Pelaksanaan Mata Kuliah Bahasa Jawa Tulis Produktif pada semester genap tahun akademik 2024/2025 di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa angkatan 2024 mendapatkan pendampingan langsung dari anggota Wikimedia dalam mempelajari kepenulisan artikel, khususnya dalam Bahasa Jawa.
Kolaborasi antara Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan Wikimedia ini berlangsung sejak Selasa, 6 Mei 2025 hingga Selasa, 3 Juni 2025. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari dasar-dasar penulisan artikel, namun juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai dunia Wikipedia, termasuk struktur dan gaya bahasa penulisan artikel, hal-hal yang tidak diperkenankan dalam penulisan di Wikimediaa, serta pengenalan terhadap organisasi Wikimedia di Indonesia. Para mahasiswa bahkan mendapat kesempatan untuk menulis artikel secara langsung dalam bahasa Jawa.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim Basabuja yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi esai nasional pada Pekan Ilmiah Andalas 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Universitas Andalas, Sumatera Barat.
Tim Basabuja, yang merupakan akronim dari Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, terdiri atas empat mahasiswa yakni Muhammad Siswoyo, Yudha Adistira, Dwi Mei Saroh, dan Dian Nitami. Dalam perlombaan yang diselenggarakan secara luring tersebut, tim Basabuja mengusung subtema Hukum dan Budaya dengan judul esai Kuṭāramanawa: Ramanawa Kuna dan Kini.
Dikutip utuh dari: https://fib.ugm.ac.id/2025/05/pengukuhan-prof-dr-hendrokumoro-m-hum-sebagai-guru-besar-bidang-ilmu-linguistik-fakultas-ilmu-budaya-ugm.html
Suasana khidmat menyelimuti Balai Senat, Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (8/5/2025), saat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM mengukuhkan Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Linguistik. Pengukuhan ini menjadi momen bersejarah bagi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM, yang turut berbangga atas pencapaian salah satu dosen terbaiknya.
Dengan tujuan meningkatkan pemahaman terkait pelajaran kuliah, dosen kodikologi, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. membawa mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023 mengunjungi tiga perpustakaan; perpustakaan Widyabudaya Keraton Ngayogyakarta, perpustakaan Museum Negeri Sonobudoyo, serta perpustakaan Widyapustaka Pura Pakualaman.
Kuliah lapangan ini dimulai sejak pagi hari pukul 08.30 WIB hingga menjelang sore pukul 15.00 WIB. Mahasiswa diminta berkumpul di lapangan parkir Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebelum jam 08.30 untuk persiapan dan arahan bersama. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah perpustakaan Widyabudaya. Di sana, para mahasiswa didampingi oleh abdi dalem untuk melihat-lihat dan mengenal ruangan di dalam perpustakaan seperti ruang reservasi, ruang arsip, ruang depo-arsip. Selain itu, mahasiswa juga dibukakan naskah untuk diobservasi kondisi fisiknya sesuai materi yang telah diajarkan, seperti bahan kertasnya, iluminasiyang terdapat dalam naskah, dan lain-lain.
Dilanjutkan dengan perpustakaan Museum Sonobudoyo, para mahasiswa dibimbing untuk mengenal berbagai naskah dari macam-macam bahan seperti kertas dan kayu, serta ditunjukkan proses digitalisasi naskah dan cara merawat naskah. Kemudian di perpustakaan Widyapustaka, mahasiswa ditunjukkan adanya sistem perawatan naskah dengan cara menjaga suhu agar tetap stabil dan kondusif bagi naskah terutama yang sudah berusia cukup tua.
Nasib sebuah kebudayaan, termasuk bahasa dan sastra, sesungguhnya terletak di tangan para pemiliknya. Menyadari hal ini, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), mengadakan kegiatan istimewa pada Rabu, 30 April 2025, dengan menghadirkan Drs. Suhartoyo, seorang pecinta dan pemerhati sastra dan budaya Jawa. Drs. Suhartoyo, yang juga merupakan alumni program studi tersebut, aktif mengelola Majalah Belik, sebuah majalah berbahasa Jawa, serta terlibat dalam Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi.
Pada Selasa (25/3/2025), Dr. Arsanti Wulandari, M.Hum., dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), membahas riwayat Pangeran Diponegoro dalam Babad Ngayogyakarta dalam kegiatan Kelas Literasi Naskah Nusantara #1. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujaasintara), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), dengan tema “Sisi Lain Diponegoro: Sang Pangeran dalam Dua Sudut Pandang”.
Pada Senin, 21 April 2025, sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), menghadiri acara budaya bertajuk Uyon-uyon Hadiluhung Senen Pon yang diselenggarakan di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan wiyosan dalem Sri Sultan Hamengku Bawana X, yang jatuh pada Senen Pon malam atau malam Selasa Wage.
Dalam momentum yang sarat makna tersebut, ditampilkan kembali tari klasik istimewa, Bedhaya Prabhu Wibawa, setelah lebih dari dua dekade tidak dipentaskan. Berdasarkan informasi dari situs resmi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu Kratonjogja.id (2025, 21 April), Bedhaya Prabhu Wibawa merupakan tari sakral yang mengisahkan perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwana IX dalam menghadapi penjajahan Belanda, terutama pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Tarian ini pertama kali dipentaskan pada 27 Juli 2002 dengan durasi sekitar 60 menit, dan baru tahun ini kembali ditampilkan, menandai 23 tahun sejak pertunjukan perdananya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menyelenggarakan acara penting berupa pidato pengukuhan guru besar Prof. Dr. Hendrokumoro, M. Hum., dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya. Acara ini akan berlangsung pada Kamis, 8 Mei 2025, pukul 09.00–10.00 WIB di Balai Senat, Gedung Pusat UGM.
Dalam kesempatan ini, Prof. Hendrokumoro akan menyampaikan pidato berjudul “Eksistensi Bahasa Jawa Saat Ini beserta Peran, Tantangan, dan Peluangnya”. Topik ini diharapkan memberi wawasan mendalam tentang kondisi aktual bahasa Jawa di tengah arus perubahan sosial dan budaya, termasuk peran strategisnya dalam masyarakat serta tantangan dan peluang yang dihadapi ke depan.
Tidak pernah hilang keasyikannya, semakin hari, perkuliahan Kodikologi malah terasa semakin menyenangkan. Termasuk hari Senin, 21 April 2025 kemarin. Dalam pertemuan kesebelas ini, mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023 diajak untuk melakukan praktik cap dan stempel.
Namun, sebelum melakukan praktik membuat cap, mahasiswa menyimak materi tentang penggunaan cap dan stempel dalam surat-surat masa lampau. Cap surat sendiri adalah cetakan gambar, tulisan, atau gabungan keduanya pada suatu surat atau dokumen penting lainnya. Fungsinya adalah sebagai penanda/simbol pengenal yang mewakili seseorang atau kelompok untuk menunjukkan suatu keabsahan. Selain itu cap surat juga berfungsi sebagai jaminan keutuhan (segel) pada suatu surat. Bahan-bahan yang bisa dipakai untuk cap surat adalah lilin, tanah liat, jelaga, atau tinta.
Dalam rangka tugas mata kuliah Khazanah Sastra Jawa yang diampu oleh Bu Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A., mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2024 mengunjungi pameran Lajang Watjan (re: Layang Wacan) yang berletak di Bentara Budaya Yogyakarta. Tugas ini berawal dari adanya tugas kelompok. Kelompok-kelompok yang terbentuk berangkat sendiri-sendiri, karena pameran masih tersisa 2 hari yaitu tanggal 18 dan 19.
Di dalam pameran tersebut, yang mahasiswa amati adalah macam-macam buku dan naskah. Setelah mengamati, mahasiswa memilih satu objek material untuk diungkapkan isinya. Salah satunya adalah Babad Pagedongan. Selain mengungkapkan isi buku atau naskah, ada juga penugasan video pendek 1 menit untuk bukti bahwa mahasiswa sudah mengunjungi pameran tersebut. Selain buku, ada naskah tua yang dipajang di dinding dan tidak boleh disentuh karena usianya. Kendati demikian, masih banyak naskah-naskah baru diletakkan di atas meja pameran dan boleh dibaca.

