Arsip 2025:
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Juli 2025
Pada Sabtu, 17 Mei 2025, seorang mahasiswa prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, Maysa Putri Fatihah, memenangkan juara harapan 1 lomba Literasi Aksara Jawa. Lomba ini diselenggarakan oleh Pura Pakualaman dalam rangka Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta kaping 219 tahun Jawa atau 213 Masehi. Tahun ini, acara Hadeging Kadipaten Pakualaman mengusung tema ‘Manggala Gati Wiwaraning Rat’.
Lomba Literasi Aksara Jawa ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Umum dan Pelajar. Untuk kategori umum, lombanya adalah mengalihaksarakan teks latin ke aksara Jawa serta menggambar rerenggan/ilustrasi sesuai interpretasi peserta atas isi teks. Soal berbentuk tembang macapat dari teks naskah Sestra Ageng Adidarma koleksi Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman. Teks ini berisi 6 bait tembang durma yang seluruh pemaknaannya harus digambarkan pada renggan, tetapi teks yang dialihaksarakan hanya bait pertama. Teks tersebut sudah diberikan ketika pengumuman pendaftaran, sehingga peserta dapat mempersiapkan ide ilustrasi sejak jauh hari.
Di hari pelaksanaan, peserta diberi waktu pengerjaan selama 5 jam. Selama proses pengerjaan, peserta dilarang membuka hp, contekan aksara, atau menjiplak gambar. Panitia hanya menyediakan kertas gambar berstiker Pakualaman sehingga meminimalisir kecurangan.
Karya Maysa sendiri bermakna mendalam. Ia menyebutkan dalam deskripsi rerenggan-nya, bahwa warna merah melambangkan keberanian, sedangkan biru melambangkan perdamaian dan budi pekerti luhur. Pada ornamen di bawah renggan, digambarkan sebuah lingkaran yang memiliki makna rat atau semesta. Selain itu ada ornamen meriam, anak panah, dan tombak sebagai senjata perang. Senjata perang tersebut menyimbolkan sumber kekuatan atau penyangga untuk meraih kemenangan.
Selain Maysa, terdapat 2 orang mahasiswa angkatan 2023 lain yang mengikuti lomba ini yaitu Rafi Nur Fauzy dan Rafif Wicaksono. Keduanya masuk dalam 10 besar nominator dengan karya terbaik. Dengan mengikuti lomba ini, diharapkan mahasiswa bisa lebih mencintai dan menghargai karya sastra peninggalan nenek moyang bangsa.
“Rasanya tentu bahagia bisa berkesempatan untuk mengikuti lomba literasi aksara jawa hingga bisa mendapatkan juara. Senang bisa berjumpa orang-orang hebat di sana (khususnya ahli filologi). Alhamdulillah, bisa membawa pulang trofi dari Pakualaman dan membuat bangga orang tua. Semoga teman-teman yang lain terpacu semangatnya agar di kesempatan berikutnya bisa berpartisipasi dan bersaing bersama,” ujar Maysa.
Kegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Juli 2025
Di pertengahan Juni lalu, prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa mendapat kunjungan spesial, loh! Kunjungan ini dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa Universitas Indonesia (KMSJ UI), dalam rangka sowan kadang antar himpunan mahasiswa.
Sowan Kadang merupakan salah satu program kerja dari Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO) KAMASTAWA. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin relasi dan kolaborasi antara Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa (KAMASTAWA) dengan himpunan mahasiswa jurusan serumpun dari universitas lain. Tahun ini KAMASTAWA kedatangan KMSJ UI sebagai tamunya. Kegiatan yang sudah direncanakan sejak Maret ini akhirnya terlaksana pada tanggal 11 Juni 2025 di FIB UGM.
Acara diawali dengan cokekan untuk menyambut kedatangan teman-teman KMSJ UI. Kemudian dibuka dengan sambutan dari ketua KAMASTAWA, perwakilan Ketua Program Studi, ketua KMSJ, lalu perwakilan dosen dari Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa. Agenda selanjutnya adalah tukar informasi mengenai organisasi masing-masing, termasuk penayangan video profil program studi.
Para dosen yang hadir dalam acara ini pun saling melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Bersama dengan itu, mahasiswa UI dan UGM diminta duduk berselang-seling supaya bisa saling mengenal dan menjalin komunikasi.
Agenda terakhir dari Sowan Kadang ini adalah foto bersama di tangga masuk Balairung. Seluruh mahasiswa berjalan kaki bersama menuju Balairung, menikmati syahdunya sore hari itu dan mengambil memori-memori berbentuk foto dan video.
Dengan kegiatan ini, diharapkan tujuan diadakannya Sowan Kadang ini bisa tercapai, yaitu menjadikan hubungan kedua himpunan mahasiswa ini erat dan bisa menjalin komunikasi yang baik. Bahkan mungkin ke depannya bisa berkolaborasi membuat acara bersama.