• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Mahasiswa
  • Kegiatan Mahasiswa
  • hal. 6
Arsip:

Kegiatan Mahasiswa

Lajang Watjan: Memperkaya Khazanah Sastra Jawa

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 21 April 2025

Dalam rangka tugas mata kuliah Khazanah Sastra Jawa yang diampu oleh Bu Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A., mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2024 mengunjungi pameran Lajang Watjan (re: Layang Wacan) yang berletak di Bentara Budaya Yogyakarta. Tugas ini berawal dari adanya tugas kelompok. Kelompok-kelompok yang terbentuk berangkat sendiri-sendiri, karena pameran masih tersisa 2 hari yaitu tanggal 18 dan 19.

Di dalam pameran tersebut, yang mahasiswa amati adalah macam-macam buku dan naskah. Setelah mengamati, mahasiswa memilih satu objek material untuk diungkapkan isinya. Salah satunya adalah Babad Pagedongan. Selain mengungkapkan isi buku atau naskah, ada juga penugasan video pendek 1 menit untuk bukti bahwa mahasiswa sudah mengunjungi pameran tersebut. Selain buku, ada naskah tua yang dipajang di dinding dan tidak boleh disentuh karena usianya. Kendati demikian, masih banyak naskah-naskah baru diletakkan di atas meja pameran dan boleh dibaca. read more

Mengunjungi Diorama Arsip Yogyakarta: Sangat Informatif!

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 16 April 2025

Selasa, 15 April 2025, dalam rangka pemenuhan tugas UTS mata kuliah Bahasa Jawa Tulis Produktif yang diampu oleh Mas Imam Prakoso, mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya 2024 mengunjungi Diorama Arsip Jogja. Diorama Arsip Jogja beralamat di Jl. Janti No.Lt. 1, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diorama Arsip Jogja menampilkan arsip-arsip yang memiliki kaitan kesejarahan yang panjang dari tanah Yogyakarta, yaitu dari zaman Panembahan Senopati sampai dengan zaman sekarang. Arsip-arsip yang dipamerkan bermacam-macam rupa, dari yang berwujud tekstual, foto, audiovisual, dan lain-lain. Arsip-arsip ini dikelola dan dipamerkan dengan tujuan supaya masyarakat umum bisa mengambil pelajaran yang berkaitan dengan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. read more

Sosmas Berbagi 2025: Berkah di Bulan Ramadhan

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 2 April 2025

Menjelang akhir bulan Ramadan lalu, divisi sosial masyarakat HMJ KAMASTAWA melaksanakan proker tahunan yaitu Sosmas Berbagi. Sosmas Berbagi adalah agenda tahunan divisi sosial masyarakat yang umumnya dilaksanakan di bulan Ramadan tiap tahunnya, yaitu penyaluran sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk konsumsi untuk berbuka puasa.

Tahun ini, Sosmas Berbagi dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Maret 2025. Bersama anggota divisi sosial masyarakat dan perwakilan dari divisi lain, mereka berangkat dari kampus dan berkeliling di sekitar Kotabaru dan Gejayan. Dari dana yang terkumpul sejumlah satu juta rupiah, pihak sosmas menyalurkan dengan bentuk makan berat yaitu nasi ayam goreng dan es teh. read more

Serah Terima Jabatan HMJ KAMASTAWA 2025: Pesan Penting dari Pembina HMJ

Kegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 27 Februari 2025

Akhirnya periode kepengurusan tahun 2024 berakhir juga! Namun, ini bukan berarti perjalanan Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ KAMASTAWA) ikut berakhir. Serah terima jabatan Senin lalu (24 Februari 2025) menandai lahirnya kabinet baru dari HMJ KAMASTAWA. Kabinet ini terdiri dari 6 orang PH Inti, 7 orang kepala divisi, dan 2 orang sub-kepala divisi. Berikut adalah formasi terbaru dari pengurus HMJ KAMASTAWA:

 

Ketua Umum: Dwiyan Teguh Darmawan (NIM 23/519302/SA/22506)

Wakil Ketua Umum: Fega Achillea Maydena (NIM 23/519618/22510)

Sekretaris I: Bekti Rismawati (23/516569/SA/22318)

Sekretaris II: Nurcholish Ramadhan (NIM 24/538281/SA/23048)

Bendahara I: Nisrina Dyah Malini (NIM 23/521748/SA/22679)

Bendahara II: Arfia Kholifatul Ummamah (NIM 24/543100/SA/23361)

 

Kepala Divisi PSDM: Pingky Putri Khairani (NIM 23/516628/SA/22326)

Kepala Divisi Medinfo: Talitha Ulayya Iskandar (NIM 23/519645/SA/22511)

Kepala Divisi Keilmuan: Meifira Arini Pitaloka (NIM 23/519246/SA/22498)

Kepala Divisi Kewirugistik: Erlinda Azzahra Rahmadani (NIM 23/516700/SA/22334)

Kepala Divisi Sosmas: Nadiffa Setya Nugraheni (NIM 23/522757/SA/22755)

Kepala Divisi RPO: Alfi Nurmaliasari (NIM 23/520908/SA/22617)

Kepala Divisi Mikat: Lakshita Pradnya Dayinta (NIM 23/516081/SA/22308)

Sub-Kepala Divisi Mikat: Audrey Gizella Islamey (NIM 23/515221/SA/22254)

Sub-Kepala Divisi Mikat: Muhammad Rizki Saputro (NIM 23/521240/SA/22647)



Saat dilantik dan sah untuk menyangga tanggung jawab tersebut, pembina HMJ KAMASTAWA, Pak Rudy Wiratama, S.I.P, M.A., memberi beberapa pesan penting. Salah satunya adalah pesan bahwa mahasiswa pengurus HMJ tidak boleh terpaku pada rutinitas saja. Selain itu beliau juga berpesan, jangan pasrah pada stigma bahwa ‘orang Jawa itu pemalas’. Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa justru seharusnya bisa menunjukkan hal sebaliknya yaitu berperilaku tepat waktu, tekun, dan rajin. 

 

Selain itu, Bu Dr. Dra. Daru Winarti, M.Hum. selaku Ketua Prodi juga menyampaikan nasihat bahwa mahasiswa harus menjalani tanggung jawab dengan hati yang bahagia. Karena apabila hati bahagia, orang lain bisa melihat kedamaian dalam diri kita.

Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan pembacaan sumpah jabatan. Dengan demikian, telah sah terbentuknya kepengurusan HMJ KAMASTAWA yang baru. Selamat mengemban tugas!





First Gathering HMJ Kamastawa 2025: Memupuk Rasa Kekeluargaan Bersama Anggota Baru

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswa Selasa, 11 Februari 2025

Setelah melakukan serangkaian pendaftaran dan seleksi anggota himpunan jurusan, akhirnya pada hari Senin, 10 Februari 2025, Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (KAMASTAWA) mengadakan pertemuan besar pertama antar anggota himpunan yang baru. Pertemuan ini diadakan di ruang 303 Gedung Margono Fakultas Ilmu Budaya pada sore hari setelah kelas mata kuliah selesai. 

Tujuan First Gathering ini adalah mengakrabkan semua anggota HMJ Kamastawa agar ke depannya mereka memiliki hubungan yang baik dan akrab satu dengan yang lain. Keakraban dan kedekatan personal juga bisa menunjang kinerja dan kerja sama antar anggota dalam suatu organisasi.



Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjutkan dengan perkenalan kepala divisi dan anggotanya. Setelah itu masing-masing divisi memaparkan program kerja secara singkat. Setelah semua divisi mempresentasikan rencana program kerjanya, acara dilanjutkan dengan tukar kado dan permainan sederhana. Acara ini dapat dikatakan berlangsung dengan lancar dan bersuasana hangat karena antusiasme anggota baru. Oiya, dalam First Gathering ini, masing-masing divisi juga diminta untuk mengenakan warna tertentu untuk membedakan antara divisi yang satu dengan divisi yang lainnya.



First Gathering berlangsung santai dan menyenangkan karena melibatkan proses bonding tanpa dinding senioritas antar angkatan 2023 dan 2024.  Penting untuk menghilangkan rasa senioritas untuk memupuk rasa kekeluargaan. Pada akhirnya rasa kekeluargaan ini akan membawa hawa organisasi yang nyaman dan aman bagi semua anggotanya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, nantinya program-program kerja yang akan diselenggarakan HMJ Kamastawa ke depannya bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Harapannya juga dinamika dan kerja sama antar anggota divisi bisa mengalir tanpa rintangan.





Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa dan Pemilihan Calon Ketua Periode 2025/2026

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswa Selasa, 17 Desember 2024

Yogyakarta, 14 Desember 2024 – Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa) Program Studi Bahasa. Sastra, dan Budaya Jawa melaksanakan musyawarah besar akhir tahun untuk membacakan seluruh lembar pertanggungjawaban (LPJ) dari acara yang telah dilaksanakan dalam periode tahun 2024/2025, penyepakatan Anggara Dasar Rumah Tangga (ADRT), dan penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2025/2026. Acara berlangsung di ruang 709 Gedung Soegondo mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.



Acara dibuka oleh Nadiffa Setya (angkatan 2023) sebagai Master of Ceremony diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Dr. Daru Winarti, M.Hum. dan Pembina Kamastawa, Imam Prakoso, S.S., M.A. yang menghadiri acara secara daring. Pembahasan LPJ dan ADRT dipimpin oleh Saktia Hidayah (angkatan 2022) sebagai pimpinan sidang satu, Haryo Untoro (angkatan 2022) sebagai presidium dua, dan Dhiny Maulina (angkatan 2022) sebagai notulis.

Pembahasan pertama dimulai dengan pembacaan lembar pertanggungjawaban (LPJ) beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan HMJ Kamastawa seperti Gugur Gunung, Abhiseka Kramasisya dan Temu Budaya Nusantara. LPJ dibacakan oleh ketua pelaksana dari masing-masing acara. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan LPJ masing-masing divisi HMJ Kamastawa, antara lain:

  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Divisi Sumber Daya Manusia (SDM)
  • Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO)
  • Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas)
  • Divisi Media dan Informasi (Medinfo)
  • Divisi Keilmuan
  • Divisi Kewirausahaan dan Logistik (Kewirugistik)
  • Divisi Minat dan Bakat (Mikat)



Acara dijeda dengan istirahat sholat dan makan siang. Dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemilihan ketua baru HMJ Kamastawa untuk periode 2025/2026. Terdapat tiga kandidat yang diajukan yakni M. Rafi Nur Fauzy, Fega Achillea Maydena, dan Dwiyan Teguh Darmawan, ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023. Ketiganya membacakan visi dan misi yang akan dipegang selama satu periode. Setelah pembacaan visi dan misi, memasuki sesi tanya jawab, setiap kandidat mendapatkan pertanyaan dari pimpinan sidang dan beberapa anggota HMJ Kamastawa. Kemudian dilanjutkan dengan sesi musyawarah, dengan adanya musyawarah seluruh peserta, maka ditetapkan Dwiyan Teguh Darmawan sebagai Ketua HMJ Kamastawa periode 2025/2026. Pembahasan penetapan ketua HMJ Kamastawa mengakhiri seluruh rangkaian acara Musyawarah Besar. Musyawar Besar ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama.

Musyawarah mengajarkan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan sesama, bekomunikasi, dan mengutarakan pendapat. Diharapkan dengan adanya musyawarah ini, mahasiswa mampu belajar berorganisasi dengan baik dan menjalankan tanggung jawabnya.





Prestasi Non-akademik Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa: BAND WANGOEN turut memeriahkan berbagai acara Universitas Gadjah Mada

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaSDGS Selasa, 10 Desember 2024

Di tengah rutinitas akademik yang padat, sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa berhasil menorehkan prestasi luar biasa di bidang non-akademik. Mereka adalah anggota dari sebuah band bertajuk Band Wangoen yang baru-baru ini banyak mencuri perhatian dengan genre keroncong yang dibawakan. Band yang terdiri dari 7 mahasiswa ini telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan semangat kerja tim yang tinggi. Band Wangoen memiliki arti “agar patut (dalam hal kebaikan)” diharapkan dengan nama ini Band Wangoen dapat menghibur dengan wangun pada setiap penampilannya.

