• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Kerjasama
    • Beasiswa
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Mahasiswa
  • hal. 14
Arsip:

Mahasiswa

Serah Terima Jabatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ Kamastawa) Periode 2023/2024

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 20 Februari 2023

Yogyakarta, 17 Februari 2023 – Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menyelenggarakan serah terima jabatan (sertijab) Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ Kamastawa) untuk periode 2023/2024. Acara berlangsung dengan khidmat di Ruang 404 Gedung Margono, lantai 4.

Pukul 15.30 WIB, acara sertijab dimulai dengan pembukaan oleh Kintan Dewinta Putri sebagai Master of Ceremony (MC) yang diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Dr. Daru Winarti, M.Hum., selaku Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa memberikan sambutan pada kesempatan tersebut. read more

Tiga Kejuaraan Berhasil Diraih Oleh Prodi Sastra Jawa UGM di Temu Budaya Nusantara 2022 Imbasadi

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 22 Desember 2022

Yogyakarta – Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil merebut tiga kejuaraan dalam ajang Temu Budaya Nusantara 2022 yang diselenggarakan secara daring oleh Program Studi Sastra Batak, Universitas Sumatra Utara (USU) pada tanggal 15 - 20 Desember 2022. 

Kegiatan Temu Budaya Nusantara 2022 mengusung tema Aktualisasi Budaya Lokal dan Peran Generasi Muda, yang menekankan pada peran generasi muda dalam mempertahankan dan melestarikan budaya dan tradisi dalam arus globalisasi saat ini.

Dalam Temu Budaya Nusantara 2022 di USU, terdapat delapan macam perlombaan yang diadakan, antara lain Lomba Tari Nusantara, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Lomba Komik Strip, Lomba Cipta dan Baca Puisi, Lomba Dokumenter Budaya, Lomba TikTok Nusantara, Lomba Esai Nasional, dan Lomba Podcast. 

Program Studi Sastra Jawa UGM mengirimkan delegasinya yang terdiri dari Vighna Rivattyannur Hernawan (angkatan 2020) sebagai ketua delegasi, Nurma Aisyah (angkatan 2021), Bima Muslih Wicaksono (angkatan 2022), Nanda Fitri Riyantika (angkatan 2022), Muhammad Siswoyo (angkatan 2022), dan Wening Hidayati (angkatan 2022).

Berikut adalah tiga kejuaraan yang berhasil diraih oleh Prodi Sastra Jawa UGM:

  1. Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Vighna Rivattyannur Hernawan sebagai ketua dan Nurma Aisyah sebagai anggota delegasi berhasil menyabet gelar juara 1 dalam Karya Tulis Ilmiah Nasional. Karya tulis ilmiah mereka berjudul "Baita Adi: Aktualisasi Budaya Nusantara Melalui Alih Wahana Naskah ke Batik Sebagai Perisai dalam Menghadapi Masifnya Perkembangan Global (Sebuah Kajian Budaya)". Karya tulis ilmiah tersebut menitikberatkan tentang batik Baita Adi sebagai objek material yang mana motif dari batik tersebut dihasilkan dari alih wahana naskah Sestra Ageng Adidarma serta perspektif, peran, dan tantangan batik Baita Adi dalam perkembangan era globalisasi.

  1. Juara 2 Lomba Dokumenter Budaya

Bima Muslih Wicaksono berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Dokumenter Budaya. Video dokumenter budaya yang dihasilkan olehnya mengangkat tema produksi tradisi batik tulis. Batik tulis adalah kain batik bergambar yang dalam proses penggambarannya masih dengan cara menuliskan malam pada kain. Lewat tangan pengrajinnya, batik tulis yang indah dan sarat akan filosofi ini masih tetap eksis dari gempuran berbagai kain bermotif batik yang dihasilkan oleh mesin.

  1. Juara 2 Lomba Esai Nasional

Muhammad Siswoyo meraih gelar juara 2 dalam Lomba Esai Nasional dengan judul esainya yang berjudul "Karsa Imbasadi: Cipta dan Inovasi Budaya Sebagai Upaya Pelestarian Nilai Tradisi Lintas Masa Pada Era Modernisasi". Esai ini membahas tentang peran para alumnus imbasadi yang menghadirkan beragam inovasi dalam melestarikan nilai tradisi di era modernisasi.

Keberhasilan Prodi Sastra Jawa UGM dalam meraih prestasi tersebut merupakan bukti komitmen mahasiswa Sastra Jawa UGM dalam mengapresiasi dan melestarikan kekayaan budaya dan tradisi di Indonesia. Selain itu, partisipasi mereka dalam Temu Budaya Nusantara Imbasadi 2022 diharapkan dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mempelajari, mengapresiasi, dan melestarikan kebudayaan Indonesia yang kaya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam suksesnya acara ini, termasuk panitia, peserta, dan pendukung lainnya. Semoga Imbasadi dapat konsisten untuk terus menjadi wadah yang memberikan pengalaman berharga, memperluas jaringan relasi, serta mempererat hubungan antar program studi sastra daerah se-Indonesia dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam.

Indonesia beragam, Imbasadi menyatukan.

Seminar “Pembacaan Ulang Kolofon Manuskrip, Arsip, Tinggalan Arkeologi, dan Tradisi Lisan Naskah-Naskah Skriptorium Merapi-Merbabu” Bersama Rendra Agusta, S.S., M.Sos.

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 25 November 2022

Kamis (24/11/2022), Program Studi Sastra Jawa menyelenggarakan seminar bertajuk "Pembacaan Ulang Kolofon Manuskrip, Arsip, Tinggalan Arkeologi, dan Tradisi Lisan Naskah-Naskah Skriptorium Merapi-Merbabu" dilaksanakan di gedung Soegondo ruang 709, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa Prodi Sastra Jawa UGM serta hadirin, khususnya yang tertarik dengan naskah-naskah skriptorium Merapi-Merbabu.

Seminar ini menghadirkan Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., salah seorang dosen Sastra Jawa UGM, sebagai moderator. Lengkap dengan salah satu mahasiswi Sastra Jawa, Marsha Allifia Nadhira, sebagai Master of Ceremony (MC).

Pemateri pada acara ini adalah Rendra Agusta, S.S., M.Sos., seorang peneliti dan pemerhati naskah-naskah kuno dalam fokus bidang Jawa Kuna dan Jawa Baru. Beliau juga merupakan pendiri dari Strada Institute, sebuah komunitas yang bergerak dalam penelitian independen terkait isu pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan obyek kebudayaan berbasis teks baik manuskrip ataupun prasasti. Dalam seminar ini, Rendra Agusta, S.S., M.Sos., membimbing para peserta untuk berkenalan dengan naskah-naskah skriptorim Merapi-Merbabu dan mengeksplorasi jejak tradisi dan nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Salah satu hal menarik yang disampaikan beliau adalah tentang istilah naskah-naskah Merapi-Merbabu itu sendiri. “Istilahnya berubah-ubah. Mulai dari naskah-naskah Merbabu, naskah Merbabu-Merapi, kemudian di katalog ditulis Merapi-Merbabu” demikian disampaikan oleh Rendra Agusta, S.S., M.Sos. “Penyebutan yang belakangan ada di disertasi Abimardha (Dr. Abimardha Kurniawan, M.A.) yang menyebutnya dengan naskah-naskah pegunungan, karena naskah-naskah ini tidak hanya ditemukan di Merapi-Merbabu, juga di Lawu, Wilis, Telomoyo, Andong, Ungaran , dan kemungkinan lebih luas lagi.” Lanjut beliau.

Setelah Rendra Agusta, S.S., M.Sos., selesai dengan pemaparannya, sesi pertanyaan dibuka oleh oleh moderator. Peserta seminar sangat antusias dalam mengikuti acara ini, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemateri pada sesi pertanyaan. 

Dengan diselenggarakannya seminar ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang kolofon naskah-naskah skriptorium Merapi-Merbabu sebagaimana yang disampaikan oleh Arsanti Wulandari S.S, M.Hum., dalam sambutan perwakilan ketua prodi. 

“Harapan bagi kami bagi Prodi Sastra Jawa, dengan paparan yang akan disampaikan oleh Mas Rendra pada hari ini, kita akan belajar dengan melihat dan mengetahui seperti apa kolofon-kolofon yang ada, melacak ada di mana letak kolofon-kolofon itu dan dapat menangkap sebuah konsep dan konteks dari yang kita baca” ujar beliau.

Hari Wayang Dunia ke-VIII: Program Studi Sastra Jawa Mengadakan Kuliah Lapangan ke Institut Seni Indonesia Surakarta

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 8 November 2022

Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada mengadakan kuliah lapangan ke acara Hari Wayang Dunia ke-VIII yang diadakan di Pendopo Agung G.P.H.Joyokusumo, Institut Seni Indonesia Surakarta pada Sabtu, (5/11/2022). Peserta kuliah lapangan merupakan Mahasiswa Program Studi Sastra Jawa angkatan 2022 didampingi oleh dosen Sastra Jawa UGM, Rudy Wiratama, S.I.P., M.A.

Dalam rangka merayakan Hari Wayang Dunia ke-VIII, Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta) mengadakan pergelaran wayang selama tiga hari dari tanggal 4-6 November 2022. Tema yang diangkat pada tahun 2022 adalah "Mawayang Hayu: Wayang Moderasi dan Keberagaman". Acara tersebut merupakan perwujudan rasa cinta dan bangga terhadap seni wayang yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Kisah Panji diangkat dalam acara ini sebab menurut Ketua Pelaksana Hari Wayang Dunia 2022, Cahyo Kuntadi, S.Sn., M.Sn., pada Pembukaan Hari Wayang Dunia ke-VIII, kisah asli Indonesia telah dimasukkan oleh UNESCO sebagai warisan ingatan dunia ini telah tersebar ke tanah air bahkan merambah hingga Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Filipina. 

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berkumpul di pintu selatan Fakultas Ilmu Budaya pada pukul 09.00 WIB dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan armada bus menuju Institut Seni Indonesia, Surakarta. Setelah sampai di sana, para partisipan menyaksikan beberapa pertunjukan wayang, yakni pergelaran wayang "Kluruke Jago Jenggala" oleh Ananda Danendra Kidung Sindhutama. Selanjutnya, partisipan menyaksikan Wayang Gedhog Gagrag Pakualaman "Guntur Segara Takon Bapa" oleh Ki Wahyu Prasetyo Aji dan Wayang Panji "Panji Gandrung" dengan gagrag Jawa Timuran oleh Kelana Ilham Firmansyah.

Pertunjukan Wayang Topeng Panji “Reraket” oleh Komunitas Arjasura menjadi penampilan terakhir yang disaksikan oleh para mahasiswa sebelum akhirnya para mahasiswa kembali ke Fakultas Ilmu Budaya sekitar pukul 20.30 WIB. Pengalaman tersebut sangat berkesan bagi mahasiswa Sastra Jawa karena mereka mendapatkan gambaran tentang peristiwa kebudayaan, khususnya pergelaran wayang. 

Dengan dilaksanakannya kuliah lapangan ini, para mahasiswa diharapkan dapat menambah pengetahuan, pengalaman, serta menjadi sarana dalam mengembangkan kompetensi keilmuan. Selain itu, pengalaman tersebut dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan keilmuan dan kecintaan para mahasiswa terhadap seni budaya Indonesia.

Kuliah Umum “Yogyakarta, Versailles of Java: Architectural History and the Making of Heritage City” Bersama Dr. Helene Njoto

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 28 September 2022

Jumat (23/09/2022), Program Studi Sastra Jawa berhasil menyelenggarakan kuliah umum dengan topik “Yogyakarta << Versailles of Java >> Architectural History and the Making of Heritage City” yang bertempat di gedung Soegondo ruang 709, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Gadjah Mada.  Kuliah umum ini berlangsung pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa Prodi Sastra Jawa UGM  yang tertarik dan antusias dengan kesejarahan arsitektur Jawa Kota Yogyakarta.

Kuliah umum tersebut dipandu oleh Nurmalia Habibah, S.S., M.A., dosen Sastra Jawa UGM bidang studi filologi, sebagai Master of Ceremony (MC) dan Imam Prakoso, S.S., M.A., dosen Sastra Jawa UGM bidang studi linguistik, bertindak sebagai moderator.

Pemateri pada acara ini adalah Dr. Helene Njoto, seorang peneliti dengan spesialisasi dalam sejarah seni dan arsitektur modern awal Indonesia, khususnya pada periode Islam awal dan awal kolonial (sekitar abad 15 hingga paruh pertama abad ke-19).  Sejak tahun 2021, beliau menjadi bagian dari École Française d'Extrême-Orient (EFEO) di Jakarta, lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis yang mempelajari peradaban klasik Asia melalui humaniora dan ilmu sosial.

(Dr. Helene Njoto (pada bagian tengah) sedang memaparkan materi)

Dalam seminar ini, Dr. Helene Njoto, memberikan paparan kepada peserta mengenai arsitektur kota Yogyakarta sebelum meletusnya Perang Diponegoro. “Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap pada tahun 1833, Yogyakarta dalam keadaan sangat runtuh. Namun, dari reruntuhan tersebut dapat ditebak bahwa Kota Yogyakarta sempat menjadi kerajaan yang luar biasa. Meskipun tidak sampai 1/10 dari kejayaannya yang tersisa, tetapi kejayaan Yogyakarta dapat dilihat dari banyaknya reruntuhan batu besar.  Bahkan dalam catatan Carel Sirardus William van Hogendrop, Gubernur Jenderal Hindia ke-46, Yogyakarta disebut sebagai Versailles of Java.” ungkap beliau.

Selain itu, Dr. Helene Njoto juga menyoroti fakta menarik bahwa Taman Sari, salah satu destinasi wisata kota Yogyakarta, merupakan karya arsitek Jawa bukan arsitek Portugis. “Sekitar 2 tahun lalu, diceritakan bahwa Taman Sari dibangun oleh arsitek Portugis dengan alasan Taman Sari dibangun dengan batu bata dan spesi. Batu bata dan spesi dinilai dengan sangat berbeda dengan arsitektur kayu yang identik dengan arsitektur Jawa, Namun jika diteliti lebih seksama, kenyataannya bukan seperti itu.” terang beliau.

Beliau melanjutkan, “Penguasa pertama Yogyakarta, yaitu Pangeran Mangkubumi, merupakan pembangun situs konstruksi terbesar oleh penguasa Jawa hingga saat ini, yaitu Taman Sari. Taman Sari yang sebenarnya itu luas dan yang saat ini hanya tersisa 1/3 saja, sisanya hilang. Taman Sari mulai dibangun pada awal 1750-an dengan luas sekitar 80 meter persegi, ke arah tenggara pusat Keraton Yogyakarta. Arsitek Taman Sari adalah Pangeran Mangundipura. Pangeran Mangundipura bahkan mengunjungi Batavia  dua kali untuk mencari inspirasi dalam pembangunan Taman Sari.”

Setelah pemaparan Dr. Helene Njoto selesai, moderator membuka sesi pertanyaan. Para peserta kuliah umum ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait arsitektur Jawa.

Dr. Helene Njoto memberikan pesan kepada mahasiswa agar mau mengunjungi situs-situs peninggalan masa lampau. “Untuk mahasiswa sastra, tentunya banyak hal dan unsur yang dapat ditangkap. Bukan hanya yang terdapat dalam naskah, tetapi juga tergambar pada peninggal, yakni pada reliefnya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk pergi ke lapangan. Mumpung masih muda dan mumpung situs-situs tersebut masih ada dan dapat dikunjungi.”

Dengan diselenggarakannya kuliah umum ini, diharapkan dapat membangkitkan motivasi dan membuka wawasan peserta mengenai arsitektur Jawa, terutama bagi mereka yang tertarik untuk menjadikannya sebagai objek penelitian.

"Semoga kuliah umum ini dapat menambah wawasan kita tentang betapa megahnya arsitektur Jawa dan juga dapat menjadi motivasi, terutama bagi teman-teman mahasiswa yang akan menjadikan arsitektur Jawa sebagai objek penelitian," ujar Imam Prakoso, S.S., M.Hum., dalam sesi penutupan kuliah umum tersebut.

Kuliah Umum “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” Oleh Yumi Sugahara

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 27 September 2022

Yogyakarta (18/09/2022), Program Studi Sastra Jawa menyelenggarakan kuliah umum terkait kedatangan Islam ke pulau Jawa. Kuliah umum yang bertajuk “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” tersebut dinarasumberi langsung oleh dosen sekaligus peneliti dari Universitas Osaka, yaitu Ibu Yumi Sugahara. Berdasarkan pemaparan yang dilakukan oleh Ibu Yumi, beliau menuturkan bahwa beliau sudah pernah melakukan simposium sebanyak dua kali terkait dengan topik yang diteliti. Adapun naskah-naskah yang beliau pakai untuk bahan penelitian beliau adalah bahan sejarah yang berasal sejak masa kolonial Belanda abad ke-16.

Pada kuliah umum tersebut, Ibu Yumi memaparkan bahwa pada abad ke-14 banyak makam Islam di sekitar candi-candi Hindu, namun sayangnya tidak banyak ditemukan keterangan pendukung seperti naskah, akibatnya sangat sulit untuk mencari cerita sejarah pada abad tersebut. Berbeda dengan abad ke-16. Pada abad tersebut telah banyak ditemukan naskah yang isinya lebih banyak memuat tentang Islam, namun belum banyak yang meneliti hal tersebut. Ibu Yumi juga memaparkan bahwa banyak dari peneliti yang menggunakan objek penelitian dari abad ke-19 karena dinilai memiliki variasi dan pembahasan yang beragam tentang “Jawa.”

Adapun hal yang diulas dalam kuliah umum Ibu Yumi adalah tentang sufisme. Beliau memaparkan bahwa sufisme dapat dibagi menjadi tiga, yaitu mistik, etika, dan pemujaan populer. Berdasarkan apa yang sudah diteliti oleh Ibu Yumi, ada pendapat dari G. W. J. Drewes yang menyatakan bahwa tokoh yang banyak diceritakan dalam naskah adalah Sunan Bonang, tokoh utama dari sembilan wali yang dikenal. Salah satu naskah suluk yang diasumsikan ditulis oleh Sunan Bonang sendiri adalah naskah yang tersimpan di Perpustakaan Leiden dengan kode Cod. Or. 1928 yang berbahasa dan beraksara Jawa. Naskah tersebut diasumsikan ditulis oleh Sunan Bonang pada abad ke-16 yang berisi diskusi antara Sunan Bonang dengan gurunya yaitu Syeh Bari tentang teologi dan sufisme.

Selain dilakukan pemaparan materi oleh Ibu Yumi, pada kuliah umum tersebut juga dilakukan sesi tanya jawab untuk mewadahi dan menyalurkan hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut oleh peserta kuliah umum. Melalui kuliah umum bertajuk “Kedatangan Islam di Jawa Abad ke-XVI” tersebut, penyelenggara kegiatan, yang dalam hal ini adalah prodi sastra Jawa berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan untuk para peserta, khusunya mahasiswa Sastra Jawa.

PANGKUR

Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Selasa, 13 September 2022

Dening:  Hafidh Ahmad

Miwiti pangkur kang sekar

Mula buka isi alam sakalir

Samodra darat lan gunung

Langit uga akasa

Kabeh mau ciptaning kang Maha Agung

Kalebu uga manungsa

Makhluk dharat lan jaladri

 

Kabeh mau wus cinipta

Kang minangka kanggo makhluk sakalir

Iku kodrate ywang Agung

Samya mat sinamatan

Janma kewan watu uga tanem tuwuh

Janma ingkang pinasrahan

Lestarining alam kabir

DYAH AYU

GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Rabu, 7 September 2022

Oleh: Ahmad Nur Astha

Tansah katon aneng netra

Eseman lan gemuyu 

Ora bisa dilalekake

Tansah kelingan saben dinane

 

Wayah dalu durung bisa nendra

Wewayangan mung kumanthil ing sotya

Inten kang dadi pepundhen

Sing tak antu nganti tekan saklawase

 

Dhuh dyah ayu 

Tulung ngertenana rasaku

Tulus suci mung kanggo sliramu

Tekaning pati tak jaga tresnamu

JUMPA PERTAMA MAHASISWA BARU 2022

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 26 Agustus 2022

Kamis (4/8/2022), menjadi kali pertama bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya untuk mengenal program studi mereka masing-masing. Hal ini menjadi salah satu agenda dari Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Kampung Budaya 2022 yaitu dalam sesi keprodian. Pada sesi tersebut, para mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai hal yang terkait dengan program studi mereka masing-masing, seperti pengenalan dengan dosen pengajar, pengenalan dengan mata kuliah yang akan dipelajari, pengetahuan tentang pesngisian Kartu Rancangan Studi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut dilakukan salah satunya oleh mahasiswa baru program studi Sastra Jawa 2022.

Pada sesi tersebut, mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa mendapat sambutan yang hangat dari ketua Program Studi Sastra Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum. beserta dosen pengajar yang lain seperti Nurmalia Habibah, M.A., Imam Prakoso, S.S., M.A., Rudy Wiratama, S.I.P, M.A., dan Bima Slamet Raharja, S.S., M.A. Sesi keprodian tersebut diawali dengan sambutan dari Ibu Daru Winarti dan dilanjutkan dengan pengenalan dosen pengajar, termasuk dosen pengajar yang saat ini sedang menempuh studi di luar negeri seperti Zakaria Pamuji A., S.S., M.A. Beliau-beliau yang saat ini berada di luar negeri ikut serta menyambut mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa melalui media zoom meeting.

Selain sambutan dari dosen pengajar, mahasiswa baru Sastra Jawa juga mendapat sambutan yang hangat dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa, yang biasa disebut Kamastawa. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam pengurus himpunan turut serta meramaikan kegiatan tersebut. Banyak hal yang disampaikan oleh bapak ibu dosen pada sesi keprodian kala itu. Mulai dari pesan untuk terus belajar dengan giat, ikut serta melestarian kebudayaan Jawa, hingga pesan untuk selalu menjaga nama baik Program Studi Sastra Jawa.  Meskipun tergolong singkat, namun kesempatan tersebut menjadi momen yang sangat berharga untuk mahasiswa baru Sastra Jawa.

Gamasutra di Mangayubagya Wisudawan/Wisudawati Program Sarjana FIB UGM Periode IV Tahun Ajaran 2021/2022

Kegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 25 Agustus 2022

Yogyakarta – Wisuda menjadi salah satu perayaan final bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan Pendidikan S1 setelah mengalami manis pahit perjuangan tugas akhir atau skripsi. Pada momen membahagiakan tersebut, Gamelan Mahasiswa Sastra Jawa (Gamasutra) turut memeriahkan dengan mengiringi berlangsungnya acara dari awal hingga selesai. Wisuda Program Sasrjana FIB UGM Periode VI ini diselenggarakan pada Kamis (25/8) di Auditorium Poerbatjaraka.

Gamasutra berkesempatan membawakan gendhing gati, dan beberapa gendhing-gendhing dolanan seperti gendhing kupu kuwi dan menthok-menthok. Acara berlangsung lancar dan khidmat.

Berikut ini adalah mahasiswa yang turut tampil dalam Gamasutra yaitu, Aufa (Kendang, Angkatan 2022), Diky Pringgo (Demung, Angkatan 2020), Laksita Amero (Saron, Angkatan 2021), Faradila (Saron, Angkatan 2021), Maria Ratnasari (Peking, Angkatan 2020), Ghalih Shindu Kirana (Slenthem, angkatan 2020), Kintan (Bonang Barung, Angkatan 2022), Alifah (Bonang Penerus, Angkatan 2021), Bima Wicaksono (Kenong & Kethuk, Angkatan 2022), Pamungkas (Kempul & Snare, Angkatan 2020), Fauzan (Gender, Angkatan 2022), Ayumna Mutmainah (Gong, Angkatan 2020), Vighna Hernawan (Gerong Putri, Angkatan 2020), Anggra Dini (Gerong Putri, Angkatan 2020), Kamilia (Gerong Putri, Angkatan 2018), dan Fadli Mohamad (Gerong Putra, Angkatan 2018).

1…1213141516…19

Recent Post

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
  • Menggali Jenis & Makna Budaya Sesajen dalam Workshop Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    November 28, 2025
  • Studi Banding Sastra Jawa UNNES dan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM: Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi demi Kebudayaan Jawa yang Lestari
    November 13, 2025

Kalender

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Rilis Berita

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY