• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

haryountoro

Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 1 Juni 2026

Pada Sabtu (29/10/2026), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan pertemuan dengan mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sulistyowati, M.Hum.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat, menjadi ruang berbagi sekaligus refleksi bagi para mahasiswa. Dr. Sulistyowati, M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa penerima beasiswa YAD yang mampu menjaga capaian akademik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sementara di atas 3,5. Apresiasi juga diberikan atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan nonakademik, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan budaya Jawa.

Selain itu, beliau turut menyampaikan ucapan selamat kepada dua mahasiswa penerima beasiswa YAD yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada 21 Mei 2026, yaitu Endar Sasmito Aji dan Haryo Untoro. Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menyelesaikan studi dengan baik.

Dalam arahannya, Dr. Sulistyowati, M.Hum., menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kontribusi mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa. Ia mengingatkan agar capaian yang diraih tidak berhenti pada prestasi pribadi, tetapi juga memberi manfaat di tengah masyarakat. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan, tidak hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga sebagai bagian dari portofolio yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari..

Pertemuan ini turut menjadi ruang yang menguatkan langkah mahasiswa penerima beasiswa YAD dalam menjalani proses akademik dan kegiatan di luar perkuliahan. Selain sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, pertemuan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan peran mereka di tengah masyarakat, khususnya berkaitan pelestarian budaya Jawa.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 27 Mei 2026

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa beserta Program Master Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, akan menyelenggarakan pameran bertajuk “Pusaka Kata” pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini akan berlangsung di lantai 1 Gedung Soegondo, FIB UGM, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Pameran “Pusaka Kata” merupakan bentuk kolaborasi akademik yang menghadirkan berbagai naskah dan manuskrip Nusantara sebagai objek utama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mengapresiasi kekayaan tradisi tulis Nusantara kepada kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung ragam manuskrip Nusantara yang memiliki nilai historis, filologis, dan kultural. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya.

Panitia penyelenggara mengundang mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas untuk menghadiri pameran ini. Dengan terselenggaranya “Pusaka Kata”, diharapkan kesadaran akan pentingnya manuskrip Jawa sebagai sumber pengetahuan dan identitas budaya semakin meningkat.

Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 22 Mei 2026

Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum., dalam Siaran Kawruh Pro 4 Radio Republik Indonesia Yogyakarta. Dari Gen Z Berekspresi Modern namun Tetap Membumi dan Njawani [Foto], oleh Titik Renggani, 2026, rri.co.id. Dikutip utuh dari: https://rri.co.id/yogyakarta/budaya/2433916/gen-z-berekspresi-modern-namun-tetap-membumi-dan-njawani.

Derasnya arus budaya global membuat generasi muda masa kini rentan terombang-ambing dan berpotensi kehilangan jati diri. Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan karakter berbasis lokal dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas sekaligus membentuk kepribadian yang kuat. Hal tersebut didiskusikan oleh Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum., dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, dalam Siaran Kawruh Pro 4 Radio Republik Indonesia Yogyakarta pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 09.00–10.00 WIB. Siaran tersebut mengangkat tema “Slay tapi Njawani: Manifesto Pendidikan Karakter Berbasis Lokal di Hari Kebangkitan Nasional” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Renggani, 2026).

Dalam paparannya, Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum., menjelaskan modernitas bukanlah sesuatu yang harus ditolak. Generasi muda dipersilakan untuk berekspresi, namun tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Jawa atau njawani. Nilai tersebut diwujudkan melalui sikap andhap asor (rendah hati), tidak sombong, serta menjunjung tinggi etika dalam berperilaku.

Ia juga menekankan bahwa melestarikan budaya tidak berarti meninggalkan perkembangan zaman. Sebaliknya, kearifan lokal justru dapat berjalan selaras dengan modernitas. Dalam konteks bahasa, misalnya, meskipun bahasa terus berkembang secara dinamis, generasi muda tetap perlu memahami konsep empan papan, yakni menggunakan bahasa secara tepat sesuai situasi dan kondisi.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penanaman nilai etika dan moral tidak dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyalahkan semata. Proses tersebut harus dilakukan dengan cara mendengarkan, mengarahkan, dan menempatkan secara proporsional. Dalam hal ini, peran orang tua menjadi penting sebagai teladan, sebagaimana ungkapan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani ‘yang di depan menjadi teladan, yang di tengah membangun kemauan, yang di belakang memberikan dorongan’.