Pada salah satu acara Universitas Gadjah Mada yakni Integrated Career Days yang diselenggarakan bulan November, Band Wangoen berhasil menyajikan penampilan yang indah. Membawakan lagu-lagu pop dengan aransemen keroncong membuat mereka tampil berbeda dengan yang lain. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan bakat mereka, tetapi juga kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik antara kegiatan studi dan kegiatan non-akademik.

"Sebenarnya, kami semua memiliki jadwal kuliah yang padat, tetapi bermusik dan menjadi pelaku seni adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kami belajar untuk mengatur waktu dengan baik, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk berlatih, dan tetap fokus pada tugas akademik kami," ungkap Amtenaring Gulang, pemain alat musik cak sekaligus mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2022 yang menginisiasi pembentukan grup band tersebut, ia juga menambahkan bahwa tidak mudah mencari anggota grup yang memiliki ketertarikan terhadap musik keroncong dan berbakat untuk memainkan serta menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jawa.

Genre keroncong dan lagu-lagu berbahasa Jawa yang dibawakan juga menunjukkan peran mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam melestarikan budaya Jawa. Musik keroncong dan lagu Jawa menjadi musik yang langka didengar oleh generasi saat ini, sudah sepatutnya untuk dilestarikan dan dikenalkan agar eksistensinya tidak menurun. Salah satu tembang dolanan Jawa juga dibawakan diatas panggung, berjudul “Gethuk” lagu tersebut dinyanyikan dengan indah oleh sang vokalis Dian Patmisari. Tembang dolanan memiliki peranan penting dalam masyarakat Jawa terutama untuk anak-anak, secara tidak langsung isi dari tembang dolanan mengandung nilai moral dan kehidupan yang dapat menjadi pengajaran pembentukan karakter.



Penampilan Band Wangoen dalam acara Integrated Career Days

Selain tampil dalam Integrated Career Days 2024, Band Wangoen juga mendapatkan kesempatan untuk membawakan 8 buah lagu dalam acara Malam Alumni sebagai rangkaian dari Nitilaku 2024 yakni Dies Natalis Universitas Gadjah Mada ke-75 dan lustrum ke-15. Kali ini Band Wangoen menggaet Lala Atila, seorang sinden, penyanyi, sekaligus mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya angkatan 2021 sebagai vokalis. Suara merdu Lala Atila berhasil menciptakan suasana yang intim diantara para alumni Universitas Gadjah Mada yang hadir. Acara yang juga dihadiri oleh Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara ke-2 ini berjalan lancar dengan iringan hangat musik keroncong oleh Band Wangoen.



Penampilan Band Wangoen dalam Malam Alumni 2024

Keberhasilan Band Wangoen ini juga menunjukkan pentingnya keseimbangan antara akademik dan kegiatan non-akademik. Para anggota band tersebut membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, mereka bisa berprestasi tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas. Diharapkan keberhasilan mereka menjadi contoh bagi seluruh mahasiswa untuk lebih aktif mengeksplorasi potensi diri dalam berbagai bidang. Dengan langkah yang semakin mantap, Band Wangoen menunjukkan bahwa dunia perkuliahan tidak hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat dan meraih kesuksesan di berbagai aspek kehidupan.





Pameran Filologi: Alih Wahana Menguak Pesan Masa Lalu untuk Kini dan Masa Depan

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 9 Desember 2024



Dikutip utuh dari: hystoryana.blogspot.com

Filologi, sebagai kajian tentang naskah dan teks klasik, mempunyai peranan penting dalam menjaga warisan budaya dan sejarah suatu bangsa. Salah satu aspek yang menarik dalam filologi adalah upaya untuk memahami dan mengalih wahana naskah, yang berarti mentransformasikan naskah-naskah kuno dari format asli mereka ke bentuk-bentuk baru yang lebih mudah diakses dan dipelajari, seperti dalam bentuk cerita bergambar, kain batik, dan lain sebagainya.

Paleografi adalah disiplin ilmu yang mempelajari mengenai karakter tulisan-tulisan kuno yang ada pada naskah atau manuskrip. Sebagai ilmu yang mendukung peminatan Filologi, Paleografi menjadi mata kuliah wajib Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya.

Pada hari Jumat, tanggal 6 Desember 2024 Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa menggelar pameran alih wahana yang diinisiasi oleh dosen pengampu mata kuliah Filologi, Dr. Sri Ratna Saktimulya M.Hum,. dan Dr. Arsanti Wulandari M.Hum,. Pameran alih wahana ini melibatkan mahasiswa Magister Sastra dalam mata kuliah Filologi dan S1 Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk mata kuliah Paleografi. Pameran filologi "Mengalih Wahana Naskah" bertujuan untuk memperkenalkan kepada publik mengenai pentingnya naskah-naskah kuno dalam pembentukan sejarah dan budaya Indonesia. Naskah-naskah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, tetapi juga sebagai sarana pemahaman nilai-nilai luhur dan kebijaksanaan yang diwariskan oleh leluhur kita. Pameran ini juga menggali bagaimana naskah-naskah tersebut bertransformasi dari bentuk tulisan tangan menjadi suatu tulisan bergambar yang lebih menarik maupun kain batik yang dapat dikenakan. Menjadi sarana untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa naskah kuno bukan hanya sekadar dokumen teks, tetapi juga karya seni yang mengandung nilai estetik  tinggi.



Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam Pameran Alih Wahana

“Sangat senang bisa menyelenggarakan pameran ini, sebelumnya kita yang angkatan 2023 diminta untuk membatik kain, lalu akan dipamerkan pada hari ini, seru bisa mencoba membatik kain dan sekaligus mendapatkan nilai Ujian Akhir Semester” ungkap Dwiyan Teguh, salah satu mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya.

Pameran ini memamerkan kain-kain batik yang sebelumnya telah dibuat oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam workshop Alih Wahana. Kain batik selempang panjang tersebut ditulis berdasarkan minat setiap mahasiswa. Terdapat 3 aksara yang dapat dipilih untuk menuliskan kalimat proposisi yang sudah dibuat. Aksara Jawa, Aksara Pegon, dan Aksara Bali, masing-masing memiliki keunikan dan keindahannya sendiri. Dr. Arsanti Wulandari M.Hum,. mengungkapkan bahwa projek ini akan diambil nilainya sebagai pemenuhan Ujian Akhir Semester mata kuliah Paleografi tahun 2024. Terdapat pula cerita bergambar yang dibuat oleh mahasiswa Magister Sastra.



Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Membatik Kain untuk Pameran Alih Wahana

Diharapkan dengan adanya pameran Filologi: Alih Wahana ini mampu mengenalkan masyarakat awam terhadap eksistensi Filologi sebagai ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan. Naskah-naskah kuno dapat diserap pelajarannya dengan ilmu Filologi untuk bekal untuk kehidupan kini dan masa depan. Selain itu, pameran ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan naskah kuno dalam kebudayaan Jawa.





Workshop Sesajen: Menghapus Stigma Negatif Sesajen dan Melestarikan Budaya Lokal

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGSWorkshop Senin, 9 Desember 2024

Dalam rangka mengenalkan sesajen pada mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan melestarikan budaya Jawa, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar workshop yang mengangkat tema sesajen  Jawa, sukses digelar pada Rabu, 4 Desember 2024. Workshop ini dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah tata cara R. Bima Slamet Raharja, S.S. M.A., dan Dr. Rudy Wiratama, S.I.P. M.A., serta mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, yang antusias untuk mendalami lebih jauh makna-makna sesajen dalam tradisi Jawa. Narasumber yang dihadirkan adalah seorang penggiat budaya yang memiliki pengetahuan sangat luas terhadap sesajen, Faizal Noor Singgih, S.T.P. menjelaskan bermacam-macam jenis sesajen dan makna simbolisnya.

Masyarakat Jawa kebanyakan memaknai sebuah benda sebagai simbol, salah satunya adalah sesajen yang digunakan sebagai salah satu bentuk persembahan yang biasanya digunakan dalam upacara adat atau ritual spiritual, memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Inti dari sesajen adalah sebagai simbol ngawruhi atau memberi pengingat terhadap roh leluhur, alam, atau sebagai bentuk syukur dan doa atas berkah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Workshop yang diadakan ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya tradisi sesajen dan bagaimana cara pembuatan yang benar sesuai dengan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Para peserta workshop diberikan kesempatan untuk langsung melihat berbagai macam sesajen dengan maknanya masing-masing. Dalam penjelasan narasumber, Faizal Noor Singgih, S.T.P., mengatakan, “Melalui workshop ini, kami berharap mahasiswa dapat lebih memahami esensi dari sesajen, bukan hanya sebagai benda yang digunakan dalam ritual, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, karena masyarakat Jawa itu sangat percaya dengan simbol-simbol, salah satunya ya sesajen ini digunakan untuk unjuk doa dan rasa syukur.”

Setiap jenis sesajen memiliki makna tersendiri. Sesajen yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti bunga, buah, nasi, dan daun memiliki simbolisme yang mendalam, mencerminkan keharmonisan manusia dengan alam sekitar. Narasumber menerangkan mengenai berbagai macam sesajen dan makna yang ada didalamnya. Salah satu sesajen yang setidaknya disediakan ketika upacara adat yakni pisang sanggan yang berupa pisang jenis raja berjumlah 1 tangkap. Sanggan berasal dari kata “sangga” yang berarti penyangga atau menyangga yang dimaknai sebagai dasar dari segala rangkaian upacara. pisang sanggan biasanya dilengkapi dengan uang koin yang bermakna doa kepada Tuhan memohon untuk melengkapi segala hal jika ada sesuatu yang kurang dan terdapat juga bunga mawar sebagai simbol wewangen atau pengharum untuk para leluhur.



Pisang sanggan dengan bunga dan uang koin

Selain pisang sanggan, salah satu bentuk sesajen yang sering disajikan adalah tumpeng robyong yang berupa nasi gurih dan beberapa lauk pauk yang melengkapi. Tumpeng robyong sangat identik dengan telur, bawang merah, dan cabai merah yang ditusuk menjadi satu kesatuan. Tumpeng ini berfungsi sebagai simbol kesuburan, kesejahteraan, dan keselarasan antara manusia dan alam. Biasa disajikan dalam acara-acara bahagia seperti hajatan, tumpeng robyong diharapkan dapat menjadi simbol bahwa sang pemilik hajat berharap agar segala acara berjalan lancar dan dibantu oleh banyak orang. Penggunaan nasi gurih dalam tumpeng ini menyimbolkan masyarakat Jawa untuk senantiasa mengingat Nabi Muhammad SAW.



Wujud tumpeng robyong

Faizal Noor Singgih, S.T.P. juga menambahkan bahwa “desa mawa cara, negara mawa tata” jadi setiap daerah pasti memiliki perbedaan bentuk dan isi sesajennya. Sesajen tidak dimaknai sebagai sesuatu hal yang mengarahkan kepada ke-musyrik-an. Namun, mengajarkan masyarakat Jawa bagaimana menyimbolkan sebuah doa dan memaknainya.

Salah satu peserta workshop, Bagus Ulinnuha, mengungkapkan bahwa banyak hal baru mengenai makna-makna sesajen secara lebih mendetail berkat workshop ini. “Saya baru tahu bahwa setiap elemen dalam sesajen itu punya makna yang sangat dalam. Sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan mengikuti ini,” ujarnya.



Penjelasan dari narasumber: Faizal Noor Singgih, S.T.P.

Pelestarian tradisi sesajen ini dianggap penting, mengingat semakin banyak generasi muda yang mulai teralienasi dari akar budaya mereka. Workshop ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk lebih menghargai warisan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang dan menghapus stigma negatif mengenai sesajen. Diharapkan dengan adanya workshop ini masyarakat Jawa terutama generasi muda mampu memahami lebih mendalam mengenai pemaknaan simbol-simbol yang telah diturunkan oleh nenek moyang dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.



Malam Awarding Temu Budaya Nusantara XXX, Menampilkan Wayang Lakon Gajah Mada Kridha (Ra Kuti Balela)

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 November 2024

Kamis malam (14/11/2024), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar acara pementasan wayang dengan lakon Gajahmada Kridha (Ra Kuti Balela). Malam tersebut sekaligus menjadi malam penganugerahan juara kepada para pemenang lomba Temu Budaya Nusantara XXX, pementasan wayang ini juga diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Wayang Dunia. Pementasan wayang dilaksanakan di Greenland Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Didalangi oleh M. Rafi Nur Fauzy, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan bekerjasama dengan Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM, pementasan wayang Gajahmada Kridha berjalan dengan lancar.

Berdasarkan wawancara dengan Rafi, Gadjahmada Kridha (Ra Kuti Balela) menceritakan tentang peran Gajah Mada dalam menumpas pemberontakan Ra Kuti, seorang Dharmaputra atau abdi dalem pada masa itu. Pemberontakan yang dilakukan Ra Kuti ini didasari oleh rasa tidak puas terhadap Raja Jayanegara yang sangat lemah dan mudah disetir oleh bawahannya. Hal tersebut membuat beberapa punggawanya tidak senang, termasuk Ra Kuti. Ra Kuti menginginkan kembalinya harkat dan martabat Majapahit kala itu. Namun, ternyata gagasan Ra Kuti tidak disetujui oleh masyarakat sehingga masyarakat menganggap bahwa Ra Kuti melakukan sebuah pemberontakan. Saat Ra Kuti berhasil menduduki ibu kota, Jayanegara berhasil dilarikan oleh pasukan Bhayangkara. Setelah menyusun strategi, pasukan Bhayangkara bisa membalikkan keadaan dan Ra Kuti mati di tangan Gajah Mada.

Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti mengubah seorang Gajah Mada yang awalnya hanya sebagai komandan prajurit kemudian diangkat menjadi patih. Awal pemberontakan ra kuti sebagai Dharmaputra disebabkan adanya adu domba, oleh Mahapati, orang yang licik. Dia membuat siasat agar semua pendahulu Majapahit habis dan Mahapati bisa menyetir negara, walaupun ia tak menginginkan kedudukan raja. Gajahmada yang mengetahui kedok Mahapati berhasil membuat Mahapati mati di tangan Gajah Mada.



Pementasan wayang Gajadmada Kridha (Ra Kuti Balela) yang didalangi oleh Rafi Nur Fauzy

Banyak proses terjadi dalam penulisan sanggit atau naskah pementasan wayang kali ini. Dengan bantuan R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., dan Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., sebagai akademisi dan praktisi wayang, Rafi mengungkapkan “Awalnya membaca Negara Kertagama tapi tidak ada secara eksplisit peran Gajah Mada didalamnya. Lalu konsultasi dengan Pak bima dan Pak Rudy disarankan membaca komik, tutur tinular, dan Pararaton.” Dapat membawakan sanggit hasil guratan tangan sendiri menjadi hal yang membanggakan dan menyenangkan untuk Rafi. Namun, sayang kurang ada apresiasi yang besar dari Fakultas Ilmu Budaya terkait pementasan pewayangan ini. Langkah awal yang baik bagi Program Studi Bahasa, Ssastra, dan Budaya Jawa dapat menyelenggarakan pagelaran wayang di Fakultas Ilmu Budaya, terutama untuk mengenalkan kepada mahasiswa dan warga Universitas Gadjah Mada tentang pewayangan.

Diharapkan dengan adanya pementasan wayang ini, semakin banyak mahasiswa maupun masyarakat umum yang tertarik dengan pewayangan, karena pada dasarnya wayang di era globalisasi ini sudah lebih fleksibel, tidak terpaku pada konvensi pedalangan. Tidak mengharuskan wayang klasik, tetapi boleh juga kontemporer sesuai dengan selera masing-masing. Untuk generasi muda agar bisa mencintai wayang dari apa yang menurut mereka menarik, bisa dari musik iringannya, ceritanya, dan tokohnya. Terdapat banyak sekali pelajaran hidup yang dapat dipetik dari pewayangan, yang dapat digunakan untuk bekal menjalani kehidupan kelak.





1…45678…15

Recent Post

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menjadi Pengiring dalam Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran 1 Sura Be 1960
    Juni 17, 2026
  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026

Kalender

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Rilis Berita

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY