Arsip 2025:
Ambal WarsaBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 Oktober 2025
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, kembali menggelar kegiatan tahunan Gugur Gunung 14 sebagai bagian dari peringatan 70 tahun berdirinya program studi tersebut. Didirikan pada 19 September 1955, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa kini menapaki tujuh dekade perjalanan dalam pengkajian, pengembangan, dan pelestari budaya Jawa di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Tahun ini, Gugur Gunung mengusung tema Tataning Ucap Sirnaning Dhesti, yang bermakna “menata ucapan untuk menghindari kesialan.” Tema tersebut menjadi dasar nilai dalam menumbuhkan semangat kegotongroyongan, persatuan, dan kebersamaan guna mencapai tujuan luhur dalam menjaga dan mewujudkan kelestarian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaaan Jawa.
Rangkaian kegiatan pertama adalah pameran budaya Jawa yang dimulai pada 17–18 September 2025 di selasar Gedung Margono lantai 1, pukul 10.00–16.00 WIB. Dalam pameran tersebut, para pengunjung diajak menyelami berbagai wujud kebudayaan Jawa melalui permainan tradisional, alat musik gamelan, wayang kulir, naskah kuno, hingga cek weton. Tidak hanya menyaksikan, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dan memperoleh pengetahuan tentang makna filosofis di balik setiap budaya yang ditampilkan.
Puncak acara Gugur Gunung 14 digelar pada 19 September 2025 di Auditorium Gedung Poerbatjaraka lantai 3. Malam puncak diisi dengan beragam pementasan seni, antara lain tari klasik, tari kreasi, serta drama sendratari “Adisari: Cahaya Kasih di Balik Penaklukan.”
Hasil tangkapan layar utuh dari Kanal Pengetahuan Fakultas Ilmu Budaya (2025, 30 September) pada [13:00]. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=gLnTciXTCEg
Drama sendratari tersebut merupakan hasil alih wahana dari teks dan iluminasi naskah Babad Metawis Skriptorium Pakualaman yang diprakarsai oleh Sri Paku Alam II. Selain menghadirkan kekayaan seni tradisional, acara ini juga semakin istimewa dengan adanya penampilan kolaboratif mahasiswa dan mahasiswi dari Osaka University, serta menjadi momentum perpisahan dan penghargaan masa purnatugas Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum.
Kegiatan Gugur Gunung 14 tidak sekedar menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga sarana nyata untuk nguri-uri (melestarikan) dan ngurip-urip (menghidupkan) budaya Jawa. Melalui kegiatan ini, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa agar tetap relevan di tengah arus modernitas.
Daftar Pustaka
Kanal Pengetahuan Fakultas Ilmu Budaya UGM. (2025, 29 September). Alih Wahana Manuskrip Kuna ke Seni Pertunjukan, Adisari: Cahaya Kasih di Balik Penaklukan [Video]., Youtube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=gLnTciXTCEg.
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut menunjukkan kiprahnya dalam pelestarian dan pengembangan khazanah naskah Nusantara melalui partisipasinya dalam rangkaian kegiatan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) 2025. Acara bergengsi tersebut meliputi Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX, Penghargaan Naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2025, serta Musyawarah Nasional Masyarakat Pernaskahan Nusantara VIII yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2025 di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh para peneliti, akademisi, dan pemerhati pernaskahan dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian, penelitian, dan pemanfaatan naskah-naskah kuno Nusantara sebagai warisan budaya bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., dosen Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, bersama Nanda Nursa Alya, S.S., alumni dari prodi yang sama, turut berpartisipasi aktif tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pemakalah dalam Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX.
Simposium yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Gedung Widya Graha BRIN, diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.15 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan dan sesi panel yang terbagi ke dalam 11 tema besar. Dalam setiap panel, para peneliti memaparkan hasil kajiannya dan berdiskusi secara ilmiah mengenai berbagai aspek pernaskahan.
Pada sesi tersebut, Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., bersama Nanda Nursa Alya, S.S., mempresentasikan makalah berjudul Hibriditas Kudapan dalam Naskah Jajanan NB 499: Sebuah Tinjauan Bahasa dan Budaya. Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengetahuan dan Teknologi Tradisional” dengan menelaah sebuah naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang memiliki etiket R. Aj. Kramahudjana serta cap buku Internationale Crediet en Handelsvereeniging Rotterdam (1931).
Kajian ini menyoroti fenomena hibriditas budaya—perpaduan unsur Jawa dan Eropa (Belanda serta Prancis)—yang tercermin dalam ragam kuliner yang tertera pada naskah. Salah satu contoh yang menarik adalah kudapan Purpercĕs Pohung, yang secara etimologis merupakan hasil vernakularisasi dari kata Belanda poffertjes (sejenis kue kecil) dan kata Jawa pohung (singkong). Bentuk fonem poffertjes mengalami adaptasi menjadi purpercĕs, menunjukkan dinamika interaksi bahasa dan budaya pada masa itu.
Wujud dari kudapan Prastila (bagian kanan atas), Bludĕr Pohung (bagian kiri atas), Purpercĕs Pohung (bagian bawah). Dokumentasi dari Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum.
Partisipasi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam kegiatan Manassa 2025 menjadi wujud nyata komitmen akademisi terhadap upaya pelestarian naskah Nusantara sebagai sumber pengetahuan yang relevan bagi kehidupan modern. Melalui kajian semacam ini, pengetahuan masa lampau dihidupkan kembali untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin tentang pendidikan berkualitas, kota dan komunitas berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.