• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • 2026
  • Agustus
Arsip 2026:

Agustus

Mahasiswi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Dokumentasikan Bahasa Temanggung dan Aksara Jawa melalui KKN-PPM di Desa Bansari

BeritaKarya MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 19 Agustus 2026

Mahasiswi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (BSBJ), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Eka Nur Cahyani, melaksanakan program pelestarian bahasa dan aksara daerah dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026. Eka yang merupakan mahasiswa angkatan 2023 tergabung dalam unit KKN Waksudha Bansari 2026 dengan kode JT123 yang melaksanakan pengabdian di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Selama berada di Desa Bansari, Eka menjalankan dua program yang berkaitan dengan bidang keilmuannya, yaitu Nyinau Basa Temanggungan dan Ayo Sinau Aksara Jawa. Program pertama berfokus pada pendokumentasian Bahasa Temanggung dialek Bansari, sedangkan program kedua ditujukan untuk mengenalkan Aksara Jawa kepada siswa SDN Bansari, tepatnya di dusun Pringapus, desa Bansari.

Melalui program Nyinau Basa Temanggungan, Eka menyusun buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari. Data kosakata dikumpulkan melalui wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat yang merupakan penutur asli menggunakan daftar 200 kata Swadesh. Daftar 200 Kata Swadesh (Swadesh 200-word list) merupakan daftar kosakata dasar yang disusun oleh ahli linguistik Morris Swadesh pada tahun 1952. Daftar ini berisi sekitar 200 konsep universal yang diperkirakan dimiliki oleh hampir semua bahasa serta relatif stabil keberadaannya, jarang dipinjam, serta cenderung bertahan dalamwaktu yang lama (Swadesh, 1952).  Data tersebut kemudian dianalisis dan disusun menjadi lema dalam buku saku yang dilengkapi dengan kategori kata serta padanan bahasa Indonesia. Uniknya, penyusunan kamus tersebut juga menjadi penerapan pengetahuan yang diperoleh dari mata kuliah Leksikografi dan Linguistik Interdisipliner. Buku saku tersebut diharapkan dapat mendokumentasikan kosakata Bahasa Temanggung dialek Bansari yang masih digunakan masyarakat sekaligus menjadi media untuk mengenalkan bahasa dan budaya lokal dalam mendukung pengembangan Desa Bansari sebagai desa wisata.

Selanjutnya, program kedua yaitu Ayo Sinau Aksara Jawa dilaksanakan bersama siswa SD Negeri Bansari. Kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama guru untuk mengetahui kondisi pembelajaran Aksara Jawa di sekolah. Selanjutnya, materi diberikan melalui flashcard, permainan edukatif, praktik membaca dan menulis, serta pengenalan kaidah penulisan Aksara Jawa.

Antusiasme Para Siswa SDN Bansari dalam Mengikuti Program
Ayo Nyinau Aksara Jawa

Selain membaca dan menulis, Eka juga mengenalkan iluminasi rerenggan pada naskah Jawa kepada para siswa. Iluminasi merupakan pencerahan atau pemertinggi kesan atas halaman naskah melalui teknik penulisan, pola pewarnaan, hiasan dekoratif dan pembingkai teks, rubrikasi, kaligrafi (Behrend, 1996), termasuk pula wedana, rerenggan dan gambar penanda bait (Saktimulya, 2015). Setelah mendapatkan pengenalan mengenai rerenggan sebagai hiasan pada naskah, siswa diajak menghias nama mereka yang telah ditulis menggunakan Aksara Jawa. Dengan kegiatan tersebut, siswa tidak hanya berlatih menulis aksara, tetapi juga mengenal unsur seni dan estetika dalam tradisi naskah Jawa.

Dalam pelaksanaannya, kedua program tersebut tentu juga menghadapi sejumlah tantangan. Pada program Nyinau Basa Temanggungan, misalnya, ditemukan perbedaan penyebutan beberapa kosakata antargenerasi. Kondisi tersebut membuat Eka perlu melakukan verifikasi kepada beberapa narasumber untuk memastikan ketepatan data yang diperoleh. Sementara itu, pada program Ayo Sinau Aksara Jawa, tantangan muncul dari kemampuan siswa yang beragam serta anggapan bahwa Aksara Jawa merupakan materi yang sulit dipelajari.

Meski demikian, kedua program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pihak sekolah. Dalam penyusunan kamus, masyarakat dan perangkat desa turut memberikan informasi mengenai kosakata yang masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. Di sekolah, siswa mengikuti kegiatan Ayo Sinau Aksara Jawa dengan antusias, baik melalui permainan maupun praktik menulis aksara. Menurut Eka, penggunaan media pembelajaran yang interaktif menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Aksara Jawa.

Pelaksanaan KKN-PPM tersebut menghasilkan dua luaran utama. Program Nyinau Basa Temanggungan menghasilkan buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari dalam bentuk cetak dan digital yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/file/d/1z5jleLMjLUoRQkwSGrtL1JaqMt6VZSOK/view

Sementara itu, program Ayo Sinau Aksara Jawa menghasilkan sejumlah karya siswa berupa iluminasi rerenggan pada tulisan Aksara Jawa. Kedua luaran tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan bahasa lokal sekaligus mengenalkan aksara dan seni tradisi Jawa kepada generasi muda.

Beberapa contoh karya siswa SDN Bansari

Program KKN-PPM seperti yang dilakukan Eka menjadi salah satu bentuk nyata pengenalan, pelestarian, dan pembumian kekayaan budaya daerah, khususnya bahasa dan budaya Jawa, melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Melalui penyusunan buku saku Kamus Bahasa Temanggung dialek Bansari dan pembelajaran Aksara Jawa bagi siswa sekolah dasar, pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) poin 4 tentang pendidikan bermutu dan poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan sekolah.

Penulis           : Eka Nur Cahyani & Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Daftar Pustaka

Behrend, T. E. (1996). Textual Gateways: The Javanese Manuscript Tradition. Dalam A. Kumar & J. H. McGlynn (Ed.), Illuminations: The Writing Traditions of Indonesia: Featuring Manuscripts from the National Library of Indonesia (hlm. 161–200). The Lontar Foundation; New York & Tokyo: Weatherhill, Inc. https://books.google.com/books?id=-n5iAAAAMAAJ 

Swadesh, M. (1952). Lexico-statistic dating of prehistoric ethnic contacts. Proceedings of the American Philosophical Society, 96(4), 452–463.

Saktimulya, S. R. (2015). Naskah-Naskah Skriptorium Pakualaman Periode Paku Alam II (1830–1858): Kajian Kodikologi, Filologi, dan Hermeneutika. École française d'Extrême-Orient.

 

Kiprah Mahasiswa dan Alumni Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam Pionir Kampung Budaya 2026

AlumniBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 10 Agustus 2026

Pertanyaan seperti “Nek kuliah neng Sastra Jawa ’ki arep dadi dukun ’pa?” (Kalau kuliah di Sastra Jawa, mau jadi dukun?) barangkali masih dijumpai sebagai bentuk anggapan masyarakat terhadap bidang kajian bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Padahal, ruang pengembangan diri bagi mahasiswa di bidang tersebut dapat hadir dalam beragam bentuk, termasuk seni pertunjukan, kepemanduan acara, hingga kegiatan kebudayaan.

Hal tersebut salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Pionir Kampung Budaya 2026. Sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut melalui berbagai peran. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berasal dari kegiatan akademik, tetapi juga melalui unit kegiatan mahasiswa dan pengalaman di bidang seni serta kepemanduan acara.

Salah satu yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Gamelan Sastra Nusantara (Gamasutra), unit kegiatan mahasiswa di bawah Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa). Gamasutra tampil mengiringi kegiatan pada pagi hari sekaligus menyambut kedatangan mahasiswa baru atau Mahadaya angkatan 2026. Kelompok tersebut juga turut mengiringi rangkaian pembukaan hingga peresmian Pionir Kampung Budaya 2026.

Selain Gamasutra, Ratnaraya, unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang seni tari, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang tergabung dalam Ratnaraya menampilkan Tari Golek Ayun-Ayun Jugag, salah satu tari khas Yogyakarta yang menggambarkan sosok remaja perempuan yang beranjak dewasa dan tengah mencari jati diri. Keterlibatan kedua unit kegiatan mahasiswa tersebut menunjukkan aktivitas mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang seni dan kebudayaan.

Keterlibatan mahasiswa juga tampak dalam bidang kepemanduan acara. Dua mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yaitu Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ dan Ananda Choirul Nur Alalia, dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam Pionir Kampung Budaya 2026. Ghibran merupakan mahasiswa angkatan 2024, sedangkan Ananda merupakan mahasiswa angkatan 2025. Keduanya telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pewaraan di berbagai kesempatan.

Tidak hanya mahasiswa aktif, alumni Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Nurma Aisyah, S.S., yang merupakan alumni program studi dan saat ini berkiprah sebagai pewara serta jurnalis di Tribunnews, hadir sebagai salah satu pembicara. Kehadiran alumni tersebut menjadi bagian lain dari keterlibatan lulusan Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang profesional yang berkaitan dengan komunikasi dan media.

Berbagai peran tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam kegiatan kampus dapat berlangsung melalui bidang yang beragam. Pengetahuan mengenai bahasa, sastra, dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan keterampilan lain, seperti seni pertunjukan, komunikasi publik, kepemimpinan, dan kepemanduan acara.

Keterlibatan dalam kegiatan seperti Pionir Kampung Budaya 2026 juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar perkuliahan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun dunia profesional.

Berdasarkan hal tersebut, diharapkan mahadaya dapat terus belajar dan mengembangkan diri, baik melalui perkuliahan maupun berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mahasiswa sesuai dengan bidang yang diminati.

 

Penulis             : Haryo Untoro
Editor                : Haryo Untoro

Gamasutra Meriahkan Pionir Kampung Budaya 2026

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 6 Agustus 2026

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pionir Kampung Budaya pada Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian Pionir Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pengenalan lingkungan fakultas bagi Mahadaya 2026 sekaligus memperkenalkan berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di FIB UGM.

Salah satu kegiatan yang turut mewarnai pembukaan Pionir Kampung Budaya 2026 adalah penampilan Gamelan Sastra Nusantara (Gamasutra). Sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang tergabung dalam Gamasutra berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui penampilan karawitan. Gamasutra merupakan wadah bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap seni karawitan serta ingin mempelajari dan mengembangkan kemampuan dalam memainkan gamelan.

Alunan gamelan Gamasutra mengiringi pembukaan Pionir Kampung Budaya 2026 dan menyambut kedatangan para Mahadaya. Penampilan tersebut juga mengiringi kehadiran Ketua Pionir Kampung Budaya 2026, Presiden Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) 2026, Dekan FIB UGM beserta jajaran, serta para ketua program studi di lingkungan FIB UGM. Kehadiran Gamasutra menjadi bagian dari rangkaian acara yang memperkenalkan kehidupan fakultas kepada mahasiswa baru melalui pengalaman seni dan budaya.

Penampilan Gamasutra berlanjut pada prosesi peresmian Pionir Kampung Budaya 2026. Keterlibatan mahasiswa dalam prosesi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyambutan mahasiswa baru tidak hanya berlangsung melalui pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas seni dan budaya di lingkungan fakultas.

Bagi Gamasutra, keterlibatan dalam Pionir Kampung Budaya menjadi salah satu ruang untuk mempraktikkan kemampuan karawitan sekaligus memperkenalkan seni gamelan kepada mahasiswa baru. Sementara bagi Mahadaya 2026, penampilan tersebut menjadi bagian dari pengalaman awal dalam mengenal kehidupan kemahasiswaan di FIB UGM, termasuk berbagai wadah pengembangan minat dan kegiatan seni yang dapat diikuti selama masa studi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FIB UGM dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, keterampilan, dan pengalaman berkesenian. Sebagai lingkungan akademik yang mempelajari bahasa, sastra, dan budaya, FIB UGM memandang kegiatan seni dan budaya sebagai bagian yang dapat melengkapi pengalaman pendidikan mahasiswa di luar pembelajaran di ruang kelas. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui pengembangan pengalaman dan potensi mahasiswa serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan fakultas.

Melalui Pionir Kampung Budaya 2026, keterlibatan Gamasutra mempertemukan proses pengenalan mahasiswa baru dengan praktik seni yang dijalankan oleh mahasiswa FIB UGM. Bagi Mahadaya 2026, pengalaman tersebut menjadi bagian dari awal perjalanan mereka dalam mengenal lingkungan fakultas, termasuk ruang-ruang yang memungkinkan mereka untuk belajar, berkarya, dan terlibat dalam kehidupan kemahasiswaan di FIB UGM.

 

Penulis           : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Recent Post

  • Mahasiswa Fast Track Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Ikuti Konferensi Internasional Kajian Linguistik
    September 14, 2026
  • Divisi Keilmuan HMJ Kamastawa Gelar Sosialisasi KRS dan Perkuliahan bagi Mahadaya 2026
    September 11, 2026
  • Mengenal Lebih Dekat Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa melalui Sesi Keprodian pada Pionir Kampung Budaya 2026
    September 7, 2026
  • Awali Program Pengabdian Masyarakat, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Gelar Pertemuan Perdana di SMA Negeri 1 Depok
    September 4, 2026
  • Mahasiswi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Dokumentasikan Bahasa Temanggung dan Aksara Jawa melalui KKN-PPM di Desa Bansari
    Agustus 19, 2026

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul   Sep »
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul   Sep »

Rilis Berita

  • Mahasiswa Fast Track Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Ikuti Konferensi Internasional Kajian Linguistik
    September 14, 2026
  • Divisi Keilmuan HMJ Kamastawa Gelar Sosialisasi KRS dan Perkuliahan bagi Mahadaya 2026
    September 11, 2026
  • Mengenal Lebih Dekat Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa melalui Sesi Keprodian pada Pionir Kampung Budaya 2026
    September 7, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY