Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa

Selasa (7/7/2026) menjadi hari yang membahagiakan bagi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Dosen bidang filologi Jawa Kuna dan Jawa Pertengahan, Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum., berhasil meraih gelar doktor setelah menjalani sidang promosi terbuka di Universiteit Leiden.

Dalam disertasinya yang berjudul Learning from the Scribes: A Study of the Old Javanese Uttarakāṇḍa from the Merapi-Merbabu Tradition, Yosephin mengkaji Uttarakāṇḍa, karya sastra Jawa Kuna berbentuk prosa yang merupakan kitab ketujuh dari kisah Rāmāyaṇa. Penelitian tersebut berfokus pada empat manuskrip Uttarakāṇḍa dari koleksi tradisi Merapi-Merbabu dan Bali untuk memahami bagaimana para juru tulis menyalin, melestarikan, dan mewariskan naskah tersebut.

Melalui penelitian ini, Ibu Apriastuti menemukan bahwa proses penyalinan naskah tidak sekadar menyalin teks, tetapi melibatkan serangkaian aktivitas, seperti membaca, mengingat, merefleksikan, mendikte, dan menuliskan kembali isi naskah. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan sistem ejaan serta variasi penulisan yang dipengaruhi oleh tradisi dan budaya masing-masing. Temuan tersebut membantu mengidentifikasi kesalahan penyalinan sekaligus mendukung upaya merekonstruksi bentuk teks yang lebih mendekati naskah aslinya. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik antara tradisi penulisan Merapi-Merbabu dan tradisi Bali.

Usai memaparkan hasil penelitiannya, Ibu Apriastuti menjawab berbagai pertanyaan dari para penguji. Diskusi tersebut membahas sejumlah topik, di antaranya peran tradisi naskah Merapi-Merbabu sebagai penghubung budaya Jawa Klasik dengan tradisi Jawa dan Bali, perkembangan sistem aksara dari masa Jawa Kuna hingga aksara Jawa modern, serta hubungan budaya dan sastra antara tradisi Sanskerta, Jawa Kuna, dan Bali.

Keberhasilan Yosephin meraih gelar doktor sekaligus menjadi kontribusi penting bagi pengembangan kajian filologi Jawa Kuna. Penelitian tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai tradisi pernaskahan di Nusantara, tetapi juga mendukung upaya pelestarian warisan budaya tulis, khususnya naskah-naskah Jawa Kuna yang menjadi sumber penting dalam memahami sejarah, sastra, dan kebudayaan Indonesia.