Kehadiran diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara budaya dan kemajuan zaman. Budaya tidak harus ditinggalkan demi modernitas, melainkan perlu diselaraskan agar tetap relevan dalam kehidupan masa kini.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penyebaran pengetahuan kepada masyarakat. Selain itu, diskusi ini turut mendukung SDG 17 terkait kemitraan, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, institusi kebudayaan, dan masyarakat dalam melestarikan budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa.

 

 

Daftar Pustaka

Renggani, T. (2026, 23 Mei). Gen Z Berekspresi Modern namun Tetap Membumi dan Njawani [Foto]. rri.co.id. Diakses pada 24 Mei 2026, dari https://rri.co.id/yogyakarta/budaya/2433916/gen-z-berekspresi-modern-namun-tetap-membumi-dan-njawani.

 

 

Daftar Gambar

Renggani, T. (2026, 23 Mei), Gen Z Berekspresi Modern namun Tetap Membumi dan Njawani [Foto]. rri.co.id. Dikutip utuh dari https://rri.co.id/yogyakarta/budaya/2433916/gen-z-berekspresi-modern-namun-tetap-membumi-dan-njawani.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Cipta Karya Sastra Jawa: Wadah Kreatif Mahasiswa dalam Belajar Mengembangkan Karya Sastra

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 21 Mei 2026

Dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa, khususnya dalam bidang karya sastra Jawa, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan praktisi mengajar bertema Cipta Karya Sastra Jawa. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Margono 404, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada dalam mata kuliah Bahasa Jawa Tulis Produktif pada tanggal 14 dan 21 April 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Sri Suryani, S.S., M.A., sebagai dosen praktisi yang membimbing mahasiswa untuk lebih mengenal dunia kepenulisan sastra Jawa. Perkuliahan ini merupakan bagian dari mata kuliah Bahasa Jawa Tulis Produktif tahun akademik 2026 yang diampu oleh Dr. Sulistyowati, M.Hum.

Pada pertemuan pertama, 14 April 2026, mahasiswa memperoleh materi mengenai karya sastra Jawa modern serta teknik penulisan kreatif, khususnya prosa berjenis cerkak. Selain pemaparan materi, mahasiswa bersama dosen praktisi juga mendiskusikan rencana luaran kegiatan berupa antologi cerkak dan geguritan. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan karya tulis mereka yang selanjutnya akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

Sementara itu, pada pertemuan kedua, 21 April 2026, mahasiswa memperoleh materi mengenai geguritan dengan fokus pada unsur stilistika. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan karya yang telah dikumpulkan sebelumnya. Mahasiswa mempresentasikan draf tulisan mereka dan mendiskusikannya bersama dosen praktisi serta peserta lainnya. Suasana diskusi berlangsung aktif karena mahasiswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga memahami proses pengembangan, penyuntingan, hingga persiapan karya untuk diterbitkan.

Kegiatan praktisi mengajar ini berlangsung dengan baik dan lancar, didukung oleh antusiasme mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam mempelajari dunia kepenulisan sastra Jawa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses kreatif penulisan sastra, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan karya mereka secara lebih matang. Luaran kegiatan berupa karya sastra Jawa, baik cerkak maupun geguritan, diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus sarana bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan kompetensi literasi dan kreativitas mahasiswa, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Meluluskan 11 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Akademik 2025/2026

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 21 Mei 2026

Kamis, 21 Mei 2026, menjadi hari yang penuh kebahagiaan bagi keluarga besar Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 11 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan sukses menyelesaikan masa studinya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Adapun mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut adalah:

 

  1. Agnes Anggito Sekar Laras
  2. Azaliya Khoirunnisa
  3. Dewi Halimatus Solikhah N
  4. Endar Sasmito Aji
  5. Haryo Untoro
  6. Jifani Wahyu Anggra Rani
  7. Muhammad Siswoyo
  8. Novia Hikmatul Mubarokah
  9. Rizqy Salsabila Ratna Purwadi
  10. Septi Indah Lestari
  11. Yosafat Dimas Rangga Adigama

 

Momen wisuda kali ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Dalam acara Mangayubagya Wisudawan/Wisudawati Sarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., mengumumkan bahwa Novia Hikmatul Mubarokah berhasil meraih predikat sebagai mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi ketiga pada wisuda Fakultas Ilmu Budaya periode ini.

Kelulusan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan setelah menempuh proses studi. Bekal ilmu, pengalaman, serta semangat yang telah dibangun diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menghadapi dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat. Wisudawan dan wisudawati juga diharapkan tetap memiliki kepedulian untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Jawa, agar tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.

 

Penulis            : Haryo Untoro

Editor             : Haryo Untoro

Novia Hikmatul Mubarokah, Peraih IPK Tertinggi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Mei 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menyelenggarakan wisuda program sarjana dan sarjana terapan periode III Tahun Akademik 2025/2026. Pada periode ini, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa meluluskan sebanyak 11 mahasiswa. Dalam sambutannya, Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Hum., menyampaikan bahwa mayoritas peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi berasal dari Program Studi Sastra Arab. Kendati demikian, terdapat satu mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang berhasil meraih IPK tertinggi pada wisuda kali ini. Mahasiswi tersebut adalah Novia Hikmatul Mubarokah dengan capaian IPK 3,91. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus inspirasi bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

Pada 26 Mei 2026, dilakukan wawancara dengan Novia secara daring mengenai perjalanan akademiknya. Dalam meraih IPK tinggi tersebut, Novia mengungkapkan bahwa dirinya selalu berusaha aktif belajar dari berbagai sumber. “Belajar tidak hanya sekadar dari buku teks, tetapi dari berbagai sumber. Selain itu, bertukar pikiran dengan teman dari berbagai tingkat, dosen, bahkan di luar lingkup prodi juga perlu untuk menambah wawasan kita,” terangnya. Menurutnya, cara belajar seperti itu membuat proses belajar tidak terasa sebagai beban kewajiban semata, melainkan menjadi ruang untuk bertumbuh dan berkembang.

Tidak hanya aktif dalam bidang akademik, Novia juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan pekerjaan paruh waktu. Ia mengaku aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan serta bekerja di penerbitan jurnal Arnawa sebagai staf editor. “Saya juga aktif dalam berbagai organisasi dan bekerja paruh waktu di penerbitan jurnal Arnawa sebagai staf editor,” ujarnya.

Di balik capaian akademiknya, Novia juga menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan. Ia menuturkan bahwa semester pertama dan semester empat menjadi masa yang paling berat dalam studinya.

“Semester pertama adalah waktu bagi saya untuk beradaptasi, terutama karena latar belakang saya yang tidak dekat dengan paparan pengetahuan budaya Jawa. Hal ini yang memicu saya untuk melakukan usaha lebih. Lalu, semester empat atau tahun kedua menjadi tahun yang sibuk dengan jadwal mata kuliah yang lebih padat, karena terdapat mata kuliah wajib universitas dan menjadi Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa),” jelasnya. Namun, dari berbagai tantangan tersebut, Novia merasa kemampuan manajemen waktunya semakin terasah.

Dalam studi S1-nya, Novia mengambil konsentrasi filologi, yakni ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, dan sejarah suatu bangsa melalui naskah-naskah kuno. Menariknya, ia memilih objek penelitian berupa manuskrip koleksi pribadi atau nonlembaga, bukan koleksi perpustakaan maupun instansi tertentu. “Saya memilih objek naskah Layang Ambiya koleksi nonlembaga. Hal ini menarik karena masifnya korpus “Ambiya” di kesusastraan Jawa, tetapi penelitian untuk naskah tersebut masih terbatas. Kisah yang terdapat dalam naskah Ambiya sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut karena kaya akan wawasan Islam menurut orang Jawa pada masanya,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah berhasil meraih IPK tertinggi, Novia mengaku merasa bangga dan bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Baginya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga. “Motivasi terbesar saya adalah untuk membanggakan keluarga saya karena mereka sudah mempercayai saya untuk menuntut ilmu di perantauan. Walaupun sudah meraih yang terbaik, ada rasa agar jangan cepat puas karena akan ada banyak hal yang perlu dipelajari,” tuturnya. Menurutnya, IPK hanyalah salah satu bekal untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.

 

Di akhir wawancara, Novia turut menyampaikan pesan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa agar tetap menikmati proses selama menjalani perkuliahan. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak ragu meminta bantuan ketika mengalami kesulitan. “Berkonsultasilah kepada dosen pembimbing akademik dan/atau skripsi bila dirasa perlu teman diskusi. Selain itu, jangan sungkan untuk meminta tolong kepada teman-teman yang lain. Mereka akan sangat membantu,” pesannya.

Secara khusus, Novia juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang menekuni bidang filologi, terutama yang meneliti naskah koleksi nonlembaga. “Menurut saya, ketika ingin melakukan penelitian pada naskah koleksi nonlembaga, kita perlu banyak bertanya tentang pengetahuan naskah kepada pemilik, tidak sekadar meminta izin meneliti saja. Hal itu guna mengetahui peran naskah tersebut dalam kehidupan masyarakat. Upaya itu penting untuk menjaga nilai yang terkandung dalam teks manuskrip,” tambahnya.

Perjalanan Novia Hikmatul Mubarokah selama menempuh studi di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menunjukkan bahwa setiap proses memiliki tantangan dan cerita tersendiri. Di tengah kesibukan akademik, organisasi, hingga pekerjaan paruh waktu, dirinya tetap berusaha menjalani semuanya dengan tekun dan penuh semangat. Capaian IPK tertinggi yang diraihnya pun bukan sekadar angka, melainkan hasil dari proses panjang, dukungan orang-orang terdekat, serta kemauan untuk terus belajar. Harapannya, kisah Novia dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tetap percaya pada proses yang sedang dijalani dan tidak takut untuk terus berkembang.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Setu Sinau: Menghidupkan Kembali Aksara Jawa di Tengah Masyarakat

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 18 Mei 2026

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan berjudul Setu Sinau pada Sabtu (16/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di selasar Malioboro pukul 07.00–09.00 WIB sebagai upaya mengenalkan kembali aksara Jawa kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Pemilihan kawasan Malioboro sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu ruang publik paling ikonik di Yogyakarta, Malioboro menjadi tempat yang strategis untuk menghadirkan pembelajaran budaya secara langsung di tengah masyarakat. Suasana yang terbuka dan ramai membuat kegiatan ini mampu menjangkau peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pelaksanaan Setu Sinau dilatarbelakangi oleh jauhnya generasi muda dari aksara Jawa akibat arus globalisasi dan modernisasi. Melalui kegiatan ini, aksara Jawa tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas yang perlu dijaga dan diwariskan. Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam mendukung implementasi Peraturan Daerah DIY terkait preservasi bahasa, sastra, dan aksara Jawa.

Kegiatan ini menghadirkan dua dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sebagai instruktur, yakni Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum. dan Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A., yang memiliki spesialisasi di bidang filologi. Selain itu, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut berperan sebagai fasilitator, yaitu Ghibran Arsha Daff’a Musaffa’, Bayu Seta Ardiansyah, Dian Patmisari, dan Maysa Putri Fatihah.

Proses pembelajaran dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Peserta diajak mengenal aksara Jawa melalui media seperti flashcard, poster edukasi, serta praktik langsung menulis dan melafalkan aksara Jawa. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami proses belajar secara nyata melalui praktik sederhana.

Metode pembelajaran yang diterapkan selaras dengan nilai dalam pupuh Pocung bait ke-33 karya KGPAA Sri Mangkunegara IV, yaitu ngelmu iku kalakone kanthi laku, yang berarti “ilmu itu diwujudkan melalui tindakan.” Melalui praktik langsung, peserta diajak memahami bahwa belajar budaya tidak cukup hanya dengan mengetahui, tetapi juga perlu dilakukan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Setu Sinau juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, serta poin 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan menghadirkan pembelajaran budaya di ruang publik, kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menjaga keberlangsungan aksara Jawa di tengah perkembangan zaman.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Penandatanganan Kerja Sama Balai Bahasa DIY dan Fakultas Ilmu Budaya UGM dalam Penguatan Bahasa dan Sastra

BeritaSDGS Senin, 27 April 2026

Pada Jumat (24/04/2026), Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) melaksanakan penandatanganan kerja sama mengenai sinergi pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra melalui peran strategis perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga kebahasaan dan institusi akademik dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra di tengah dinamika globalisasi.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Drs. Umar Solikhan, M.Hum., selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY bersama Dr. Mimi Savitri, M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Ilmu Budaya. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, kebahasaan, dan pengembangan akademik, seperti program magang mahasiswa, penguatan kompetensi bahasa, pelestarian bahasa daerah, kegiatan ilmiah, serta pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta para kepala balai bahasa dari berbagai provinsi, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas wilayah dalam memperkuat kebijakan sekaligus implementasi program kebahasaan secara nasional.

Dalam sambutannya, Drs. Umar Solikhan, M.Hum., menegaskan bahwa perhatian Balai Bahasa tidak hanya tertuju pada kedudukan bahasa Indonesia, tetapi juga pada keberlangsungan bahasa daerah. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu pekerjaan besar yang perlu segera diperkuat.

“Di Indonesia, jumlah kekayaan bahasa kita sangat luar biasa. Namun, saat ini kondisinya tentu tidak baik-baik saja. Generasi muda kita tampaknya sudah mulai tidak mengenal dan sulit untuk menggunakan bahasa daerah.”

Ia menjelaskan bahwa Balai Bahasa akan memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah melalui beberapa langkah, seperti peningkatan kompetensi guru dan kualitas pengajaran bahasa daerah, penyesuaian kurikulum pembelajaran, serta pemberdayaan komunitas. Dalam konteks tersebut, kerja sama antara Balai Bahasa DIY dan Fakultas Ilmu Budaya menjadi salah satu bentuk langkah konkret untuk mendukung upaya tersebut.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat terbangun ekosistem yang mendukung penguatan identitas kebahasaan dan kesastraan Indonesia maupun daerah, sekaligus mendorong inovasi dalam kajian serta praktik kebahasaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan ialah pengembangan korpus bahasa Jawa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi DIY dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, FIB UGM.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta, Selasa, 22 April 2026 — Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi fon aksara Jawa di ruang Margono 402. Kegiatan ini ditujukan bagi perwakilan dosen dan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan pemahaman penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala yang selama ini dihadapi civitas academica dalam penggunaan fon aksara Jawa. Sejumlah permasalahan yang kerap muncul antara lain perbedaan tata letak papan tombol dengan sistem huruf Latin, ketidakterbacaan fon pada perangkat tertentu yang ditandai dengan kemunculan simbol tofu atau kotak (tanda tidak terbaca), hingga perbedaan kompatibilitas antara sistem papan tombol atau keyboard layout seperti Windows dan Macintosh. Kondisi tersebut dinilai menghambat penggunaan aksara Jawa, padahal aksara ini menjadi bagian penting dalam kajian serta preservasi budaya di lingkungan program studi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan ini menghadirkan Setya Amrih Prasaja, S.S., M.Pd., alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yang dikenal sebagai pengembang fon aksara Jawa digital. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui teknologi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan proses pengembangan fon dan keyboard layout aksara Jawa, termasuk tantangan teknis yang dihadapi dalam penerapannya di berbagai platform. Ia juga menguraikan langkah-langkah pengenalan aksara Jawa digital di tingkat nasional maupun internasional, serta pengembangan sistem yang dapat dioperasikan pada berbagai perangkat. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah fon aksara Jawa yang dapat diakses secara bebas tanpa kendala lisensi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penggunaan papan tombol dan fon aksara Jawa dalam konteks digital. Lebih lanjut, sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong penyebarluasan pengetahuan kepada civitas academica dan khalayak yang lebih luas, sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus penguatan eksistensi aksara Jawa di era digital.

Penulis           : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Mengikuti Pengembangan dan Pemanfaatan Korpus Bahasa Jawa

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 April 2026

Pada Selasa (21/04/2026), 10 mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan bertajuk “Korpus Kebahasaan yang Dikembangkan” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB di Ruang Pandawa 2, Swiss-Belboutique Yogyakarta. 10 mahasiswa tersebut adalah Andini Nuraini, Arfia Kholifatul Ummamah, Bernadetta Rahayunin Tyas, David Sofyan Wilaynto, Diyah Pitaloka, Inoora Putri Haliza, Marseli Dwitanti, Maysa Putri Fatihah, Pingky Putri Khairani, dan Wreksi Awinanggya Pinandhita.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan dan pemanfaatan korpus, pelestarian bahasa Jawa berbasis korpus, serta teknik pengumpulan dan pengolahan data korpus. Berdasarkan wawancara daring dengan Maysa Putri Fatihah, salah satu peserta, pada 27 April 2026, pertemuan awal difokuskan pada penjelasan teknis serta pembagian tugas. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data awal korpus bahasa Jawa selama 20 hari, dilanjutkan dengan proses pengolahan data seperti pembersihan dan penyuntingan yang berlangsung sekitar satu bulan. Seluruh tahapan awal ini dilakukan oleh peserta yang dalam program tersebut disebut sebagai asisten lapangan. Adapun tahap lanjutan, seperti pengodean, penginputan metadata, hingga finalisasi data, dikelola oleh pihak Balai Bahasa Yogyakarta.

Dalam proses pengembangannya, perangkat korpus yang digunakan adalah AntConc. Data bahasa Jawa dikumpulkan dari berbagai sumber teks tertulis, seperti naskah lama, buku, bab buku, artikel, karya ilmiah, media massa, berita surat kabar, media sosial, blog, karya sastra, cerita rakyat, surat, hingga pidato. Seluruh teks tersebut kemudian melalui proses penyuntingan sebelum diinput ke dalam sistem sebagai bahan korpus.

Berdasarkan penuturan Maysa, dirinya merasa senang dapat menjadi bagian dari program ini. “Saya sangat bersyukur bisa belajar hal baru, apalagi dalam hal teknis pengolahan data korpus yang dipraktikkan secara langsung. Sebelumnya saya sendiri sudah pernah ikut kuliah umum tentang korpus naskah Jawa, tetapi hanya sebatas teoretis saja,” ujarnya.

Pengembangan korpus bahasa Jawa menjadi langkah strategis dalam upaya mereservasi sekaligus mempreservasi bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan bahasa daerah Nusantara. Lebih dari sekadar pelestarian, korpus ini juga membuka peluang pemanfaatan dalam ranah digital humanities, seperti penelitian linguistik, pengembangan bahan ajar, hingga penyusunan kurikulum berbasis data kebahasaan. Program ini sekaligus mencerminkan kolaborasi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan dalam menghadirkan inovasi kebahasaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Author            : Haryo Untoro

123…16

Recent Post

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
  • Cipta Karya Sastra Jawa: Wadah Kreatif Mahasiswa dalam Belajar Mengembangkan Karya Sastra
    Mei 21, 2026
  • Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Meluluskan 11 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Akademik 2025/2026
    Mei 21, 2026

Kalender

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Rilis Berita

  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026
  • Pameran “Pusaka Kata” Angkat Khazanah Manuskrip Nusantara di FIB UGM
    Mei 27, 2026
  • Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum.: Tetap Berekspresi, Tetap Njawani
    Mei 22, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY