• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Deskripsi Mata Kuliah
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • INFORMASI PERKULIAHAN DAN ADMINISTRASI
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Kerjasama
    • Beasiswa
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 12
Pos oleh :

haryountoro

‘Sowan Kadang’: Studi Banding dalam Rangka Penguatan Silaturahmi dan Kerja Sama antara KMSJ FIB UI & HMJ KAMASTAWA UGM

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 17 Juli 2023

Kegiatan 'Sowan Kadang' antara Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, Program Studi Sastra Daerah/Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (KMSJ FIB UI) dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan, Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Universitas Gadjah Mada (HMJ KAMASTAWA UGM) berhasil berlangsung dengan penuh kehangatan. Kegiatan studi banding yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 15 Juli 2023 ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara kedua himpunan mahasiswa sastra Jawa.

Kegiatan studi banding ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Relasi Publik dan Organisasi HMJ KAMASTAWA UGM, yang berlangsung pukul 09.00-11.15 WIB. Acara ini juga merupakan bentuk upaya untuk memperluas relasi, silaturahmi, pengenalan dan evaluasi terhadap program kerja masing-masing himpunan.

Setiap himpunan mahasiswa sastra Jawa memiliki tupoksi dan program kerja yang berbeda. Di KMSJ FIB UI, kepengurusan terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Kesekretariatan (Kestari), 5 Biro (Biro Keuangan, Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Biro Hubungan Masyarakat (Humas), dan Biro Media Kreatif (MedKre)), serta 5 Departemen (Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (ADKESMA), Departemen Pendidikan dan Keilmuan, Departemen Pengabdian Masyarakat (PengMas), Departemen Seni, dan Departemen Olahraga). Sementara itu, HMJ Kamastawa UGM terdiri dari Pengurus Harian (PH) Inti, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO), Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas), Divisi Media dan Informasi (Medinfo), Divisi Keilmuan, Divisi Kewirausahaan dan Logistik (Kewirugistik), serta Divisi Minat dan Bakat (Mikat) yang dibagi menjadi dua yaitu Sub-divisi Seni dan Sub-divisi Olahraga.

Kegiatan studi banding dibuka oleh Siti Gea Arzetty (KMSJ) dan Bima Muslih W. (KAMASTAWA) selaku Master of Ceremony (MC) yang dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua himpunan KMSJ FIB UI (Wulan Fitria), dan ketua himpunan KAMASTAWA (Adjit Royan Mustafa G.S.), kemudian pemaparan mengenai profil dan program kerja serta evaluasi dan pertanyaan terhadap program kerja dari masing-masing himpunan. Acara dilanjutkan dengan ice breaking yang semarak, diikuti dengan sesi berbincang mengenai tiga bidang studi peminatan yaitu filologi, linguistik, dan sastra. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat antar kedua himpunan sebagai tanda apresiasi atas kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan studi banding ini. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

(Penyerahan sertifikat oleh Ketua KMSJ FIB UI kepada Ketua HMJ Kamastawa)

(Penyerahan sertifikat oleh Ketua HMJ Kamastawa kepada KMSJ FIB UI)

Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta terjalin kerja sama yang lebih erat dan saling mendukung antara KMSJ FIB UI dan HMJ KAMASTAWA UGM. Selain itu, kedua himpunan mahasiswa dapat belajar dari pengalaman dan program kerja masing-masing untuk saling berkontribusi dalam memaksimalkan kegiatan dan tujuan himpunan ke depannya.

Mahasiswa Inspirasi : Kintan Dewinta Putri Sebagai Runner-Up 1 Putri IMBASADI 2023-2024

Mahasiswa Selasa, 6 Juni 2023

(Kintan Dewinta Putri berpasangan dengan Ketut Teguh Virgiawan (UNDIKSA) sebagai peraih posisi runner-up 1 Putra Putri Imbasadi 2023-2024)

Kintan Dewinta Putri, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun angkatan 2022, berhasil meraih posisi runner-up 1 Putri Imbasadi dalam acara Sarasehan Nusantara X yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pada tahun ini, delegasi UGM mengirimkan Bima Muslih Wicaksono dan Kintan Dewinta Putri sebagai peserta Putra Putri Imbasadi.

Menjadi Putra Putri Imbasadi tidak hanya mengandalkan penampilan yang menawan. Para peserta diharuskan memiliki kecerdasan dan visi misi yang kuat dalam mempelajari serta mempromosikan kebudayaan dan bahasa daerah Indonesia.

Tahapan pertama dalam kompetisi ini adalah menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, diantaranya adalah membuat esai mengenai opini terhadap tema Sarasehan Nusantara Imbasadi, yaitu Pusparagam tradisi nusantara. Selain itu, mereka juga harus membuat video public speaking tentang visi dan misi, motivasi, serta memberikan orasi singkat. Selain itu, para peserta Putra Putri Imbasadi juga harus berkolaborasi untuk menampilkan minat dan bakat mereka dalam satu video.

(Wawancara Putra Putri Imbasadi)

Tahapan kedua adalah wawancara mendalam yang berkaitan dengan diri para peserta Putra Putri Imbasadi sendiri. Kintan mengungkapkan, "Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara lebih seperti studi kasus dan berkaitan dengan cara menghadapi masalah serta kepribadian masing-masing peserta."

(Parade Putra Putri Imbasadi 2023-2024)

Selanjutnya, dilakukan penyisihan menjadi 5 besar melalui parade Putra Putri Imbasadi pada hari Rabu, 31 Mei 2023. Dalam tahap penyisihan menjadi 3 besar, semua calon Putra Putri Imbasadi harus menjawab pertanyaan yang diundi secara acak.

Setelah itu, untuk menentukan siapa yang akan menjadi Putra Putri Imbasadi, peserta tiga besar diharuskan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris yang kemudian diakhiri dengan penganugerahan gelar Putra Putri Imbasadi 2023-2024 kepada peserta yang terbaik.

Meskipun telah ada yang ditetapkan Putra Putri Imbasadi 2023-2024, namun seluruh Putra Putri Imbasadi baik yang bergelar runner-up ataupun peserta yang belum terpilih, akan tetap berkontribusi dalam memperkenalkan budaya dan bahasa daerah di Indonesia.

Menyinggung program kerja Putra Putri Imbasadi, Kintan menerangkan "Berdasarkan program kerja Imbasadi yang saya ketahui, nantinya para Putra Putri Imbasadi akan terlibat dalam kegiatan pengajaran. Namun, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai tempatnya. Selain itu, Putra Putri Imbasadi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi lebih dalam komunitas Imbasadi, seperti melestarikan budaya dan kesenian di daerah masing-masing,"

Kintan juga berbagi rencananya ke depan, "Rencana awal saya adalah lebih mengenalkan Imbasadi kepada sesama mahasiswa, termasuk adik tingkat. Selain itu, saya juga akan berusaha menjadi contoh teladan dalam seni dan budaya."

Bagi Kintan, meraih posisi runner-up 1 Putri Imbasadi seperti sebuah anugerah. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian saya sebagai runner-up 1 Putri Imbasadi. Saya tidak menyangka karena saya merasa bahwa usaha dilakukan belum seoptimal yang saya harapkan," ungkap Kintan.

"Dan saya juga merasa bangga bisa berpartisipasi dalam acara Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-10. Saya senang mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan tentang budaya dan sastra daerah serta menjalin persahabatan dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia," tambahnya.

Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Raih Tiga Kejuaraan Bergengsi di Sarasehan Nusantara Imbasadi X

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 6 Juni 2023

Semarang - Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-10 sukses digelar di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2023. Kegiatan prestisius ini mengusung tema Pusparagam Tradisi Nusantara, yang mencerminkan keanekaragaman tradisi dan budaya di Indonesia dengan menekankan pada upaya melestarikan kekayaan budaya dan tradisi tersebut. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan pemilihan Putra Putri Imbasadi 2023 serta Malam Penganugerahan sebagai puncaknya pada tanggal 31 Mei 2023.

Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-10 yang diadakan di UNNES tahun 2023 menghadirkan enam macam perlombaan, antara lain Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Lomba Tipografi Nasional, Lomba Lagu Pop Daerah, Lomba Poster Kebudayaan, Lomba Video Dokumenter Budaya, dan Lomba Pemilihan Putra Putri Imbasadi 2023.

Delegasi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengikuti seluruh lomba. Delegasi UGM yang terdiri dari Idharul Huda (angkatan 2021) sebagai ketua delegasi, Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma (angkatan 2021), Nurma Aisyah (angkatan 2021), Nanda Nursa Alya (angkatan 2021), Bima Muslih Wicaksono (angkatan 2022), Haryo Untoro (angkatan 2022), Kintan Dewinta Putri (angkatan 2022), dan Muhammad Siswoyo (angkatan 2022) berpartisipasi dalam acara tersebut yang diselenggarakan di Semarang.

Delegasi UGM berhasil meraih prestasi gemilang dalam beberapa perlombaan, di antaranya:

  • Juara 2 Lomba Video Dokumenter Budaya (Bima Muslih Wicaksono sebagai ketua, dan dua anggota yaitu Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma dan Idharul Huda)
  • Runner-up 1 Putri Imbasadi 2022 (Kintan Dewinta Putri)
  • Runner-up 2 Putra Imbasadi 2022 (Bima Muslih Wicaksono)

(Penerimaan Kejuaraan Video Dokumenter Budaya)

(Penerimaan Kejuaraan Runner-Up 1 Putra Putri Imbasadi)

(Penerimaan Kejuaraan Runner-up 2 Putra Putri Imbasadi)

Lomba Video Dokumenter Budaya yang meraih juara mengangkat tema tradisi menatah wayang kulit. Menatah wayang adalah proses memahat obyek wayang tertentu. Tradisi menatah wayang telah dilakukan secara turun-temurun hingga saat ini. Namun, semakin hari jumlah penatah wayang semakin berkurang sehingga Video Dokumenter Budaya dibuat sebagai media untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan tradisi menatah wayang kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda. 

Selanjutnya, kejuaraan yang berhasil diraih adalah Runner-up 2 Putra Imbasadi dan Runner-up 1 Putri Imbasadi. Proses seleksi yang ketat dimulai dari wawancara mendalam (deep interview) dan seleksi tahap demi tahap, mulai dari 5 besar hingga 3 besar. Semua peserta menjalani proses tersebut dengan baik dan penuh keyakinan. Kintan Dewinta Putri berpasangan dengan Ketut Teguh Virgiawan dari delegasi Universitas Pendidikan Ganesha, sedangkan Bima Muslih Wicaksono berpasangan dengan Luh Putu Dian Tristyanti yang juga merupakan delegasi Universitas Pendidikan Ganesha.

Dalam wawancara dengan salah satu delegasi, Kintan Dewinta Putri menyatakan “Saya merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan Sarasehan Nusantara Imbasadi ke-10. Saya juga merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk menambah wawasan tentang budaya dan sastra daerah serta menjalin persahabatan dari berbagai universitas di Indonesia”.

Dengan adanya acara seperti Sarasehan Nusantara Imbasadi, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari, mengapresiasi, dan melestarikan kekayaan budaya dan tradisi di Indonesia.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam kesuksesan acara ini, termasuk panitia, peserta, dan pendukung lainnya. Semoga Imbasadi senantiasa dapat mewadahi mahasiswa jurusan sastra daerah se-Indonesia dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan Indonesia.

Indonesia beragam, Imbasadi menyatukan.

Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Mengadakan Kuliah Lapangan di Tiga Tempat yang Berbeda

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 30 Mei 2023

Yogyakarta (27/05/2023) – Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kuliah lapangan ke tiga tempat berbeda. Ketiga tempat yang dikunjungi adalah Museum Sonobudoyo Unit II, Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X, dan Perpustakaan Kadipaten Pakualaman. Kuliah lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah Kodikologi dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2021 yang didampingi oleh Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut.

Kegiatan dimulai dengan para mahasiswa berkumpul di pintu selatan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM pada pukul 08.00 WIB, kemudian mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi menuju lokasi kuliah lapangan pertama, yaitu Museum Sonobudoyo Unit II.

Di Museum Sonobudoyo Unit II, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat pernaskahan. Dalam kunjungannya tersebut, mereka dibimbing oleh Mas Fajar Widjanarko, seorang staf Museum Sonobudoyo Unit II yang juga merupakan alumni Sastra Jawa angkatan 2010, mengenai naskah-naskah Jawa dan oleh Mba Irma, seorang staf Museum Sonobudoyo Unit II, mengenai katalog  naskah. 

Antusiasme para mahasiswa dalam mempelajari pernaskahan dan katalog naskah sangat besar. Terbukti dengan adanya enam pertanyaan yang diajukan kepada pemateri selama sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, Museum Sonobudoyo Unit II memberikan penghargaan berupa buku kepada keenam mahasiswa yang bertanya tersebut.

Setelah kunjungan ke Museum Sonobudoyo Unit II, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua, yaitu Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X. Di sana, peserta mendapatkan pengajaran mengenai berbagai naskah yang disimpan beserta katalognya.

Lokasi terakhir kuliah lapangan bertempat di Perpustakaan Kadipaten Pakualaman. Di tempat ini, para mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengunjungi skriptorium, yakni tempat yang dikhususkan untuk menyimpan, menyalin, menulis, atau membaca manuskrip. Peserta juga diberikan pengajaran mengenai serba-serbi naskah dan tata cara perawatan naskah. Di sela-sela penjelasan, peserta kuliah lapangan diperlihatkan berbagai naskah yang beriluminasi dan koleksi lainnya yang dimiliki oleh Perpustakaan Kadipaten Pakualaman.

Dengan adanya kuliah lapangan ini, diharapkan para mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait pernaskahan dan katalog naskah. Melalui kunjungan langsung ke tempat-tempat tersebut, mahasiswa dapat lebih memahami praktik dan proses pengelolaan naskah serta melihat langsung koleksi-koleksi yang berharga dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Hal ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keilmuan dan pemahaman mahasiswa dalam bidang tersebut.

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Menggelar Acara Syawalan dalam Nuansa Kebersamaan

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 22 Mei 2023

Yogyakarta (19/05/2023) - Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara syawalan dengan nuansa penuh kebersamaan. Acara ini digelar secara bauran dan bertempat di selasar gedung Margono lantai 4. Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan mahasiswi dari angkatan 2019 -2022 ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi.

Syawalan, yang merujuk pada bulan Syawal dalam kalender Islam, menjadi momen yang penting bagi umat Muslim untuk memperingati berakhirnya bulan suci Ramadhan. Pada acara syawalan ini, kegiatan utama yang dilakukan adalah ikrar syawalan, yang mana setiap individu memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.

Acara syawalan yang digelar oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM ini dibuka oleh Hafid dan Asta, mahasiswa angkatan 2021 yang juga bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Acara syawalan dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Jawa ragam tingkat tutur krama, sebagai bentuk keseriusan dan penghormatan kepada satu dengan yang lainnya.

Ikrar syawalan dimulai dari perwakilan mahasiswa angkatan 2022-2019, yang dengan tulus mengungkapkan permohonan maaf dan tekad untuk meningkatkan diri di masa yang akan datang. Kemudian, Dr. Daru Winarti, M.Hum., selaku ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, memberikan sambutan dan ikut dalam ikrar syawalan.

Acara dilanjutkan dengan ikrar syawalan oleh perwakilan dosen yang diwakili oleh Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., yang mana pada acara berikutnya juga memberikan tausiah tentang hakikat dan sejarah syawalan sebagai tradisi yang digelar pasca bulan Ramadan. Tausiah kemudian ditutup dengan pembacaan doa untuk kebaikan dan keselamatan bersama. 

Kegiatan syawalan diakhiri dengan kegiatan saling bersalaman antara seluruh hadirin. Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk saling memohon maaf dan memaafkan, menciptakan suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.

Acara syawalan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kebersamaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memupuk semangat persaudaraan dan memperkokoh rasa solidaritas di antara dosen dan mahasiswa sebagai satu keluarga besar Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada.

Dalam Rangka Kuliah Lapangan, Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Berkesempatan Mengikuti Tradisi Ngisis Wayang di Kasunanan Surakarta

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 22 Mei 2023

Surakarta, (18/05/2023) – Bertepatan dengan hari libur nasional, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kuliah lapangan menuju Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang mengambil mata kuliah Sastra Wayang, yang didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., dan R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.Hum.

Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat itu tengah mengadakan ritual ngisis wayang, yang berarti 'menjemur atau mengangini wayang'. Ritual ngisis wayang ini dilakukan pada wayang Kiai Pramukanya yang telah ada sejak masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwana (PB) II di ibu kota "nagari", Kartasura (1727-1745). Ritual ngisis wayang Kiai Pramukanya ini dilakukan setiap hari Kamis, karena wayang tersebut adalah wayang padintenan atau wayang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Kori Kamandungan, peserta kuliah lapangan memasuki wilayah keraton. Sebelum memasuki wilayah inti keraton, peserta diwajibkan mengenakan busana Jawa khas Surakarta. Di gedhong Sasana Handrawina, tradisi ngisis wayang dilaksanakan.

Dalam pelaksanaannya, K.R.T. Dr. Bambang Suwarno, S.Kar.,M.Hum., abdi dalem sekaligus dosen purna dari ISI Surakarta, turut berperan memberikan penjelasan kepada peserta. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengamati dan terlibat secara aktif dalam pelaksanaan tradisi ngisis. Setelah mengikuti rangkaian tradisi ngisis, para peserta kuliah lapangan dan dosen pembimbing berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Gusti Kanjeng Ratu Windansari, yang akrab disapa Gusti Moeng.

(Para peserta kuliah lapangan beserta dosen pembimbing berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Gusti Moeng)

Selanjutnya, para peserta kuliah lapangan menyaksikan proses peletakkan wayang ke dalam kotak wayang Kiai Pramukanya, dan kemudian kotak wayang tersebut bersama dengan abdi dalem disimpan kembali.

Dengan adanya kegiatan kuliah lapangan ini, diharapkan para peserta mata kuliah Sastra Wayang dapat mengetahui peristiwa kebudayaan, terutama tradisi ngisis wayang di Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Selain itu, peserta juga dapat memahami keragaman bentuk, gagrag, dan hubungan naratif dalam wujud wayang kulit, serta membangkitkan rasa cinta para mahasiswa terhadap seni budaya Indonesia.

Studi Banding Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dengan Program Studi Sastra Bali UNUD

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 9 Maret 2023

Yogyakarta–Kegiatan studi banding antara Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Program Studi Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (UNUD), berhasil dilaksanakan dengan baik. Acara tersebut digelar secara bauran pada Rabu, 8 Maret 2023 di ruang Auditorium Soegondo lantai 7 dengan suasana yang penuh kebersamaan.

Kegiatan studi banding ini dibuka dengan penampilan Tari Pudyastuti yang ditampilkan oleh para mahasiswi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM. Penampilan selanjutnya yakni Gita Pangendag Budhi Citta yang dipersembahkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Sastra Bali UNUD.

Setelah pembukaan yang meriah tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi. Berbeda dengan kuliah umum ataupun seminar, pemateri berasal dari pihak mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa Sastra Bali UNUD dan mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM secara bergantian memaparkan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya. 

Selepas pemateri selesai memaparkan semuanya, acara diteruskan dengan dibukanya sesi tanya jawab. Pada sesi ini, peserta yang hadir menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggambarkan ketertarikan dan keingintahuan peserta dalam memahami lebih dalam mengenai sastra dan budaya dari kedua daerah tersebut.

Tari Joged yang dipersembahkan oleh mahasiswi Sastra Bali UNUD dapat mencairkan suasana acara dan dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dari masing-masing universitas. Kegiatan studi banding diakhiri dengan dilakukannya foto bersama sebagai bukti kebersamaan dan hubungan yang terjalin.

Kegiatan studi banding ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Bali UNUD dan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang lebih erat antara kedua program studi dan universitas, serta peningkatan pemahaman dan wawasan peserta mengenai sastra dan budaya daerah, khususnya budaya Jawa dan budaya Bali.

Kabinet Candrabirawa, Kabinet Kamastawa Periode 2023-2024

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 20 Februari 2023

Yogyakarta (17/02/2023) - Kabinet Candrabirawa telah resmi dilantik sebagai Kabinet HMJ Kamastawa (Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa) untuk periode 2023-2024. Kabinet ini merupakan penerus dari Kabinet Cakra Manggala, yang telah menjabat sebagai pengurus HMJ Kamastawa pada periode 2022/2023.

Nama “Candrabirawa" diambil dari sebuah 'ajian' dengan nama yang sama dan terkait dengan tokoh pewayangan bernama Prabu Salya. Dalam kisah pewayangan, ajian Candrabirawa dikisahkan memiliki kekuatan untuk mengeluarkan buta atau raksasa. Jika darah dari buta tersebut menyentuh tanah, maka akan memunculkan buta-buta kecil yang baru.

Simbol darah tersebut melambangkan keringat hasil kerja keras dari setiap pengurus HMJ Kamastawa, yang setiap tetesnya mampu memunculkan semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Kepengurusan Kabinet Candrabirawa dipegang oleh mahasiswa aktif program studi S1 angkatan 2021 dan 2022. Jumlah pengurus harian Kabinet Candrabirawa berjumlah 44 orang yang terdiri dari :

  • Ketua : Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma
  • Wakil : Monica Tia Rissandy
  • Sekretaris :
  1. Laksita Amero Farhaty
  2. Dhiny Maulina Mahanani
  • Bendahara :
  1. Novita Nurhasanah
  2. Arin Lestari
  • Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
  1. Koordinator : Sabila Aya Putri Erninda
  2. Anggota :
  3. Kenyo Kartiko Wengi
  4. Endar Sasmito Aji
  5. Nanda Fitri Riyantika
  • Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO)
  1. Koordinator : Ahmad Nur Astha
  2. Anggota :
  3. Idharul Huda
  4. Nurma Aisyah
  5. Achilla Chillava Acacia
  6. Saktia Hidayah
  7. Amtenaring Gulang
  8. Gilang Cahyo Nusantara
  • Divisi Sosial Masyaarakat (Sosmas)
  1. Koordinator : Arum Anggraeni
  2. Anggota :
  3. Faradilla Putri Margaretha
  4. Novalia Hidayatus Sholihah
  5. Clara Cinta Zaneta
  6. Alfonsus Dipa Wicaksana
  7. Haryo Untoro
  • Divisi Media dan Informasi (Medinfo)
  1. Koordinator : Geovanna Nathania Yolanda
  2. Anggota :
  3. Hanundita Salma
  4. Tho Bagus Dhani Saputra
  5. Ignatia Githa Sekar Pramesti
  • Divisi Keilmuan
  1. Koordinator : Fazi Arifin Pradana
  2. Anggota :
  3. Rafael Raga Budi Panuntun
  4. Nanda Nursa Alya
  5. Fauzan Adi Fadlurrahman
  6. Muhammad Siswoyo
  • Divisi Kewirausahaan dan Logistik (Kewirugistik)
  1. Koordinator : Inayah Milati
  2. Anggota :
  3. Amining Tyas Supratnawati
  4. Dhia Camallia Ramadhani Zain
  5. Ajeng Tri Pramesti Wulandari
  • Divisi Minat dan Bakat (Mikat)
  1. Koordinator : Muhammad Khrisna Pangestu Wardana
  • Sub-divisi Seni
  1. Sub-koordinator : Eugenia Rajane Tetabuhan
  2. Anggota :
  3. Kintan Dewinta Putri
  4. Aufa Fairuzdhiar Virgianza
  5. Bima Muslih Wicaksono
  • Sub-divisi Olahraga
  1. Sub-koordinator : Hafidh Ahmad Haritama
  2. Anggota :
  3. Muhammad Khoirun Nafi’
  4. Anggit Galuh Ajar Amanah

Dengan telah ditetapkannya program kerja yang matang dan mendapat bimbingan dari pembina, yaitu Imam Prakoso, S.S., M.A., diharapkan HMJ Kamastawa Kabinet Candrabirawa dapat membawa nama baik Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Selain itu, Kabinet Candrabirawa diharapkan memberikan kontribusi yang optimal dalam berbagai kegiatan dan acara di lingkungan kampus serta dapat meneruskan semangat perjuangan dari kabinet-kabinet periode sebelumnya.

Selamat dan sukses untuk Kabinet Candrabirawa dalam mewujudkan program-programnya!

Serah Terima Jabatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ Kamastawa) Periode 2023/2024

BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 20 Februari 2023

Yogyakarta, 17 Februari 2023 – Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menyelenggarakan serah terima jabatan (sertijab) Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (HMJ Kamastawa) untuk periode 2023/2024. Acara berlangsung dengan khidmat di Ruang 404 Gedung Margono, lantai 4.

Pukul 15.30 WIB, acara sertijab dimulai dengan pembukaan oleh Kintan Dewinta Putri sebagai Master of Ceremony (MC) yang diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Dr. Daru Winarti, M.Hum., selaku Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa memberikan sambutan pada kesempatan tersebut. read more

Menelisik Sejarah Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada  

BeritaLain-lainSDGS Jumat, 20 Januari 2023

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1286/UN1.P/KPT/HUKOR/2022, Program Studi Sastra Jawa secara resmi mengubah namanya menjadi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Perubahan nama Program Studi tersebut terjadi pada Senin, 28 November 2022. Namun, pergantian nama Program Studi ini bukanlah kali pertama terjadi. Dalam sejarahnya, perkembangan Program Studi  Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa tidak akan dapat dilepaskan dari kesejarahan dari Universitas Gadjah Mada itu sendiri.

Merujuk pada artikel Mengenal Jurusan Sastra Nusantara Sastra dan Kebudayaan UGM oleh Prof. Dr. Darusprapta (1980), pada tahun 1946 terdapat yayasan bernama “Jajasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada” di Yogyakarta yang memiliki dua bagian:

  1. Faculteit Hukum dan Ekonomi, dengan ketua Prof. Dr. Djaka Soetana.
  2. Faculteit Sastra, Filsafat, dan Kebudayaan, dengan ketua Prof. Dr. R. Prijana.

Pada masa itu, kuliah-kuliah yang diselenggarakan belum menggambarkan jurusan-jurusan tertentu. Meskipun demikian, mata kuliah Bahasa dan Sastra Jawa Baru dan mata kuliah Bahasa dan Sastra Jawa Kuna yang dirangkap dengan mata kuliah Bahasa Sanskerta telah diberikan.

Namun, pada akhir tahun 1946 hingga akhir tahun 1949, perkuliahan dihentikan karena Yogyakarta diduduki militer Belanda. Pada akhir tahun 1949, “Jajasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada” bergabung dengan Sekolah Tinggi Tehnik di Jetis, Yogyakarta; Sekolah Tinggi Kedokteran di Klaten; dan Sekolah Tinggi Ilmu Politik di Sala, menjadi Universitit Negeri Gadjah Mada. Penggabungan tersebut diresmikan pada tanggal 19 Desember 1949, yang kemudian ditentukan sebagai tanggal Dies Natalis-nya.

Setelah penggabungan tersebut, Fakultit Sastra, Pedagogik, dan Filsafat diresmikan pada tanggal 23 Januari 1951, dengan jurusan-jurusan sebagai berikut:

  1. Sastra Timur
  2. Sastra Barat
  3. Sejarah
  4. Ilmu Bumi
  5. Pedagogik

Pusat tempat kuliah bertempat di Bulaksumur, yang kemudian menjadi SD / SMP IKIP Yogyakarta. Pada tahun 1951 – 1955, Fakultit Sastra, Pedagogik, dan Filsafat, diketuai oleh Prof. Drs. Abdullah Sigit.

Pada tanggal 19-09-1955, untuk kelengkapan susunan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat kemudian menjadi:

  1. Fakultas Sastra dan Kebudayaan
  2. Fakultas Pedagogik
  3. Fakultas Filsafat

Gedung Fakultas Sastra dan Kebudayaan berpusat di Dalem Wijilan, Yudanegaran 37, Yogyakarta. Fakultas Sastra dan Kebudayaan diketuai oleh Prof. Dr. RMNg. Poerbatjaraka pada tahun 1955-1960, yang juga merangkap sebagai Ketua Fakultas Sastra, Universitas Airlangga (Udayana). Fakultas dan Sastra kebudayaan memiliki beberapa jurusan sebagai berikut:

  1. Sastra Timur
  2. Sastra Barat
  3. Sejarah
  4. Ilmu Bumi

Pada jurusan Sastra Timur, terdapat sub-jurusan Sastra Indonesia dan sub-jurusan Sastra Jawa pada tingkat doktoral yang kemudian pada tahun 1958/1959 sub-jurusan Sastra Indonesia menjadi Jurusan Sastra Indonesia diketuai oleh Prof. Drs. Siti Baroroh Baried, dan sub-jurusan Sastra Jawa menjadi Jurusan Sastra Jawa diketuai oleh Dra. Sukesi Adiwimarta. Pada tingkat doktoral Jurusan Sastra Jawa, kemudian dibuka keahlian Jawa Baru dan keahlian Jawa Kuna. Pada Jurusan Sastra Jawa waktu itu terdaftar satu orang mahasiswa.

Prof. Dra. Siti Baroroh Baried lan menjadi dekan pada tahun 1962-1966 dan Jurusan Sastra Jawa diketuai oleh Drs. M. Ramlan yang merupakan sarjana lulusan pertama Jurusan Sastra Timur, Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (1958).

Pada tahun 1964, Sub-Jurusan Sastra Jawa pada Jurusan Sastra Timur meluluskan seorang sarjana dan pada tahun yang itu pula, Jurusan Sastra Jawa berubah nama menjadi Jurusan Sastra Nusantara dengan harapan agar jangkauan keilmuan yang dapat dicapai bertambah luas. Pada tingkat doktoral, terdapat tiga bidang keahlian pada Jurusan Sastra Nusantara, yakni:

  1. Filologi
  2. Sastra
  3. Ilmu Bahasa

Pada tahun 1965, gedung fakultas dipindahkan dari Dalum Wijilan Yudanegaran ke Karangmalang (sekarang komplek IKIP Negeri Yogyakarta).  Pada tahun 1966, Jurusan Sastra Nusantara meluluskan seorang sarjana dengan keahlian Jawa Kuna.

Pada tahun 1967-1969, Jurusan Sastra Nusantara diketuai oleh Prof. Dr. Darusuprapto, yang merupakan sarjana dari Jurusan Sastra Timur (1964). Pada tahun 1970-1971, Jurusan Sastra Nusantara diketuai oleh Drs. Sumarti Suprayitna, sarjana lulusan Jurusan Sastra Timur (1960) yang memusatkan keahliannya dalam bahasa dan sastra Jawa Kuna.

Tanggal 1 Juli 1970, Fakultas Sastra dan Kebudayaan menempati gedung baru dalam Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur. Tahun 1972-1975, Jurusan Sastra Nusantara diketuai oleh Drs. RS. Subalidinata, sarjana lulusan Jurusan Sastra Nusantara yang pertama (th. 1969), dengan meluluskan seorang sarjana berkeahlian filologi.

Pada periode kepengurusan tahun 1976-1977 dengan Dekan Drs. Djoko Soekiman, dan Ketua Jurusan Darusuprapta, Jurusan Sastra Nusantara telah meluluskan empat orang sarjana. Pada periode kepengurusan berikutnya,tahun 1976-1979, dengan Dekan Drs. Djoko Soekiman dan 1980-1981 dengan Dekan Prof. Dr. Sulastin Sutrisno, Jurusan Sastra Nusantara diketuai oleh Dra. Sumarti Suprayitna.

Jurusan Sastra Nusantara telah menggunakan sistem kredit sejak tahun 1974. Pada tahun 1980, sistem kredit program S1 dan S2 mulai diterapkan dengan pembagian sebagai berikut:

  1. Studi Sarjana Muda dengan jumlah SKS 120
  2. Sarjana (S1) dengan jumlah SKS 160
  3. Pasca Sarjana (S2) dengan jumlah SKS 194

Dalam jenjang studi Sarjana (S1), terdapat pembagian keahlian Jawa Kuna, Jawa Pertengahan dan Jawa Baru dalam bidang studi Filologi, Sastra, dan Linguistik.

Berdasarkan pasal 2 dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0553/0/1983 tentang Jenis dan Jumlah Jurusan Pada Fakultas di Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Jurusan Sastra Nusantara kemudian resmi berganti nama menjadi Jurusan Sastra Daerah.

Pada tahun 2005, Jurusan Sastra Daerah kembali berubah nama menjadi Sastra Nusantara. Hal tersebut diikuti dengan berubahnya KMSD (Keluarga Mahasiswa Sastra Daerah) menjadi KAMASUTRA (Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara) pada 3 Maret 2005 (admin, 2014). Bukti perubahan tersebut juga dapat ditemukan pada Jurnal Humaniora UGM. Pada cover belakang Jurnal Humaniora Volume 17, Nomor 1, Februari 2005, nama jurusan ini masih tertera dengan Sastra Daerah. Namun, dalam cover belakang Jurnal Humaniora Volume 17, Nomor 2, Juni 2005, nama jurusan telah berubah menjadi Sastra Nusantara.

Berdasarkan lampiran II dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 437/P/SK/HT/2010 tentang Penataan dan Penetapan Kembali Izin Penyelenggaraan Program Studi di Universitas Gadjah Mada yang dikeluarkan pada tanggal 5 Juli 2010, nama “Sastra Nusantara” masih secara resmi menjadi nama Jurusan hingga jangka waktu 20 November 2012.

Dalam wawancara dengan Imam Prakoso, S.S., M.A., dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dengan fokus bidang studi Linguistik, pada tahun 2010 telah dilakukan pergantian sebutan “jurusan” menjadi “program studi”. Selain itu, beliau mengatakan bahwa memang program studi tetap bernama “Program Studi Sastra Nusantara”, namun terdapat tambahan berupa “Studi Sastra Jawa”.

Berdasarkan lampiran I dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1184/P/SK/HT/2012 tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Jenjang Diploma IV, Sarjana, dan Profesi di Lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dikeluarkan pada tanggal 1 Oktober 2012, nama jurusan “Sastra Nusantara” kembali diperpanjang hingga jangka waktu 30 September 2016.

Kemudian, pada lampiran II dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1718/UN1.P/SK/HUKOR/2017 tentang Penamaan Program Studi di Lingkungan Universitas Gadjah Mada, yang dikeluarkan pada tanggal 16 November 2017, Program Studi Sastra Nusantara resmi berubah menjadi Program Studi Sastra Jawa.

Lalu, perubahan nama Program Studi dilakukan kembali sesuai dengan keterangan pada paragraf pertama, yakni pada tanggal 28 November 2022, sesuai pada lampiran I dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1286/UN1.P/KPT/HUKOR/2022, Program Studi Sastra Jawa resmi berubah nama menjadi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa.

Berdasarkan wawancara dengan Ketua Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya, Dr. Daru Winarti, M.Hum., perubahan nama Program Studi Sastra Jawa menjadi Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dikarenakan pembahasan tentang “Jawa” tidak bisa hanya terkait kesastraannya saja, tetapi unsur kebudayaan juga terkandung di dalamnya.

Senada dengan pendapat tersebut, Rudy Wiratama S.I.P.,M.A., seorang dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang berfokus pada bidang studi sastra, memaparkan bahwa aspek sastra tidak dapat dipisahkan dari aspek budaya. Bahkan menurut beliau, terbuka kemungkinan untuk penambahan minat bidang studi, yakni bidang studi budaya. 

Untuk penjelasan lebih lanjut terkait alasan, uraian, gambaran ke depan, dan harapan terhadap Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dapat melalui tautan berikut.

Lini Masa

Berikut lini masa terkait nama resmi Program Studi ini dari masa ke masa:

  1. Faculteit Sastra, Filsafat, dan Kebudayaan (03 Maret 1946 – 18 Desember 1949)
  2. Jurusan Sastra Timur, Fakulteit Sastra, Pedagogik, dan Filsafat (23 Januari 1951)
  3. Jurusan Sastra Timur, Sub-Jurusan Sastra Jawa pada tingkat doktoral, Fakultas Sastra dan Kebudayaan (19 September 1955)
  4. Jurusan Sastra Jawa, Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat (1958/1959)
  5. Jurusan Sastra Nusantara, Fakultas Sastra dan Kebudayaan (1964)
  6. Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Sastra (1983)
  7. Jurusan Sastra Nusantara, Fakultas Ilmu Budaya (2005)
  8. Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (16 November 2017)
  9. Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (22 November 2022)

Daftar Pustaka

Admin. (2014, 3 Maret). Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara. FIB. https://fib.ugm.ac.id/keluarga-mahasiswa-sastra-nusantara.

Admin. (2023, 31 Juli). Sejarah. FIB. https://fib.ugm.ac.id/profil/sejarah#:~:text=Fakultas%20Ilmu%20Budaya%20berdiri%20sejak,1949%20sampai%2013%20Agustus%201950).

Musliichah. (2016). Sejarah Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM 1946-1982. Khazanah, 9(2). 46-56.

Suprapta, Daru. (Agustus, 1980). Mengenal Jurusan Sastra Nusantara, Sastra dan Kebudayaan UGM. Badrawada, I(12), 50-59.

1…10111213

Recent Post

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
  • Menggali Jenis & Makna Budaya Sesajen dalam Workshop Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
    November 28, 2025
  • Studi Banding Sastra Jawa UNNES dan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM: Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi demi Kebudayaan Jawa yang Lestari
    November 13, 2025

Kalender

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Rilis Berita

  • Seminar Proposal Gabungan Menjadi Ujian Akhir Semester Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM
    Januari 2, 2026
  • Tantangan Dalang Muda Rafi Nur Fauzy Menampilkan Wayang Gedhog di Hari Wayang Nasional
    Desember 4, 2025
  • Musyawarah Besar HMJ Kamastawa: Wreksi Pinandhita Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026
    Desember 4, 2025
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 081211911281
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY