• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Mahasiswa
  • Karya Mahasiswa
  • hal. 7
Arsip:

Karya Mahasiswa

Taruna Dharma Jati, Peraih Medali Emas Pimnas Ke-34 Kategori Poster

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 3 Januari 2022

Bagi seorang mahasiswa, memiliki prestasi gemilang pasti menjadi impian yang ingin diwujudkan. Apalagi, prestasi yang berskala nasional bahkan internasional. Akan tetapi, terkadang kesempatan-kesempatan untuk meraih prestasilah yang mungkin terlihat sulit, entah karena pesaing maupun keadaan lainnya.

Seperti kisah dari Taruna Dharma Jati, seorang mahasiswa Program Studi Sastra Jawa, Universtitas Gadjah Mada, yang membawa kabar mengejutkan sekaligus membahagiakan. Pada tahun 2021, Taruna bersama dengan tim yang dibimbing oleh Zakariya Pamuji Aminullah berkesampatan mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang diadakan oleh DIKTI.

Perjalanannya dimulai dengan adanya ketertarikan dalam dunia PKM. Hal pertama yang membuat ia tertarik dengan PKM adalah keberhasilan yang ia lihat dari seorang kakak tingkatnya, yaitu Syahmu Hidayat, mahasiswa Sastra Jawa angkatan 2017 yang mendapat emas dalam Pimnas, dengan tema yang diangkat adalah sesuai ilmu yang didalami pada program studi Sastra Jawa. Hal itulah yang menjadi pemantik baginya untuk lebih mendalami apa itu PKM. Setelah mendalami apa itu PKM, berdasarkan fenomena yang ada, Taruna dapat memahami bahwa PKM sangat mewadahi dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang studi Sastra Jawa.

Ketertarikan mengikuti PKM tidak muncul begitu saja setelah ia melihat fenomena yang ada. Kesempatan yang diberikan kepadanya oleh seorang dosen Sastra Jawa, Zakariya Pamuji Aminullah, yang kerap kali di panggil Mas Zaki itulah yang menjadikan ia dapat berproses lebih jauh lagi. Apalagi, kesempatan itu membawanya untuk menjadi ketua dalam tim tersebut. Untuk mendapatkan sebuah prestasi, tentu ada proses panjang yang harus dilalui oleh Taruna dan tim. Mulai dari persiapan, revisi, pendanaan, proses penelitian, dan masih banyak proses lainnya hingga mengantarkan mereka ke titik akhir.

Menurutnya, PKM merupakan wadah dan ajang bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan-gagasan yang sangat inovatif dari mahasiswa dalam hal apapun, yang harapannya dapat berguna untuk masyarakat luas.

Pada PKM yang ia ikuti bersama dengan tim, Taruna mengangkat tema tentang wabah dalam prespektif karya sastra Jawa. Untuk data peneliannya, mereka memperoleh dari sekitar Surakarta dan Yogyakarta. Semua hal yang didapat mereka lihat dari perspektif sastra dan budaya, ilmu politik, serta hukum. Kerja keras, perjuangan yang panjang, dan pengerjaan yang total, membawa dirinya bersama dengan tim yang dipimpin untuk memenangkan medali emas pada Pimnas ke-34 pada tahun 2021 dalam kategori poster. Ia yakin bahwa usaha yang mereka lakukan tidak akan mengkhianati hasil yang akan didapatkan.

Menurut Taruna, tantangan terbesar dalam berproses adalah ketika bekerja sama dengan tim, karena adanya latar belakang yang berbeda. Selain itu, materi yang diangkat juga cukup berat, sehingga data yang didapat harus dipadatkan dan disusun sebaik mungkin mengikuti aturan penulisan yang telah ditetapkan. Kontrol waktu yang tepat juga harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan proposal.

Meskipun mengalami banyak tantangan, ia bersama dengan tim dapat mengatasinya. Cara mengatasi tantangan menurutnya adalah dengan melakukan komunikasi yang responsif, berusaha meyakinkan diri masing-masing jika PKM adalah tanggung jawab bersama. Dalam hal pemadatan materi pun dapat teratasi dengan melakukan pengolahan kata serta usaha untuk berpikir lebih keras.

Tidak hanya menghasilkan lelah, menurutnya hal lain yang didapat adalah pengalaman berharga, baik akademik maupun non akademik. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru terutama dalam bidang yang diteliti, serta piwulang atau ajaran dari para narasumber terkait.

Untuk mahasiswa baru yang ingin mengikuti PKM, Ia menyarankan agar mereka tidak perlu ragu, karena PKM merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan ide-ide "gila" terbaik untuk mengangkat nama Sastra Jawa juga.

“Jangan takut untuk memulai, jangan minder, karena mahasiswa Sastra Jawa pun sebenarnya memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan dan dioptimalkan, salah satunya melalui kegiatan PKM ini” (Taruna, 2022).

Selamat! Berikut Para Pemenang Lomba Gugur Gunung 11

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Minggu, 21 November 2021

Perlombaan Gugur Gunung 11 sebagai peringatan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa ke-66 tahun telah berhasil dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Segenap panitia Gugur Gunung 11 mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah mendaftar perlombaan, di antaranya adalah: Lomba Infografis Kebudayaan Jawa, Lomba Kaligrafi Aksara Jawa, dan Lomba Ndongeng Jawa. Para dewan juri telah berhasil mengerucutkan pemenang-pemenang perkategori tersebut dengan mengambil juara 1, juara 2, dan juara 3.

  read more

Syukuran Ambal Warsa Sastra Jawa Ke-66

Ambal WarsaBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 18 November 2021

Yogyakarta – Acara ulang tahun Program Studi Sastra Jawa (Ambal Warsa) yang ke-66 diperingati dengan dilaksanakannya syukuran bersama melalui kanal zoom meeting pada tanggal 20 September 2021 lalu.

Acara syukuran tersebut diikuti oleh segenap keluarga Sastra Jawa, baik dosen aktif maupun dosen purna tugas, mahasiswa hingga alumni dari berbagai angkatan. Acara tersebut terlaksana dengan sangat baik dikarenakan antusias dari partisipan yang menambah kemeriahan peringatan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa ke-66 ini. 

Acara tersebut diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya adalah pemberian sambutan dari Ketua Program Studi Sastra Jawa. Setelah itu, pemberian kesan, pesan, dan harapan oleh perwakilan mahasiswa aktif angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Lalu, disambung dengan pembacaan Mading Online, intermezo dari Bapak/Ibu Dosen, serta penampilan persembahan video dari mahasiswa Sastra Jawa. Kemudian, ditutup dengan pembacaan doa serta foto bersama, dan penutupan oleh pembawa acara. 

Berikut adalah cuplikan momen kemeriahan kegiatan Syukuran Ambal Warsa ke-66

Penulis: Vighna Rivattyannur H. dan Anggra Dini

Editor: Anggra Dini

Abhiseka Kramasisya 2021

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 15 November 2021

Abhiseka Kramasisya merupakan acara pengukuhan mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Tahun 2021 ini, acara tersebut diselenggarakan pada bulan Oktober dan diikuti oleh 35 mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Acara Abhiseka Kramasisya tahun ini mengusung tema yang menarik, yaitu “Manata, Marsudiya, Manunggaling Asta”.

Arti dari tema di atas yaitu “Manata” yang berarti menata atau melakukan persiapan, baik menentukan tujuan ataupun mempersiapkan diri (mental dan fisik), serta mempersiapkan rencana.

 “Marsudiya” merupakan sebuah amanat agar kita berusaha dengan maksimal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Jangan mudah menyerah dan putus asa meskipun melewati rintangan dalam proses yang kita lewati.

Sedangkan, “Manunggaling Asta” berarti menyatukan tangan yang memiliki makna berdoa. Melalui doa kita dapat menyerahkan segala hal yang telah kita kerjakan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan terhadap hasil akhir yang kita terima. “Manunggaling Asta” dapat juga berarti menyatukan tangan. Sebuah kiasan yang artinya mempererat kekeluargaan, baik dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Selain itu, kata “manunggal” yang berarti satu, dan kata “asta” yang berarti dua dapat juga kita sebut sebagai sengkalan untuk tahun 21 atau 2021 ini.

Acara Abhiseka Kramasisya dibagi menjadi tiga rangkaian acara, yaitu acara “Nglaras Memitran dan Seminar Prodi” yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2021, dilanjutkan dengan acara “Nglaras Karsa” yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2021, dan diakhiri dengan acara inti yaitu “Pengukuhan Mahasiswa Baru” pada tanggal 30 Oktober 2021.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan yang pertama diawali dengan pembukaan acara oleh pembawa acara dilanjutkan dengan peresmian pembukaan kegiatan oleh Ketua Program Studi Sastra Jawa, Dr. Daru Winarti, M.Hum. Lalu, disambung dengan “Nglaras Karsa” yaitu kegiatan perkenalan, baik dari mahasiswa baru maupun Bapak/Ibu dosen serta panitia acara. Setelah itu, ditutup dengan acara yang terakhir “Seminar Prodi”, yaitu pemaparan materi tiga peminatan Sastra Jawa oleh Dr. Hendrokumoro, M.Hum. (peminatan linguistik), Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. (peminatan filologi), dan Dr. Wisma Nugraha Christianto R., M.Hum. (peminatan sastra). Rangkaian kegiatan pada hari pertama dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelaksanaan kegiatan hari kedua diawali dengan pembukaan kegiatan oleh pembawa acara. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan “Nglaras Karsa” yaitu sebuah talk show bersama alumni Sastra Jawa, yaitu Fajar Wijanarko, S.S. dan Kezia permata S.S. Kedua alumni tersebut memberikan sharing pengalaman serta tips-tips dunia perkuliahan yang sangat menarik untuk diikuti. Pelaksanaan acara hari kedua ini juga dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting.

Sedangkan rangkaian acara hari ketiga dilaksanakan secara luring dan bekerja sama dengan pihak Museum Tembi Rumah Budaya. Pelaksanaan acara pada hari ketiga diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh ketua pelaksana, yaitu Amabilita C. S. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan jelajah museum yang dipandu oleh petugas Museum Tembi Rumah Budaya. Acara dilanjutkan dengan kegiatan mini games serta acara inti, yaitu pengukuhan mahasiswa baru. Setelah itu, disambung dengan penampilan apresiasi seni oleh teman-teman Sastra Jawa Angkatan 2021, pemberian kesan pesan dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian acara Abhiseka Kramasisya selama tiga hari tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran serta kesan yang baik kepada teman-teman Sastra Jawa ngkatan 2021. Dengan dikukuhkannya teman-teman Sastra Jawa angkatan 2021 menjadi bagian dari Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA), kelak nantinya mereka dapat berdinamika dan berproses bersama-sama untuk menjadi mahasiswa yang berkualitas.

Mahasiswa Sastra Jawa UGM Berhasil Meraih Juara I Lomba Poster Ilmiah Literasi Kebencanaan 2021

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 2 November 2021

Seminar Internasional Literasi Sejarah Kebencanaan diselenggarakan atas inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia, U-INSPIRE Indonesia, dan dukungan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Syiah Kuala, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana, IABI, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA), CARI, serta Amcolabora Research Institute. Seminar Internasional ini bertujuan untuk memperkuat misi literasi kebencanaan agar menjadi pembelajaran, pengingat, dan penguat masyarakat dengan kualitas literasi yang baik serta membangun peradaban baru Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Melalui seminar bertajuk: “Literasi Sejarah Kebencanaan sebagai Warisan Ketangguhan Masa Lalu, Kini, dan Nanti” ini, dilakukan perekatan dan penyusunan kembali berbagai pembelajaran lintas disiplin ilmu, keahlian, dan keterampilan terkait sejarah kebencanaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Ambon pada Rabu - Kamis, 13-14 Oktober 2021.

Gambar: Pengumuman pemenang lomba poster ilmiah digital

di laman resmi BNPB

Dalam rangka penyadartahuan masyarakat khususnya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai literasi sejarah kebencanaan maka, diperlukan media yang sesuai dan disukai serta mudah dipahami. Pada era digital seperti saat ini, penyebarluasan informasi berbasis digital menjadi medium yang mudah dipahami dan diterima khalayak umum. Media digital berbasis kreativitas menjadi produk yang mudah disebarluaskan melalui portal-portal yang tersedia secara gratis. BNPB juga menyelenggarakan beberapa kegiatan side event berupa lomba yang berkaitan dengan Literasi Sejarah Kebencanaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mempelajari atau mengetahui sejarah kebencanaan dan mendorong kreativitas masyarakat dalam menerjemahkan informasi tersebut ke dalam sebuah karya. Kategori lomba yang digelar ialah sebagai berikut (1) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk setingkat SD yang didampingi oleh guru sejarah di sekolahnya; (2) Lomba Penulisan Artikel Literasi Sejarah Kebencanaan untuk masyarakat umum; (3) Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan untuk mahasiswa; (4) Lomba Story Map Literasi Sejarah Kebencanaan.

Di antara banyak mahasiswa yang mengikuti perlombaan, Sahmu Hidayat merupakan salah seorang mahasiswa Sastra Jawa UGM angkatan 2017 yang ikut ambil bagian di dalam kompetisi tersebut. Dirinya berhasil meraih juara I dalam kategori Lomba Poster Ilmiah Digital Literasi Sejarah Kebencanaan.

Gambar: Poster ilmiah digital bertajuk

“Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”

Tajuk poster ilmiah yang diusungnya yakni “Citraléka Bancana: Menggali Memori Kolektif Kebencanaan dalam Naskah Jawa”. Hal yang melatarbelakangi idenya yaitu karena banyaknya peristiwa bencana yang kerap melanda Pulau Jawa. Peristiwa-peristiwa lampau berupa kebencanaan menjadi sebuah catatan sejarah yang terekam dalam sebuah memori kolektif tradisional Jawa.  Memori tersebut diabadikan oleh masyarakat Jawa dalam beberapa catatan tradisional berupa naskah.

Menurut pendapatnya, naskah tersebut memuat sebuah citraléka bancana atau semacam petunjuk gambaran bencana di masa lalu. Umumnya naskah kuno tersebut menjelaskan jenis, penyebab, cara menghindari, serta apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

Sebagai salah satu contoh yakni Serat Primbon Palintangan Palindhon Pakedutan yang memuat catatan pengetahuan tentang terjadinya gempa bumi pada waktu-waktu tertentu dianggap mengisyaratkan kejadian yang bersifat buruk, baik, netral, maupun campuran, dan berdampak pada manusia, makhluk hidup lain, serta alam. Melalui poster ilmiah yang dibuatnya, dirinya berharap semoga semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya pengetahuan tradisional guna menghadapi problematika yang terjadi di tengah arus modernisasi.

 

Penulis: Sahmu Hidayat

Editor: Anggra Dini

Persembahan Angkatan 2019 dalam Ambal Warsa ke-66 Sastra Jawa UGM

Ambal WarsaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 21 September 2021

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa ke-66 tahun, angkatan 2019 (TRAWAGAMA) mempersembahkan karya unik berupa video dengan menyanyikan lagu Cintaku yang dipopulerkan oleh Chrisye secara bersama-sama. Karya yang sebenarnya juga menjadi realisasi program kerja Divisi Minat dan Bakat Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa, Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA) ini mengusung konsep bertema pertemuan virtual yang dikemas dengan rapi. Hal yang menjadi daya tarik utama dalam persembahan ini adalah lagu Cintaku oleh Chrisye yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Jawa yang berjudul Tresnaku. read more

Sarining Rasa (Ambal Warsa Sastra Jawa ke-66)

Ambal WarsaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 21 September 2021

Dalam rangka program kerja Divisi Minat dan Bakat Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa, Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KAMASTAWA) yang sekaligus memeriahkan ulang tahun Program Studi Sastra Jawa ke-66 tahun, angkatan 2020 (RUKMAGAMA) mempersembahkan karya bertajuk Sarining Rasa. Karya ini menghadirkan tampilan tembang Ketawang Widyasmara Pl.5 dengan kreasi geguritan (puisi jawa) di tengah-tengahnya. Sarining Rasa menjadi kejutan penutup acara Syukuran Ambal Warsa Sastra Jawa via zoom meeting tanggal 20 September 2021 lalu. read more

Apa Itu “Gugur Gunung”?

Ambal WarsaBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 8 September 2021

Gugur Gunung merupakan peringatan hari ulang tahun program studi Sastra Jawa yang menjadi salah satu program tahunan yang rutin dilaksanakan. Acaranya biasa dilaksanakan rutin pada bulan Oktober. Bukan hanya sebagai acara peringatan, namun Gugur Gunung ini juga menjadi jembatan untuk membantu merekatkan tali silaturahmi antar civitas akademika program studi Sastra Jawa. Melalui sederet rangkaian acara yang disiapkan, semua civitas akademika dapat ikut bergabung dan memeriahkan acara tahunan tersebut.

Berbagai acara dirangkai sedemikian rupa sehingga membuat peringatan ulang tahun program studi Sastra Jawa menjadi semakin meriah. Adapun rangkaian acara yang menjadi pelengkap peringatan ulang tahun program studi Sastra Jawa tersebut antara lain, lomba membuat poster bertema kebudayaan, lomba membuat infografis kebudayaan, webinar, dan pada puncak acara diakhiri dengan pentas seni dari mahasiswa program studi Sastra Jawa.

Acara Gugur Gunung menjadi salah satu acara tahunan terbesar yang dilaksanakan oleh program studi Sastra Jawa. Selain memperingati hari ulang tahun program studi Sastra Jawa, Gugur Gunung juga menjadi simbol untuk menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan karena program studi Sastra Jawa tetap berjaya hingga saat ini.

Pergantian Nama HMJ KAMASUTRA Menjadi HMJ KAMASTAWA

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 5 Mei 2021

Yogyakarta - Pada hari Senin, 3 Mei 2021, pukul 15.41 WIB, menjadi momen yang bersejarah bagi KAMASUTRA (Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara), sebuah organisasi HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang berada di bawah naungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), telah resmi berganti nama menjadi KAMASTAWA (Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa).

Secara etimologis, KAMASTAWA berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian. Secara keseluruhan, arti Kamastawa merupakan harapan agar Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa untuk senantiasa saling mengasihi, menyayangi dan memiliki jiwa loyalitas yang tinggi terhadap Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa.

Proses penetapan perubahan nama ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan Ketua Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022, Na’il Yuwana Firdaus, sebagai penandatangan resmi perubahan nama. Selanjutnya, keputusan ini mendapatkan persetujuan dari pembina Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, yakni dosen Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dengan bidang studi filologi, Zakariya Pamuji Amirullah, S.S., M.A.

Perubahan ini sejalan dengan Surat Keputusan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Nomor 001/KAMASTAWA/IV/2021 tentang Perubahan Singkatan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa. Alasan di balik pergantian nama ini adalah untuk mencapai keselarasan antara Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan nama himpunan mahasiswa terkait.

Keputusan ini juga didasarkan pada hasil sidang AD/ART Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa pada 20 Maret 2021 dan Hasil Musyawarah Anggota Khusus Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022 pada 4 April 2021, yang keduanya diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Google Meet.

Selain perubahan nama, terdapat juga perubahan logo Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa bagian aksara yang terdapat di atasa lingga-yoni yang telah disesuaikan dengan singkatan baru. Selain itu, aksara yang digunakan pada logo baru adalah aksara Jawa Kuno, menggantikan aksara Dewanagari pada logo lama.

(Logo lama)

(Logo baru)

Dengan pergantian nama yang mencerminkan identitas baru, KAMASTAWA semakin bersemangat dalam memberikan ruang kepada anggota-anggotanya untuk  mempelajari, melestarikan dan menghidupkan warisan kebudayaan Jawa.

Gara-Gara

GeguritanKarya MahasiswaMahasiswa Senin, 19 April 2021

Jagat gonjing, Bawana geger Geger dening ruhara Ndonya wus kebegan kamurkan Muka yaksa, bleger buta, ambeg watak raseksa Ubenging bumi kaya hanyekseni tumangkaring watak candhala, budi nistha Ingkang nekem jagat

1…5678

Recent Post

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menjadi Pengiring dalam Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran 1 Sura Be 1960
    Juni 17, 2026
  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026

Kalender

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Rilis Berita

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY