Arsip:
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 16 Februari 2024
Pada Senin (12/02/2024), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menerima kunjungan dari mahasiswa Reitsumeikan University, Jepang. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang 405 (ruang gamelan), Gedung Margono, lantai 4, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Partisipan dari kunjungan kali ini sejumlah 20 siswa, satu dosen pembimbing, serta didampingi oleh 14 teman dari Unit Kegiatan Mahasiswa Buddy Club.
(Pengenalan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan HMJ Kamastawa)
Dalam kunjungan tersebut, tujuh mahasiswa perwakilan dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa memberikan presentasi mengenai Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan organisasi Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa). Selanjutnya, perwakilan mahasiswa mengenalkan alat musik Karawitan sebagai bagian dari kebudayaan Jawa. Pengenalan dilakukan dengan penjelasan alat musik, demonstrasi memainkan alat musik, dan penyajian tembang tradisional Jawa berjudul “Suwe Ora Jamu”. Setelah penyajian, mahasiswa Reitsumeikan University diperbolehkan untuk mencoba memainkan berbagai alat musik gamelan yang tersedia, dibimbing oleh perwakilan mahasiswa.
(Demonstrasi alat musik gamelan)
(Pengenalan alat musik gamelan Jawa kepada mahasiswa Reitsumeikan University)
Kunjungan kemudian ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan kepada pihak Reitsumeikan University.
(Penyerahan cinderamata)
Dengan kunjungan ini, mahasiswa Reitsumeikan University mendapatkan kesempatan untuk lebih memahami kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa. Kegiatan ini dapat menjadi upaya dalam memperkenalkan keindahan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional. Upaya pengenalan dan eksplorasi terhadap tradisi dan budaya Nusantara selaras dengan poin keempat pada tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 19 Januari 2024
Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil melaksanakan program mengajar siswa dan siswi di SMP Negeri 1 Seyegan. Program mengajar ini merupakan kerjasama dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Seyegan, sebagai upaya bersama untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam penggunaan aksara Jawa. Periode pelaksanaan program ini berlangsung mulai tanggal 12 hingga 21 Desember 2023, diakhiri dengan penyelenggaraan lomba pada tanggal 22 Desember 2023.
Sebanyak sembilan (9) mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut serta dalam program ini. Mereka adalah Sindi Virninda, Nanda Nursa Alya, Rafael Raga B.P., Faradila Putri M., Ahmad Nur Astha, Enjang Prasetyo W., Fazi Arifian Pradara, Novita Nurhasanah, dan Inayah Milati. Pengajaran dilakukan dengan menerapkan metode kreatif, dengan harapan para siswa dapat memahami aksara Jawa secara menyeluruh.
Nanda Nursa Alya, salah satu peserta pengajar, menyatakan kegembiraannya dalam wawancara, "Sangat menyenangkan, karena kami dapat berinteraksi dengan siswa." Nanda menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa, akan tetapi juga berkembangnya kemampuan mahasiswa, "Program ini melatih kami sebagai mahasiswa agar dapat menjadi pengajar sekaligus teman bagi para siswa. Selain itu, program ini juga menuntut kreativitas mahasiswa dalam menciptakan metode dan media pembelajaran yang baik dan menyenangkan bagi siswa."
Dengan diadakannya program mengajar ini, Nanda berharap agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahunnya. "Semoga saja program ini akan selalu ada setiap tahun" ucapnya. Program mengajar ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya poin keempat, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 22 Desember 2023
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperoleh prestasi membanggakan. Kali ini, kelompok Wignyasta UGM berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Reportase Sastra Jawa yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Perlombaan tersebut berlangsung dari tanggal 7 November 2023 hingga masa pengumuman pada 3 Desember 2023 secara daring.
Reportase sastra Jawa yang digarap oleh Wignyasta UGM berjudul "Sapa sing Temen, Bakal Tinemu." Dalam reportase ini, tim Wignyasta UGM mewawancarai Nini Klenyem, seorang penulis karya sastra Jawa dari dulu hingga kini. Nini Klenyem mengisahkan lika-likunya dalam menerbitkan karya. Meskipun beliau tidak melanjutkan pendidikan formal seperti kebanyakan, tekad yang kuat dalam berkarya membawa karya-karya beliau semakin beragam dan diterbitkan hingga saat ini.
Kelompok Wignyasta UGM beranggota empat mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, yaitu Alma Syahwalani, Bernadetta Rahayuning Tyas, Rachel Aulia, dan Dian Nitami.
Secara etimologis, Wignyasta berasal dari kata 'wignyan,' yang berarti "3 sandhangan panyigeg," dan "asta" yang berasal dari Bahasa Jawa yang berarti "tangan." Kata 'wignyan' dimaknai bernilai 3, sedangkan 'asta' dimaknai bernilai 2 sehingga menghasilkan angka 32. Dengan mengikuti sistem sengkalan, angka-angka tersebut diposisikan terbalik sehingga menjadi angka 23. "Kami menjadikannya sebagai nama tim kami agar mengangkat angkatan 2023," ungkap Alma dalam wawancara pada Kamis (21/12/2023).
Proses penciptaan reportase nyatanya tidak lepas dari tantangan. Alma menerangkan, "Dalam pembuatan teks reportase, kami menghadapi kendala yakni harus mengetahui dan menggunakan tingkat tutur bahasa Jawa secara tepat, terutama ketika mewawancarai Nini Klenyem. Kami juga menghadapi kendala lainnya seperti terbatasnya penyimpanan pada perangkat kami, sedangkan kami harus melakukan revisi terkait karya tersebut."
"Tetapi, Alhamdulillah, kami berhasil melalui semua itu sehingga hasil karya reportase siap dilombakan. Pembuatan reportase sastra Jawa ini juga tidak lepas dari bimbingan Ibu Wiwien (Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A), dosen pengampu mata kuliah 'Pengantar Sastra Jawa' kami. Beliau juga membantu dalam pemilihan narasumber, karena kami tidak memiliki banyak informasi terkait penulis karya sastra Jawa," lanjut Alma.
Dengan prestasi yang diraih oleh Wignyasta UGM, ke depannya diharapkan mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait kebudayaan, kebahasaan, dan kesastraan Jawa. diharapkan agar mahasiswa terus bersemangat dalam berkarya, serta dapat menggunakan waktunya untuk menggapai prestasi. Prestasi ini juga selaras dengan poin empat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu menyediakan dan mengembangkan kualitas pendidikan.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Desember 2023
Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (Kamastawa) telah menyelenggarakan Musyawarah Besar (Besar) pada hari Selasa (18/12/2023). Kegiatan Mubes terlaksana secara daring dan bertempat di ruang 709, Gedung Soegondo, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Acara tersebut dipandu oleh Yasmin Nabila Sahda (angkatan 2022) sebagai pewara, Idharul Huda (angkatan 2021) sebagai pimpinan sidang satu, Endar Sasmita Aji (angkatan 2022) sebagai presidium dua, Amining Tyas S. (angkatan 2021) sebagai notulis satu, serta Laksito Amero F. (angkatan 2021) sebagai notulis dua.
Mubes Kamastawa 2023 membahas mengenai beberapa perihal, seperti penyepakatan Lembat Penanggung Jawaban (LPJ), penyepakatan Anggara Dasar Rumah Tangga (ADRT), dan penatapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Penyepakatan PLJ dari beberapa divisi ,terdiri atas:
Pembahasan kedua adalah menyepakati ADRT HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Saalah satu di antara beberapa ketetapan adalah perubahan nama himpunan mahasiswa jurusan. Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa telah disepakati menjadi Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan nama program studi, yakni Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM. Meskipun demikian, akronim mahasiswa jurusan tidak mengalami perubahan, yakni tetap Kamastawa. Keputusan tersebut disepakati untuk mempertahankan kamastawa secara etimologis, yakni kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian dari Bahasa Sanskerta.
Pembahasan ketiga adalah penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Penetapan ketua HMJ Kamastawa melalui musyawarah oleh anggota mubes. Terdapat tiga calon ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025, yakni Amtenaring Gulang (angkatan 2022), Gilang Cahyo Nusantara (angkatan 2022), dan Yudha Adistira (angkatan 2022). Ketiga calon tersebut melalui beberapa tahap, seperti pemaparan visi-misi, sesi tanya jawab, sesi musyawarah, dan penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Berdasarkan musyawarah para peserta musyawarah besar, ditetapkan bahwa ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025 dipegang oleh Gilang Cahyo Nusantara. Penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025 menjadi pembahasan terakhir dalam kegiatan mubes HMJ Kamastawa. Kegiatan mubes ditutup dengan penutupan dan sesi dokumentasi bersama.
Musyawarah besar HMJ Kamastawa 2023 merupakan sebuah kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa untuk berorganisasi serta bertanggung jawab atas kewajiban yang telah diamanahkan. Selanjutnya, kegiatan tersebut dapat digunakan untuk membiasakan diri dalam bermusyawah dan mengutarakan pendapat. Dengan demikian, pengadaan mubes HMJ Kamastawa sejalan dengan poin keempat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni menyediakan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang baik bagi masyarakat.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Desember 2023
Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam anggota Paramadaya (Paduan Suara Ilmu Budaya). Yudha Adistira (angkatan 2022) dan Abimanyu Mahendra Maladeta Darmadi (angkatan 2023), berhasil meraih juara pertama dan piala bergilir dalam Lomba Paduan Suara bertajuk "Christmas Choir Festival." Perlombaan ini dilaksanakan di Galleria Mall Yogyakarta pada hari Minggu (17/12/2023).
Yudha, Abimanyu, dan rekan-rekan Paramadaya mempersembahkan lagu 'Grown up Christmas List' dan 'Lihatlah Lebih Dekat'. Penampilan paduan suara yang mereka suguhkan mengundang decak kagum para penonton dan dewan juri. Karena hal tersebut, Paramadaya dapat meraih juara pertama serta piala bergilir.
Dalam wawancara dengan Yudha Adistira, ia membagikan pengalamannya, "Awalnya kami tidak menyangka dapat memenangkan juara tersebut. Saingan kami ada dari universitas lain yang skalanya termasuk Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas, sedangkan kami dari PSM fakultas. Selain itu, terdapat banyak peserta yang lebih senior dan lebih berpengalaman dari kami. Alhamdulillah, kami dapat melewati tantangan tersebut dan meraih kemenangan. Semoga kedepannya, kami dapat meraih kembali juara pertama sehingga piala bergilir bisa kami dapatkan kembali."
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Mahasiswa Ilmu Budaya (Mahadaya) di lingkungan UGM dapat mengembangkan potensi dalam bidang non-akademik melalui Badan Semi Otonom (BSO) seperti Paramadaya. Pengembangan potensi, baik akademik maupun non-akademik, dalam lingkup, program studi, fakultas, hingga lingkup universitas sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 5 Desember 2023
Pada hari Jumat, 1 Desember 2023, Unit Penalaran Ilmiah (UPI) Humanika telah merilis pengumuman pemenang kompetisi esai humanika 2023. Kabar baiknya, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Haryo Untoro (angkatan 2022) berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut.
Kompetisi esai UPI Humanika mengangkat tema “Melihat Permasalahan Lingkungan Melalui Perspektif Humaniora”. Dari tema tersebut, kemudian dijabarkan menjadi tiga subtema, di antaranya;
Adapun esai yang diberi judul “Menjauhkan serangga dari kepunahan dengan menangani hama ala Jawa” dengan memilih subtema satu. Esai tersebut memaparkan sebuah fakta bahwasannya serangga yang dianggap sebagai hewan menjijikan sekaligus hama pertanian ternyata memegang pengaruh penting dalam ekosistem. Pemusnahan serangga dengan pestisida kimia dapat mencemari lingkungan serta menghilangkan eksistensi serangga di lingkungan tersebut. Solusi atas hal tersebut adalah dengan menggunakan pola pikir Jawa yang selaras dengan alam, penuh kehati-hatian, dan menjunjung keharmonian, serta beberapa cara mengatasi hama tanpa merusak ekosistem. Penggalian sudut pandang dan berbagai cara yang diajukan berdasarkan pada folklor, sastra, dan tradisi Jawa.
Kompetisi esai nasional yang diselenggarakan UPI Humanika dapat menjadi wadah dalam mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis, kemampuan menulis, serta peduli dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, kompetisi esai nasional UPI Humanika juga selaras dengan dua poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu pada poin empat berupa menyediakan dan mengembangkan kualitas pendidikan, poin lima belas berupa menjaga ekosistem darat.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswa Rabu, 20 September 2023
Pada hari Senin, (18/09/2023), mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), melaksanakan Kunjungan Kuliah Lapangan dalam rangka kegiatan Mata Kuliah Seminar (Filologi, Linguistik, dan Sastra) menuju Program Studi Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (FIB UNUD). Acara ini dilaksanakan di Ruang Ir. Soekarno, FIB UNUD, sepanjang pagi hingga sore. Kunjungan kuliah lapangan tersebut diikuti oleh 22 mahasiswa angkatan 2020 dan didampingi oleh empat dosen pembimbing, yaitu Dr. Daru Winarti, M.Hum., Dr. Arsanti Wldandari, M.Hum., R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.Hum., dan Imam Prakoso, S.S., M.A.
Kegiatan tersebut terdiri atas pemaparan materi dan sesi diskusi. Pemaparan materi dibawakan oleh mahasiswa dengan fokus pada filologi, linguistik, dan sastra, dengan membandingkan naskah dan budaya Jawa-Bali. Pelaksanaan sesi diskusi yang diikuti oleh para mahasiswa menjadikan pemaparan materi berjalan dengan interaktif.
Adapun sesi diskusi dosen dari Prodi Sastra Bali FIB UNUD dan Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM berlangsung di Ruang Guru Besar FIB UNUD dengan pokok bahasan kerja sama antara kedua belah pihak.
Selain mendiskusikan materi, mahasiswa dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM juga berkesempatan mengikuti lokakarya penulisan lontar. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan antusiasme mahasiswa dalam mempelajari aksara Bali.
Kunjungan Kuliah Lapangan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar kedua program studi. Lebih dari itu, diharapkan kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan, terutama dalam hal kesastraan dan kebudayaan Jawa-Bali.
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 11 September 2023
Yogyakarta – Pada hari Jumat (10/09/2023), dua mahasiswa dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yakni Rafael Raga B. P. dan Affan Akbar, menampilkan tembang Macapat sekar Dhandhanggula dalam acara Selapanan Talk yang diadakan oleh Pusat Kajian Jawa atau Pusaka Jawa UGM.
Sekar Dhandhanggula yang ditembangkan oleh Rafael Raga B.P. merupakan bait ke-13 dari Serat Jampi Susah yang ditulis oleh R. Pujaarja pada tahun 1918. Penampilan tersebut dipersembahkan dengan iringan alat musik gender oleh Affan Akbar, dengan Laras Slendro Pathet Sanga. Berikut adalah cuplikan dari sekar Dhandhanggula pada Serat Jampi Susah bait ke-13 :
Rèhning kabèh ihtiyaring jalmi
Ora kêna lamun dèn têtêpna
Kang têtêp amung kodraté
Pêrlu apa dèn ulur
Iku kêna kinarya mirit
Marang waris kang waras
Aja mèlu-mèlu
Anglalu luru sangsara
Saranané mung narima jroning ati
Ing mêngko arêp apa
Setelah penampilan, Rafael Raga B.P. menjelaskan makna yang terkandung dalam tembang tersebut. Ia menyatakan, "Dalam tembang ini, R. Pujaarja mengemukakan pandangannya bahwa apa pun hasil dan takdir yang telah ditentukan, usaha tetap menjadi hal yang penting dalam mengembangkan diri seseorang dan memberikan hikmahnya kepada sesama. Cara pandang mengenai kodrat dan wiradat menjadi penting karena beratnya masalah dan kesulitan dalam kehidupan dapat teratasi dengan sikap narima (menerima).
Lebih lanjut, ia menambahkan, "R. Pujaarja kemudian menandaskan sebuah pertanyaan, yaitu 'ing mêngko arêp apa?’ (nantinya hendak melakukan apa?) yang mengajak kita untuk merenung, merefleksikan, dan mengintrospeksi diri dengan bergerak maju menuju masa depan. Dengan sikap seperti ini, diharapkan bahwa masyarakat Jawa dapat merawat kesehatan jiwa mereka agar mencapai tujuan akhir yang baik, yaitu khusnul khotimah, bali marang sangkan paraning dumadi."
Acara Selapanan Talk merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap 35 hari. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah "Sehat Jiwa ala Jawa," dan mengundang dua pemateri utama, Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., seorang dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM, serta Salma Dias Saraswati, CEO dan Co-Founder of Tenang. Acara ini menjadi wadah penting untuk mendiskusikan dan memahami nilai-nilai kehidupan Jawa dalam memberikan makna pada jiwa serta pengaplikasikannya terhadap isu kesehatan mental, khususnya pada generasi muda saat ini.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 28 Agustus 2023
Yogyakarta – Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sukses menyelenggarakan acara "First Gathering" atau temu antar mahasiswa angkatan tahun 2022-2023 pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2023. Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut diadakan di ruang 303, lantai 3, Gedung Margono. Pemandu acara pada kesempatan ini adalah Yudha Adistira dan Nabila Purwaningtyas, keduanya merupakan mahasiswa angkatan 2022.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh para pemandu acara, yang kemudian diikuti oleh sambutan dari Imam Prakoso, S.S., M.A., seorang dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yang juga merupakan pembina dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ KAMASTAWA).
Imam Prakoso, S.S., M.A., memberikan kata sambutan
Setelahnya, acara dilanjutkan dengan sesi "nglaras memitran". Pada sesi ini, mahasiswa angkatan tahun 2022 dan 2023 diberikan kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain. Pemandu acara membuat sesi ini menjadi lebih menarik dengan membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap anggota kelompok harus mengingat semua nama anggota kelompoknya. Bagi mereka yang tidak mampu menyebutkan nama teman-temannya, diberlakukan hukuman ringan sebagai bagian dari interaksi.
Sesi "nglaras memitran" berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Sesi ini ditutup tanpa ada peserta yang mendapatkan hukuman, mencerminkan semangat saling berkenalan dan berinteraksi tanpa memandang senioritas dan junioritas.
Saling mengenal dalam sesi “nglaras memitran”
Kemudian, dilanjutkan dengan sesi "kado silang", yang mana mahasiswa angkatan tahun 2023 membawa makanan yang dibungkus menjadi kado lalu kemudian dibagi secara acak. Setelah itu, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menikmati makanan yang telah didapatnya.
Sesi berikutnya adalah materi "ke-HMJ-an" yang disampaikan oleh Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma, Ketua HMJ KAMASTAWA kabinet Candrabirawa. Dalam sesi ini, mahasiswa angkatan tahun 2023 diperkenalkan dan mendapatkan penjelasan mengenai HMJ KAMASTAWA.
Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma selaku ketua HMJ KAMASTAWA memaparkan materi tentang HMJ KAMASTAWA
Tidak kalah pentingnya, sesi “tataning bebuden” dipresentasikan oleh R. Putra Sukaca, Taruna Dharma Jati, dan Sindi Virninda. Mereka memaparkan etika dalam konteks perkuliahan, termasuk dalam berkomunikasi dengan dosen, berbicara, berpakaian, dan aspek lainnya. Meskipun mengangkat isu serius, penyampaiannya dilakukan secara menarik, santai, dan mudah dipahami oleh mahasiswa angkatan tahun 2023. Sesi ini juga diberi sentuhan candaan yang membuatnya lebih hangat dan mengundang tawa.
R. Putra Sukaca (kiri), Sindi Virninda (tengah), dan Taruma Dharma Jati (kanan) memaparkan etika dalam perkuliahan
Setelah selesai mengikuti sesi tataning bebuden, acara "First Gathering" mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa A.T. 2022-2023 kemudian diakhiri para pemandu acara. Setelahnya, sesi dokumentasi dilaksanakan untuk menangkap momen kebersamaan tersebut.
“First Gathering” ini menjadi platform bagi mahasiswa angkatan tahun 2022-2023 untuk saling berkenalan dan mempererat hubungan di antara mereka. Dengan adanya sesi “ke-HMJ-an” dan “tataning bebuden”, diharapkan mahasiswa angkatan tahun 2023 dapat lebih mengenal wadah pengembangan diri melalui HMJ KAMASTAWA dan memahami nilai-nilai etika yang penting dalam perjalanan akademik mereka kedepannya.
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswa Senin, 14 Agustus 2023
Minggu (13/08/2023), Divisi Sosial Masyarakat bersama dengan Divisi Keilmuan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ KAMASTAWA) telah berhasil menyelenggarakan kegiatan "Sastra Jawa Berbagi dan Mengajar." Program ini merupakan hasil inisiasi dari kolaborasi Divisi Sosial Masyarakat dan Divisi Keilmuan.
Kegiatan "Sastra Jawa Berbagi dan Mengajar" berlangsung di panti asuhan Al-Wahhaab Sinar Melati 11, yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma Gg. Arjuna No. RT. 01/14, Dero, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 10 anak dari berbagai rentang usia, mulai dari balita hingga kelas satu SMP, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kegiatan dimulai dengan tahap perkenalan antara peserta dan anak-anak panti asuhan, yang diikuti oleh pembelajaran interaktif dalam menulis dan membaca menggunakan flashcard. Serangkaian pembelajaran ini diteruskan dengan sesi kuis yang melibatkan penggunaan flashcard tersebut. Setelahnya, suasana menjadi lebih menyenangkan dengan kegiatan bermain dan bernyanyi tembang dolanan Jawa bersama.
Permainan teka-teki dengan menebak nama benda dalam Bahasa Jawa
Bermain dan bernyanyi tembang dolanan bersama.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para anak sangat terasa, mulai dari awal hingga akhir kegiatan, terutama saat pemberian hadiah-hadiah kecil sebagai penghargaan atas partisipasi mereka dalam kuis flashcard. Selain hadiah, HMJ KAMASTAWA juga memberikan buku pepak basa Jawa sebagai upaya untuk memperkenalkan dan memupuk minat terhadap kebudayaan Jawa kepada anak-anak di panti asuhan tersebut.
Penyerahan kenang-kenangan dari HMJ KAMASTAWA kepada pihak Panti Asuhan Al-Wahhaab
Meskipun sumbangan yang diberikan mungkin sederhana, tetapi harapan dan doa serta niat tulus untuk berbagi dan memberikan pengetahuan senantiasa melatari setiap langkah dalam program "Sastra Jawa Berbagi dan Mengajar" yang dijalankan oleh HMJ KAMASTAWA.