Deskripsi Mata Kuliah

Bahasa Jawa Lisan Reseptif  (JWS 1111)

Mata kuliah kemampuan bahasa Jawa pada aspek lisan reseptif diberikan agar mahasiswa mampu mendengarkan, menangkap isi berita, cerita, ataupun ceramah ilmiah dalam bahasa Jawa ngoko maupun krama dan dapat menuliskan kembali serta mengetahui maknanya. Lingkup  pengajaran Bahasa Jawa Lisan Reseptif meliputi EYD bahasa Jawa, lafal bahasa Jawa, dan tata tulis bahasa Jawa. Kuliah disampaikan melalui metode pembelajaran ceramah, diskusi, dan praktik mendengarkan serta menulis kembali. Evaluasi dilakukan setiap tatap muka dengan memeriksa hasil tulisan mahasiswa, UTS dan UAS.

Bahasa Jawa Lisan Produktif I (JWS 1112)

Bahasa Jawa Lisan Produktif I (JWS 1112) diberikan kepada mahasiswa agar dapat mengenal tingkat tutur berikut kaidah berbahasa Jawa dan mampu mengekspresikan diri serta memberi tanggapan secara lisan menggunakan bahasa Jawa standar dengan runtut dan benar. Lingkup pengajaran Bahasa Jawa Lisan Produktif I mencakup percakapan sehari-hari. Pengantar disampaikan dalam bahasa Jawa. Metode yang diterapkan dalam pengajaran lebih banyak pada tataran praktik lisan, diskusi, dan presentasi. Evaluasi yang direncanakan berupa tugas mandiri, tugas kelompok, UTS dan UAS.

Pengantar Bahasa Jawa Kuna (JWS 1113)

Pengantar Bahasa Jawa Kuna (JWS 1113) merupakan mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa Prodi Sastra Jawa. Pada mata kuliah pengantar ini, mahasiswa akan dikenalkan dengan bahasa Jawa Kuna, aspek sejarah, prasejarah, hubungan antara bahasa Jawa Kuna, bahasa Jawa Pertengahan dan bahasa Jawa Baru. Perkuliahan dilaksanakan dengan menyajikan teks-teks bahasa Jawa Kuna yang bahasanya mudah dipahami. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memahami pengetahuan dasar mengenai bahasa dan sastra Jawa Kuna yang bermanfaat untuk studi lanjut. Evaluasi mahasiswa dilakukan melalui tugas berupa latihan analisis dan terjemahan, Ujian Sisipan dan UAS.

Pengantar Linguistik (JWS 1114)

Pengantar Linguistik (JWS 1114) dimaksudkan untuk memperkenalkan identitas linguistik, objek sasaran be­ser­ta ca­ra lin­­guistik meng­kaji objek sasarannya itu, bidang-bidang dan ca­bang-cabang lin­guistik, dan hal-hal lain yang ada hubungannya de­ngan pokok-pokok yang di­­per­ke­nalkan itu. Outcome pembe­la­jar­annya adalah mahasiswa mempunyai pengetahuan yang memadai tentang identitas umum bahasa. Materi pembelajaran dipaparkan dengan metode ceramah, diskusi, dan pemberian tu­gas. Bahasa Pengantar yang digunakan adalah Bahasa Indonesia. Evaluasiyang dimanfaatkan berupa post testdan umpan balik pada setiap akhir pokok bahasan, pada tengah semester dan pada akhir semester. Konversi  nilai terdiri atas nilai UAS 50%, nilai UTS 30 %, nilai makalah, tugas-tugas harian dan aktifitas mahasiswa 20%.

Pengantar Ilmu Sastra (JWS 1115)

Pengantar Ilmu Sastra (JWS 1115) merupakan mata kuliah wajib tempuh di Prodi Sastra Jawa. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: (1) mengetahui dan memahami ruang lingkup pengajaran pengantar ilmu sastra yang meliputi sejarah sastra, teori sastra dan kritik teks; (2) mengetahui dan memahami sejarah sastra khususnya sejarah sastra Jawa, periodisasi dan produk yang dihasilkan sesuai zamannya; (3) mengetahui dan memahami teori sastra dan penerapannya; (4) mengetahui dan memahami jenis-jenis kritik sastra dan penerapannya; (5) mengembangkan kemampuan softskill mahasiswa; (6) mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Metode yang digunakan dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik lapangan. Bahasa yang digunakan sebagai pengatar dalam mata kuliah ini adalah bahasa Indonesia. Sumber penilaian didapatkan dari aktivitas di kelas, aktivitas diskusi, tugas terstruktur, ujian tengah dan akhir semester.

Bahasa Asing Non Prodi/Bahasa Belanda (JWS 1116)

Mata kuliah bahasa Belanda (JWS 1116) merupakan mata kuliah wajib Prodi Sastra Jawa. Mata kuliah ini diselenggarakan dengan alasan kemampuan membaca dalam bahasa Belanda masih diperlukan untuk mengetahui sumber-sumber arsip dalam bahasa Belanda yang berguna bagi penelitian sastra Jawa. Tujuan umum bagi kuliah bahasa belanda sumber tingkat dasar ialah mahasiswa dapat membaca dan memahami istilah-istilah penggalan kalimat dan penggalan teks dalam bahasa Belanda. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan latihan menggunakan buku panduan. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Bentuk evaluasi yang digunakan melalui aktivitas kelas, UTS dan UAS.

Bahasa Jawa untuk Penutur Asing (JWS 1121/1221)

Mata kuliah Bahasa Jawa untuk Penutur Asing (JWS 1121/1221) berisi tentang pengetahuan dasar bahasa Jawa mulai dari pengenalan huruf dan pelafalannya, serta tata bahasa (morfologi dan sintaksis) sederhana. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mempunyai pengetahuan dan ketrampilan berbahasa Jawa baik formal maupun informal dengan baik. Metode pembelajaran yang digunakan pada mata kuliah ini yaitu metode ceramah serta tanya jawab. Bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan yakni bahasa Indonesia. Hasil pembelajaran selama perkuliahan diukur dari hasil evaluasi kemampuan mahasiswa yang meliputi nilai ujian tengah semester, nilai ujian akhir, serta kemampuan berbicara dan berkomunikasi yang ditunjukkan pada waktu praktek harian dan ujian lisan.

Bahasa Melayu Palembang (JWS 1122)

Bahasa Melayu Palembang (JWS 1122) merupakan mata kuliah pilihan yang ditujukan agar mahasiswa mempunyai pengetahuan serta keterampilan mengenai aspek-aspek yang berkaitan dengan bahasa Melayu Palembang sehingga dapat menerapkan konsep-konsep pengetahuan yang dimilikinya untuk ikut melestarikan bahasa Melayu Palembang. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memahami dan menguasai seluk-beluk pemakaian bahasa Melayu Palembang dan juga masyarakat penuturnya. Metode yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Melayu Palembang adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan latihan. Pengantar yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah bahasa Indonesia. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian Ujian Akhir Semester, makalah, dan aktivitas kelas.

Bahasa Jawa Tulis Reseptif I JWS (1211)

Bahasa Jawa Tulis ReseptifI (JWS 1211) diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan agar mahasiswa dapat membaca atau memahami teks berbahasa Jawa berbentuk prosa, berhuruf latin maupun berhuruf Jawa, dalam ejaan lama maupun ejaan yang sekarang berlaku. Segala informasi dituangkan dalam bentuk prosa berbahasa Jawa dengan sejumlah ragam bahasa dari tingkat ngoko, madya, maupun krama dengan kesukaran berjenjang dapat dipahami oleh mahasiswa dengan tepat. Adapun lingkup pengajaran Bahasa Jawa Tulis Reseptif I ini meliputi teori dan praktik membaca dengan tingkat kesukaran dasar dan menengah. Pengajaran disampaikan melalui metode ceramah, presentasi, diskusi dan tugas mandiri. Evaluasi dilakukan melalui tugas harian, UTS dan UAS.

Morfosintaksis Jawa Kuna (JWS 1212)

Morfo-Sintaksis Jawa Kuna(JWS 1211) merupakan mata kuliah wajib di Prodi Sastra Jawa.  Dengan mendapatkan matakuliah Morfo-Sintaksis Jawa Kuna, mahasiswa akan dapat meneliti berbagai aspek morfologi, sintaksis dan teks-teks berbahasa Jawa Kuna. Metode yang digunakan adalah diskusi, latihan analisis dan tanya jawab. Bahasa yang digunakan dalam perkuliahan adalah bahasa Indonesia. Evaluasi yang dilakukan meliputi daya serap mahasiswa, hasil pembelajaran dan kemampuan mahasiswa (latihan, aktifitas mahasiswa, ujian tengah semester dan ujian akhir semester).

Pengantar Filologi (JWS 1213)

Mata kuliah Pengantar Filologi merupakan mata kuliah wajib Prodi Sastra Jawa. Mata kuliah ini bertujuan untuk memenuhi kompetensi lulusan, yaitu: (1) mampu mengenal, mengerti, memahami dan terampil menjelaskan tentang semua materi berhubungan dengan matakuliah yang dimaksud; (2) mampu menerapkan ilmu filologi secara profesional dalam penanganan objek kajian filologi; (3) mampu berperan dalam melestarikan, menjaga, memelihara dan memanfaatkan isi warisan nenek moyang di masa kini dan masa mendatang. Mata kuliah ini membicarakan pengertian filologi, objek kajian, tempat penyimpanan naskah, tujuan umum dan khusus filologi, kedudukan filologi di antara ilmu-ilmu lain, sejarah perkembangan filologi di Eropa dan Nusantara. Pembelajaran dilakukan dengan model tatap muka, ceramah dan diskusi. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui tugas mandiri, aktivitas di kelas, presensi, Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir Semester.

Fonetik Fonologi (JWS 1214)

Matakuliah Fonetik Fonologi bertujuan agar mahasiwa mampu memahami bagaimana bunyi bahasa dihasilkan berikut klasifikasi, fungsi sebagai pembeda arti dan peranannya sebagai alat komunikasi. Mahasiswa juga diharapkan mampu mendeskripsikan fonem-fonem dan melakukan transkripsi serta transliterasi pada bahasa-bahasa nusantara. Kuliah disampaikan dengan metode pembelajaran berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi mahasiswa dilakukan dalam bentuk Ujian Akhir Semester, keaktifan dalam diskusi dan tugas makalah.

Pengantar Sastra Jawa (JWS 1215)

Mata kuliah Pengantar Sastra Jawa (JWS 1215) merupakan mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa Prodi Sastra Jawa untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pemahaman yang luas dan mendalam terhadap kesastraan Jawa. Outcome yang diharapkan setelah menempuh matakuliah ini: (1) mahasiswa mengetahui kesastraan India, Jawa Kuna, Jawa Pertengahan dan Jawa Baru; (2) mahasiswa mengetahui pendapat-pendapat ahli terhadap karya yang disampaikan; (3) mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan karya-karya yang disampaikan. Materi disampaikan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan tugas mandiri. Evaluasi mahasiswa dilakukan melalui Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, keaktifan dalam diskusi dan tugas mandiri.

Tembang Macapat (JWS 1222) 

Mata kuliah Tembang Macapat merupakan mata kuliah pilihan yang diselenggarakan untuk melengkapi pengetahuan dan ketrampilan bahasa, sastra dan budaya Jawa melalui media tembang macapat. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu membuat dua jenis tembang macapat serta mampu menyanyikan tembang tersebut dengan baik dan benar. Metode pembelajaran yang digunakan dalam perkuliahan melalui ceramah, diskusi dan praktik menyanyikan tembang macapat. Evaluasi mahasiswa dilakukan melalui tugas mingguan membuat tembang macapat, nilai UTS dan UAS. 

Bahasa Bali (JWS 1223)

Mata kuliah Bahasa Bali merupakan mata kuliah pilihan di Prodi Sastra Jawa, sesuai dengan tujuan perkuliahan yakni memperkenalkan bahasa Bali sebagai bekal untuk memahami teks-teks naratif maka penguasaan bahasa Bali meliputi unsur-unsur fonologi dan morfologi, memahami naratif yang di dalamnya memuat dongeng dan etika dengan tingkat kesukaran dasar dan menengah. Pengajaran disampaikan melalui metode ceramah, presentasi dan tugas mandiri. Evaluasi dilakukan melalui tugas harian, UTS dan UAS.

Bahasa Madura (JWS 1224)

Mata kuliah Bahasa Madura (JWS 1224) adalah mata kuliah pilihan yang memberikan pengetahuan bahasa Madura melalui teks tertulis dan teks lisan. Tujuan utama dari perkuliahan ini adalah sebagai berikut: (1) mengenalkan mahasiswa dasar tata bahasa dan sifat-sifat kebahasaan bahasa Madura; (2) menjelaskan permasalahan ejaan dan tata tulis bahasa Madura secara tekstual; (3) mengenalkan dan menjelaskan sistem transkripsi sumber lisan ke dalam teks tulis; (4) melatih mahasiswa membaca dan mengucapkan kata-kata dalam kalimat bahasa Madura dengan benar; (5) melatih menulis dan mentranskripsi kalimat bahasa Madura sesuai dengan ejaan yang berlaku; (6) membina kerja dan studi kelompok, serta membangun atmosfer akademik. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar dalam mata kuliah bahasa Madura adalah   bahasa Indonesia. Penilaian terhadap mahasiswa peserta kuliah bahasa Madura dilakukan dengan cara kontrol presensi, aktivitas respon mahasiswa, tugas terstruktur, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Tulis Reseptif II(JWS 2111)

Bahasa Jawa Tulis Reseptif II merupakan kelanjutan dari bahasa Jawa Tulis Reseptif I (JWS2111). Bahan bacaan yang dipilih adalah teks dengan tingkat kesukaran lebih tinggi daripada Bahasa Jawa Tulis Reseptif I dan terdiri atas berbagai genre sastra, antara lain: babad, crita wayang dan piwulang yang dituangkan dalam bentuk puisi tembang macapat. Pengajaran disampaikan melalui metode ceramah, presentasi, diskusi dan tugas mandiri. Evaluasi dilakukan melalui tugas harian, UTS dan UAS. 

Teks Prosa Jawa Kuna (JWS 2112)

Teks Prosa Jawa Kuna (JWS 2112) merupakan mata kuliah wajib. Mahasiswa dibimbing untuk menerjemahkan dan memahami teks-teks prosa bahasa Jawa Kuna setelah mendapatkan pengetahuan tentang morfologi dan sintaksis bahasa Jawa Kuna yang diperoleh dari perkuliahan sebelumnya (mata kuliah Morfo-Sintaksis bahasa Jawa Kuna). Dari perkuliahan ini mahasiswa dapat menerjemahkan teks-teks berbentuk prosa berbahasa Jawa Kuna. Metode pembelajaran yang dilakukan memadukan metode Student Center Learning (SCL)dan Teacher Centered Learning (TCL/STAR)Pembelajaran dilakukan dengan model tatap muka, ceramah dan diskusi. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui tugas mandiri, aktivitas di kelas, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Bahasa Sanskerta (JWS 2113) 

Mata kuliah Bahasa Sanskerta (JWS 2113) merupakan mata kuliah wajib yang memusatkan perhatian tata bahasa Sansekerta bagi pemula. Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mampu: (1) memahami sistem gramatikal yang terjalin dalam kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Sansekerta; (2) memahami naratif yang di dalamnya memuat tuntunan tata bahasa  dan yang ditampilkan melalui kehadiran leksikon dan gramatika; (3) mengetahui peran dan fungsi leksikon dan gramatika sebagai representasi dari implementasi tata bahasa Sanskerta. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan  penugasan melalui latihan. Evaluasi dilakukan dengan merespon umpan balik dari mahasiswa, UTS dan UAS.

Paleografi (JWS 2114)

Mata kuliah Paleografi (JWS 2114). Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan dari mata kuliah Pengantar Filologi. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan: (1) memiliki pemahaman dan pengertian tentang paleografi; (2) memiliki pemahaman dan pengertian tentang klasifikasi aksara, karakteristik aksara Nusantara dan fase tulisan; (3) memiliki pemahaman dan pengertian tentang sejarah dan perkembangan aksara di Indonesia serta pengaruh tiga budaya besar dunia; (4) memiliki pemahaman dan pengertian tentang aksara-aksara Nusantara yang meliputi konsonan vokal, tanda-tanda lain, angka, ejaan, khususnya Jawa Kuna, Jawa Baru, Arab, Pegon, Bali, Batak, Lampung, Bugis, Makasar; (5) memiliki pemahaman dan pengertian tentang teks cetakan dan teks tulisan tangan. Metode pembelajaran yang digunakan selama perkuliahan yakni ceramah, diskusi, serta praktik mentransliterasi naskah. Evaluasi mahasiswa dilakukan melalui Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, serta keaktifan dalam diskusi.

Morfologi(JWS 2115)

Mata kuliah Morfologi (JWS 2115) merupakan mata kuliah wajib Prodi Sastra Jawa. Mata kuliah ini diadakan guna memenuhi kompetensi lulusan, yaitu: (1) mampu mengidentifikasi dan menerapkan konsep serta teori untuk menjawab permasalahan wacana sastra, bahasa dan pernaskahan Nusantara sesuai dengan dinamika masyarakat; (2) mampu membangun refleksi budaya terhadap fenomena kehidupan masyarakat. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah memadukan metode pembelajaran berfokus mahasiswa (Student Centered Learning) dengan metode STAR (Student Teacher Aesthetic Role-sharing). Pembelajaran dilakukan dengan model kuliah tatap muka dan diskusi. Metode penilaian dilakukan melalui tugas mandiri, tugas kelompok, aktivitas kelas, tes formatif dan tes summatif.

Sejarah Sastra Jawa (JWS 2116

Sejarah Sastra Jawa (JWS 2116) merupakan mata kuliah wajib Prodi Sastra Jawa. Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai kesusastraan India, Jawa Kuna, Jawa Pertengahan dan Jawa Baru, serta mampu mengaplikasikannya untuk kepentingan praktis dan ilmiah. Metode pembelajaran yang digunakan yakni ceramah dan diskusi. Evaluasi yang direncanakan yaitu ujian tengah semester, ujian akhir, keaktifan serta kedisiplinan dalam perkuliahan dan nilai tugas.

Seni Pranatacara (JWS 2122)

Mata kuliah Seni Pranatacara (JWS 2122) merupakan mata kuliah keahlian yang diselenggarakan Prodi Sastra Jawa sebagai pendukung mata kuliah wajib yang berkonsentrasi pada keahlian bahasa dan sastra. Seni Pranatacara memberikan bekal beberapa teori dan praktik sederhana bagi seorang pembawa acara dalam pengaplikasiannya melalui bahasa Jawa. Mahasiswa juga dibekali pemahaman komprehensif dan analisis secara kritis penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar serta tepat guna dalam setiap situasi acara di masyarakat. Hasil yang ingin dicapai pada mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu mengenal berbagai pengetahuan yang dimiliki seorang pranatacara berikut pengaplikasiannya. Perkuliahan disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, praktik dan presentasi. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara mingguan melalui keaktifan dalam diskusi dan presentasi, Ujian Tengah Semester, serta praktik ujian akhir.

Tata Cara (JWS2123)

Mata kuliah Tata Cara merupakan matakuliah pilihan di Prodi Sastra Jawa yang diselenggarakan untuk memenuhi kompetensi lulusan yaitu: (1) mampu mengenal, mengerti, memahami, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi semua materi yang diajarkan dalam mata kuliah Tata Cara; (2) mampu berperan dalam melestarikan, menjaga, memelihara dan memanfaatkan tata cara peninggalan budaya nenek moyang. Mata kuliah ini berisi materi tentang: (1) selamatan; (2) M3 (metu, mantenmati); (3) Gugon tuhon dalam masyarakat Jawa. Metode pembelajaran yang dilakukan memadukan metode Student Center Learning (SCL) dan Teacher Centered Learning (TCL/STAR)Pembelajaran dilakukan dengan model tatap muka, ceramah dan diskusi. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui tugas mandiri, aktivitas di kelas, presensi, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Teks Puisi Jawa Kuna (JWS 2211)

Mata kuliah Teks Puisi Jawa Kuna (JWS 2111) merupakan mata kuliah wajib. Pada mata kuliah ini mahasiswa dibimbing untuk menerjemahkan dan memahami teks-teks puisi Jawa Kuna. Metode pembelajaran yang dilakukan memadukan metode Student Center Learning (SCL) dan Teacher Centered Learning (TCL/STAR). Pembelajaran dilakukan dengan model tatap muka, ceramah dan diskusi. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui tugas mandiri, aktivitas di kelas, presensi, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Bahasa Jawa Tulis Produktif (JWS 2212)

Mata kuliah Bahasa Jawa Tulis Produktif I (JWS 2212) merupakan bagian dari mata kuliah penguasaan bahasa Jawa. Dengan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengemukakan pendapatnya dalam bentuk tulisan berupa fiksi maupun non fiksi dan mengoreksi tulisan sesuai dengan EYD bahasa Jawa. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tugas mandiri. Bahasa pengantar yang digunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Bentuk evaluasi yang digunakan melalui Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Tengah Semester (UTS) dan tugas.

Kodikologi (JWS 2212)

Mata kuliah Kodikologi (JWS 2212) merupakan salah satu bagian ilmu filologi dengan spesialisasi menangani masalah kondisi fisik naskah (manuskrip). Dengan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu: (1) membedakan konsep naskah dan teks; (2) menguasai pengetahuan tentang naskah dan kodeks; (3) menguasai pengetahuan tentang proses pembuatan naskah; (4) mendeskripsikan unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah teks. Metode pengajaran yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, praktik mandiri dan praktik lapangan. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Evaluasi yang direncanakan berupa Ujian Akhir Semester, laporan praktik lapangan, ujian sisipan, tugas, dan presentasi.

Sintaksis (JWS 2214)

Mata kuliah Sintaksis (JWS 2214) bertujuan agar mahasiswa dapat memahami struktur satuan-satuan sintaksis, selanjutnya mahasiswa dapat menganalisis bahasa Jawa dan/atau bahasa-bahasa Nusantara lainnya berdasarkan atas satuan-satuan itu, dan pada akhirnya mahasiswa dapat menganalisis hubungan di antaranya berdasarkan atas struktur hierarki gramatikal. Setelah mengikuti kuliah mata kuliah Sintaksis Bahasa Jawa ini mahasiswa diharapkan mampu: (1) memahami dan menganalisis satuan-satuan sintaksis; (2) memahami dan menganalisis hubungan antara satuan-satuan sintaksis berdasarkan struktur hierarki gramatikal; (3) menganalisis dan membandingkan antara satuan-satuan sintaksis bahasa Jawa dan beberapa bahasa Nusantara. Materi pembelajaran dipaparkan dengan metode ceramah, diskusi dan pemberian tu­gas. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi melalui  post test dan umpan balik pada setiap akhir pokok bahasan, pada tengah semester dan pada akhir semester. Konversi  nilai terdiri atas nilai ujian akhir 50%, nilai ujian tengah semester 30 %, nilai makalah, tugas-tugas harian dan aktifitas mahasiswa 20%.

Kajian Sastra Jawa (JWS 2215)

Kajian Sastra Jawa (JWS 2216) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Sastra Jawa. Setelah menempuh mata kuliah Kajian Sastra Jawa (Telaah Drama Jawa) mahasiswa akan mampu: (1) memahami dan menjelaskan pengertian atau konsep mengenai drama; (2) memahami dan menjelaskan perbedaan drama dengan genre sastra yang lain; (3) menjelaskan jenis-jenis drama yang ada di Nusantara; (4) menjelaskan dan menganalisis struktur yang ada dalam naskah drama; (5) memahami proses pementasan sebuah drama secara utuh; (6) mementaskan sebuah drama; (7) mengembangkan kemampuan softskill mahasiswa; (8) mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Mata kuliah Kajian Sastra Jawa menggunakan pengantar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, praktik lapangan (studi naskah ke perpustakaan) dan analisis struktur naskah secara individu. Penilaian didapatkan dari aktivitas di kelas, aktivitas diskusi, tugas terstruktur, ujian tengah dan akhir.

Karawitan  (JWS 2121/JWS 2221)

Karawitan (JWS 2121/JWS 2221) merupakan mata kuliah yang ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan khusus. Mata kuliah ini memusatkan perhatian pada pengetahuan tentang seni karawitan dan contoh-contoh komposisi sederhana bagi pemula. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mempunyai pengetahuan tentang fungsi gamelan bagi masyarakat Jawa, fungsi masing-masing instrumen gamelan dalam komposisi gending, pola-pola komposisi gamelan, teknik memainkan instrumen gamelan dalam suatu komposisi gending. Kuliah ini menggunakan pengantar bahasa Indonesia. Evaluasi yang direncanakan meliputi UTS, UAS dan praktik.

Sastra Sejarah (JWS 2222)

Mata kuliah Sastra Sejarah (JWS 2222) diberikan dalam rangka memperkuat pemahaman bagi mahasiswa terhadap sastra sejarah baik pada masa Jawa Kuna, Jawa Pertengahan, maupun Jawa Baru berikut perkembangannya. Pengenalan dan pemahaman yang mendalam dan luas atas teks-teks Sastra Sejarah dari yang kuno hingga baru akan mempermudah mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan terutama bagi peminat disiplin ilmu sastra. Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memperoleh: (1) pemahaman mengenai sastra sejarah baik Jawa Kuna, Pertengahan, maupun Baru; (2) pengertian berbagai genre dalam sastra sejarah; (3) pengetahuan mengenai tokoh-tokoh sejarah kerajaan di Jawa. Perkuliahan disampaikan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui tugas terstruktur, UTS dan UAS.

Problematik Sastra Jawa (JWS 3111)

Mata kuliah Problematik Sastra Jawa (JWS 3111) merupakan mata kuliah wajib Prodi Sastra Jawa. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan: (1) mampu mengetahui dan memahami batasan mata kuliah Problematik Sastra Jawa; (2) mengetahui cara-cara mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di Sastra Jawa; (3) mampu memberikan alternatif solusi pemecahan masalah di Sastra Jawa.  Metode yang dipakai adalah ceramah, diskusi, tugas, resitasi, metode pemecahan masalah (PBL) berbasis Student Center Learning. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Bentuk evaluasi berupa ujian lisan secara individual/kelompok dan esei.   

Teks Prosa Jawa Pertengahan (JWS 3112)

Teks Prosa Jawa Pertengahan (JWS 3112) merupakan matakuliah wajib. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, mengerti dan mampu menerjemahkan teks-teks prosa Jawa Pertengahan dengan segala permasalahan. Dalam matakuliah ini bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia, sedangkan metode pembelajaran yaitu dengan tatap muka di kelas dan pemberian tugas. Metode penilaian dinilai dari kehadiran mahasiswa, kesiapan tugas, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Kritik Teks (JWS 3113)

Mata kuliah Kritik Teks (JWS 3113) merupakan mata kuliah wajib yang memberikan gambaran tentang etimologi, sejarah, cara kerja penelitian filologi serta metode kritik teks sebagai salah satu tahapan untuk menyajikan teks. Outcome yang diharapkan dari matakuliah ini: (1) mahasiswa mengetahui tempat-tempat penyimpanan naskah; (2) mahasiswa menguasai cara-cara kerja penelitian filologi; (3) mahasiswa mampu menganalisis, mengkritisi dan menafsirkan problematika teks yang menjadi bahan kajian sebelum menyajikan suntingan; (4) mahasiswa menguasai metode-metode penyuntingan yang dipilih untuk menyajikan teks secara kritis sebagai proses dalam membuat sebuah suntingan yang dapat dipertanggungjawabkan. Mata kuliah ini disampaikan dalam bahasa Indonesia dengan metode ceramah, diskusi, praktik, dan presentasi. Evaluasi  dilakukan melalui tugas individu, UTS dan UAS.

Semantik (JWS 3114)

Mata kuliah Semantik Bahasa Jawa  (JWS 3114) merupakan mata kuliah wajib. Setelah menempuh kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat: (1) memiliki pemahaman dan pengertian umum tentang semantik; (2) memiliki keterampilan dalam pemaknaan satuan-satuan kebahasaan dan menerapkan teori semantik dalam tuturan tuturan bahasa-bahasa Nusantara khususnya Jawa; (3) mampu mengidentifikasikan dan merumuskan permasalahan berkaitan dengan makna bahasa-bahasa Nusantara khususnya Jawa; (4) mampu melakukan analisis terhadap fenomena bahasa-bahasa Nusantara khususnya Jawa, baik lisan maupun tertulis ; (5) memiliki penghayatan terhadap makna-makna bahasa dan perubahannya; (6) memiliki kepekaan lingkungan masyarakat bahasa terhadap perkembangan makna kebahasaan; (7) memiliki keterbukaan dan inovasi dalam mengakses informasi tentang perkembangan ilmu makna. Perkuliahan disampaikan dengan Bahasa Indonesia. Pengajaran dilakukan dengan presentasi, diskusi dan ceramah. Evaluasi yang direncanakan berupa UTS, UAS, tugas kelompok dan tugas individu.

Linguistik Interdisipliner (JWS 3115)

Linguistik Interdisipliner (JWS 3115) merupakan mata kuliah wajib di Prodi Sastra Jawa yang membahas linguistik dalam hubungannya dengan ilmu lain khususnya ilmu sosial. Mata kuliah ini mencakup bidang sosiolinguistik dan dialektologi.  Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka dan praktik lapangan. Hasil yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini: (1) mahasiswa memiliki pemahaman  tentang dialektologi dan sosiolinguistik; (2) mahasiswa memiliki pemahaman tentang variabel sosiolinguistik dan dialektologi. Evaluasi mahasiswa dilakukan melalui aktivitas kelas, tugas mandiri, tugas kelompok, tes formatif dan tugas summatif.

Bahasa Sunda (JWS 3121)

Mata kuliah Bahasa Sunda yang ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan pada Program Studi Sastra Jawa dirancang sebagai mata kuliah yang memperkenalkan bahasa Sunda kepada pembelajar dewasa, dalam hal ini adalah non-penutur asli bahasa Sunda. Mata kuliah ini memberikan pengetahuan kebahasaan elementer terkait dengan beberapa aspek linguistik pokok, yakni fonetik dan fonologi, morfologi dan semantik. Namun demikian, semua aspek tersebut hanya merupakan pengenalan dan dideskrispikan secara sederhana. Selain pengenalan aspek-aspek kebahasaan tersebut, kuliah ini juga dirancang untuk memberikan pelatihan sederhana kepada mahasiswa dalam menggunakan bahasa Sunda dengan mengkonstruksi kalimat-kalimat sederhana yang umum dipakai oleh para penutur bahasa Sunda. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi dan tugas mandiri. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Bentuk evaluasi yang digunakan melalui tugas, UTS dan UAS.

Sastra Suluk (JWS 3122)

Mata kuliah Sastra Suluk (JWS 3122) merupakan mata kuliah pilihan Prodi Sastra Jawa. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan: (1) mengetahui dan memahami batasan mata kuliah Sastra Suluk; (2) mengetahui ciri-ciri Sastra Suluk; (3) mengetahui teori dan metode kajian terhadap Sastra Suluk. Metode yang dipakai berbasis Student Center Learning melalui ceramah,  diskusi, tugas, resitasi dan pemecahan masalah (PBL). Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa  Indonesia. Bentuk evaluasi yang dimanfaatkan meliputi aktivitas kelas, tugas, UTS dan UAS.

Bahasa Jawa Lisan Produktif II (JWS 3211)

Mata kuliah Bahasa Jawa Lisan Produktif II (JWS 3211) adalah kelanjutan dari mata kuliah Bahasa Jawa Lisan Produktif I sebagai bagian dari pengajaran mata kuliah penguasaan bahasa Jawa. Setelah menempuh mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu dan lancar mengekspresikan diri, memberi tanggapan dan berkreasi secara lisan menggunakan bahasa Jawa standar. Metode yang digunakan dalam pengajaran adalah ceramah, presentasi, diskusi, tugas mandiri. Bahasa pengantar yang digunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Bentuk evaluasi yang digunakan melalui Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Tengah Semester (UTS), dan lain-lain meliputi tugas mandiri dan keaktifan di kelas.

Teks Puisi Jawa Pertengahan (JWS 3212)

Teks Puisi Jawa Pertengahan (JWS 3212) merupakan matakuliah wajib. Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, mengerti dan mampu menerjemahkan teks-teks puisi Jawa Pertengahan dengan segala permasalahan. Dalam mata kuliah ini bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia, sedangkan metode pembelajaran yaitu dengan tatap muka di kelas dan pemberian tugas. Metode penilaian dinilai dari kehadiran mahasiswa, kesiapan tugas, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Bahasa Arab untuk Teks Jawa (JWS 3213)

Mata kuliah Bahasa Arab untuk Teks Jawa (JWS 3212) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi filologi. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu melihat dan menjelaskan penyesuaian bahasa Arab dalam bahasa Jawa,  proses penjawaan dari bahasa Arab. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tugas melalui pembacaan teks-teks Jawa bernuansa Islam atau berhuruf pegon. Evaluasi yang digunakan melalui tugas mandiri, aktivitas kelas, UTS dan UAS.

Metode Penelitian Linguistik (JWS 3214)

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Linguistik (JWS 3214) adalah mahasiswa memahami metode dalam penelitian linguistik, yang mencakup metode penyediaan data, metode analisis data dan metode penyajian hasil analisis. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengimplementasikan faktor-faktor pendukung penelitian bahasa serta dapat mengaplikasikannya untuk menyusun sebuah  penelitian bahasa-bahasa Nusantara khususnya bahasa Jawa. Metode yang dipakai dalam perkuliahan yaitu tatap muka di kelas, presentasi dan diskusi, tugas mandiri dan kelompok. Penilaian terhadap kompetensi yang dicapai mahasiswa dilakukan dengan indikator hasil pembelajaran berupa tugas yang dilakukan secara mandiri dan kelompok dalam mengimplementasikan materi pembelajaran, baik di kelas maupun di lapangan (masyarakat pengguna bahasa).  

Metode Penelitian Sastra (JWS 3214)

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Sastra (JWS 3214) adalah mahasiswa memahami metode dalam penelitian sastra, yang mencakup metode penyediaan data, metode analisis data dan metode penyajian hasil analisis. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengaplikasikan metode yang dipelajari dalam bentuk draft proposal skripsi. Metode yang dipakai dalam perkuliahan yaitu tatap muka di kelas, presentasi dan diskusi, tugas mandiri dan kelompok. Penilaian terhadap kompetensi yang dicapai mahasiswa dilakukan dengan indikator hasil pembelajaran berupa tugas yang dilakukan secara mandiri dan kelompok dalam mengimplementasikan materi pembelajaran.

Metode Penelitian Filologi (JWS 3214)

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Filologi (JWS 3214) adalah mahasiswa memahami metode dalam penelitian filologi yang mencakup inventarisasi, penentuan nasakah, deskripsi naskah dan teks, penyajian suntingan dan terjemahan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengimplementasikan metode tersebut dalam penelitian naskah. Metode yang dipakai dalam perkuliahan yaitu tatap muka di kelas, presentasi dan diskusi, tugas mandiri dan kelompok. Penilaian terhadap kompetensi yang dicapai mahasiswa dilakukan dengan indikator hasil pembelajaran berupa tugas yang dilakukan secara mandiri dan kelompok dalam mengimplementasikan materi pembelajaran, baik di kelas maupun di lapangan.

Penerjemahan (JWS 3215)

Mata kuliah Penerjemahan (JWS 3215) merupakan mata kuliah wajib di Prodi Sastra Jawa. Pada mata kuliah ini mahasiswa dibimbing untuk menguasai teknik, metode dan teori menerjemahkan bahasa Jawa: bahasa Jawa baru, bahasa Jawa Klasik, bahasa Jawa Pertengahan dan bahasa Jawa Kuna. Contoh-contoh teks yang digunakan sebagai bahan penerjemahan berbentuk prosa dan puisi. Dengan demikian mahasiswa dapat menerjemahkan teks-teks berbahasa Jawa tersebut baik menerjemahkan kata demi kata, menerjemahkan harfiah, maupun menerjemahkan secara bebas. Metode pembelajaran yang dilakukan memadukan metode Student Center Learning (SCL) dan Teacher Centered Learning (TCL/STAR).  Pembelajaran dilakukan dengan model tatap muka, ceramah dan diskusi. Bahasa yang digunakan sebagai pengantar adalah bahasa Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui tugas mandiri, aktivitas di kelas, presensi, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Bahasa Jawa Ekspresi Media (JWS 3221)

Bahasa Jawa Ekspresi Media (JWS 3221) merupakan matakuliah pilihan bagi mahasiswa Sastra Jawa. Hasil pembelajaran yang hendak dicapai adalah mahasiswa mampu memahami ragam Bahasa Jawa yang digunakan dalam media komunikasi, mahasiswa dapat menganalisis secara kebahasaan ragam bahasa Jawa dalam media komunikasi, mahasiswa memiliki kepedulian terhadap perkembangan bahasa Jawa yang digunakan dalam media komunikasi. Metode yang digunakan ceramah, diskusi dan praktik menganalisis teks bahasa Jawa. Bahasa pengantar yang digunakan bahasa Indonesia. Metode pembelajaran berupa ceramah, diskusi/tanya jawab dan praktik menganalisis teks Bahasa Jawa dalam media komunikasi. Evaluasi yang direncanakan meliputi Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan lain-lain berupa tugas, keaktifan di kelas, serta kehadiran.

Sastra Wayang (JWS 3222)

Sastra Wayang (JWS 3222) merupakan kuliah pilihan Prodi Sastra Jawa. Mahasiswa mampu memahami pengertian, unsur-unsur, nilai-nilai dan sejarah wayang. Metode yang dipakai yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab, tugas latihan,  pengamatan tokoh-tokoh wayang dan pemutaran video wayang. Bentuk evaluasi dari perkuliahan ini berupa Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, keaktifan dan ketepatan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan dalam perkuliahan, kualitas pengerjaan tugas dan presensi.

Leksikografi (JWS 3223)

Mata kuliah Leksikografi (JWS 3223) merupakan mata kuliah pilihan Prodi Sastra Jawa yang mengkaji tentang perkamusan. Mata kuliah ini  diselenggarakan untuk memenuhi kompetensi lulusan, yaitu: (1) mampu mengidentifikasi dan menerapkan konsep serta teori untuk menjawab permasalahan wacana sastra, bahasa dan pernaskahan Nusantara sesuai dengan dinamika masyarakat; (2) mampu membangun refleksi budaya terhadap fenomena kehidupan masyarakat. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah memadukan metode pembelajaran berfokus pada mahasiswa (Student Centered Learning) dengan metode STAR (Student Teacher Aesthetic Role-sharing). Pembelajaran dilakukan dengan model kuliah tatap muka dan diskusi. Metode penilaian dilakukan melalui tugas mandiri, tugas kelompok, aktivitas kelas, tes formatif, dan tes summatif.

Seminar Linguistik/Sastra/Filologi (JWS 4111)

Mata kuliah seminar (JWS 4111) adalah mata kuliah wajib yang diselenggarakan pada semester 7. Setelah mengikuti  pembelajaran dari perkuliahan ini, mahasiswa mengetahui tatacara bimbingan skripsi berdasarkan kesepakatan dengan dosen pembimbing skripsi (DPS), mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang teknik penulisan karya dalam proposal skripsi. Metode pembelajaran yang digunakan selama perkuliahan yaitu ceramah, diskusi, praktik dan tugas-tugas. Penilaian dilakukan melalui aktivitas tatap muka mingguan, penilaian praproposal dan proposal akhir.