Dikutip utuh dari: https://fib.ugm.ac.id/2025/05/pengukuhan-prof-dr-hendrokumoro-m-hum-sebagai-guru-besar-bidang-ilmu-linguistik-fakultas-ilmu-budaya-ugm.html
Suasana khidmat menyelimuti Balai Senat, Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (8/5/2025), saat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM mengukuhkan Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Linguistik. Pengukuhan ini menjadi momen bersejarah bagi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM, yang turut berbangga atas pencapaian salah satu dosen terbaiknya.
Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Eksistensi Bahasa Jawa Saat Ini: Peran, Tantangan, dan Peluangnya”, Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum. menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi bahasa Jawa di tengah masyarakat modern. Menurut beliau, penggunaan bahasa Jawa saat ini kian menyusut, terdesak oleh dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing. Fenomena ini, lanjutnya, merupakan cerminan problematika keragaman linguistik di Indonesia yang tengah menghadapi ancaman punahnya bahasa-bahasa daerah.
Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum., menerangkan bahwa bahasa Jawa adalah wujud dari nilai-nilai, pengetahuan, serta budaya dari orang Jawa. Bahasa Jawa memiliki keragaman bentuk dan variasi, mulai dari tingkat tutur, pemaknaan, hingga pandangan hidup orang Jawa yang berelasi dengan Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia, dan dengan alam lingkungan.
Menanggapi tantangan tersebut, Prof. Dr, Hendrokumoro, M. Hum., mengusulkan pendekatan baru dalam pelestarian dan pengajaran bahasa Jawa, yakni dengan cara yang lebih fleksibel, kontekstual, dan menyenangkan. Salah satu strategi yang beliau tawarkan adalah dengan mengaitkan pembelajaran bahasa Jawa dengan budaya populer masa kini, seperti lagu, film, dan media digital lainnya. “Bahasa seharusnya menjadi jembatan untuk saling memahami, bukan sebagai pembatas antara satu orang dengan lainnya,” ungkap beliau.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, pidato pengukuhan ini membawa pesan penting mengenai urgensi pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Upaya menjaga eksistensi bahasa Jawa harus dilakukan secara kolektif, dimulai dari kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan warisan budaya. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bersama tentang pentingnya menjaga bahasa dan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter dan jati diri bangsa.




