• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 20
Arsip:

Berita

Kuliah Umum “Problematik Tata Bahasa Jawa Kuna” Bersama Drs. Soeharto Mangkusudarmo

BeritaSDGS Jumat, 12 November 2021

(Gambar: Poster Kuliah Umum)

Yogyakarta – Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan kuliah umum berjudul Problematik Tata Bahasa Jawa Kuna. Dalam kuliah umum kali ini, Program Studi Sastra Jawa menghadirkan narasumber ahli, yaitu Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum., seorang dosen purna tugas Sastra Jawa UGM. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika UGM yang dilaksanakan pada Kamis (11/11) melalui Zoom Meeting.

(Gambar: Cuplikan Zoom Meeting)

Kegiatan kuliah umum ini turut menghadirkan salah satu dosen Sastra Jawa UGM dengan fokus mata kuliah yang sama dengan narasumber (perihal bahasa Jawa Kuna), yaitu Nurmalia Habibah, S.S. M.A., sebagai moderator. Lengkap dengan salah satu mahasiswi Sastra Jawa, Enjang Prasetyo Wening, sebagai Master of Ceremony (MC).

“Problematik tata bahasa Jawa Kuna adalah tata bahasa Jawa Kuna yang masih menimbulkan masalah,” ujar Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum.

Sesuai dengan judul yang diangkat, Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum., menjelaskan secara rinci mengenai permasalahan-permasalahan yang timbul dalam tata bahasa Jawa Kuna. Hal yang menjadi permasalahan mengenai tata bahasa Jawa Kuna ini adalah pemahaman setiap orang yang tidak selalu sama dan cenderung berbeda. Permasalahan juga terletak pada sintaksis atau tata kalimatnya. Penguasaan mengenai tata bahasa Jawa Kuna akan mendukung siapapun yang mempelajari dan memahami teks-teks berbahasa Jawa Kuna, khususnya dalah teks-teks parwa.

Ulasan dan penjelasan mengenai tata bahasa Jawa Kuna dipaparkan secara jelas dan rinci, didukung materi yang telah beliau persiapkan. Contohnya adalah mengenai fonologi bahasa Jawa Kuna. Tanda fonemis yang berbeda dalam huruf yang menjelaskan pembacaan bahasa Jawa Kuna juga sudah mengandung arti yang berbeda. Inilah yang membuat bahasa Jawa Kuna sedikit sulit. Beliau juga mengatakan, ketepatan membaca bahasa Jawa Kuna sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan persepsi makna.

Setelah Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum., selesai memaparkan semuanya, sesi pertanyaan dibuka oleh moderator. Sesi pertanyaan dan jawaban berlangsung interaktif hingga di penghujung acara.  Kuliah umum dilaksanakan dua jam penuh, mulai dari jam 13.00 hingga 15.00 WIB.

Sementara itu, Dr. Daru Winarti, M.Hum., selaku Ketua Prodi Sastra Jawa yang turut hadir pada kuliah umum ini menyampaikan terima kasih kepada narasumber, moderator, MC, dan rekan-rekan yang telah hadir, serta harapan agar siapapun yang hadir pada kuliah umum tersebut dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan lebih banyak wawasan, serta lebih tertarik pada bidang bahasa Jawa Kuna, karena bidang tersebut membutuhkan ahli sekaligus harus dipelajari secara serius karena tingkatannya yang lebih sulit. Beliau juga menyampaikan harapan kepada Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum., agar beliau dapat turut membantu dalam membimbing mahasiswa-mahasiswa Sastra Jawa, khususnya dalam memahami perihal bahasa Jawa Kuna.

“Semoga kalian mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Mudah-mudahan kalian akan lebih banyak wawasan dan kemudian lebih tertarik pada bidang ini,” ujar Dr. Daru Winarti, M.Hum.

 

 

Penulis: Vighna R. Hernawan

Kuliah Umum “Sastra Jawa Modern: Dari Padmasusastra ke Suparto Brata” Bersama Drs. Akhmad Nugroho, S.U.

BeritaSDGS Rabu, 10 November 2021

Yogyakarta – Program Studi Sastra Jawa Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan kuliah umum bersama Bapak Drs. Akhmad Nugroho, S.U., dosen purna tugas Prodi Sastra Jawa UGM sebagai narasumber ahli, perkuliahan ini membahas lebih dalam mengenai Sastra Jawa Modern: Dari Padmasusastra ke Suparto Brata. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika UGM yang dilaksanakan pada Selasa (9/11) melalui Zoom Meeting.

Dalam kuliah umum kali ini turut menghadirkan salah satu dosen Prodi Sastra Jawa yaitu Bapak Rudy Wiratama, S.IP., M.A. sebagai moderator dan salah satu mahasiswa Sastra Jawa Angkatan 2019 yaitu Eka Pradipta Kalingga Murda sebagai Master of Ceremony (MC). read more

Mahasiswa Sastra Jawa UGM Berhasil Meraih Juara I Lomba Poster Ilmiah Literasi Kebencanaan 2021

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 2 November 2021

Seminar Internasional Literasi Sejarah Kebencanaan diselenggarakan atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia, U-INSPIRE Indonesia, dan dukungan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Syiah Kuala, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana, IABI, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA), CARI, serta Amcolabora Research Institute. Seminar Internasional ini bertujuan untuk memperkuat misi literasi kebencanaan agar menjadi pembelajaran, pengingat, dan penguat masyarakat dengan kualitas literasi yang baik serta membangun peradaban baru Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Melalui seminar bertajuk: “Literasi Sejarah Kebencanaan sebagai Warisan Ketangguhan Masa Lalu, Kini, dan Nanti” ini, dilakukan perekatan dan penyusunan kembali berbagai pembelajaran lintas disiplin ilmu, keahlian, dan keterampilan terkait sejarah kebencanaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Ambon pada Rabu - Kamis, 13-14 Oktober 2021.

Gambar: Pengumuman pemenang lomba poster ilmiah digital

di laman resmi BNPB

Dalam rangka penyadartahuan masyarakat khususnya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai literasi sejarah kebencanaan maka, diperlukan media yang sesuai dan disukai serta mudah dipahami. Pada era digital seperti saat ini, penyebarluasan informasi berbasis digital menjadi medium yang mudah dipahami dan diterima khalayak umum. Media digital berbasis kreativitas menjadi produk yang mudah disebarluaskan melalui portal-portal yang tersedia secara gratis. BNPB juga menyelenggarakan beberapa kegiatan side event berupa lomba yang berkaitan dengan Literasi Sejarah Kebencanaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mempelajari atau mengetahui sejarah kebencanaan dan mendorong kreativitas masyarakat dalam menerjemahkan informasi tersebut ke dalam sebuah karya. Kategori lomba yang digelar ialah sebagai berikut (1) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk setingkat SD yang didampingi oleh guru sejarah di sekolahnya; (2) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk masyarakat umum; (3) Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan untuk mahasiswa; (4) Lomba Story Map Literasi Sejarah Kebencanaan.

Di antara banyak mahasiswa yang mengikuti perlombaan, Sahmu Hidayat merupakan salah seorang mahasiswa Sastra Jawa UGM angkatan 2017 yang ikut ambil bagian di dalam kompetisi tersebut. Dirinya berhasil meraih juara I dalam kategori Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan.

Gambar: Poster ilmiah digital bertajuk

“Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”

Tajuk poster ilmiah yang diusungnya yakni “Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”. Hal yang melatarbelakangi idenya yaitu karena banyaknya peristiwa bencana yang kerap melanda Pulau Jawa. Peristiwa-peristiwa lampau berupa kebencanaan menjadi sebuah catatan sejarah yang terekam dalam sebuah memori kolektif tradisional Jawa.  Memori tersebut diabadikan oleh masyarakat Jawa dalam beberapa catatan tradisional berupa naskah.

Menurut pendapatnya, naskah tersebut memuat sebuah citraléka bancana atau semacam petunjuk gambaran bencana di masa lalu. Umumnya naskah kuno tersebut menjelaskan jenis, penyebab, cara menghindari, serta apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

Sebagai salah satu contoh yakni Serat Primbon Palintangan Palindhon Pakedutan yang memuat catatan pengetahuan tentang terjadinya gempa bumi pada waktu-waktu tertentu dianggap mengisyaratkan kejadian yang bersifat buruk, baik, netral, maupun campuran, dan berdampak pada manusia, makhluk hidup lain, serta alam. Melalui poster ilmiah yang dibuatnya, dirinya berharap semoga semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya pengetahuan tradisional guna menghadapi problematika yang terjadi di tengah arus modernisasi.

 

Penulis: Sahmu Hidayat

Editor: Anggra Dini

Gugur Gunung 11 Labdhasuksma Jawaloka: Peringatan Ulang Tahun Program Studi Sastra Jawa UGM

BeritaMahasiswaSDGS Selasa, 5 Oktober 2021

(Poster Gugur Gunung 11 "Labdhasuksma Jawaloka")

Gugur Gunung merupakan sebuah acara tahunan yang diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa. Acara Gugur Gunung kali ini mengusung tema “Labdhasuksma Jawaloka”. Kata labdhasuksma berasal dari dua kata, labdha yang berarti tercapai, dijumpai, dan terdapat. Sedangkan, suksma berarti halus, kecil, dan gaib. Sehingga, ketika dua kata ini digabungkan akan bermakna ‘mendapatkan kehalusan (jiwa)’. Adapun kata jawaloka juga berasal dari dua kata, jawa dan loka yang berarti dunia. Sehingga, jawaloka dapat dimaknai dengan dunia jawa. Rangkaian tersebut akhirnya menjadi satu kesatuan makna “Labdhasuksma Jawaloka” yang dapat diartikan sebagai ‘mendapatkan kelembutan hati dan jiwa manusia di dunia Jawa’.

Menjelang acara puncak yang akan dilaksanakan bulan Desember mendatang, terdapat serangkaian perlombaan bernuansa kesusastraan Jawa, antara lain adalah Lomba Ndongeng Jawa, Lomba Kaligrafi Aksara Jawa, dan Lomba Poster Infografis Kebudayaan Jawa. Untuk memudahan, berikut adalah link ketentuan dan pendaftaran lomba:

  1. Lomba Ndongeng Jawa

Link ketentuan: http://bit.ly/ToRNdongengJawa

Link pendaftaran: http://bit.ly/LombaNdongengJawa

  1. Lomba Kaligrafi Aksara Jawa

Link ketentuan: http://bit.ly/ToRKaligrafiAksaraJawa

Link Pendaftaran: http://bit.ly/LombaKaligrafiAksaraJawa

  1. Lomba Poster Infografis Kebudayaan Jawa

Link ketentuan: http://bit.ly/ToRPosterKebudayaanJawa

Link pendaftaran: http://bit.ly/LombaPosterKebudayaanJawa

 

 

Penulis: Vighna R. Hernawan

Kuliah Umum Bahasa Sanskerta

BeritaMahasiswaSDGS Jumat, 1 Oktober 2021

Pada bulan Sepetember 2021, program studi Sastra Jawa menyelenggarakan kuliah umum Bahasa Sanskerta yang bertajuk “Short Course of Basic Sanskerta”. Kuliah tersebut diselenggarakan dua kali dalam bulan September, yaitu pada tanggal 11 dan 18. Tokoh yang menjadi narasumber pada kuliah umum bahasa sanskerta adalah Prof. Viroopaksha V. Jaddipal. Beliau merupakan seorang professor yang berasal dari India. Adapun peserta dari kuliah umum tersebut adalah masyarakat luas, khususnya mahasiswa program studi Sastra Jawa.

Dari banyaknya materi terkait Bahasa Sanskerta, bahan yang didiskusikan pada pertemuan tersebut adalah materi dasar Bahasa Sanskerta, dua di antaranya adalah cara pengucapan kata berbahasa Sanskerta yang benar dan pengetahuan tentang cara penggunaan kata yang tepat dalam merangkai sebuah kalimat. Kuliah umum tersebut diikuti oleh peserta dengan jumlah yang cukup banyak. Meskipun hampir sebagian besar partisipannya adalah mahasiswa dari latar belakang pendidikan sastra Jawa, tetapi ada juga beberapa partisipan dari luar bidang Sastra Jawa.

Melalui kuliah umum tersebut, banyak hal yang dapat dipelajari. Bukan hanya tentang bagaimana cara belajar Bahasa Sanskerta dengan baik dan benar, namun hal tersebut juga sebagai pengingat bagi kita, bahwa mempelajari bahasa-bahasa lain juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan dalam kegiatan belajar. Seperti pengakuan yang dituturkan oleh salah satu mahasiswa program studi Sastra Jawa Angkatan 2020, Muhammad Ikhsan, bahwa dirinya senang bisa belajar bahasa Sanskerta dengan ahlinya secara langsung. Bahasa Sanskerta yang semula dirasa sulit, menjadi cukup bisa dipahami melalui kuliah umum tersebut.

Kemampuan multi bahasa memang bukan hal yang utama untuk masyarakat umum, namun bagi para civitas akademik, khususnya mahasiswa yang ingin menggali ilmu lebih dalam, kemampuan multi bahasa sangat diperlukan. Melalui kemampuan tersebut, akan semakin memudahkan para mahasiswa untuk mempelajari sumber-sumber pengetahuan dalam bahasa-bahasa lain, sehingga mereka akan memiliki pengetahuan yang semakin luas. Dalam hal ini, multi bahasa juga berguna sebagai penunjang karier. Kemampuan multi bahasa menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan penyelenggara kerja, apalagi di era yang semakin modern seperti saat ini.

Apa Itu “Gugur Gunung”?

Ambal WarsaBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 8 September 2021

Gugur Gunung merupakan peringatan hari ulang tahun program studi Sastra Jawa yang menjadi salah satu program tahunan yang rutin dilaksanakan. Acaranya biasa dilaksanakan rutin pada bulan Oktober. Bukan hanya sebagai acara peringatan, namun Gugur Gunung ini juga menjadi jembatan untuk membantu merekatkan tali silaturahmi antar civitas akademika program studi Sastra Jawa. Melalui sederet rangkaian acara yang disiapkan, semua civitas akademika dapat ikut bergabung dan memeriahkan acara tahunan tersebut.

Berbagai acara dirangkai sedemikian rupa sehingga membuat peringatan ulang tahun program studi Sastra Jawa menjadi semakin meriah. Adapun rangkaian acara yang menjadi pelengkap peringatan ulang tahun program studi Sastra Jawa tersebut antara lain, lomba membuat poster bertema kebudayaan, lomba membuat infografis kebudayaan, webinar, dan pada puncak acara diakhiri dengan pentas seni dari mahasiswa program studi Sastra Jawa.

Acara Gugur Gunung menjadi salah satu acara tahunan terbesar yang dilaksanakan oleh program studi Sastra Jawa. Selain memperingati hari ulang tahun program studi Sastra Jawa, Gugur Gunung juga menjadi simbol untuk menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan karena program studi Sastra Jawa tetap berjaya hingga saat ini.

Sastra Jawa Berbagi

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 2 September 2021

Minggu (22/08/2021), Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA) melakukan sebuah aksi peduli sesama di daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan peduli sesama tersebut bernama Sastra Jawa Berbagi. Sastra Jawa Berbagi adalah sebuah program kerja KAMASTAWA dari divisi Sosial Masyarakat. 

Melalui Sastra Jawa Berbagi, seluruh civitas akademika program studi Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, berkesempatan untuk berkontribusi dengan memberikan bantuan berupa dana dan pakaian layak pakai. Penggalangan dana serta baju layak pakai tersebut dilakukan oleh panitia yang dimulai pada tanggal 23 Juli sampai 10 Agustus 2021 dengan hasil uang tunai sebesar Rp 1.050.000,00 dan 10 kantong besar pakaian layak pakai.

Banyak yang mengira bahwa seluruh masyarakat di daerah Yogyakarta mungkin sudah terjamin kesejahteraannya. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan serta kepedulian kita seperti warga Desa Kalirejo, Sangon II, Kec. Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Tidak hanya satu atau dua orang, tetapi hampir sebagian besar masyarakatnya memiliki keterbelakangan, baik itu secara mental, psikis, maupun ekonomi. 

Kala itu, teman-teman KAMASTAWA berkesempatan untuk mengunjungi secara langsung masyarakat yang berkebutuhan khusus sebanyak kurang lebih tiga puluh keluarga. Kegiatan tersebut juga melibatkan Lembaga Kesejahteraan Sosial "Baitunnajah" Desa Kalirejo Kec. Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta.

Meskipun harus melalui akses jalan yang kurang memadai, namun hal itu tidak menyurutkan niat teman-teman Kamastawa untuk melakukan kegiatan tersebut. Kepedulian serta ketulusan yang diberikan melalui paket kebutuhan bahan-bahan pokok, menciptakan senyum bagi mereka yang menerimanya. Tentu saja hal itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi teman-teman Kamastawa yang dapat berkontribusi secara langsung pada kegiatan tersebut.

Penulis & editor : Anggra Dini

Pergantian Nama HMJ KAMASUTRA Menjadi HMJ KAMASTAWA

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 5 Mei 2021

Yogyakarta - Pada hari Senin, 3 Mei 2021, pukul 15.41 WIB, menjadi momen yang bersejarah bagi KAMASUTRA (Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara), sebuah organisasi HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang berada di bawah naungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), telah resmi berganti nama menjadi KAMASTAWA (Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa).

Secara etimologis, KAMASTAWA berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian. Secara keseluruhan, arti Kamastawa merupakan harapan agar Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa untuk senantiasa saling mengasihi, menyayangi dan memiliki jiwa loyalitas yang tinggi terhadap Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa.

Proses penetapan perubahan nama ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan Ketua Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022, Na’il Yuwana Firdaus, sebagai penandatangan resmi perubahan nama. Selanjutnya, keputusan ini mendapatkan persetujuan dari pembina Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, yakni dosen Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dengan bidang studi filologi, Zakariya Pamuji Amirullah, S.S., M.A.

Perubahan ini sejalan dengan Surat Keputusan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Nomor 001/KAMASTAWA/IV/2021 tentang Perubahan Singkatan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa. Alasan di balik pergantian nama ini adalah untuk mencapai keselarasan antara Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan nama himpunan mahasiswa terkait.

Keputusan ini juga didasarkan pada hasil sidang AD/ART Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa pada 20 Maret 2021 dan Hasil Musyawarah Anggota Khusus Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022 pada 4 April 2021, yang keduanya diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Google Meet.

Selain perubahan nama, terdapat juga perubahan logo Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa bagian aksara yang terdapat di atasa lingga-yoni yang telah disesuaikan dengan singkatan baru. Selain itu, aksara yang digunakan pada logo baru adalah aksara Jawa Kuno, menggantikan aksara Dewanagari pada logo lama.

(Logo lama)

(Logo baru)

Dengan pergantian nama yang mencerminkan identitas baru, KAMASTAWA semakin bersemangat dalam memberikan ruang kepada anggota-anggotanya untuk  mempelajari, melestarikan dan menghidupkan warisan kebudayaan Jawa.

Kezia Permata, Alumnus Sastra Jawa Peraih Beasiswa Alphawood di SOAS University of London

AlumniBeritaMahasiswaSDGS Selasa, 30 Maret 2021

Kuliah di luar negeri dengan beasiswa menjadi impian para pelajar karena bisa memperkaya pengalaman hidup serta bisa merasakan suasana pendidikan yang baru dan mumpuni.

Seperti kisah Kezia Permata, alumnus Sastra Jawa UGM angkatan 2016 membawa kabar yang  membanggakan dan penuh inspirasi di tengah adanya pandemi Covid-19 ini. Kelulusannya pada tahun 2020 lalu memberinya banyak kesempatan untuk berkembang, dimulai dari mendapat tawaran untuk bekerja di Pusat Studi Kebudayaan UGM sebagai asisten peneliti dan kesempatan besarnya untuk melanjutkan studi S2 di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London melalui beasiswa Alphawood. read more

Mahasiswa FIB UGM Menyabet 2 Emas dalam Gelaran PIMNAS ke-33: Salah Satu Anggota Timnya Mahasiswa Sastra Jawa

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaLain-lainMahasiswaSDGS Minggu, 13 Desember 2020

Pengumuman juara oleh pihak panitia PIMNAS 33 melalui siaran langsung YouTube

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau biasa disingkat PIMNAS merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sebelumnya diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) sebagai puncak dari pelaksanaan kegiatan PKM yang diikuti oleh perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Gelaran PIMNAS menjadi ajang yang menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa dari penjuru tanah air.

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak akhir tahun 2019 berdampak besar terhadap kebijakan pemerintah di seluruh dunia. Menyikapi kondisi pandemik tersebut, PIMNAS yang sedianya setiap tahun dilakukan secara luring, maka pada tahun 2020 ini terpaksa dilaksanakan secara semi daring. Gelaran PIMNAS yang ke-33 tahun 2020 yang dilaksanakan semi daring ini diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada dengan penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Dari 435 Perguruan Tinggi yang lolos didanai pada Tahun 2020, UGM berhasil berada di Peringkat 1 dengan 82 proposal yang diajukan oleh kelompok-kelompok mahasiswa UGM dan lolos PIMNAS Ke-33 Tahun 2020. Salah satu tim dari Universitas Gadjah Mada yaitu tim PKM-PSH dari FIB yang beranggotakan Naufal Raffi Arrazaq (Arkeologi), Indah Nurafani Syarqiyah (Arkeologi), dan Sahmu Hidayat (Sastra Jawa). Tim ini berhasil menyabet 2 medali emas dalam kategori presentasi dan poster.

Tim yang diketuai Naufal ini mengangkat kajian tentang jejak katastrofe di Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar belakang yang mendasari dilakukannya kajian ini yakni kondisi masyarakat Yogyakarta saat ini yang mulai meninggalkan pengetahuan tradisional mengenai katastrofe atau bencana alam. Masyarakat saat ini lebih percaya pada kajian yang berbasis sains dan teknologi. Aspek-aspek sains dan teknologi memang sangat penting di era modern ini, namun kajian sains dan teknologi tidak mampu menjangkau makna filosofis dari pengetahuan tradisional. Sehingga kajian berbasis sosial humaniora perlu dilakukan untuk mengungkap aspek-aspek yang tidak dapat dijangkau oleh kajian sains dan teknologi.

Berdasarkan berbagai macam aspek tersebut, maka tim ini kemudian merancang konsep kajian sosial humaniora untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejak katastrofe kuno di Yogyakarta dalam perspektif filoarkeologi. Pada tahap kajian lebih lanjut, tim ini menyusun rekomendasi kebijakan mengenai strategi implementasi pengetahuan tradisional di dalam upaya mitigasi bencana. Pengimplementasian dalam bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda tentang kebencanaan.

Poster bertajuk Wasita Bañcana yang berhasil menyabet medali emas dalam gelaran PIMNAS 33

1…1819202122

Recent Post

  • Menjaga Tradisi Batik Yogyakarta melalui Karya Aji Setyowijaya, Alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    Juli 31, 2026
  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Merawat Seni Menjaga Harmoni, Gamasutra Tampil di Festival Karawitan Filsafat UGM 2026
    Juli 20, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Rilis Berita

  • Menjaga Tradisi Batik Yogyakarta melalui Karya Aji Setyowijaya, Alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    Juli 31, 2026
  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Merawat Seni Menjaga Harmoni, Gamasutra Tampil di Festival Karawitan Filsafat UGM 2026
    Juli 20, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY