyannur Hernawan (angkatan 2020), Nurma Aisyah (angkatan 2021), Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma (angkatan 2021), Nanda Nursa Alya (angkatan 2021), dan Idharul Huda (angkatan 2021). Lima delegasi yang disebutkan di awal mengikuti kegiatan secara luring di Bali, dan dua delegasi terakhir mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting, karena kegiatan Sarasehan Nusantara ke-9 ini dilaksanakan secara bauran (hybrid).

Dari lomba-lomba tersebut, delegasi UGM memperoleh kejuaraan sebagai berikut:

  1. Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (Vighna Rivattyannur Hernawan sebagai ketua, dan dua anggota yaitu Nurma Aisyah dan Idharul Huda)
  2. Juara 2 Cover Lagu Pop Daerah (Vighna Rivattyannur Hernawan)
  3. Runner-up 2 Putri Imbasadi 2022 (Nurma Aisyah)

(Penerimaan Kejuaraan Karya Tulis Ilmiah Nasional)

(Penerimaan Kejuaraan Cover Lagu Pop Daerah)

(Penerimaan Kejuaraan Putra Putri Imbasadi)

Lomba Karya Tulis Ilmiah yang berhasil mendapat juara itu mengambil judul penelitian Tabloid Carakita: Aksara Jawa Lintas Bahasa sebagai Implementasi Perwujudan harmoni Budaya (Kajian Sosiolinguistik). Karya Tulis Ilmiah ini menitikberatkan pada Tabloid Carakita sebagai objek material dapat menjadi pelestarian aksara Jawa di era milenial dengan memanfaatkan keadaan masyarakat yang gemar berbicara atau menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Cover Lagu Daerah yang berhasil menyabet juara 2 itu merupakan dua lagu yang dimedley. Lagu yang pertama dinyanyikan adalah lagu Jenang Gula dan yang kedua adalah lagu Gethuk. Lagu tersebut diangkat karena terdapat kebudayaan Jawa di dalamnya. Lagu Jenang Gula mengandung wangsalan, semacam teka-teki Jawa. Sementara lagu Gethuk mengandung pantun Jawa yang biasa dikenal dengan parikan.

Kejuaraan terakhir yang berhasil diraih yaitu Runner-up 2 Putri Imbasadi. Rangkaian seleksi yang ketat, mulai dari wawancara mendalam (deep interview), seleksi bertahap mulai dari 5 besar hingga 3 besar. Semuanya dilalui dengan baik dan percara diri. Nurma Aisyah berpasangan dengan Gus Bija dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa yang sama-sama diberi amanah sebagai Runner-up 2.

Menurut mahasiswa perwakilan Imbasadi ini, mengikuti Imbasadi menambah banyak sekali pengalaman dan relasi. Rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung selalu menyertai. Imbasadi menjadi salah satu bukti dapat menjadi ajang perlombaan dan kesuksesan para mahasiswa bahasa dan sastra daerah.

(Foto Bersama LO Undiksha Setelah Malam Penutupan)

Cakra Manggala, Kabinet Baru Kamastawa

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 26 April 2022

Kabinet Cakra Manggala merupakan nama kabinet yang dipilih oleh pengurus harian Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (Kamastawa) periode 2022/2023. Nama “Cakra Manggala” diambil dari “cakra” yang diwujudkan sebagai senjata bundar bergerigi. Dari “cakra” ini pengurus harian memiliki harapan besar agar pengurus kabinet Cakra Manggala mampu bekerja keras secara berkelanjutan dan mencengkeram kuat pada masing-masing bidangnya. Selain itu, cakra juga dapat diartikan nitik atau niteni. Melalui perumpamaan tersebut kabinet Cakra Manggala diharapkan dapat bekerja dengan teliti.

Sedangkan “manggala” yang terinspirasi dari penutup kepala yang dikenakan oleh Sultan Agung. “Manggala” sebagai simbol berkah dan pemimpin sehingga kabinet ini diharapkan menjadi kabinet yang selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan serta dapat menjadi penggerak untuk mahasiswa Sastra Jawa secara keseluruhan. Oleh karena itu, dari “Cakra Manggala” ini, para pengurus harian berharap kabinet Cakra Manggala dapat bekerja sama secara teliti dan optimal, baik dalam bidang masing-masing maupun secara keseluruhan, serta selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan di setiap proses yang dilalui.

Pada kepengurusan baru ini, anggota pengurus harian Kabinet Cakra Manggala merupakan mahasiswa aktif S1 dari tahun kedua dan ketiga. Adapun jumlah pengurus harian Kabinet Cakra Manggala adalah 46 orang, dengan pembagian satu orang sebagai ketua, satu wakil ketua, dua bendahara, dua sekretaris, lima orang di divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, enam orang di divisi Relasi Publik dan Organisasi, enam orang di divisi Sosial Masyrakat, empat orang di divisi Media dan Informasi, lima orang di divisi Keilmuan, lima orang di divisi Kewirugistik, dan sembilan orang di divisi Minat dan Bakat.

Melalui berbagai program kerja yang telah di buat serta bimbingan dari Bapak Imam Prakoso sebagai pembina, pengurus harian Kamastawa kabinet Cakra Manggala berharap bisa terus membawa nama baik Sastra Jawa serta memberikan kontribusi secara optimal untuk program studi Sastra Jawa. Selain itu, keberhasilan segala program yang telah dibuat juga tidak lepas dari dukungan seluruh mahasiswa Sastra Jawa, oleh karena itu, harapan akan kerja sama yang optimal juga menjadi cita-cita kepengurusan baru ini, sehingga baik dari pengurus maupun non-pengurus dapat bekerja sama untuk mempertahankan nama baik Sastra Jawa.

ANJANGSANA HIMA PBD FBS UNY & HMJ KAMASTAWA FIB UGM NYAWIJI: ‘Nyambung Silaturahmi saha Ngindhakaken Kualitas Organisasi Tumuju Jinawi’

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 April 2022

Yogyakarta – Kegiatan banding antara Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Yogyakarta (Hima PBD FBS UNY), dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan, Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, berlangsung hangat. Acara yang menjadi program kerja Divisi Relasi Publik dan Organisasi HMJ KAMASTAWA ini dilaksanakan pada Sabtu (16/4) secara bauran di Gedung Soegondo 310.

Kegiatan yang bertajuk Anjangsana: Nyambung Silaturahmi saha Ngindhakaken Kualitas Organisasi Tumuju Jinawi ini berfokus pada kegiatan pengakraban antara kedua himpunan dengan saling bertukar pengalaman dan cerita mengenai himpunan mahasiswa masing-masing. Di dalam HIMA PBD FBS UNY terdapat 6 divisi, yaitu Pengurus Harian (PH) Inti, Divisi Humas, Divisi Minat dan Bakat (Bakmi), Divisi Kerohanian, Divisi Pena, dan Divisi Kesra. Sementara itu, HMJ KAMASTAWA memiliki 8 Divisi, yaitu Pengurus Harian (PH) Inti, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO), Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas), Divisi Media dan Informasi (Medinfo), Divisi Keilmuan, Divisi Kewirausahaan dan Logistik (Kewirugistik), dan Divisi Minat dan Bakat (Mikat) yang dibagi menjadi dua yaitu Sub-divisi Seni dan Sub-divisi Olahraga.

Kegiatan diawali dengan pembuka, lalu sambutan ketua pelaksana Anjangsana (Miftahul Jannah), sambutan dari ketua himpunan PBD FBS UNY (Helmi Andriansyah) dan ketua himpunan Kamastawa (Yulian Pamungkas), sambutan dari ketua prodi PBD FBS UNY (Dr. Drs. Afendy Widayat, M. Phil.) dan ketua Prodi Sastra Jawa (Dr. Daru Winarti, M.Hum.), kemudian penjelasan profil dan program kerja dari masing-masing himpunan, game, penyampaian kesan dan pesan, serta yang terakhir adalah penutup.

(gambar: Suasana Kegiatan Anjangsana)

Melalui pengetahuan masing-masing divisi tersebut, kedua belah pihak dapat menanyakan dan saling mengevaluasi, akan tetapi terbatas pada beberapa divisi saja. Setelah melalui pemilihan program kerja yang akan dikupas dari masing-masing himpunan, pada akhirnya dapat diperoleh tiga program kerja dari Kamastawa, antara lain Program Kerja Divisi Keilmuan Dakon: Wadah Aspirasi dan Konsultasi, Program Kerja Divisi Minat dan Bakat Ratnatraya, dan Program Kerja Divisi Sosial Masyarakat Belajar Bersama. Sementara itu dari himpunan mahasiswa PBD UNY terpilih dua program kerja yang akan dikupas, yaitu Program Kerja Divisi Pena Udyana dan Program Kerja Divisi Minat dan Bakat Kolaborasi Tiga Sanggar.

(gambar: Penyerahan Kenang-kenangan oleh Ketua KAMASTAWA kepada Ketua Hima PBD UNY)

(gambar: Penyerahan Kenang-kenangan oleh Ketua Hima PBD UNY kepada Ketua KAMASTAWA)

Kegiatan Anjangsana ini mempererat hubungan antara kedua belah himpunan mahasiswa. Pada akhir acara, diadakan pertukaran cinderamata dan kegiatan tambahan yaitu tukar kado sebagai tanda terima kasih karena acara telah berjalan dengan lancar.

Kepyakan Kabinet Cakra Manggala

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 19 April 2022

Minggu (06/03/2022), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Jawa, yang lebih sering disebut Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA), melakukan peluncuran kabinet serta peresmian anggota kepengurusan baru. Acara tersebut dinamai “Kepyakan HMJ KAMASTAWA Kabinet Cakra Manggala” dan dilakukan secara daring dengan menggunakan ruang virtual zoom. Acara tersebut dihadiri oleh Ibu Dr. Daru Winarti, M. Hum selaku ketua program studi Sastra Jawa, bapak dan ibu dosen program studi Sastra Jawa, ketua KAMASTAWA tahun 2020, ketua KAMASTAWA tahun 2021, dan semua pengurus harian baru dari HMJ KAMASTAWA.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan doa. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh ketua program studi Sastra Jawa, Ibu Dr. Daru Winarti, M. Hum., Sdr. Imam Prakoso, S.S., M.A. dan ketua baru KAMASTAWA, yaitu Yulian Pamungkas. Selanjutnya dilakukan pemaparan grand design dan perkenalan dari setiap divisi. Acara diakhiri dengan ramah tamah, foto bersama dan penutupan oleh pembawa acara.

Pada peluncuran kabinet baru tersebut, ketua KAMASTAWA yang baru memaparkan beberapa hal, mulai dari logo kabinet dan filosofinya, program kerja, serta susunan kabinet yang telah dibuat. Adapun nama kabinet baru yang dipilih oleh kepengurusan periode 2022/2023 adalah “Cakra Manggala”. Cakra Manggala dipilih sebagai nama kabinet yang baru karena kepengurusan periode 2022/2023 memiliki harapan yang besar untuk kemajuan HMJ KAMASTAWA, yaitu agar para pengurus kabinet Cakra Manggala dapat bekerja sama secara teliti dan optimal, baik dalam bidang masing-masing maupun secara keseluruhan, serta selalu dipenuhi berkah dan keberuntungan di setiap proses yang dilalui.

Kepengurusan yang baru ini memiliki jumlah koordinator divisi sebanyak tujuh yang memimpin tujuh divisi pula, dengan Yulian Pamungkas sebagai ketua dari Sastra Jawa angkatan 2020 dan Muhammad Ikhsan dari Sastra Jawa angkatan 2020 sebagai wakilnya. Pada acara pelucuran nama kabinet dan peresmian anggota kepengurusan yang baru, ketua Kamastawa memberikan sambutan sekaligus memberikan harapannya untuk anggota kabinet kepengurusan yang baru agar semua dapat bekerja sama dengan baik untuk mengoptimalkan setiap program kerja yang nantinya akan dilaksanakan. Selain itu, ketika sesi ramah tamah (pemberian doa serta harapan dari bapak ibu dosen dan purna ketua HMJ periode sebelumnya), banyak harapan dan doa yang diberikan agar kepengurusan baru kabinet Cakra Manggala dapat berproses dengan baik dan filosofi yang telah dipilih melalui logo cakra dan manggala juga dapat terealisasi dengan optimal.

Serba-Serbi IMBASADI: Berkenalan dengan Organisasi Mahasiswa IMBASADI

BeritaMahasiswaSDGS Kamis, 14 April 2022

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia, atau yang biasa dikenal dengan IMBASADI merupakan sebuah organisasi khusus mahasiswa yang mengenyam pendidikan lanjutan di jurusan atau program studi sastra dan bahasa daerah yang tersebar di universitas yang ada di Indonesia. Organisasi mahasiswa nasional ini sudah berdiri sejak 15 Februari 1993 silam di Universitas Hasanuddin Makassar dan sekarang memasuki usia ke- 29 tahun.

Imbasadi memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Mengembangkan potensi kreatif keilmuan, sosial, dan budaya.
  2. Mempelopori pengembangan iptek bagi masa depan bangsa dan negara.
  3. Menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  4. Melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah sebagai aset bangsa.
  5. Mempersatukan mahasiswa bahasa dan sastra daerah se-Indonesia untuk bekerjasama guna menampung dan menyalurkan aspirasi.

Melalui tujuan-tujuan tersebut, diharapkan bahwa melalui IMBASADI mahasiswa-mahasiswa jurusan atau program studi sastra dan bahasa daerah mampu memberikan rasa kekeluargaan yang baik antara satu dengan yang lainnya. Dalam praktek keorganisasian, Imbasadi dibagi ke dalam beberapa wilayah Divisi Regional antara lain Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. read more

Webinar Gugur Gunung 11 “Tradisi Kidung: Sejarah dan Keunikan Kidung Surajaya”

Ambal WarsaBeritaMahasiswaSDGS Senin, 11 April 2022

Sabtu (18/12/2021), program studi Sastra Jawa menggelar sebuah webinar yang bertajuk “Tradisi Kidung: Sejarah dan Keunikan Kidung Surajaya.” Webinar tersebut merupakan satu dari dua webinar yang digelar dalam rangka memeriahkan ulang tahun program studi Sastra Jawa. Webinar tersebut terdapat dalam salah satu rangkaian acara Gugur Gunung ke-11. Webinar hari pertama yang digelar tersebut dimoderatori oleh Refiana Nur Pawesti, mahasiswa Sastra Jawa Angkatan 2020. Penyampaian materi disampaikan oleh salah satu dosen Sastra Jawa yang ahli dalam bidang tersbut, yaitu Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum.

Pada webinar hari pertama ini, dijelaskan bahwa Kidung Surajaya sebelumnya pernah diteliti oleh Ibu Kartika Setyawati, dosen Sastra Jawa, Universitas Gadjah Mada. Kidung tersebut diteliti sebagai disertasi yang harus beliau selesaikan. Pada awal webinar Ibu Apriastuti menjelaskan karakteristik kidung menurut Zoetmulder dalam Kalangwan. Salah satu dari pendapat Zoetmulder yang dikemukakan oleh Ibu Apriastuti adalah kebanyakan kidung di tulis di Bali. Zoetmulder juga mengungkapkan bahwa kidung biasanya hanya mengambil cuplikan-cuplikan cerita.

Ibu Apriastuti menjelaskan bahwa Kidung Surajaya ini termasuk dalam koleksi naskah merapi-merbabu yang hanya ditemukan di Pepustakaan Nasional RI. Terdapat tujuh pupuh dengan pola metrum macapat. Ditulis pada abad 17 berdasarkan kolofon lontar versi panjang yang beraksara Buda dan berbahasa Jawa Pertengahan. Dalam hal panjang dan pendek teks, Kidung Surajaya terdiri atas dua versi, versi Panjang (naskah D, F, H) dan versi pendek (naskah B, E, G, I, J). Teks versi panjang tertuang dalam sekitar 87 lempir dengan panjang kira-kira 798 bait. Sedangkan versi pendeknya termuat dalam 4-14 lempir.

Secara ringkas, Kidung Surajaya berisi tentang perjalanan Ki Singamada yang bersedih hati sepeninggal orang tuanya. Adapun hal yang menonjol dari Kidung Surajaya yaitu nasihat para pengajar dan kisah perjalanan sang tokoh, lukisan alam, upacara penahbisan Surajaya, jenis flora dan fauna, sirih, makanan dan minuman yang dihidangkan, alat penanda waktu, dan lain-lain. Pada kidung tersebut, dapat pula dilihat pola bertani masyarakat, keadaan alam sekitar, jenis bunga, karakteristik perempuan pada masa lalu, dan masih banyak lagi.

Jika mengamati dan mengkaji dengan lebih teliti, dapat ditemui pula makna tersirat dari nama para tokoh, misalnya nama Surawani/Surajaya yang bermakna orang yang berani dan menang, sedangkan nama Hantakarana Ragasamaya bermakna raga yang bertangguh samaya.

Setelah dipelajari, dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan dari Kidung Surajaya adalah sebagai penghibur hari, mengurangi kesedihan, menampilkan hakikat cinta, mengubah keindahan dan ekspresi diri, dan melambungkan pujian. Berdasarkan hal yang telah dibaca serta dimaknai bersama, Kidung Surajaya memang memberikan banyak hal baik untuk dijadikan sebagai cerminan dalam hidup. Keunikan serta nasihat hidup yang ada didalamnya menjadikan kidung tersebut sebagai salah satu kidung yang layak untuk dikaji lebih lanjut.

Geguritan “Lelananging Jagad Anyiptaning” oleh Gibran Nicholau (Sastra Jawa, Angkatan 2019)

GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Kamis, 24 Februari 2022

Lelananging Jagad Anyiptaning

dening Gibran Nicholau

Apeparab Lananging Jagad

Kinaya-aya panonton kang winangenan kelir

Kusumeng lisan para priya melik dhateng kasektenira

Sekar lathining reraosan para putri

Ananging, “Cedhis Arjuna!” ujarira pra feminis

Pangejawantah patriarki kang amarwasani

Bathuk klimis pinaringan begja dening rupa

Wanita kadadekna koleksi ngarat-arat dening Sang Parta

Mangkana panemunira.

Ananging, “Bangsat Janaka!” sumbarira para jejaka idhealis read more

Taruna Dharma Jati, Peraih Medali Emas Pimnas Ke-34 Kategori Poster

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 3 Januari 2022

Bagi seorang mahasiswa, memiliki prestasi gemilang pasti menjadi impian yang ingin diwujudkan. Apalagi, prestasi yang berskala nasional bahkan internasional. Akan tetapi, terkadang kesempatan-kesempatan untuk meraih prestasilah yang mungkin terlihat sulit, entah karena pesaing maupun keadaan lainnya.

Seperti kisah dari Taruna Dharma Jati, seorang mahasiswa Program Studi Sastra Jawa, Universtitas Gadjah Mada, yang membawa kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan. Pada tahun 2021, Taruna bersama dengan tim yang dibimbing oleh Zakariya Pamuji Aminullah berkesampatan mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang diadakan oleh DIKTI.

Perjalanannya dimulai dengan adanya ketertarikan dalam dunia PKM. Hal pertama yang membuat ia tertarik dengan PKM adalah keberhasilan yang ia lihat dari seorang kakak tingkatnya, yaitu Syahmu Hidayat, mahasiswa Sastra Jawa angkatan 2017 yang mendapat emas dalam Pimnas, dengan tema yang diangkat adalah sesuai ilmu yang didalami pada program studi Sastra Jawa. Hal itulah yang menjadi pemantik baginya untuk lebih mendalami apa itu PKM. Setelah mendalami apa itu PKM, berdasarkan fenomena yang ada, Taruna dapat memahami bahwa PKM sangat mewadahi dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang studi Sastra Jawa.

Ketertarikan mengikuti PKM tidak muncul begitu saja setelah ia melihat fenomena yang ada. Kesempatan yang diberikan kepadanya oleh seorang dosen Sastra Jawa, Zakariya Pamuji Aminullah, yang kerap kali di panggil Mas Zaki itulah yang menjadikan ia dapat berproses lebih jauh lagi. Apalagi, kesempatan itu membawanya untuk menjadi ketua dalam tim tersebut. Untuk mendapatkan sebuah prestasi, tentu ada proses panjang yang harus dilalui oleh Taruna dan tim. Mulai dari persiapan, revisi, pendanaan, proses penelitian, dan masih banyak proses lainnya hingga mengantarkan mereka ke titik akhir.

Menurutnya, PKM merupakan wadah dan ajang bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan-gagasan yang sangat inovatif dari mahasiswa dalam hal apapun, yang harapannya dapat berguna untuk masyarakat luas.

Pada PKM yang ia ikuti bersama dengan tim, Taruna mengangkat tema tentang wabah dalam prespektif karya sastra Jawa. Untuk data peneliannya, mereka memperoleh dari sekitar Surakarta dan Yogyakarta. Semua hal yang didapat mereka lihat dari perspektif sastra dan budaya, ilmu politik, serta hukum. Kerja keras, perjuangan yang panjang, dan pengerjaan yang total, membawa dirinya bersama dengan tim yang dipimpin untuk memenangkan medali emas pada Pimnas ke-34 pada tahun 2021 dalam kategori poster. Ia yakin bahwa usaha yang mereka lakukan tidak akan mengkhianati hasil yang akan didapatkan.

Menurut Taruna, tantangan terbesar dalam berproses adalah ketika bekerja sama dengan tim, karena adanya latar belakang yang berbeda. Selain itu, materi yang diangkat juga cukup berat, sehingga data yang didapat harus dipadatkan dan disusun sebaik mungkin mengikuti aturan penulisan yang telah ditetapkan. Kontrol waktu yang tepat juga harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan proposal.

Meskipun mengalami banyak tantangan, ia bersama dengan tim dapat mengatasinya. Cara mengatasi tantangan menurutnya adalah dengan melakukan komunikasi yang responsif, berusaha meyakinkan diri masing-masing jika PKM adalah tanggung jawab bersama. Dalam hal pemadatan materi pun dapat teratasi dengan melakukan pengolahan kata serta usaha untuk berpikir lebih keras.

Tidak hanya menghasilkan lelah, menurutnya hal lain yang didapat adalah pengalaman berharga, baik akademik maupun non akademik. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru terutama dalam bidang yang diteliti, serta piwulang atau ajaran dari para narasumber terkait.

Untuk mahasiswa baru yang ingin mengikuti PKM, Ia menyarankan agar mereka tidak perlu ragu, karena PKM merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan ide-ide "gila" terbaik untuk mengangkat nama Sastra Jawa juga.

“Jangan takut untuk memulai, jangan minder, karena mahasiswa Sastra Jawa pun sebenarnya memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan dan dioptimalkan, salah satunya melalui kegiatan PKM ini” (Taruna, 2022).

123

Recent Post

  • Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital
    April 22, 2026
  • Seputar Jawa: Sistem Papan Tombol Aksara Jawa Digital
    April 13, 2026
  • First Gathering Kabinet Sahacitta HMJ Kamastawa: Ajang Perkenalan dan Penguatan Kebersamaan
    April 6, 2026
  • Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Dinobatkan sebagai Insan Berprestasi Kalangan Mahasiswa Tahun 2026
    Maret 12, 2026
  • Seputar Jawa: Bahasa Jawa Dialek Banten, Dialek Bahasa yang Eksis di Ujung Barat Pulau Jawa
    Maret 10, 2026

Kalender

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Rilis Berita

  • Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital
    April 22, 2026
  • Seputar Jawa: Sistem Papan Tombol Aksara Jawa Digital
    April 13, 2026
  • First Gathering Kabinet Sahacitta HMJ Kamastawa: Ajang Perkenalan dan Penguatan Kebersamaan
    April 6, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY