Arsip:
BeritaKegiatan MahasiswaSDGS Jumat, 1 November 2024
Setelah berhasil menjadi Putri Duta Budaya Yogyakarta 2024, Kintan Dewinta Putri mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2022 kembali melanjutkan perjuangannya dengan mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2024. Ajang pencarian Duta Budaya Indonesia 2024 ini dilaksanakan pada 19-21 September 2024 berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Selama empat hari rangkaian acara, Kintan mendapatnya banyak pelatihan dan workshop seperti, cara membangun personal branding dan materi tentang kesehatan kulit. Banyak kegiatan yang dilakukan Kintan bersama Duta Budaya lain dari berbagai daerah, mulai dari photoshoot hingga city tour. Dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2024 ini, Kintan berhasil menempati posisi Runner Up 1. “Sempat merasa down dan overthinking tidak bisa membawa gelar juara, tapi Alhamdulillah masih diberikan kepercayaan sebagai Runner Up 1 Duta Budaya Indonesia 2024,” ungkap Kintan terkait dengan kesan yang dirasakan.
Kintan Dewinta Putri memakai busana Besiyaran khas Yogyakarta
Pengalaman dan prestasi Kintan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, serta mampu bermanfaat bagi orang-orang sekitar baik untuk saat ini dan di masa depan. Kintan menyampaikan pesan bahwasannya bagi seluruh generasi muda jangan malu untuk memulai suatu hal karena kesuksesan juga harus diawali dengan usaha. Kintan menambahkan harapan semoga keluarga besar Duta Budaya Indonesia semakin erat, terjaga solidaritas dan persatuan diantara keberagaman budaya Indonesia.
Langkah kintan sebagai Duta Budaya Yogyakarta 2024 dan Runner Up 1 Duta Budaya Indonesia 2024 patut menjadi contoh untuk mahasiswa dan masyarakat umum terkait peran pelestarian kebudayaan lokal. Tidak hanya Duta Budaya yang memiliki tugas untuk nguri-uri budaya, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi seluruh lapisan masyarakat. Meningkatkan toleransi dan mempererat persatuan dapat dimulai sebagai langkah awal yang baik.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 25 Oktober 2024
Pada tanggal 19 Oktober 2024, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar acara pembukaan Abhiseka Kramasisya dan talkshow bersama para dosen hingga alumni yang menjadi narasumber untuk mahasiswa baru. Abhiseka Kramasisya adalah sebuah acara rutin yang diselenggarakan oleh Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Pada tahun 2024 ini, Abhiseka Kramasisya mendatangkan narasumber yang memiliki banyak pengalaman yang bisa dibagikan untuk mahasiswa baru. Semua narasumber yang diundang mempunyai karir yang luar biasa pada bidangnya masing-masing. Mahasiswa baru mendapatkan motivasi dan gambaran dari bermacam-macam profesi yang digeluti oleh para alumni. Mulai dari abdi dalem hingga terjun ke dunia entertainment, keberagaman profesi alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menunjukkan bahwa Sastra dan Budaya Jawa mampu berkembang dalam bidang apapun.
Para dosen pada materi keprodian
Sebelum memasuki acara talkshow bersama alumni, mahasiswa baru terlebih dulu dikenalkan dengan materi-materi keprodian yang disampaikan oleh dosen yang hadir, baik secara luring maupun daring. Para dosen yang hadir secara luring diantaranya Dr. Daru Winarti, M.Hum., Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., Imam Prakoso, S.S., M.A. menyampaikan materi keprodian sesuai dengan bidangnya penjurusan masing-masing. Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., didampingi dengan Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., memaparkan bagian filologi. Mulai dari pengertian filologi hingga proses belajar filologi. Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Daru Winarti, M.Hum., memaparkan peminatan linguistik, dan yang terakhir disampaikan oleh R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., yang memaparkan bagian sastra. Kemudian ada beberapa dosen yang bergabung secara daring karena sedang melanjutkan studi di luar negeri, diantaranya Yosephin Priastuti Rahayu, S.S., M.Hum., yang sedang melanjutkan studinya di Universitas Leiden. Nurmalia Habibah, S.S., M.A., yang sedang berada di Prancis untuk melanjutkan studinya di Universitas PSL, dan yang terakhir ada Zakariya Pamuji Aminullah, S.S., M.A., yang sedang berada di Jerman dan berstudi di Universitat Hamburg.
Para dosen yang menghadiri secara daring
Sesi keprodian ini diterima baik oleh seluruh peserta Abhiseka Kramasisya. “Materi keprodian bikin aku lebih kenal dengan prodi, jadi lebih paham dengan penjurusan-penjurusannya besok, seru juga bisa lebih mengenal bapak dan ibu dosen semuanya,” ungkap Andini Nuraini salah satu mahasiswa baru peserta Abhiseka Kramasisya. Dengan adanya sesi keprodian diharapkan mahasiswa baru dapat mengetahui informasi mengenai Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, mampu menuntun ilmunya hingga mencapai cita-cita yang mulia, serta senantiasa melestarikan budaya Jawa.
Acara dilanjutkan dengan talkshow alumni yang disampaikan oleh 3 narasumber yakni Sukma Putri, Razan Bahri, dan Rizky Inggar. Narasumber pertama, Sukma Putri menyampaikan informasi terkait dengan profesi yang dijalaninya sekarang sebagai abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sukma juga menyampaikan bagaimana pesan dan kesan menjadi seorang mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Motivasi yang diberikan Sukma terhadap mahasiswa baru sangat menarik perhatian, “Terima kasih udah milih Sastra Jawa, karena langkah awal kalian milih disini udah bisa menciptakan langkah yang besar pengaruhnya di masa depan. Semangat untuk kalian semua, sehat dan waras selalu soalnya kalian berhak mendapatkan keajaiban yang indah dari apa yang udah kalian pilih,” tulisnya di salah satu slide powerpoint yang ditayangkan.
Sukma Putri menyampaikan materinya
Razan Bahri sebagai narasumber kedua, beliau mengikuti acara ini dengan daring karena sedang berada di luar negeri, tepatnya beliau berprofesi sebagai staf KJRI Melbourne. Beberapa mahasiswa baru mendapatkan pandangan bahwasannya menjadi seorang mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa tidak membatasi untuk memiliki pekerjaan diluar jurusan. Razan Bahri menyampaikan bahwa penguasaan bahasa Inggris pada saat ini menjadi hal penting yang harus dilakukan, tanpa mengesampingkan penggunaan bahasa ibu dan bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Inggris untuk mengenalkan budaya Jawa dalam kancah internasional dapat mengawali langkah pelestarian budaya Jawa dan mempromosikannya lebih lanjut.
Razan Bahri menyampaikan materinya
Narasumber ketiga adalah seorang alumni mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang saat itu masih bernama Sastra Nusantara angkatan 2003, beliau terjun kedalam dunia hiburan Indonesia. Program televisi yang diikuti oleh beliau sudah terhitung banyak, beliau terkenal sebagai komedian wanita yang sangat multitalenta, selain lawakannya yang selalu berhasil membuat orang tertawa, beliau ini merupakan seorang penyanyi yang juga bisa bermain peran. Rizky Inggar Lukitovati yang kerap disapa Mbak Kiky menjadi pembicara dalam talkshow alumni Abhiseka Kramasisya 2024. Masuk dalam beberapa nominasi penghargaan dan memenangkan salah satu diantaranya, Rizky Inggar menceritakan awal karirnya hingga bisa mencapai kehidupan yang sekarang. Rizky Inggar memberikan banyak pandangan bahwa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa kelak akan menciptakan banyak insan hebat yang bisa berpengaruh untuk masa depan. Pada kenyataannya, image sebagai orang Jawa dengan dialek medhok-nya mampu membawa Rizky Inggar menjadi artis terkenal yang memiliki identitas dan ciri khas yang kuat saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa eksistensi budaya Jawa dihargai dan patut untuk diberdayakan, sehingga tidak punah begitu saja. Rizky Inggar juga menegaskan untuk terus semangat menggapai mimpi walaupun banyak rintangan yang menghalangi, dengan keyakinan dan tekad yang dimiliki, semua dapat dicapai.
Percakapan Rafael Raga sebagai moderator dengan Rizky Inggar
Dalam acara talkshow bersama alumni tersebut, mahasiswa mendapatkan bekal untuk menjalani dunia perkuliahan. Ketiga narasumber juga memberikan beberapa motivasi kepada mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang mungkin merasa pesimis dengan prospek pekerjaan setelah lulus. Menekankan bahwa mahasiswa Satra Jawa harus percaya bahwa keahlian mereka sangat dibutuhkan di berbagai sektor, terutama dalam industri kreatif, media, dan pendidikan. Diskusi yang hangat dan penuh wawasan memberikan banyak pelajaran berharga bagi seluruh peserta, terutama dalam menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif. Narasumber yang berbagi pengalaman, tantangan, dan keberhasilan mereka memberikan perspektif yang luas tentang berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa setelah lulus. Melalui talkshow ini, diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang penuh peluang.
Penyerahan cinderamata yang diwakilkan oleh Ketua Program Studi kepada Rizky Inggar
AlumniBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Oktober 2024
Abhiseka kramasisya adalah acara rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk mengukuhkan mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Pada tahun 2024 ini, Abhiseka Kramasisya dilaksanakan dalam 2 hari, yakni pada tanggal 19-20 Oktober 2024 dengan peserta 45 mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Abhiseka Kramasisya 2024 mengangkat tema “Sedya, Darma, Guna” setiap kata dalam tema tersebut memiliki kalimatnya masing-masing yang bermakna sangat mendalam dan diharapkan dapat sesuai dengan mahasiswa baru yang akan dikukuhkan.
“Sedya” dalam Sedya Tuhu Gayuh Widya bermakna niat yang penuh untuk menggapai ilmu. “Darma” dalam Darma Bekti Kang Utama mengandung arti kebaikan yang diutamakan. “Guna” yang ada pada kalimat Guna Mring Nuswantara berarti berguna untuk negara, bangsa, dan Nusantara. Dengan dibentuknya tema filosofis tersebut diharapkan agar mahasiswa baru senantiasa meresapi makna agar dapat menjalankan “Sedya, Darma, Guna” tersebut dan mampu melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa serta menjaga eksistensi budaya yang ada pada Nusantara terutama budaya Jawa.
Sebelum pelaksanaan Abhiseka Kramasisya, seluruh panitia dan peserta melakukan First Gathering yang dimaksudkan agar terjalin komunikasi yang baik antara panitia dan peserta. First Gathering yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2024 ini menjadi ajang bounding dan berkenalan antar satu sama lain.
Pada tanggal 21 September 2024 dilangsungkan Technical Meeting untuk menjelaskan teknis pelaksanaan hari-H Abhiseka Kramasisya 2024. Dengan tujuan mengenalkan sedikit tentang pengetahuan Jawa, seluruh mahasiswa baru dibagi menjadi 4 kelompok dengan nama Damarwulan, Centhini, Wedharaga, dan Ambiya. Penamaan kelompok-kelompok ini berasal dari nama serat-serat atau manuskrip yang ada di Jawa. Technical Meeting juga menjelaskan beberapa teknis pelaksanaan seluruh rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024.
Hari pertama Abhiseka Kramasisya 2024 dilaksanakan di Auditorium Gedung Soegondo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dengan rangkaian acara pembukaan secara simbolis dengan “Asa Lokatara”. Sebuah kotak yang didalamnya berisi balon-balon yang akan menerbangkan selembar kain bertuliskan Abhiseka Kramasisya 2024. Asa Lokatara ini memiliki makna mimpi yang terbang menjulang tinggi, menjadi doa untuk seluruh mahasiswa baru agar mimpi-mimpinya dapat tercapai. Asa Lokatara dibuka oleh Dr. Daru Winarti M.Hum, selaku Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan didampingi oleh Zidna Nabila selaku Ketua Pelaksana Abhiseka Kramasisya 2024.
“Asa Lokatara” simbolis pembukaan Abhiseka Kramasisya 2024
Setelah opening simbolis, acara dilanjutkan dengan pengenalan program studi yang diisi oleh beberapa perwakilan bapak/ibu dosen. Abhiseka Kramasisya 2024 turut mengundang alumni sebagai narasumber talkshow. Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Rizky Inggar yang terjun kedalam dunia entertain dan memiliki beberapa program di televisi seperti Main Hakim Sendiri dan Rumah Bulekkk. Narasumber menyampaikan karir yang telah dilaluinya, bertujuan memotivasi mahasiswa baru agar memiliki semangat untuk mengemban pendidikan dan mencari minat bakatnya. Memasuki rangkaian acara terakhir di hari pertama, ditutup oleh Gilang Cahya Nusantara selaku Ketua Himpunan Kamastawa memaparkan materi pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang kelak akan diikuti oleh mahasiswa baru.
Seminar program studi oleh beberapa dosen
Hari kedua rangkaian Abhiseka Kramasisya dilaksanakan di Selasar Gedung Margono Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Keadaan hujan membuat panitia harus memikirkan cara agar acara tetap dapat berlangsung dengan lancar. Rencana “Lelaya Wiyata” atau jelajah budaya harus digantikan dengan quiz antar kelompok. Terjadi beberapa perubahan rencana. Namun, semua dapat berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan perpindahan seluruh peserta dan panitia menuju Pusaka Jawa (Pusat Kajian Jawa) yang terletak pada Jl. Bungur, Bulaksumur Komplek No. F9 untuk melanjutkan prosesi pengukuhan Siraman. Prosesi Siraman menjadi inti dari acara Abhiseka Kramasisya. Prosesi siraman ini dipimpin oleh perwakilan dosen Dr. Sulistyowati, M.Hum. dibersamai dengan Ketua Himpunan KAMASTAWA, dengan dilaksanakannya prosesi Siraman, peserta secara resmi telah menjadi bagian dari Keluarga Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Seluruh peserta juga mendapatkan korsa Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa.
Acara ditutup dengan pentas seni peserta Abhiseka Kramasisya 2024. Peserta menampilkan kreativitas masing-masing kelompok mempertunjukkan tari, lagu, drama, dan sebagainya. Sesi ini berlangsung dengan meriah, hangat, dan menunjukkan kekeluargaan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Berakhirnya pentas seni diikuti dengan penutupan secara simbolis “Abinawa Prasraya” yang berwujud pintu yang dapat berputar 180 derajat menunjukkan diterimanya mahasiswa baru menambah warna dalam Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya.
Rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024, mengharapkan mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dapat lebih mencintai produk-produk kebudayaan lokal terutama budaya Jawa dan dapat melestarikannya. Mahasiswa yang telah dikukuhkan diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat sehingga tercipta karakter mahasiswa unggul, berprestasi, dan bermartabat.
Ambal WarsaBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 14 Oktober 2024
69 tahun eksis menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar syukuran hari ulang tahun pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Acara syukuran ini mengundang seluruh dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Tidak terlupa acara ini juga mengundang beberapa dosen purna, seperti Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum. dan Drs. Anung Tedjowirawan, M.A.
Bak reuni keluarga yang sudah lama tidak berjumpa, seluruh tamu undangan terlihat menikmati acara Ambal Warsa. Kedatangan dosen purna juga menjadi ajang pelepas rindu bagi para dosen yang sudah lama tidak berjumpa. Dr. Daru Winarti, M.Hum sebagai kaprodi mengungkapkan rasa bangganya terhadap Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang telah berdiri hingga 69 tahun dan telah mencapai titik ini dengan menciptakan banyak sarjana yang sangat berbakat dan berprestasi.
Sambutan dari Ketua Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Drs. Soeharto Mangkusudarmo, M.Hum dan Drs. Anung Tedjowirawan, M.A. sebagai dosen purna memberi banyak motivasi, pengalaman, dan pelajaran. Beliau menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan peminatan penjurusan Linguistik, Sastra, dan Filologi. Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa telah menciptakan banyak sarjana dan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu menata masa depan dengan baik, tutur salah satu dosen purna tersebut.
Sharing bersama Kaprodi dan dosen purna
Sebuah acara peringatan hari ulang tahun tak lengkap rasanya jika tidak dilengkapi dengan potong tumpeng. Dalam budaya Jawa potong tumpeng lebih dikenal dengan istilah kedhuk tumpeng. Alasan dipilihnya kedhuk tumpeng alih-alih potong tumpeng terletak pada maknanya, makna potong tumpeng diibaratkan memotong hubungan manusia dengan Tuhannya.
Kedhuk tumpeng oleh Kaprodi dan dosen purna
Acara Ambal Warsa ini juga dihibur oleh penampilan spesial dari mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari angkatan 2022 hingga 2024. Abimanyu Mahendra, salah satu mahasiswa penampil mengatakan bahwa sangat senang bisa menghibur para tamu undangan. Seperti nostalgia rasanya membawakan lagu-lagu lawas yang pernah hits pada masanya. Dr. Sulistyowati, M.Hum. salah satu dosen dari Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut memeriahkan hiburan yang ada dengan menyumbang satu buah lagu berjudul Sewu Kutha ciptaan Alm. Didi Kempot.
Penampilan hiburan oleh mahasiswa
Ambal Warsa ini ditutup dengan pembacaan puisi oleh Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum. Puisi tersebut diambil dari antologi puisi ciptaan para dosen selagi mereka menjadi mahasiswa. Banyak doa-doa yang terpanjat untuk Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa kedepannya, “Semoga Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sukses selalu, semakin maju, dan menciptakan sarjana yang hebat-hebat, aamiin,” ungkap Maylafaizza mahasiswa angkatan 2023.
Kegiatan foto bersama
Selama 69 tahun, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa telah berkontribusi dalam penggalian, pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan atas sebuah jati diri bangsa berupa kebudayaan Nusantara, khususnya kebudayaan Jawa. Kontribusi terhadap pengetahuan dan kebermanfaatan yang telah dijalankan oleh Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Selain itu, kolaborasi dari berbagai kegiatan turut serta dalam pengembangan dan penyebaran pengetahuan tersebut. Kegiatan Ambal Warsa ini tidak sekedar acara peringatan semata, akan tetapi juga sebagai refleksi diri dan pemantik semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi Universitas Gadjah Mada dan bangsa Indonesia.
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 1 Oktober 2024
Dikutip langsung dari tby.jogjaprov.go.id
Rafael Raga Budi Panuntun, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2021 sukses menjadi penulis naskah dan sutradara teater bertajuk “Ngathabagama” dengan tema Panji yang membawa Kabupaten Sleman memenangkan juara umum dan penyaji terbaik dalam Festival Teater Provinsi DIY 2024. Teater Ngathabagama berhasil mendapatkan nominasi penyaji terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik, penata artistik terbaik, ansemble terbaik, dan membawa pulang piala bergilir Festival Teater DIY.
Rafael Raga dikutip dari akun instagram @rafaelragabp
Keberhasilan Raga patut menjadi inspirasi, ditengah kesibukan akademiknya, Raga tetap dapat berkarya dan menciptakan sebuah teater yang indah dan menjadi penyaji terbaik. Proses yang dijalani oleh Raga cukup panjang, mulai dari penggagasan ide, penulisan naskah, dan lain sebagainya. Teater Ngathabagama adalah teater yang terbentuk secara tidak sengaja, berawal dari festival teater tingkat Kabupaten Sleman. Kapanewon Minggir telah menjadi juara di Kabupaten Sleman selama 2 tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Kapanewon Minggir membawakan teater bertajuk “Hagbala” dengan tema Yogyakarta, Sejarah dan, Romantisme yang juga ditulis dan disutradarai oleh Rafael Raga Budi Panuntun, bahkan 50% dari teater ini Raga garap sendiri, mulai dari produksi, musik, artistik, busana, dan lainnya. Hagbala berhasil menyabet juara 1 tingkat Kabupaten Sleman dan juara 3 dalam tingkat Provinsi DIY.
Setelah berhasil menjadi juara dengan Hagbala pada tahun 2023. Di tahun 2024 ini, Rafael Raga beserta Kapanewon Minggir maju untuk mengikuti festival teater kembali di Kabupaten Sleman. Mengangkat Ngathabagama sebagai judul teater yang disajikan, kembali berhasil menjadi juara. Raga mengungkapkan bahwa ia menulis naskah dan gagasannya pada saat kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Hal ini menunjukkan bahwa dengan segala kesibukannya, Raga mampu menciptakan sebuah karya luar biasa yang tak disangka dapat membawanya menjadi penyaji terbaik dalam Festival Teater DIY 2024.
Tema Festival Teater DIY 2024 ini mengacu pada petunjuk teknis dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY adalah Panji. Romansa dan cinta Panji dengan Sekartaji diangkat kedalam sebuah teater. Namun, Raga mengungkapkan bahwa ia ingin Ngathabagama diambil dari sudut pandang yang lain, yaitu bahwa kisah Panji dan Sekartaji yang selalu mendapatkan wiradat dari sebuah kodrat atau dapat disebut dengan takdir Tuhan yang mutlak. Raga melakukan riset dan menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu mendapatkan takdir yang memisahkan mereka, baik dipisahkan oleh waktu, seseorang, ataupun keadaan.
Naskah yang Raga tulis tidak luput dari konsultasi Raga dengan dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yakni Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., seorang akademisi dan praktisi Wayang Gedhog yang menggunakan dasar tema Panji dan Sekartaji dalam setiap penyajiannya. Dengan perbincangan yang Raga lakukan bersama Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A., akan memperkuat cerita dan dapat dipertanggungjawabkan validasinya.
Setelah melakukan banyak riset dan perbincangan, Raga menemukan bahwa Panji dan Sekartaji selalu terpisah oleh takdir, salah satunya dipisahkan oleh dewa Bathara Kala yang direpresentasikan sebagai Kala adalah waktu. Raga mendapatkan sebuah ide yang tidak biasa, yakni menggarap teater Panji kali ini dengan menampilkan Bathari Durga atau ibu dari Bathara Kala yang memberi wiradat kepada Panji dan Sekartaji dan memisahkan mereka berdua untuk mendapatkan esensi yang lebih kuat.
Raga menyilangkan antara Wayang Gedhog dan Wayang Purwa untuk mengetahui kelemahan dari Bathari Durga. Kelemahan dari Bathari Durga adalah Semar atau Sang Hyang Ismaya, Semar dapat mengalahkan Bathari Durha dengan merapalkan caraka walik, untuk mencegah keburukan lebih lanjut. Caraka walik adalah Aksara Jawa (Hanacaraka) yang dibaca secara terbalik, dipercaya dapat menangkal keburukan, Raga mengambil judul teater kali ini dari caraka walik baris pertama, Ngathabagama.
Banyak babad Jawa baik fiksi maupun nonfiksi yang menempatkan kisah sentral Panji dan Sekartaji. Pengetahuan Raga tentang berbagai macam karya sastra Jawa yang ada membuatnya yakin untuk menulis naskah ini. Cerita Panji dan Sekartaji sudah bukan hanya menjadi kekayaan Nusantara tapi untuk seluruh Asia Tenggara. Banyak juga esensi-esensi dari Wayang Purwa yang diangkat untuk teater Ngathabagama, seperti Semar, Bathari Durga, peran para dewa, penggarisan kodrat wiradat, kisah romansa yang memiliki banyak hubungan dengan karya sastra, dan kearifan lokal setempat seperti penggunaan caraka walik yang banyak dikenal untuk mengusir atau mengembalikan keadaan buruk.
Tidak hanya sajian teater Ngathabagama, Raga juga menciptakan original soundtrack untuk Ngathabagama dengan judul “Kalasmara” yang mendukung dialog antara Panji dan Sekartaji. Kalasmara ini diciptakan oleh Raga untuk mengarsipkan sajian teater yang telah dilaksanakan agar tetap mempunyai esensi yang berbeda. Raga menambahkan bahwa ia tidak ingin sebuah pentas hanya berakhir pada 30 menit sampai 1 jam diatas panggung, tetapi memiliki karya berbentuk lain yang selamanya dapat menjadi memori dan arsip kedepannya.
Kisah Raga dalam penciptaan karya seni pertunjukan yang didasari oleh karya sastra Jawa diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk dapat berkarya dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan. Banyak karya seni yang dapat diciptakan berbekal dengan pengetahuan dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 23 September 2024
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (Kamastawa) kembali menggelar acara “Kamastawa Mengajar dan Berbagi” pada Minggu, 22 Oktober 2024. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara divisi sosial dan masyarakat (sosmas) serta divisi keilmuan, dengan tujuan memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak di Panti Asuhan PYI Yatim dan Zakat cabang Wirobrajan, Yogyakarta.
Terdapat 16 anak-anak dari jenjang kelas 1 SD hingga 1 SMP yang terlibat dalam acara tersebut. Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan sesi pembukaan dan perkenalan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan anak-anak berkesempatan untuk bermain bersama, menciptakan suasana ceria dengan canda dan tawa. Kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam merajut keakraban antara mahasiswa dan peserta.
Sesi pembukaan dan perkenalan
Setelah sesi perkenalan dan permainan, acara berlanjut dengan kegiatan belajar-mengajar. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai jenjang pendidikan: kelompok 1 untuk kelas 1-2 SD, kelompok 2 untuk kelas 3-4 SD, dan kelompok 3 untuk kelas 5 SD hingga 1 SMP. Setiap kelompok mendapatkan materi yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka, mulai dari percakapan bahasa Jawa sehari-hari, menulis aksara Jawa, konsultasi tugas mata pelajaran Bahasa Jawa, dan lain sebagainya. Beragam metode pengajaran digunakan oleh mahasiswa agar pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Sesi belajar-mengajar
Setelah sesi belajar selesai, tibalah saatnya ice breaking, di mana para peserta diajak bernyanyi bersama lagu aja ndomblong aja dan mengikuti tebak-tebakan berhadiah. Sesi ini berhasil memantik anak-anak itu aktif dengan cara yang mengasyikkan.
Pemberian hadiah kepada peserta pemenang tebak-tebakan
Antusiasme anak-anak dapat dirasakan dari awal hingga akhir kegiatan, terutama ketika pembagian bingkisan kecil sebagai apresiasi atas keaktifan para peserta. Selain itu, Kamastawa juga memberikan buku Pepak Basa Jawa dan buku bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan pendidikan peserta kedepannya. Diharapkan, para peserta dapat dengan mudah mengakses pengetahuan da memperkaya wawasannya, tidak terkecuali yang berkaitan dengan pengetahuan dan pelestarian budaya Jawa.
Penyerahan buku-buku bacaan kepada pihak panti asuhan
Hadiah yang diberikan mungkin dinilai sederhana. Akan tetapi, doa, harapan, dan niat yang tulus untuk berbagi akan terus hidup dan menjadi landasan dalam pelaksanaan program ‘Kamastawa mengajar dan berbagi’ kini dan nanti.
Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Rabu, 18 September 2024
Dening: M. Rafi Nur Fauzy
akeh wong kang padha têka
nggawa darma amêjang mring sireki
nyata goro kumatungkul
kagunggung sukeng tyasnya
datan dunung ing sarak sanyatanipun
mula sire den prayitna
nulya amundura kaki
Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Rabu, 18 September 2024
Dening: Fauzan Adi Fadurrahman
Sinasmita sêrat iki
minangka criyos sih smra
pêpengêt kang wus kadados
wit ing wyata gajah mada
nagri Ngayogyakarta
kang candrasêngkalanipun
wrêkseng tlaga bêdhah tunggal
nendra raka laksanani
den wêwayang suryanira
kalaning rêm netra katon
manising esêm gupita
syara mrêdu bêbungah
pijana datan ngrêridhu
yahagen kang raka rasa
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 9 September 2024
Pada Senin malam (19/08/2024), Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertunjukkan wayang kulit dalam rangka Dies Natalis Fakultas Filsafat. Pertunjukan tersebut menampilkan lakon yang spesial, Gajah Mada Suci, yang dibawakan secara kolaboratif oleh mahasiswa UGM yang tergabung dalam Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM. Salah satu peran penting dalam pementasan ini diemban oleh M. Rafi Nur Fauzy, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, dipilih untuk membawakan lakon yang digarap secara kolaboratif oleh civitas acaedmica Universitas Gadjah Mada.
Naskah untuk pemetasan lakon Gajah Mada Suci ini dikarang oleh Dr. Rudy Wiratama S.I.P., M.A., dosen Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Gajah Mada Suci mengisahkan tentang pengkambinghitaman Gadah Mada dengan dalih kegagalan ekspansi Kerajaan Majapahit. Ekspansi tersebut juga bersamaan dengan kemelut internal politik kerajaan. Lebih buruk lagi, Gajah Mada dituduh oleh para elit yang berusaha menyingkirkannya dari kerajaan. Akibatnya, Gajah Mada merasa putus asa dan setelah itu dirinya bertandang ke kediaman sahabatnya, Mpu Tantular. Setelah berdialog panjang, Gajah Mada akhirnya tercerahkan, bahwa usaha yang telah dirinya lakukan selama ini tidak sia-sia. Semangat Amukti Palapa untuk mempersatukan Nusantara akan berlanjut pada zaman berikutnya.
Penyerahan wayang Gajah Mada dari Dekan Fakultas Filsafat, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum, kepada M. Rafi Nur Fauzy. (Dikutip utuh dari Kanal Youtube Fakultas Filsafat (01:22:51): https://www.youtube.com/watch?v=03x2lmMinTY).
“Pementasan lakon Gajah Mada Suci adalah sebuah bentuk penggambaran dari Bangsa Indonesia yang telah mengalami krisis identitas dengan pemenangan atas sebuah kepentingan dan kekuasaan melalui cara apapun. Gajah Mada yang merupakan seorang ksatria akhirnya moksa akibat perilaku elit Majapahit yang menyimpang. Setelahnya, Kerajaan Majapahit menjadi hilang kewibawaannya lalu surut hingga mencapai keruntuhannnya” terang Rafi dalam sebuah wawancara (05/09/2024).
Sebagai sebuah lakon yang spesial, Rafi dan teman-teman mahasiswa UKJGS berlatih dengan keras demi persembahan pergelaran yang maksimal. “Pergelaran lakon Gajah Mada Suci memiliki tantangan tersendiri bagi kami. Kami berlatih mempersiapkan pentas hanya dalam waktu setengah bulan. Ditambah lagi, ini adalah kali pertama saya untuk memainkan wayang Gajah Mada, sehingga harus dipersiapkan secara matang”
“Dengan tantangan tersebut, Alhamdulillah pertunjukkan dapat berjalan dengan lancar. Benar-benar pengalaman yang luar biasa bagi saya” lanjutnya. Rafi berharap bahwa pertunjukkan wayang Gajah Mada diselenggarakan secara kontinu sebab merupakan hasil karya dan identitas dari UGM sekaligus memuat nilai-nilai yang perlu dimasyarakatkan.
Keberadaan wayang Gajah Mada adalah upaya nyata dalam mengangkat kesejarahan dan kebudayaan Nusantara dengan tetap menerapkan aspek relevansinya terhadap perkembangan zaman. Melalui kebudayaan, kita tidak hanya sedang ‘menampilkan’ estetika belaka, tetapi juga mengokohkan kembali jati diri bangsa melalui nilai-nilai luhur demi menuju ke arah Indonesia yang lebih baik.
Penulis : Haryo Untoro
Sumber Gambar
Fakultas Filsafat. (2024, 19 Agustus). Pagelaran Wayang Kulit Dies Natalis ke-57 Fakultas Filsafat UGM. Youtube. [01:22:51]. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=03x2lmMinTY.
Kegiatan MahasiswaSDGSBeritaMahasiswa Senin, 9 September 2024
Kamis, 29 Agustus 2024, menjadi momen istimewa bagi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada dengan digelarnya Mangayubagya Wisuda Sarjana periode IV tahun ajaran 2023/2024. Sebanyak 244 wisudawan dan wisudawati merayakan kelulusan mereka, menyandang gelar sarjana setelah menyelesaikan studi di FIB. Acara wisuda yang khidmat ini semakin meriah dengan persembahan tari dari Ratnaraya, unit tari mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.
Empat mahasiswi, yaitu Audrey Gisela, Ganes Larasati, Novalia Hidayatus S., dan Wening Hidayati, mempersembahkan Tari Geol Denok sebagai bagian dari rangkaian acara wisuda. Tari Geol Denok merupakan tarian khas Semarang yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis Semarang yang menari dengan gerakan rancak, energik, dan diiringi musik yang dinamis. Secara etimologis, kata "geol" merujuk pada gerakan tari bagian lutut dan pinggul, sementara "denok" adalah sebutan untuk gadis di Semarang.
Dalam wawancara dengan Wening Hidayati, salah satu penampil, ia menyampaikan bahwa Tari Geol Denok merupakan tarian baru bagi anggota Ratnaraya. “Kami berusaha memberikan yang terbaik dalam penampilan kali ini, dan sangat senang bisa menyambut para wisudawan dan wisudawati FIB UGM dengan Tari Geol Denok,” ujar Wening (05/09/2024).
Penampilan Ratnaraya tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga mencerminkan komitmen FIB UGM dalam melestarikan kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Jawa. Pelestarian kebudayaan ini memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, dan FIB UGM berperan aktif dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi eksplorasi seni dan budaya, agar jati diri bangsa tersebut tetap relevan dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
S | S | R | K | J | S | M |
---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
28 | 29 | 30 |
S | S | R | K | J | S | M |
---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
28 | 29 | 30 |