• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Uncategorized
Arsip:

Uncategorized

Seputar Jawa: Pelestarian Aksara Jawa melalui Pemanfaatan Fon Digital Bebas Lisensi

BeritaSDGSUncategorized Selasa, 27 Januari 2026

Aksara Jawa merupakan salah satu sistem tulisan tradisional di Indonesia yang masih dikenal dan digunakan hingga saat ini. Aksara ini tergolong sebagai aksara abugida atau silabik serta merupakan bagian dari rumpun aksara Kawi (Maulana, 2020). Sejak masa lampau, aksara Jawa berperan penting dalam mendokumentasikan berbagai pengetahuan, nilai budaya, serta karya sastra yang tercatat dalam naskah-naskah Jawa.

Perkembangan teknologi dan globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pola komunikasi masyarakat. Penggunaan aksara Latin yang semakin dominan, khususnya di kalangan generasi muda, menyebabkan aksara Jawa dan aksara daerah lainnya mulai terpinggirkan. Minimnya penggunaan dalam kehidupan sehari-hari berpotensi mengakibatkan berkurangnya kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa pada generasi penerus.

Kondisi tersebut menuntut adanya upaya revitalisasi yang mampu menyesuaikan aksara daerah dengan perkembangan zaman. Revitalisasi ini merupakan upaya untuk mengenalkan bentuk secara simbolis serta mendorong penggunaannya secara aktif pada sekarang ini.

Salah satu bentuk revitalisasi aksara Jawa yang relevan dengan perkembangan teknologi adalah melalui penyediaan fon aksara Jawa. Fon merupakan representasi digital dari aksara yang memungkinkan penggunaannya pada berbagai platform, seperti perangkat komputer, gawai, dokumen digital, serta media daring.

Keberadaan fon aksara Jawa memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran dan pengajaran, karena aksara dapat ditulis, dibaca, dan dipelajari secara praktis. Selain itu, fon aksara Jawa juga membuka peluang pemanfaatan aksara sebagai elemen estetis dalam desain grafis dan karya kreatif.

Hingga saat ini, berbagai fon aksara Jawa telah tersedia dan dapat diakses melalui berbagai media. Namun, agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik untuk keperluan penulisan maupun estetika, penggunaan fon aksara Jawa yang bebas lisensi menjadi pilihan yang lebih tepat.

Fon bebas lisensi memungkinkan penggunaan secara luas tanpa adanya hambatan hukum atau kewajiban biaya lisensi. Hal ini sangat mendukung pemanfaatan aksara Jawa oleh institusi pendidikan, komunitas budaya, desainer, serta masyarakat umum.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian aksara Jawa, pada tahun 2020 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta merilis fon aksara Jawa yang dikembangkan oleh Apri Nugroho. Terdapat dua jenis fon yang diperkenalkan, yaitu nyk Ngayogyan dan nyk Ngayogyan Jejeg. Kedua fon tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut:

  • Fon nyk Ngayogyan

https://aksaradinusantara.com/fonta/nyk-ngayogyan.font

 

  • Fon nyk Ngayogyan Jejeg

https://aksaradinusantara.com/fonta/nyk-ngayogyan-jejeg.font

Selain menyediakan fon, pengembang juga melengkapi dengan pedoman pemasangan, cara pengetikan, serta tata letak papan ketik (keyboard). Pedoman ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menginstal dan menggunakan fon aksara Jawa secara tepat dan konsisten.

Pemanfaatan fon aksara Jawa juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4 dan 17. Dalam konteks SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, keberadaan fon aksara Jawa mendukung penyediaan bahan ajar yang inklusif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal, sehingga mempermudah proses pembelajaran serta meningkatkan literasi budaya peserta didik. Sementara itu, pencapaian tujuan tersebut tidak dapat dilepaskan dari poin SDGs ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, karena pengembangan dan pemanfaatan fon aksara Jawa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengembang teknologi, komunitas budaya, dan masyarakat luas.

 

Penulis            : Haryo Untoro

Editor             : Haryo Untoro

 

Daftar Pustaka

Maulana, R. (2020). Aksara-Aksara di Nusatara: Seri Ensiklopedia. Writing Tradition Project

ABHISEKA KRAMASIYA 2022: NYAWIJI, NGURI-URI, & MIGUNANI

Uncategorized Senin, 10 Oktober 2022

Abhiseka Kramasisya kembali hadir sebagai kegiatan tahunan Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini digelar pada Sabtu hingga Minggu (01/10/2022 - 02/10/2022) di Wisma Gadjah Mada, Kali Urang, Gunung Kidul / Sleman, Yogyakarta. Tujuan dari rangkaian Abhiseka Kramasisya sebagai acara pengukuhan mahasiswa baru dan menjadi bagian dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ Kamastawa)

Sebanyak 51 mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa angkatan 2022 turut serta dalam Abhiseka Kramasisya 2022 dengan tema "Nyawiji, Nguri-uri, dan Migunani". Tema tersebut mencerminkan harapan agar setelah acara ini, mahasiswa Sastra Jawa dapat tetap bersatu dalam jiwa kekeluargaan, bekerja sama dalam berbagai pekerjaan, berguna bagi diri dan lingkungan, serta dapat mempelajari, mengenalkan, dan melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa.

Sebelum rangkaian Abhiseka Kramasisya dimulai, mahasiswa angkatan 2022 telah dibagi menjadi empat kelompok pada technical meeting, yaitu Kelompok Kulawu, Kurantil, Julungwangi, dan Marakeh. Nama-nama tersebut merupakan bagian dari pawukon Jawa. Para peserta juga diberi penugasan baik tugas individu maupun tugas kelompok.

Pada hari pertama, registrasi dilakukan pada pukul 14.00-14.30 di Wisma Gadjah Mada. Mahasiswa baru kemudian dikenalkan dengan serba-serbi HMJ Kamastawa dan mengikuti talkshow dengan dua alumni Program Studi Sastra Jawa, yaitu R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., seorang dosen di Prodi Sastra Jawa UGM, dan I Made Christian Wiranata Rediana, seorang pelaku seni Jawa. Dalam talkshow tersebut, dua narasumber membagikan pengalaman serta gambaran setelah masa perkuliahan dari sisi akademis dan non-akademis.

Pada malam harinya, peserta mengikuti kegiatan Seminar Prodi. Seminar Prodi dilangsungkan dengan tujuan untuk memperkenalkan tiga bidang studi yang akan dipilih oleh mahasiswa, yaitu Filologi, Linguistik, dan Sastra. Seminar ini dihadiri oleh dosen-dosen dari bidang studi masing-masing, yakni Nurmalia Habibah, S.S., M.A., selaku dosen bidang Filologi, Imam Prakoso, S.S., M.A., selaku dosen bidang Linguistik, dan Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., selaku dosen bidang Sastra. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Pati Geni (Panggung Inti Pagelaran Seni), di mana masing-masing kelompok menampilkan karya seni yang telah mereka kreasikan.

Hari kedua menjadi puncak acara dari rangkaian Abhiseka Kramasisya. Acara tersebut berupa pelaksanaan siraman dan pengukuhan pada pagi hari (05.00-07.00 WIB). Prosesi ini menandakan resminya mahasiswa angkatan 2022 sebagai bagian dari Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa UGM. Setelah pengukuhan, acara dilanjutkan dengan awarding yang berupa pengumuman pemenang dari beberapa nominasi. Pemenang ditentukan berdasarkan kriteria keaktifan dan semangat peserta selama acara berlangsung.

Pukul 10.00 WIB, rangkaian Abhiseka Kramasisya 2022 ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama. Dengan demikian, diharapkan Abhiseka Kramasisya dapat memberikan pengalaman yang berkesan dan pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa angkatan 2022. Selain itu, pengukuhan bagi mahasiswa Sastra Jawa angkatan 2022 diharapkan dapat mempertahankan kebersamaan, peduli terhadap pelestarian dan pengembangan budaya daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi diri, sesama, dan lingkungan, sesuai dengan tema tahun ini, ‘Nyawiji, Nguri-uri, Migunani’.

Recent Post

  • Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital
    April 22, 2026
  • Seputar Jawa: Sistem Papan Tombol Aksara Jawa Digital
    April 13, 2026
  • First Gathering Kabinet Sahacitta HMJ Kamastawa: Ajang Perkenalan dan Penguatan Kebersamaan
    April 6, 2026
  • Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Dinobatkan sebagai Insan Berprestasi Kalangan Mahasiswa Tahun 2026
    Maret 12, 2026
  • Seputar Jawa: Bahasa Jawa Dialek Banten, Dialek Bahasa yang Eksis di Ujung Barat Pulau Jawa
    Maret 10, 2026

Kalender

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Rilis Berita

  • Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital
    April 22, 2026
  • Seputar Jawa: Sistem Papan Tombol Aksara Jawa Digital
    April 13, 2026
  • First Gathering Kabinet Sahacitta HMJ Kamastawa: Ajang Perkenalan dan Penguatan Kebersamaan
    April 6, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY