Pada Jumat (02/02/2024), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menerima kunjungan dari siswa dan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium, Gedung Soegondo, lantai 7, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Partisipan dari kunjungan kali ini sejumlah130 siswa dan 10 guru.
Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Daru Winarti, M.A., memberikan sambutan pada awal acara. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Raditya Bagus G.P., selaku perwakilan guru dari SMPN 1 Munjungan. Dalam sambutannya, Raditya Bagus G.P., mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memotivasi siswa SMPN 1 Munjungan agar tetap giat belajar dan bersungguh-sungguh dalam mengejar impian.
(Dr. Daru Winarti, M.Hum., memberikan sambutan)
(Raditya Bagus G. P. memberikan sambutan)
Pada acara inti, Nila Okta Pawestri, pendidik sekaligus alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2019, menjadi pewara dalam kegiatan tersebut. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., selaku dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, sebagai pembicara utama. Dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa tersebut memperkenalkan fakultas-fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada. Salah satunya adalah Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.
Salah satu hal yang menarik dari pemaparan beliau, yaitu ketika Rudy Wiratama S.I.P., M.A., membahas mengenai kesalahpahaman persepsi masyarakat terkait program studi tersebut. “Lantas bagaimanakah kemudian prospek bagi mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa? Apakah kedepannya akan diarahkan untuk menjadi dukun? Tentu saja tidak demikian. Di sini, kami mengkaji kebahasaan, kesusastraan, dan kebudayaan Jawa dalam koridor ilmiah. Akan ada banyak hal yang dapat dikaji dari Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa sebab menyangkut berbagai hal, mulai dari cara pandang hingga tata cara hidup masyarakat Jawa” terang beliau.
(Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., mengenalkan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Budaya, dan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa)
Setelah audiensi berakhir, pewara membuka sesi tanya-jawab yang berlangsung antara pembicara dan siswa SMPN 1 Munjungan. Beragamnya pertanyaan yang diajukan menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu para siswa tentang topik tersebut. Beberapa pertanyaan yang diajukan, antara lain syarat menjadi mahasiswa UGM, motivasi belajar, hingga fenomena yang terjadi dalam masyarakat Jawa. Rangkaian acara selanjutnya yaitu penyerahan kenang-kenangan dari SMPN 1 Munjungan kepada narasumber dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran bagi siswa SMPN 1 Munjungan tetapi juga sejalan dengan misi penyelenggaraan pendidikan bermutu untuk masyarakat, yaitu pada poin keempat dari Sustainable Development Goals (SDGs).
Bima Muslih Wicaksono, mahasiswa angkatan 2022, berhasil terpilih sebagai Ketua Panitia Temu Budaya Nusantara (TBN) ke-XXX Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (Imbasadi). Pemilihan ini dilakukan dalam rapat persiapan TBN yang digelar secara daring pada Sabtu (27/01/2024).
Rapat persiapan TBN tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa anggota Imbasadi, namun juga melibatkan perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa), serta beberapa alumni program studi yang juga merupakan alumni dari Imbasadi. Diskusi selama rapat tidak hanya mencakup pemilihan ketua panitia, tetapi juga membahas rencana pelaksanaan TBN XXX ke depannya.
Temu Budaya Nusantara adalah agenda tahunan Imbasadi yang biasanya diselenggarakan pada bulan November atau Desember. Acara tersebut mencakup berbagai kegiatan, seperti Musyawarah Nasional, demisionel, dan re-organisasi pengurus Imbasadi. Selain itu, terdapat pula kegiatan pendukung, termasuk Pergelaran Budaya Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).
Hasi kesepatakan Musyawarah Nasional (Munas) Temu Budaya Nusantara ke-XXIX Imbasadi di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, kampus Bangli (08/11/2023), ditetapkan bahwa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM akan menjadi tuan rumah untuk TBN ke-XXX pada tahun 2024. Penetapan UGM sebagai tuan rumah TBN ke-XXX menunjukkan keterlibatan aktif UGM dalam mengkaji, memperkenalkan, dan melestarikan kebudayaan daerah Indonesia kepada khalayak luas. Langkah ini sejalan dengan misi keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan terpilihnya Bima Muslih Wicaksono sebagai Ketua Panitia, diharapkan kegiatan TBN ke-XXX Imbasadi dapat terselenggara dengan sukses serta memberikan kontribusi positif dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Dukungan dan doa dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk turut menyukseskan acara prestisius ini yang akan digelar dalam beberapa waktu mendatang.
GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Senin, 22 Januari 2024
Cahya nyorot têrang
Hamadhangi pagêlaran
Gangsa, blencong twin wayang
Tansah tinata kanthi rerenggan
Ana wayang bundêr sêr
Raga jiwa katon sêgêr
Netra gêdhe kadya tempeh
Lumrahing ambêg sareh
Bagong ngarannya
Uga sinêbut Mangundiwangsa
Punakawan Jawa Wetan
Tansah guyu lan bêgejekan
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 19 Januari 2024
Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil melaksanakan program mengajar siswa dan siswi di SMP Negeri 1 Seyegan. Program mengajar ini merupakan kerjasama dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Seyegan, sebagai upaya bersama untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam penggunaan aksara Jawa. Periode pelaksanaan program ini berlangsung mulai tanggal 12 hingga 21 Desember 2023, diakhiri dengan penyelenggaraan lomba pada tanggal 22 Desember 2023.
Sebanyak sembilan (9) mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut serta dalam program ini. Mereka adalah Sindi Virninda, Nanda Nursa Alya, Rafael Raga B.P., Faradila Putri M., Ahmad Nur Astha, Enjang Prasetyo W., Fazi Arifian Pradara, Novita Nurhasanah, dan Inayah Milati. Pengajaran dilakukan dengan menerapkan metode kreatif, dengan harapan para siswa dapat memahami aksara Jawa secara menyeluruh.
Nanda Nursa Alya, salah satu peserta pengajar, menyatakan kegembiraannya dalam wawancara, "Sangat menyenangkan, karena kami dapat berinteraksi dengan siswa." Nanda menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa, akan tetapi juga berkembangnya kemampuan mahasiswa, "Program ini melatih kami sebagai mahasiswa agar dapat menjadi pengajar sekaligus teman bagi para siswa. Selain itu, program ini juga menuntut kreativitas mahasiswa dalam menciptakan metode dan media pembelajaran yang baik dan menyenangkan bagi siswa."
Dengan diadakannya program mengajar ini, Nanda berharap agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahunnya. "Semoga saja program ini akan selalu ada setiap tahun" ucapnya. Program mengajar ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya poin keempat, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Karya MahasiswaMacapatMahasiswa Jumat, 19 Januari 2024
Saambrah netra kang wungu
Amung netramu sawiji
Kaya hayuning akasa
Tamba susahing pênggalih
Imbuh wuwuh rasa trêsna
Abadya langgêng ing ati
GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Jumat, 19 Januari 2024
Dening R. Raga Budi Panuntun
Iki gêgambaran awur-awuran
Kang ora adoh saka kasunyatan
Sing cilik, pacêklik
Sing gêdhe, nglimpe
Kahanan sangsaya katon kaya paprangan
Pêranging kanêpson mungsuh kawêlasan
Kang padha kuwasa birahi ambungahi
Tumindak cidra tanpa rasa ngrumangsani
Padha rumangsa idune kuwi idu gêni
Tanpa krasa mênawa sih trêsnane wis mati
Padha rumangsa uripe wis kêbak kabungahan
Tanpa krasa rakyate padha kacingkrangan
Kaya ngene iki lêlakoning nêgaraku
Apa kowe tau krungu?
Kudune tau krungu
Amarga nêgaraku, ya nêgaramu
GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Jumat, 19 Januari 2024
Nêlangsa kang dak rasa
Angancani wêngi tanpa candra
Dening diyan aning-aning
Bayu sêmbribit anjujug raga
Dandani karsaning ati
Rêrênging banyu tirta
Nandhang rasa kasunyatan
Pamit mungguh ing jaman
Damilih tyasing pakulinan
Aja amung tumêkaning ati
Nalika nandhang trêsna
Krêntêging rasa sih wilasa
Tansah sumandhing jroning pangimpen
GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Jumat, 19 Januari 2024
Apa kaya mangkene kang sinêbut ratu agung
Saisine praja amung kêbak rasa kêduwung
Panguwasa kang ancik-ancik mangewu kunarpa
Dhampar gadhing kang sinungging sarana ludira
Apa kaya mangkene kang sinêbut katrêsnan jati
Pangarêp-arêp mungguh bisa urip mukti dadi siji
Ajur ilang kêsaput lêlakon nggêgirisi ing uni
Kang ora bakal bisa ilang lan ora bisa dilali
Apa kaya mangkene kang sinêbut korbaning panguwasa
Bubat nyêkseni anggone mbabati nyawaning manungsa
Kabeh katut kêna siku dhêndha nadyan kang tanpa dosa
Ilang musna jejering ratu kang kudu duweni rasa pangrasa
Apa kaya mangkene kang sinêbut korbaning katrêsnan
Trêsna suci sêjati kang dudu napsuning panguwasan
Ludirane bangsamu lan uga ludiramu kutah nêlêsi bumi iki
Dadi pêpeling tumrap mapaning kamanungsan rong negari
Apa kaya mangkene lêlakon kang kudu daklakoni
Ingsun ratu nanging jêjibahan ora bisa daktêtêpi
Apa kaya mangkene lêlakonmu dhuh kusumayu
Wangine asmamu pupus mung mêrga deksuraku
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 22 Desember 2023
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperoleh prestasi membanggakan. Kali ini, kelompok Wignyasta UGM berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Reportase Sastra Jawa yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Perlombaan tersebut berlangsung dari tanggal 7 November 2023 hingga masa pengumuman pada 3 Desember 2023 secara daring.
Reportase sastra Jawa yang digarap oleh Wignyasta UGM berjudul "Sapa sing Temen, Bakal Tinemu." Dalam reportase ini, tim Wignyasta UGM mewawancarai Nini Klenyem, seorang penulis karya sastra Jawa dari dulu hingga kini. Nini Klenyem mengisahkan lika-likunya dalam menerbitkan karya. Meskipun beliau tidak melanjutkan pendidikan formal seperti kebanyakan, tekad yang kuat dalam berkarya membawa karya-karya beliau semakin beragam dan diterbitkan hingga saat ini.
Kelompok Wignyasta UGM beranggota empat mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, yaitu Alma Syahwalani, Bernadetta Rahayuning Tyas, Rachel Aulia, dan Dian Nitami.
Secara etimologis, Wignyasta berasal dari kata 'wignyan,' yang berarti "3 sandhangan panyigeg," dan "asta" yang berasal dari Bahasa Jawa yang berarti "tangan." Kata 'wignyan' dimaknai bernilai 3, sedangkan 'asta' dimaknai bernilai 2 sehingga menghasilkan angka 32. Dengan mengikuti sistem sengkalan, angka-angka tersebut diposisikan terbalik sehingga menjadi angka 23. "Kami menjadikannya sebagai nama tim kami agar mengangkat angkatan 2023," ungkap Alma dalam wawancara pada Kamis (21/12/2023).
Proses penciptaan reportase nyatanya tidak lepas dari tantangan. Alma menerangkan, "Dalam pembuatan teks reportase, kami menghadapi kendala yakni harus mengetahui dan menggunakan tingkat tutur bahasa Jawa secara tepat, terutama ketika mewawancarai Nini Klenyem. Kami juga menghadapi kendala lainnya seperti terbatasnya penyimpanan pada perangkat kami, sedangkan kami harus melakukan revisi terkait karya tersebut."
"Tetapi, Alhamdulillah, kami berhasil melalui semua itu sehingga hasil karya reportase siap dilombakan. Pembuatan reportase sastra Jawa ini juga tidak lepas dari bimbingan Ibu Wiwien (Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A), dosen pengampu mata kuliah 'Pengantar Sastra Jawa' kami. Beliau juga membantu dalam pemilihan narasumber, karena kami tidak memiliki banyak informasi terkait penulis karya sastra Jawa," lanjut Alma.
Dengan prestasi yang diraih oleh Wignyasta UGM, ke depannya diharapkan mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait kebudayaan, kebahasaan, dan kesastraan Jawa. diharapkan agar mahasiswa terus bersemangat dalam berkarya, serta dapat menggunakan waktunya untuk menggapai prestasi. Prestasi ini juga selaras dengan poin empat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu menyediakan dan mengembangkan kualitas pendidikan.
(Dikutip utuh dari: https://www.youtube.com/live/FUj52vDhK4o?si=wA4cuiX-Lyz7KvEb)
Dalam rangka memperingati dies natalis ke- Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan. Salah satu bagian dari rangkaian acara tersebut adalah pementasan wayang kulit dengan judul “Banjaran Dwijawara”. Pementasan tersebut merupakan sebuah kolaborasi lintas gagrak, yakni gagrak Yogyakarta, Surakarta, Banyumasan, dan Jawa Timuran dalam satu pergelaran wayang. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (16/12/2023) di Grha Sabha Pramana.
Lakon “Banjaran Dwijawara” merupakan sebuah kompilasi biografi perjalanan karir tokoh Rama Bargawa, Resi Dorna, dan Arjuna. Ketiga karakter ini dihadapkan pada berbagai permasalahan kompleks. Rama Bargawa berhadapan dengan para oligarki yang bertindak semena-mena, Resi Dorna menghadapi isu inklusivitas, sementara Arjuna berada di era kesetaraan gender.
(Keluarga Kesenian Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Dikutip utuh dari: https://www.youtube.com/live/FUj52vDhK4o?si=wA4cuiX-Lyz7KvEb)
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut berpartisipasi dalam menyemarakkan dan menyukseskan pementasan wayang tersebut. Partisipasi tersebut diwujudkan dalam peran mereka sebagai kelompok kru, para penampil berupa penabuh dan sinden yang tergabung dalam Keluarga Kesenian Mahasiswa Universitas Gadjah, hingga Muhammad Siswoyo, mahasiswa angkatan 2022, yang menjadi dalang pementasan wayang kulit dengan gagrak Jawa Timuran.
(Penyerahan wayang Arjuna kepada Muhammad Siswoyo)
Lakon “Banjaran Dwijawara” tidak hanya sekedar sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran berupa pesan moral tentang cara bersikap dan pengambilan keputusan ketika menghadapi sebuah permasalahan. Selain itu, pementasan wayang kulit ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan seni wayang kulit beserta ragam gagraknya, yang merupakan wujud kekayaan budaya di Indonesia. Pengenalan dan pelestarian budaya Indonesia melalui pementasan wayang ini selaras dengan poin empat dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu peningkatan kualitas pendidikan.
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||