Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Mengikuti Pengembangan dan Pemanfaatan Korpus Bahasa Jawa
BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 22 April 2026
Pada Selasa (21/04/2026), 10 mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan bertajuk “Korpus Kebahasaan yang Dikembangkan” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB di Ruang Pandawa 2, Swiss-Belboutique Yogyakarta. 10 mahasiswa tersebut adalah Andini Nuraini, Arfia Kholifatul Ummamah, Bernadetta Rahayunin Tyas, David Sofyan Wilaynto, Diyah Pitaloka, Inoora Putri Haliza, Marseli Dwitanti, Maysa Putri Fatihah, Pingky Putri Khairani, dan Wreksi Awinanggya Pinandhita.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan dan pemanfaatan korpus, pelestarian bahasa Jawa berbasis korpus, serta teknik pengumpulan dan pengolahan data korpus. Berdasarkan wawancara daring dengan Maysa Putri Fatihah, salah satu peserta, pada 27 April 2026, pertemuan awal difokuskan pada penjelasan teknis serta pembagian tugas. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data awal korpus bahasa Jawa selama 20 hari, dilanjutkan dengan proses pengolahan data seperti pembersihan dan penyuntingan yang berlangsung sekitar satu bulan. Seluruh tahapan awal ini dilakukan oleh peserta yang dalam program tersebut disebut sebagai asisten lapangan. Adapun tahap lanjutan, seperti pengodean, penginputan metadata, hingga finalisasi data, dikelola oleh pihak Balai Bahasa Yogyakarta.
Dalam proses pengembangannya, perangkat korpus yang digunakan adalah AntConc. Data bahasa Jawa dikumpulkan dari berbagai sumber teks tertulis, seperti naskah lama, buku, bab buku, artikel, karya ilmiah, media massa, berita surat kabar, media sosial, blog, karya sastra, cerita rakyat, surat, hingga pidato. Seluruh teks tersebut kemudian melalui proses penyuntingan sebelum diinput ke dalam sistem sebagai bahan korpus.
Berdasarkan penuturan Maysa, dirinya merasa senang dapat menjadi bagian dari program ini. “Saya sangat bersyukur bisa belajar hal baru, apalagi dalam hal teknis pengolahan data korpus yang dipraktikkan secara langsung. Sebelumnya saya sendiri sudah pernah ikut kuliah umum tentang korpus naskah Jawa, tetapi hanya sebatas teoretis saja,” ujarnya.
Pengembangan korpus bahasa Jawa menjadi langkah strategis dalam upaya mereservasi sekaligus mempreservasi bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan bahasa daerah Nusantara. Lebih dari sekadar pelestarian, korpus ini juga membuka peluang pemanfaatan dalam ranah digital humanities, seperti penelitian linguistik, pengembangan bahan ajar, hingga penyusunan kurikulum berbasis data kebahasaan. Program ini sekaligus mencerminkan kolaborasi antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan dalam menghadirkan inovasi kebahasaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Penulis : Haryo Untoro
Author : Haryo Untoro

