• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • 2024
  • Oktober
Arsip 2024:

Oktober

Talkshow Abhiseka Kramasisya 2024: dari Jajaran Dosen Hingga Alumni Hebat

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 25 Oktober 2024

Pada tanggal 19 Oktober 2024, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar acara pembukaan Abhiseka Kramasisya dan talkshow bersama para dosen hingga alumni yang menjadi narasumber untuk mahasiswa baru. Abhiseka Kramasisya adalah sebuah acara rutin yang diselenggarakan oleh Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Pada tahun 2024 ini, Abhiseka Kramasisya mendatangkan narasumber yang memiliki banyak pengalaman yang bisa dibagikan untuk mahasiswa baru. Semua narasumber yang diundang mempunyai karir yang luar biasa pada bidangnya masing-masing. Mahasiswa baru mendapatkan motivasi dan gambaran dari bermacam-macam profesi yang digeluti oleh para alumni. Mulai dari abdi dalem hingga terjun ke dunia entertainment, keberagaman profesi alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menunjukkan bahwa Sastra dan Budaya Jawa mampu berkembang dalam bidang apapun.

Para dosen pada materi keprodian

Sebelum memasuki acara talkshow bersama alumni, mahasiswa baru terlebih dulu dikenalkan dengan materi-materi keprodian yang disampaikan oleh dosen yang hadir, baik secara luring maupun daring. Para dosen yang hadir secara luring diantaranya Dr. Daru Winarti, M.Hum., Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., Imam Prakoso, S.S., M.A. menyampaikan materi keprodian sesuai dengan bidangnya penjurusan masing-masing. Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., didampingi dengan Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., memaparkan bagian filologi. Mulai dari pengertian filologi hingga proses belajar filologi. Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Daru Winarti, M.Hum., memaparkan peminatan linguistik, dan yang terakhir disampaikan oleh R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., yang memaparkan bagian sastra. Kemudian ada beberapa dosen yang bergabung secara daring karena sedang melanjutkan studi di luar negeri, diantaranya Yosephin Priastuti Rahayu, S.S., M.Hum., yang sedang melanjutkan studinya di Universitas Leiden. Nurmalia Habibah, S.S., M.A., yang sedang berada di Prancis untuk melanjutkan studinya di Universitas PSL, dan yang terakhir ada Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A., yang sedang berada di Jerman dan berstudi di Universitat Hamburg.

Para dosen yang menghadiri secara daring

Sesi keprodian ini diterima baik oleh seluruh peserta Abhiseka Kramasisya. “Materi keprodian bikin aku lebih kenal dengan prodi, jadi lebih paham dengan penjurusan-penjurusannya besok, seru juga bisa lebih mengenal bapak dan ibu dosen semuanya,” ungkap Andini Nuraini salah satu mahasiswa baru peserta Abhiseka Kramasisya. Dengan adanya sesi keprodian diharapkan mahasiswa baru dapat mengetahui informasi mengenai Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, mampu menuntun ilmunya hingga mencapai cita-cita yang mulia, serta senantiasa melestarikan budaya Jawa.

Acara dilanjutkan dengan talkshow alumni yang disampaikan oleh 3 narasumber yakni Sukma Putri, Razan Bahri, dan Rizky Inggar. Narasumber pertama, Sukma Putri menyampaikan informasi terkait dengan profesi yang dijalaninya sekarang sebagai abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sukma juga menyampaikan bagaimana pesan dan kesan menjadi seorang mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Motivasi yang diberikan Sukma terhadap mahasiswa baru sangat menarik perhatian, “Terima kasih udah milih Sastra Jawa, karena langkah awal kalian milih disini udah bisa menciptakan langkah yang besar pengaruhnya di masa depan. Semangat untuk kalian semua, sehat dan waras selalu soalnya kalian berhak mendapatkan keajaiban yang indah dari apa yang udah kalian pilih,” tulisnya di salah satu slide powerpoint yang ditayangkan.

Sukma Putri menyampaikan materinya

Razan Bahri sebagai narasumber kedua, beliau mengikuti acara ini dengan daring karena sedang berada di luar negeri, tepatnya beliau berprofesi sebagai staf KJRI Melbourne. Beberapa mahasiswa baru mendapatkan pandangan bahwasannya menjadi seorang mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa tidak membatasi untuk memiliki pekerjaan diluar jurusan. Razan Bahri menyampaikan bahwa penguasaan bahasa Inggris pada saat ini menjadi hal penting yang harus dilakukan, tanpa mengesampingkan penggunaan bahasa ibu dan bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Inggris untuk mengenalkan budaya Jawa dalam kancah internasional dapat mengawali langkah pelestarian budaya Jawa dan mempromosikannya lebih lanjut.

Razan Bahri menyampaikan materinya

Narasumber ketiga adalah seorang alumni mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang saat itu masih bernama Sastra Nusantara angkatan 2003, beliau terjun kedalam dunia hiburan Indonesia. Program televisi yang diikuti oleh beliau sudah terhitung banyak, beliau terkenal sebagai komedian wanita yang sangat multitalenta, selain lawakannya yang selalu berhasil membuat orang tertawa, beliau ini merupakan seorang penyanyi yang juga bisa bermain peran. Rizky Inggar Lukitovati yang kerap disapa Mbak Kiky menjadi pembicara dalam talkshow alumni Abhiseka Kramasisya 2024. Masuk dalam beberapa nominasi penghargaan dan memenangkan salah satu diantaranya, Rizky Inggar menceritakan awal karirnya hingga bisa mencapai kehidupan yang sekarang. Rizky Inggar memberikan banyak pandangan bahwa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa kelak akan menciptakan banyak insan hebat yang bisa berpengaruh untuk masa depan. Pada kenyataannya, image sebagai orang Jawa dengan dialek medhok-nya mampu membawa Rizky Inggar menjadi artis terkenal yang memiliki identitas dan ciri khas yang kuat saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa eksistensi budaya Jawa dihargai dan patut untuk diberdayakan, sehingga tidak punah begitu saja. Rizky Inggar juga menegaskan untuk terus semangat menggapai mimpi walaupun banyak rintangan yang menghalangi, dengan keyakinan dan tekad yang dimiliki, semua dapat dicapai.

Percakapan Rafael Raga sebagai moderator dengan Rizky Inggar

Dalam acara talkshow bersama alumni tersebut, mahasiswa mendapatkan bekal untuk menjalani dunia perkuliahan. Ketiga narasumber juga memberikan beberapa motivasi kepada mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang mungkin merasa pesimis dengan prospek pekerjaan setelah lulus. Menekankan bahwa mahasiswa Satra Jawa harus percaya bahwa keahlian mereka sangat dibutuhkan di berbagai sektor, terutama dalam industri kreatif, media, dan pendidikan. Diskusi yang hangat dan penuh wawasan memberikan banyak pelajaran berharga bagi seluruh peserta, terutama dalam menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif. Narasumber yang berbagi pengalaman, tantangan, dan keberhasilan mereka memberikan perspektif yang luas tentang berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa setelah lulus. Melalui talkshow ini, diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang penuh peluang.

Penyerahan cinderamata yang diwakilkan oleh Ketua Program Studi kepada Rizky Inggar

Abhiseka Kramasisya 2024: Kreativitas Panitia dan Solidaritas Keluarga Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya

AlumniBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Oktober 2024

Abhiseka kramasisya adalah acara rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk mengukuhkan mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Pada tahun 2024 ini, Abhiseka Kramasisya dilaksanakan dalam 2 hari, yakni pada tanggal 19-20 Oktober 2024 dengan peserta 45 mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Abhiseka Kramasisya 2024 mengangkat tema “Sedya, Darma, Guna” setiap kata dalam tema tersebut memiliki kalimatnya masing-masing yang bermakna sangat mendalam dan diharapkan dapat sesuai dengan mahasiswa baru yang akan dikukuhkan.

“Sedya” dalam Sedya Tuhu Gayuh Widya bermakna niat yang penuh untuk menggapai ilmu. “Darma” dalam Darma Bekti Kang Utama mengandung arti kebaikan yang diutamakan. “Guna” yang ada pada kalimat Guna Mring Nuswantara berarti berguna untuk negara, bangsa, dan Nusantara. Dengan dibentuknya tema filosofis tersebut diharapkan agar mahasiswa baru senantiasa meresapi makna agar dapat menjalankan “Sedya, Darma, Guna” tersebut dan mampu melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa serta menjaga eksistensi budaya yang ada pada Nusantara terutama budaya Jawa.

Sebelum pelaksanaan Abhiseka Kramasisya, seluruh panitia dan peserta melakukan First Gathering yang dimaksudkan agar terjalin komunikasi yang baik antara panitia dan peserta. First Gathering yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2024 ini menjadi ajang bounding dan berkenalan antar satu sama lain.

Pada tanggal 21 September 2024 dilangsungkan Technical Meeting untuk menjelaskan teknis pelaksanaan hari-H Abhiseka Kramasisya 2024. Dengan tujuan mengenalkan sedikit tentang pengetahuan Jawa, seluruh mahasiswa baru dibagi menjadi 4 kelompok dengan nama Damarwulan, Centhini, Wedharaga, dan Ambiya. Penamaan kelompok-kelompok ini berasal dari nama serat-serat atau manuskrip yang ada di Jawa. Technical Meeting juga menjelaskan beberapa teknis pelaksanaan seluruh rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024.

Hari pertama Abhiseka Kramasisya 2024 dilaksanakan di Auditorium Gedung Soegondo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dengan rangkaian acara pembukaan secara simbolis dengan “Asa Lokatara”. Sebuah kotak yang didalamnya berisi balon-balon yang akan menerbangkan selembar kain bertuliskan Abhiseka Kramasisya 2024. Asa Lokatara ini memiliki makna mimpi yang terbang menjulang tinggi, menjadi doa untuk seluruh mahasiswa baru agar mimpi-mimpinya dapat tercapai. Asa Lokatara dibuka oleh Dr. Daru Winarti M.Hum, selaku Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan didampingi oleh Zidna Nabila selaku Ketua Pelaksana Abhiseka Kramasisya 2024.

“Asa Lokatara” simbolis pembukaan Abhiseka Kramasisya 2024

Setelah opening simbolis, acara dilanjutkan dengan pengenalan program studi yang diisi oleh beberapa perwakilan bapak/ibu dosen. Abhiseka Kramasisya 2024 turut mengundang alumni sebagai narasumber talkshow. Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Rizky Inggar yang terjun kedalam dunia entertain dan memiliki beberapa program di televisi seperti Main Hakim Sendiri dan Rumah Bulekkk. Narasumber menyampaikan karir yang telah dilaluinya, bertujuan memotivasi mahasiswa baru agar memiliki semangat untuk mengemban pendidikan dan mencari minat bakatnya. Memasuki rangkaian acara terakhir di hari pertama, ditutup oleh Gilang Cahya Nusantara selaku Ketua Himpunan Kamastawa memaparkan materi pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang kelak akan diikuti oleh mahasiswa baru.

Seminar program studi oleh beberapa dosen

Hari kedua rangkaian Abhiseka Kramasisya dilaksanakan di Selasar Gedung Margono Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Keadaan hujan membuat panitia harus memikirkan cara agar acara tetap dapat berlangsung dengan lancar. Rencana “Lelaya Wiyata” atau jelajah budaya harus digantikan dengan quiz antar kelompok. Terjadi beberapa perubahan rencana. Namun, semua dapat berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan perpindahan seluruh peserta dan panitia menuju Pusaka Jawa (Pusat Kajian Jawa) yang terletak pada Jl. Bungur, Bulaksumur Komplek No. F9 untuk melanjutkan prosesi pengukuhan Siraman. Prosesi Siraman menjadi inti dari acara Abhiseka Kramasisya. Prosesi siraman ini dipimpin oleh perwakilan dosen Dr. Sulistyowati, M.Hum. dibersamai dengan Ketua Himpunan KAMASTAWA, dengan dilaksanakannya prosesi Siraman, peserta secara resmi telah menjadi bagian dari Keluarga Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Seluruh peserta juga mendapatkan korsa Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa.

Acara ditutup dengan pentas seni peserta Abhiseka Kramasisya 2024. Peserta menampilkan kreativitas masing-masing kelompok mempertunjukkan tari, lagu, drama, dan sebagainya. Sesi ini berlangsung dengan meriah, hangat, dan menunjukkan kekeluargaan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Berakhirnya pentas seni diikuti dengan penutupan secara simbolis “Abinawa Prasraya” yang berwujud pintu yang dapat berputar 180 derajat menunjukkan diterimanya mahasiswa baru menambah warna dalam Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya.

Rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024, mengharapkan mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dapat lebih mencintai produk-produk kebudayaan lokal terutama budaya Jawa dan dapat melestarikannya. Mahasiswa yang telah dikukuhkan diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat sehingga tercipta karakter mahasiswa unggul, berprestasi, dan bermartabat.

Syukuran Ambal Warsa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa ke-69: Laku Darma, Anggayuh Mulya

Ambal WarsaBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 14 Oktober 2024

69 tahun eksis menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar syukuran hari ulang tahun pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Acara syukuran ini mengundang seluruh dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Tidak terlupa acara ini juga mengundang beberapa dosen purna, seperti ⁠Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum. dan ⁠Drs. Anung Tedjowirawan, M.A.

Bak reuni keluarga yang sudah lama tidak berjumpa, seluruh tamu undangan terlihat menikmati acara Ambal Warsa. Kedatangan dosen purna juga menjadi ajang pelepas rindu bagi para dosen yang sudah lama tidak berjumpa. Dr. Daru Winarti, M.Hum sebagai kaprodi mengungkapkan rasa bangganya terhadap Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang telah berdiri hingga 69 tahun dan telah mencapai titik ini dengan menciptakan banyak sarjana yang sangat berbakat dan berprestasi.

Sambutan dari Ketua Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum dan ⁠Drs. Anung Tedjowirawan, M.A. sebagai dosen purna memberi banyak motivasi, pengalaman, dan pelajaran. Beliau menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan peminatan penjurusan Linguistik, Sastra, dan Filologi. Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa telah menciptakan banyak sarjana dan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu menata masa depan dengan baik, tutur salah satu dosen purna tersebut.

Sharing bersama Kaprodi dan dosen purna

Sebuah acara peringatan hari ulang tahun tak lengkap rasanya jika tidak dilengkapi dengan potong tumpeng. Dalam budaya Jawa potong tumpeng lebih dikenal dengan istilah kedhuk tumpeng. Alasan dipilihnya kedhuk tumpeng alih-alih potong tumpeng terletak pada maknanya, makna potong tumpeng diibaratkan memotong hubungan manusia dengan Tuhannya.

Kedhuk tumpeng oleh Kaprodi dan dosen purna

Acara Ambal Warsa ini juga dihibur oleh penampilan spesial dari mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari angkatan 2022 hingga 2024. Abimanyu Mahendra, salah satu mahasiswa penampil mengatakan bahwa sangat senang bisa menghibur para tamu undangan. Seperti nostalgia rasanya membawakan lagu-lagu lawas yang pernah hits pada masanya. Dr. Sulistyowati, M.Hum. salah satu dosen dari Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut memeriahkan hiburan yang ada dengan menyumbang satu buah lagu berjudul Sewu Kutha ciptaan Alm. Didi Kempot.

Penampilan hiburan oleh mahasiswa

Ambal Warsa ini ditutup dengan pembacaan puisi oleh Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum. Puisi tersebut diambil dari antologi puisi ciptaan para dosen selagi mereka menjadi mahasiswa. Banyak doa-doa yang terpanjat untuk Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa kedepannya, “Semoga Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sukses selalu, semakin maju, dan menciptakan sarjana yang hebat-hebat, aamiin,” ungkap Maylafaizza mahasiswa angkatan 2023.

Kegiatan foto bersama

Selama 69 tahun, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa telah berkontribusi dalam penggalian, pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan atas sebuah jati diri bangsa berupa kebudayaan Nusantara, khususnya kebudayaan Jawa. Kontribusi terhadap pengetahuan dan kebermanfaatan yang telah dijalankan oleh Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Selain itu, kolaborasi dari berbagai kegiatan turut serta dalam pengembangan dan penyebaran pengetahuan tersebut. Kegiatan Ambal Warsa ini tidak sekedar acara peringatan semata, akan tetapi juga sebagai refleksi diri dan pemantik semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi Universitas Gadjah Mada dan bangsa Indonesia.

Teater “Ngathabagama” Karya Rafael Raga Sukses Menjadi Penyaji Terbaik dalam Festival Teater DIY 2024

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 1 Oktober 2024

Dikutip langsung dari tby.jogjaprov.go.id

Rafael Raga Budi Panuntun, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2021 sukses menjadi penulis naskah dan sutradara teater bertajuk “Ngathabagama” dengan tema Panji yang membawa Kabupaten Sleman memenangkan juara umum dan penyaji terbaik dalam Festival Teater Provinsi DIY 2024. Teater Ngathabagama berhasil mendapatkan nominasi penyaji terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik, penata artistik terbaik, ansemble terbaik, dan membawa pulang piala bergilir Festival Teater DIY.

Rafael Raga dikutip dari akun instagram @rafaelragabp

Keberhasilan Raga patut menjadi inspirasi, ditengah kesibukan akademiknya, Raga tetap dapat berkarya dan menciptakan sebuah teater yang indah dan menjadi penyaji terbaik. Proses yang dijalani oleh Raga cukup panjang, mulai dari penggagasan ide, penulisan naskah, dan lain sebagainya. Teater Ngathabagama adalah teater yang terbentuk secara tidak sengaja, berawal dari festival teater tingkat Kabupaten Sleman. Kapanewon Minggir telah menjadi juara di Kabupaten Sleman selama 2 tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Kapanewon Minggir membawakan teater bertajuk “Hagbala” dengan tema Yogyakarta, Sejarah dan, Romantisme yang juga ditulis dan disutradarai oleh Rafael Raga Budi Panuntun, bahkan 50% dari teater ini Raga garap sendiri, mulai dari produksi, musik, artistik, busana, dan lainnya. Hagbala berhasil menyabet juara 1 tingkat Kabupaten Sleman dan juara 3 dalam tingkat Provinsi DIY.

Setelah berhasil menjadi juara dengan Hagbala pada tahun 2023. Di tahun 2024 ini, Rafael Raga beserta Kapanewon Minggir maju untuk mengikuti festival teater kembali di Kabupaten Sleman. Mengangkat Ngathabagama sebagai judul teater yang disajikan, kembali berhasil menjadi juara. Raga mengungkapkan bahwa ia menulis naskah dan gagasannya pada saat kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Hal ini menunjukkan bahwa dengan segala kesibukannya, Raga mampu menciptakan sebuah karya luar biasa yang tak disangka dapat membawanya menjadi penyaji terbaik dalam Festival Teater DIY 2024.

Tema Festival Teater DIY 2024 ini mengacu pada petunjuk teknis dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY adalah Panji. Romansa dan cinta Panji dengan Sekartaji diangkat kedalam sebuah teater. Namun, Raga mengungkapkan bahwa ia ingin Ngathabagama diambil dari sudut pandang yang lain, yaitu bahwa kisah Panji dan Sekartaji yang selalu mendapatkan wiradat dari sebuah kodrat atau dapat disebut dengan takdir Tuhan yang mutlak. Raga melakukan riset dan menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu mendapatkan takdir yang memisahkan mereka, baik dipisahkan oleh waktu, seseorang, ataupun keadaan.

Naskah yang Raga tulis tidak luput dari konsultasi Raga dengan dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yakni Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., seorang akademisi dan praktisi Wayang Gedhog yang menggunakan dasar tema Panji dan Sekartaji dalam setiap penyajiannya. Dengan perbincangan yang Raga lakukan bersama Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A., akan memperkuat cerita dan dapat dipertanggungjawabkan validasinya.

Setelah melakukan banyak riset dan perbincangan, Raga menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu terpisah oleh takdir, salah satunya dipisahkan oleh dewa Bathara Kala yang direpresentasikan sebagai Kala adalah waktu. Raga mendapatkan sebuah ide yang tidak biasa, yakni menggarap teater Panji kali ini dengan menampilkan Bathari Durga atau ibu dari Bathara Kala yang memberi wiradat kepada Panji dan Sekartaji dan memisahkan mereka berdua untuk mendapatkan esensi yang lebih kuat.

Raga menyilangkan antara Wayang Gedhog dan Wayang Purwa untuk mengetahui kelemahan dari Bathari Durga. Kelemahan dari Bathari Durga adalah Semar atau Sang Hyang Ismaya, Semar dapat mengalahkan Bathari Durha dengan merapalkan caraka walik, untuk mencegah keburukan lebih lanjut. Caraka walik adalah Aksara Jawa (Hanacaraka) yang dibaca secara terbalik, dipercaya dapat menangkal keburukan, Raga mengambil judul teater kali ini dari caraka walik baris pertama, Ngathabagama.

Banyak babad Jawa baik fiksi maupun nonfiksi yang menempatkan kisah sentral Panji dan Sekartaji. Pengetahuan Raga tentang berbagai macam karya sastra Jawa yang ada membuatnya yakin untuk menulis naskah ini. Cerita Panji dan Sekartaji sudah bukan hanya menjadi kekayaan Nusantara tapi untuk seluruh Asia Tenggara. Banyak juga esensi-esensi dari Wayang Purwa yang diangkat untuk teater Ngathabagama, seperti Semar, Bathari Durga, peran para dewa, penggarisan kodrat wiradat, kisah romansa yang memiliki banyak hubungan dengan karya sastra, dan kearifan lokal setempat seperti penggunaan caraka walik yang banyak dikenal untuk mengusir atau mengembalikan keadaan buruk.

Tidak hanya sajian teater Ngathabagama, Raga juga menciptakan original soundtrack untuk Ngathabagama dengan judul “Kalasmara” yang mendukung dialog antara Panji dan Sekartaji. Kalasmara ini diciptakan oleh Raga untuk mengarsipkan sajian teater yang telah dilaksanakan agar tetap mempunyai esensi yang berbeda. Raga menambahkan bahwa ia tidak ingin sebuah pentas hanya berakhir pada 30 menit sampai 1 jam diatas panggung, tetapi memiliki karya berbentuk lain yang selamanya dapat menjadi memori dan arsip kedepannya.

Kisah Raga dalam penciptaan karya seni pertunjukan yang didasari oleh karya sastra Jawa diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk dapat berkarya dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan. Banyak karya seni yang dapat diciptakan berbekal dengan pengetahuan dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

Recent Post

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
  • Cipta Karya Sastra Jawa: Wadah Kreatif Mahasiswa dalam Belajar Mengembangkan Karya Sastra
    Mei 21, 2026
  • Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Meluluskan 11 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Akademik 2025/2026
    Mei 21, 2026

Kalender

Oktober 2024
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
« Sep   Nov »
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Oktober 2024
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
« Sep   Nov »

Rilis Berita

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY