• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 2
Arsip:

Berita

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Meluluskan 11 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Akademik 2025/2026

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 21 Mei 2026

Kamis, 21 Mei 2026, menjadi hari yang penuh kebahagiaan bagi keluarga besar Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 11 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan sukses menyelesaikan masa studinya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Adapun mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut adalah:

 

  1. Agnes Anggito Sekar Laras
  2. Azaliya Khoirunnisa
  3. Dewi Halimatus Solikhah N
  4. Endar Sasmito Aji
  5. Haryo Untoro
  6. Jifani Wahyu Anggra Rani
  7. Muhammad Siswoyo
  8. Novia Hikmatul Mubarokah
  9. Rizqy Salsabila Ratna Purwadi
  10. Septi Indah Lestari
  11. Yosafat Dimas Rangga Adigama

 

Momen wisuda kali ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Dalam acara Mangayubagya Wisudawan/Wisudawati Sarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., mengumumkan bahwa Novia Hikmatul Mubarokah berhasil meraih predikat sebagai mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi ketiga pada wisuda Fakultas Ilmu Budaya periode ini.

Kelulusan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan setelah menempuh proses studi. Bekal ilmu, pengalaman, serta semangat yang telah dibangun diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menghadapi dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat. Wisudawan dan wisudawati juga diharapkan tetap memiliki kepedulian untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Jawa, agar tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.

 

Penulis            : Haryo Untoro

Editor             : Haryo Untoro

Novia Hikmatul Mubarokah, Peraih IPK Tertinggi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Mei 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menyelenggarakan wisuda program sarjana dan sarjana terapan periode III Tahun Akademik 2025/2026. Pada periode ini, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa meluluskan sebanyak 11 mahasiswa. Dalam sambutannya, Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Hum., menyampaikan bahwa mayoritas peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi berasal dari Program Studi Sastra Arab. Kendati demikian, terdapat satu mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang berhasil meraih IPK tertinggi pada wisuda kali ini. Mahasiswi tersebut adalah Novia Hikmatul Mubarokah dengan capaian IPK 3,91. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus inspirasi bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

Pada 26 Mei 2026, dilakukan wawancara dengan Novia secara daring mengenai perjalanan akademiknya. Dalam meraih IPK tinggi tersebut, Novia mengungkapkan bahwa dirinya selalu berusaha aktif belajar dari berbagai sumber. “Belajar tidak hanya sekadar dari buku teks, tetapi dari berbagai sumber. Selain itu, bertukar pikiran dengan teman dari berbagai tingkat, dosen, bahkan di luar lingkup prodi juga perlu untuk menambah wawasan kita,” terangnya. Menurutnya, cara belajar seperti itu membuat proses belajar tidak terasa sebagai beban kewajiban semata, melainkan menjadi ruang untuk bertumbuh dan berkembang.

Tidak hanya aktif dalam bidang akademik, Novia juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan pekerjaan paruh waktu. Ia mengaku aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan serta bekerja di penerbitan jurnal Arnawa sebagai staf editor. “Saya juga aktif dalam berbagai organisasi dan bekerja paruh waktu di penerbitan jurnal Arnawa sebagai staf editor,” ujarnya.

Di balik capaian akademiknya, Novia juga menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan. Ia menuturkan bahwa semester pertama dan semester empat menjadi masa yang paling berat dalam studinya.

“Semester pertama adalah waktu bagi saya untuk beradaptasi, terutama karena latar belakang saya yang tidak dekat dengan paparan pengetahuan budaya Jawa. Hal ini yang memicu saya untuk melakukan usaha lebih. Lalu, semester empat atau tahun kedua menjadi tahun yang sibuk dengan jadwal mata kuliah yang lebih padat, karena terdapat mata kuliah wajib universitas dan menjadi Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa),” jelasnya. Namun, dari berbagai tantangan tersebut, Novia merasa kemampuan manajemen waktunya semakin terasah.

Dalam studi S1-nya, Novia mengambil konsentrasi filologi, yakni ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, dan sejarah suatu bangsa melalui naskah-naskah kuno. Menariknya, ia memilih objek penelitian berupa manuskrip koleksi pribadi atau nonlembaga, bukan koleksi perpustakaan maupun instansi tertentu. “Saya memilih objek naskah Layang Ambiya koleksi nonlembaga. Hal ini menarik karena masifnya korpus “Ambiya” di kesusastraan Jawa, tetapi penelitian untuk naskah tersebut masih terbatas. Kisah yang terdapat dalam naskah Ambiya sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut karena kaya akan wawasan Islam menurut orang Jawa pada masanya,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah berhasil meraih IPK tertinggi, Novia mengaku merasa bangga dan bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Baginya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga. “Motivasi terbesar saya adalah untuk membanggakan keluarga saya karena mereka sudah mempercayai saya untuk menuntut ilmu di perantauan. Walaupun sudah meraih yang terbaik, ada rasa agar jangan cepat puas karena akan ada banyak hal yang perlu dipelajari,” tuturnya. Menurutnya, IPK hanyalah salah satu bekal untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.

 

Di akhir wawancara, Novia turut menyampaikan pesan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa agar tetap menikmati proses selama menjalani perkuliahan. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak ragu meminta bantuan ketika mengalami kesulitan. “Berkonsultasilah kepada dosen pembimbing akademik dan/atau skripsi bila dirasa perlu teman diskusi. Selain itu, jangan sungkan untuk meminta tolong kepada teman-teman yang lain. Mereka akan sangat membantu,” pesannya.

Secara khusus, Novia juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang menekuni bidang filologi, terutama yang meneliti naskah koleksi nonlembaga. “Menurut saya, ketika ingin melakukan penelitian pada naskah koleksi nonlembaga, kita perlu banyak bertanya tentang pengetahuan naskah kepada pemilik, tidak sekadar meminta izin meneliti saja. Hal itu guna mengetahui peran naskah tersebut dalam kehidupan masyarakat. Upaya itu penting untuk menjaga nilai yang terkandung dalam teks manuskrip,” tambahnya.

Perjalanan Novia Hikmatul Mubarokah selama menempuh studi di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menunjukkan bahwa setiap proses memiliki tantangan dan cerita tersendiri. Di tengah kesibukan akademik, organisasi, hingga pekerjaan paruh waktu, dirinya tetap berusaha menjalani semuanya dengan tekun dan penuh semangat. Capaian IPK tertinggi yang diraihnya pun bukan sekadar angka, melainkan hasil dari proses panjang, dukungan orang-orang terdekat, serta kemauan untuk terus belajar. Harapannya, kisah Novia dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tetap percaya pada proses yang sedang dijalani dan tidak takut untuk terus berkembang.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Setu Sinau: Menghidupkan Kembali Aksara Jawa di Tengah Masyarakat

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 18 Mei 2026

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan berjudul Setu Sinau pada Sabtu (16/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di selasar Malioboro pukul 07.00–09.00 WIB sebagai upaya mengenalkan kembali aksara Jawa kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Pemilihan kawasan Malioboro sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu ruang publik paling ikonik di Yogyakarta, Malioboro menjadi tempat yang strategis untuk menghadirkan pembelajaran budaya secara langsung di tengah masyarakat. Suasana yang terbuka dan ramai membuat kegiatan ini mampu menjangkau peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pelaksanaan Setu Sinau dilatarbelakangi oleh jauhnya generasi muda dari aksara Jawa akibat arus globalisasi dan modernisasi. Melalui kegiatan ini, aksara Jawa tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas yang perlu dijaga dan diwariskan. Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam mendukung implementasi Peraturan Daerah DIY terkait preservasi bahasa, sastra, dan aksara Jawa.

Kegiatan ini menghadirkan dua dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sebagai instruktur, yakni Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum. dan Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A., yang memiliki spesialisasi di bidang filologi. Selain itu, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut berperan sebagai fasilitator, yaitu Ghibran Arsha Daff’a Musaffa’, Bayu Seta Ardiansyah, Dian Patmisari, dan Maysa Putri Fatihah.

Proses pembelajaran dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Peserta diajak mengenal aksara Jawa melalui media seperti flashcard, poster edukasi, serta praktik langsung menulis dan melafalkan aksara Jawa. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami proses belajar secara nyata melalui praktik sederhana.

Metode pembelajaran yang diterapkan selaras dengan nilai dalam pupuh Pocung bait ke-33 karya KGPAA Sri Mangkunegara IV, yaitu ngelmu iku kalakone kanthi laku, yang berarti “ilmu itu diwujudkan melalui tindakan.” Melalui praktik langsung, peserta diajak memahami bahwa belajar budaya tidak cukup hanya dengan mengetahui, tetapi juga perlu dilakukan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Setu Sinau juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, serta poin 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan menghadirkan pembelajaran budaya di ruang publik, kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menjaga keberlangsungan aksara Jawa di tengah perkembangan zaman.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

HMJ Kamastawa dan Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Gelar Sowan Kadang ke UNNES, Pererat Silaturahmi dan Perluas Wawasan Akademik

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 28 April 2026

Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa) menyelenggarakan kegiatan Sowan Kadang ke Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa serta Program Studi Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 57 mahasiswa dan tiga dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarmahasiswa dan dosen dari kedua perguruan tinggi.

Sowan Kadang diselenggarakan dengan tujuan menguatkan tali silaturahmi antara dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM dengan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dan Prodi Sastra Jawa UNNES. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menambah wawasan serta pengalaman akademik mahasiswa melalui kunjungan dan forum diskusi. Adapun peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2024 dan 2025 serta keluarga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari FIB UGM pada pukul 06:00 WIB setelah mengikuti pengarahan singkat. Setibanya di UNNES, kegiatan Sowan Kadang berlangsung pada pukul 09:00–14:00 WIB. Dalam sesi tersebut, masing-masing himpunan mahasiswa memperkenalkan organisasi dan berbagai program kerja yang telah dijalankan. Suasana diskusi berlangsung hangat melalui sesi perkenalan dan berbagi pengalaman antarmahasiswa, sehingga menjadi ruang untuk saling mengenal sekaligus mempererat hubungan antarkedua institusi.

Setelahnya, rombongan UGM dan UNNES melakukan kunjungan ke kawasan Museum Kota Lama Semarang pada pukul 14:00–15:30 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan waktu bebas untuk menikmati kawasan Kota Lama sebelum seluruh peserta UGM bertolak kembali menuju Yogyakarta pada pukul 17:00 WIB.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan hubungan antara Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES dapat semakin erat dan produktif. Di samping memperluas wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperkuat jejaring antarmahasiswa serta mendukung upaya bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Jawa di lingkungan pendidikan tinggi.

Penandatanganan Kerja Sama Balai Bahasa DIY dan Fakultas Ilmu Budaya UGM dalam Penguatan Bahasa dan Sastra

BeritaSDGS Senin, 27 April 2026

Pada Jumat (24/04/2026), Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) melaksanakan penandatanganan kerja sama mengenai sinergi pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra melalui peran strategis perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga kebahasaan dan institusi akademik dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra di tengah dinamika globalisasi.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Drs. Umar Solikhan, M.Hum., selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY bersama Dr. Mimi Savitri, M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Ilmu Budaya. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, kebahasaan, dan pengembangan akademik, seperti program magang mahasiswa, penguatan kompetensi bahasa, pelestarian bahasa daerah, kegiatan ilmiah, serta pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta para kepala balai bahasa dari berbagai provinsi, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas wilayah dalam memperkuat kebijakan sekaligus implementasi program kebahasaan secara nasional.

Dalam sambutannya, Drs. Umar Solikhan, M.Hum., menegaskan bahwa perhatian Balai Bahasa tidak hanya tertuju pada kedudukan bahasa Indonesia, tetapi juga pada keberlangsungan bahasa daerah. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu pekerjaan besar yang perlu segera diperkuat.

“Di Indonesia, jumlah kekayaan bahasa kita sangat luar biasa. Namun, saat ini kondisinya tentu tidak baik-baik saja. Generasi muda kita tampaknya sudah mulai tidak mengenal dan sulit untuk menggunakan bahasa daerah.”

Ia menjelaskan bahwa Balai Bahasa akan memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah melalui beberapa langkah, seperti peningkatan kompetensi guru dan kualitas pengajaran bahasa daerah, penyesuaian kurikulum pembelajaran, serta pemberdayaan komunitas. Dalam konteks tersebut, kerja sama antara Balai Bahasa DIY dan Fakultas Ilmu Budaya menjadi salah satu bentuk langkah konkret untuk mendukung upaya tersebut.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat terbangun ekosistem yang mendukung penguatan identitas kebahasaan dan kesastraan Indonesia maupun daerah, sekaligus mendorong inovasi dalam kajian serta praktik kebahasaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan ialah pengembangan korpus bahasa Jawa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi DIY dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, FIB UGM.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Sosialisasi Fon Aksara Jawa Dorong Pemanfaatan Aksara Jawa Digital

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta, Selasa, 22 April 2026 — Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi fon aksara Jawa di ruang Margono 402. Kegiatan ini ditujukan bagi perwakilan dosen dan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan pemahaman penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala yang selama ini dihadapi civitas academica dalam penggunaan fon aksara Jawa. Sejumlah permasalahan yang kerap muncul antara lain perbedaan tata letak papan tombol dengan sistem huruf Latin, ketidakterbacaan fon pada perangkat tertentu yang ditandai dengan kemunculan simbol tofu atau kotak (tanda tidak terbaca), hingga perbedaan kompatibilitas antara sistem papan tombol atau keyboard layout seperti Windows dan Macintosh. Kondisi tersebut dinilai menghambat penggunaan aksara Jawa, padahal aksara ini menjadi bagian penting dalam kajian serta preservasi budaya di lingkungan program studi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan ini menghadirkan Setya Amrih Prasaja, S.S., M.Pd., alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yang dikenal sebagai pengembang fon aksara Jawa digital. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui teknologi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan proses pengembangan fon dan keyboard layout aksara Jawa, termasuk tantangan teknis yang dihadapi dalam penerapannya di berbagai platform. Ia juga menguraikan langkah-langkah pengenalan aksara Jawa digital di tingkat nasional maupun internasional, serta pengembangan sistem yang dapat dioperasikan pada berbagai perangkat. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah fon aksara Jawa yang dapat diakses secara bebas tanpa kendala lisensi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penggunaan papan tombol dan fon aksara Jawa dalam konteks digital. Lebih lanjut, sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong penyebarluasan pengetahuan kepada civitas academica dan khalayak yang lebih luas, sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus penguatan eksistensi aksara Jawa di era digital.

Penulis           : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Mengikuti Pengembangan dan Pemanfaatan Korpus Bahasa Jawa

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 April 2026

Pada Selasa (21/04/2026), 10 mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan bertajuk “Korpus Kebahasaan yang Dikembangkan” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB di Ruang Pandawa 2, Swiss-Belboutique Yogyakarta. 10 mahasiswa tersebut adalah Andini Nuraini, Arfia Kholifatul Ummamah, Bernadetta Rahayunin Tyas, David Sofyan Wilaynto, Diyah Pitaloka, Inoora Putri Haliza, Marseli Dwitanti, Maysa Putri Fatihah, Pingky Putri Khairani, dan Wreksi Awinanggya Pinandhita.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan dan pemanfaatan korpus, pelestarian bahasa Jawa berbasis korpus, serta teknik pengumpulan dan pengolahan data korpus. Berdasarkan wawancara daring dengan Maysa Putri Fatihah, salah satu peserta, pada 27 April 2026, pertemuan awal difokuskan pada penjelasan teknis serta pembagian tugas. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data awal korpus bahasa Jawa selama 20 hari, dilanjutkan dengan proses pengolahan data seperti pembersihan dan penyuntingan yang berlangsung sekitar satu bulan. Seluruh tahapan awal ini dilakukan oleh peserta yang dalam program tersebut disebut sebagai asisten lapangan. Adapun tahap lanjutan, seperti pengodean, penginputan metadata, hingga finalisasi data, dikelola oleh pihak Balai Bahasa Yogyakarta.

Dalam proses pengembangannya, perangkat korpus yang digunakan adalah AntConc. Data bahasa Jawa dikumpulkan dari berbagai sumber teks tertulis, seperti naskah lama, buku, bab buku, artikel, karya ilmiah, media massa, berita surat kabar, media sosial, blog, karya sastra, cerita rakyat, surat, hingga pidato. Seluruh teks tersebut kemudian melalui proses penyuntingan sebelum diinput ke dalam sistem sebagai bahan korpus.

Berdasarkan penuturan Maysa, dirinya merasa senang dapat menjadi bagian dari program ini. “Saya sangat bersyukur bisa belajar hal baru, apalagi dalam hal teknis pengolahan data korpus yang dipraktikkan secara langsung. Sebelumnya saya sendiri sudah pernah ikut kuliah umum tentang korpus naskah Jawa, tetapi hanya sebatas teoretis saja,” ujarnya.

Pengembangan korpus bahasa Jawa menjadi langkah strategis dalam upaya mereservasi sekaligus mempreservasi bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan bahasa daerah Nusantara. Lebih dari sekadar pelestarian, korpus ini juga membuka peluang pemanfaatan dalam ranah digital humanities, seperti penelitian linguistik, pengembangan bahan ajar, hingga penyusunan kurikulum berbasis data kebahasaan. Program ini sekaligus mencerminkan kolaborasi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan dalam menghadirkan inovasi kebahasaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Author            : Haryo Untoro

Seputar Jawa: Sistem Papan Tombol Aksara Jawa Digital

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 13 April 2026

Mengetik aksara Jawa di perangkat digital sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Alih-alih menampilkan huruf yang diharapkan, layar justru kerap memperlihatkan deretan kotak kosong atau tofu, tanda bahwa fon tidak terbaca dengan baik. Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. Selain keterbatasan fon, perbedaan sistem pengetikan antara huruf Latin dan aksara Jawa juga menyulitkan pengguna dalam beradaptasi. Belum lagi, tata letak papan tombol yang berbeda-beda di setiap sistem operasi, mulai dari Windows, Macintosh, hingga Android. Hal tersebut secara langsung makin menambah sulit upaya penggunaan dan preservasi aksara Jawa, khususnya dalam ranah digital.

Sejumlah fon aksara Jawa sebenarnya telah tersedia dan dapat digunakan secara bebas, seperti NyK Ngayogyan dan NyK Ngayogyan Jejeg yang dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, persoalan tidak berhenti pada tampilan visual. Tanpa sistem papan tombol yang seragam, pengguna tetap menghadapi hambatan dalam praktik pengetikan sehari-hari.

Kondisi ini mendorong pengembangan sistem papan tombol aksara Jawa berbasis keyboard aksara nusantara SNI 9048. Sistem ini disusun dengan merujuk pada naskah Serat Wulangreh sebagai pijakan kultural, sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan pada berbagai perangkat digital. Melalui standarisasi ini, diharapkan tercipta keseragaman dalam pengetikan aksara Jawa, sehingga pengguna tidak lagi harus beradaptasi dengan sistem yang berbeda-beda.

Sistem papan tombol tersebut kini telah tersedia untuk berbagai perangkat dan dapat diakses secara bebas oleh masyarakat. Pengguna dapat mengunduh dan memasangnya sesuai dengan sistem operasi yang digunakan, baik Windows, Machintoh, maupun Android. Pengunduhan sistem papan tombol aksara Jawa dapat dilakukan melalui  https://wongsayuk.webnode.page/my-work/ atau https://wongsaayuk.webnode.page dengan memilih menu lèsèhan. Pada laman tersebut, tersedia bagian “Kejboard Aksara Djawa”, lalu pilih sistem SNI Nataksara dalam berbagai format sesuai perangkat, yaitu file.exe untuk Windows, file.dmg untuk Macintosh, dan file.apk untuk Android.

Setelah proses pengunduhan dan instalasi, pengguna disarankan untuk melakukan restart perangkat apabila sistem belum dapat langsung digunakan. Selain itu, panduan pemasangan (pitoedoeh) juga disediakan untuk memudahkan proses instalasi, sehingga sistem dapat digunakan secara optimal.

Setelah sistem terpasang, pemahaman terhadap tata letak papan tombol menjadi langkah penting berikutnya. Pengguna perlu mengetahui perbedaan antara sistem berbasis SNI 9048 dengan sistem bawaan perangkat, khususnya pada perangkat Windows. Perbedaan tersebut dapat diamati melalui gambar di bawah ini.

Papan tombol aksara Jawa versi SNI 9048
Diunduh dari Papan tombol aksara Djawa versi SNI 9048, oleh S.A. Prasaja, t.t. wongsayuk (https://wongsayuk.webnode.page/my-work/).

Papan tombol aksara Jawa versi Windows
Diunduh dari Papan tombol aksara Djawa versi Windows, oleh S.A. Prasaja, t.t. wongsayuk (https://wongsayuk.webnode.page/my-work/).

Penerapan sistem papan tombol yang terstandarisasi ini menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi pengguna. Lebih dari itu, kehadiran aksara Jawa di ruang digital tidak sekadar berfungsi sebagai elemen visual, melainkan juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya di tengah perkembangan teknologi.

Pada akhirnya, pelestarian aksara Jawa tidak cukup berhenti pada upaya mempertahankan, tetapi juga menuntut keberanian untuk mengembangkan dan menyesuaikannya dengan zaman. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak menjadi kunci, agar aksara Jawa tidak hanya tetap hidup, tetapi juga hadir dan berdaya di tengah ekosistem digital yang terus bergerak.

 

Penulis           : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

 

Daftar Gambar

Prasaja, S.A. (t.t.) Papan Tombol Aksara Djawa Versi SNI 9048. Wongsayuk. https://wongsayuk.webnode.page/my-work/

Prasaja, S.A. (t.t.) Papan Tombol Aksara Djawa Versi Windows. Wongsayuk. https://wongsayuk.webnode.page/my-work/

First Gathering Kabinet Sahacitta HMJ Kamastawa: Ajang Perkenalan dan Penguatan Kebersamaan

BeritaMahasiswaSDGS Senin, 6 April 2026

Pada hari Sabtu (4/4/2026), Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, atau HMJ Kamastawa, menyelenggarakan kegiatan first gathering atau pertemuan perdana Kabinet Sahacitta di Auditorium Gedung Soegondo lantai 7. Kegiatan ini digelar sebagai sarana untuk membangun keakraban antarpengurus sekaligus memperkenalkan struktur organisasi serta rencana program kerja selama satu periode kepengurusan.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan open gate, yang kemudian dilanjutkan dengan sajian cokekan sebagai pembuka suasana. Selain dihadiri oleh seluruh pengurus dan mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas kemahasiswaan.

Acara selanjutnya dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Pelaksana dan Ketua HMJ Kamastawa 2026. Dalam kesempatan tersebut, pembina HMJ Kamastawa, Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A., turut memberikan sambutan sekaligus meresmikan Kabinet Sahacitta secara simbolis.

Memasuki sesi utama, pengurus memperkenalkan Kabinet Sahacitta dengan memaparkan filosofi nama, identitas visual, serta arah gerak organisasi. Secara etimologis, “Sahacitta” berasal dari bahasa Sanskerta, yakni saha yang berarti ‘bersama’ dan citta yang bermakna ‘rasa’. Penamaan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam satu kesadaran untuk mencapai tujuan organisasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan struktur divisi dan jajaran pengurus yang akan menjalankan program kerja selama satu periode. Masing-masing divisi menjelaskan fungsi dan fokus kerjanya sebagai bagian dari upaya pengembangan organisasi, sekaligus kontribusi dalam pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra, serta budaya Jawa.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama yang menandai dimulainya kepengurusan Kabinet Sahacitta. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dapat bekerja secara sinergis dalam menguatkan peran organisasi, baik di lingkungan akademik maupun dalam masyarakat luas.

Penulis           : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Dinobatkan sebagai Insan Berprestasi Kalangan Mahasiswa Tahun 2026

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 12 Maret 2026

Pada hari Selasa (3/3/2026), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-80. Di tengah khidmatnya perayaan tersebut, penghargaan "Insan Berprestasi Unsur Mahasiswa" diberikan kepada individu-individu terpilih, salah satunya adalah Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

Terpilihnya Ghibran sebagai Mahasiswa Berprestasi bukan tanpa alasan. Ghibran dikenal sebagai mahasiswa yang akif berkiprah di lini kebudayaan Jawa. Beberapa capaian yang pernah ia dapatkan di antaranya Juara 3 Lomba Dongeng Temu Budaya Nusantara, Juara Harapan 2 Lomba Pranatacara Remaja Kompetisi Bahasa dan Sastra Kabupaten Bantul 2025, dan terpilih sebagai finalis Dimas Diajeng Kota Jogja 2025.

Selain perlombaan, Ghibran juga aktif di berbagai kegiatan lainnya. Ia pernah terlibat sebagai pemeran dalam lakon Adisari Cahaya Kasih di Balik Penaklukan, bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) pada Closing Ceremony Wonderful Indonesia Wellness, hingga menjadi pendongeng dalam Field Program Dimas Diajeng Jogja di Desa Wisata Sleman.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, Ghibran mengungkapkan bahwa perjalanannya merupakan proses yang panjang. Dalam wawancara daring pada Jumat (24/4/2026), ia menceritakan bahwa dorongan untuk berprestasi sudah tumbuh sejak bangku sekolah dasar.

“Motivasi saya dimulai dari hal sederhana dan mungkin terdengar lucu. Sedari SD, saya ingin mendapatkan uang saku tambahan karena ekonomi keluarga kami saat itu kurang mampu,” ungkap Ghibran. Ia mengenang masa ketika uang jajannya hanya sejumlah Rp2.000 saat kelas 4 SD. Ketika itu, sang Ibu memberi tantangan kepadanya agar uang saku itu tidak habis. Dari sana, ia justru membuatnya melirik lomba-lomba berhadiah.

Kemenangan pertamanya dalam lomba Ngudar Kawruh Tembang se-Kabupaten Bantul menjadi titik balik. Sejak saat itu, Ghibran menyadari bahwa prestasi bukan sekadar uang tetapi sebagai jalan pembuka. Dengan prestasi yang ia toreh, ia dapat masuk SMP melalui jalur prestasj hingga kesempatan tampil di media nasional seperti TVRI.

Memasuki jenjang perkuliahan di UGM, Ghibran berprinsip untuk memberikan kontribusi nyata bagi almamater. “Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling mencolok di akademik murni, tapi saya selalu berusaha memberi 'kenang-kenangan' berupa trofi bagi universitas,” tuturnya. Puncaknya, ia berkesempatan membacakan puisi di hadapan Menteri Pendidikan RI pada tahun 2024.

Baginya, gelar Mahasiswa Berprestasi bukan sekadar penghargaan. Ada rasa syukur, tapi juga beban tanggung jawab yang ia rasakan. Hal itu malah jadi penyemangat untuk terus berkarya. “Rencana saya ke depan, saya ingin lulus tepat waktu, tapi tetap aktif ikut lomba. Saya ingin terus jadi pribadi yang bermanfaat” terangnya.

Ia juga membagikan resep konsistensinya. Sejak dulu, ia terbiasa menuliskan target-targetnya di selembar kertas dan menempelnya di dinding kamar. “Jangan pernah malu untuk bermimpi besar. Bagi saya, bermimpi adalah langkah awal dari sebuah pencapaian. Melalui kerja keras dan doa, satu per satu impian tersebut menjadi kenyataan,” pungkasnya. Ia juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam setiap proses, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi kegagalan.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

1234…22

Recent Post

  • Menjaga Tradisi Batik Yogyakarta melalui Karya Aji Setyowijaya, Alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    Juli 31, 2026
  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Merawat Seni Menjaga Harmoni, Gamasutra Tampil di Festival Karawitan Filsafat UGM 2026
    Juli 20, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Rilis Berita

  • Menjaga Tradisi Batik Yogyakarta melalui Karya Aji Setyowijaya, Alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    Juli 31, 2026
  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Merawat Seni Menjaga Harmoni, Gamasutra Tampil di Festival Karawitan Filsafat UGM 2026
    Juli 20, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY