• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survey Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 18
Pos oleh :

haryountoro

Pergantian Nama HMJ KAMASUTRA Menjadi HMJ KAMASTAWA

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 5 Mei 2021

Yogyakarta - Pada hari Senin, 3 Mei 2021, pukul 15.41 WIB, menjadi momen yang bersejarah bagi KAMASUTRA (Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara), sebuah organisasi HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang berada di bawah naungan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), telah resmi berganti nama menjadi KAMASTAWA (Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa).

Secara etimologis, KAMASTAWA berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian. Secara keseluruhan, arti Kamastawa merupakan harapan agar Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa untuk senantiasa saling mengasihi, menyayangi dan memiliki jiwa loyalitas yang tinggi terhadap Program Studi Bahasa, Sastra, dan Jawa.

Proses penetapan perubahan nama ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan Ketua Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022, Na’il Yuwana Firdaus, sebagai penandatangan resmi perubahan nama. Selanjutnya, keputusan ini mendapatkan persetujuan dari pembina Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa, yakni dosen Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dengan bidang studi filologi, Zakariya Pamuji Amirullah, S.S., M.A.

Perubahan ini sejalan dengan Surat Keputusan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Nomor 001/KAMASTAWA/IV/2021 tentang Perubahan Singkatan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa. Alasan di balik pergantian nama ini adalah untuk mencapai keselarasan antara Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan nama himpunan mahasiswa terkait.

Keputusan ini juga didasarkan pada hasil sidang AD/ART Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa pada 20 Maret 2021 dan Hasil Musyawarah Anggota Khusus Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa periode 2021/2022 pada 4 April 2021, yang keduanya diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Google Meet.

Selain perubahan nama, terdapat juga perubahan logo Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa bagian aksara yang terdapat di atasa lingga-yoni yang telah disesuaikan dengan singkatan baru. Selain itu, aksara yang digunakan pada logo baru adalah aksara Jawa Kuno, menggantikan aksara Dewanagari pada logo lama.

(Logo lama)

(Logo baru)

Dengan pergantian nama yang mencerminkan identitas baru, KAMASTAWA semakin bersemangat dalam memberikan ruang kepada anggota-anggotanya untuk  mempelajari, melestarikan dan menghidupkan warisan kebudayaan Jawa.

Selasa Korsa & Kamis Berbudaya, Kamis Berkebaya

BeritaMahasiswaSDGS Sabtu, 6 Mei 2017

“Ajining raga saka busana”. Pepatah Jawa tersebut mencoba mengingatkan bahwa orang lain akan menghormati kita sesuai pakaian yang kita gunakan. Bahkan sebagian masyarakat mengatakan bahwa pakaian merupakan cara kita merepresentasikan emosi dan kepribadian, serta keingingan persepsi orang lain pada diri kita.

Sastra Nusantara yang sekarang berubah nama menjadi Sastra Jawa merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Melalui namanya, Prodi tersebut menjadi sarana seorang individu untuk mengetahui lebih banyak budaya yang ada di Nusantara. Melalui nama itu pula banyak para mahasiswa asing dari luar negeri yang berkeinginan mempelajari budaya Indonesia, mengambil salah satu atau beberapa mata kuliah di prodi ini.

Lebih dari sekedar mempelajari tentang keanekaragaman budaya, Prodi ini mencontohkan secara nyata melalui penggunaan busana Nusantara ketika berkuliah. Perubahan nama Sastra Nusantara menjadi Sastra Jawa bukan berarti hanya adat Jawa saja yang dipelajari, begitu pula pada pakaian adat yang dikenakan di kampus.

Pakaian adat Nusantara ini digunakan sebagai sarana mahasiswa menunjukkan identitas diri pada khalayak. Agenda ini merupakan program dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang mewajibkan mahasiswanya menggunakan pakaian adat Nusantara setiap hari Kamis minggu pertama tiap bulannya.

“Kita ini kan orang Indonesia, ya kita menunjukkan bahwa ini budaya kita, bukan hanya budaya Jawa tapi semua budaya yang ada di Nusantara”. Ungkap Abigail, salah satu mahasiswa Sastra Jawa yang juga menggunakan pakaian adat keraton.

Awalnya hanya program dari HMJ, namun mahasiswa mengapresiasi dengan menggunakannya secara kompak. Bila Anda masuk ke FIB maka akan tampak begitu mencolok perbedaan mahasiswa Sastra Jawa disbanding mahasiswa lainnya.

Ketika lainnya menggunakan pakaian kasual pada umumnya. Mahasiswa Sastra Jawa dengan idealisnya menggunakan kebaya, seperti sedang ada upacara kraton di UGM. Sebagian lainnya menggunakan pakaian adat Bali, seakan ada rombongan dari Bali yang mengunjungi kampus.

Menurut Sri ratna Sakti, ketua Prodi Sastra Jawa, pakaian adat yang dikenakan oleh mahasiswa akan secara langsung mempengaruhi perilaku mahasiswanya sedikit demi sedikit.

“Ya awalnya menggunakan celana, sekarang menggunakan selendang, Ketika berubah menggunakan selendang otomatis mahasiswa tidak gampang untuk jegeng kan mas” tambahnya.

Ke depannya, tradisi ini akan terus dilakukan sebagai perwujudan secara nyata sebuah Program Studi mengamalkan ilmu yang dipelajarinya di dalam perkuliahan. “teladan yang sesungguhnya bukan berasal dari kata-kata namun dari Tindakan nyata”. Harapannya mahasiswa beserta almamaternya mampu terus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya milik ibu Pertiwi di bumi Nusantara. (Ahmad Romawi)

 

Dipublikasikan oleh : kintani.inagita.swasti

Dipublikasikan ulang oleh : haryountoro

1…161718

Recent Post

  • Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Raih Penghargaan dalam Temu Budaya Nusantara XXXII di UNS
    Oktober 19, 2026
  • Menggali, Mengenali, serta Memahami Kembali Batik Nusantara Melalui Seminar Nasional Hari Batik 2026
    Oktober 6, 2026
  • Berawal dari Mata Kuliah Tradisi Lisan, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Menghidupkan Kembali Tradisi Gejog Lesung
    September 30, 2026
  • Bersama Titik Renggani, Mahasiswa Diajak Memahami Geliat Sastra Jawa dalam Siaran Radio
    September 28, 2026
  • Abhiseka Kramasisya 2026: Menyambut Mahasiswa Baru melalui Pengenalan dan Ekspresi Seni
    September 20, 2026

Kalender

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Rilis Berita

  • Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Raih Penghargaan dalam Temu Budaya Nusantara XXXII di UNS
    Oktober 19, 2026
  • Menggali, Mengenali, serta Memahami Kembali Batik Nusantara Melalui Seminar Nasional Hari Batik 2026
    Oktober 6, 2026
  • Berawal dari Mata Kuliah Tradisi Lisan, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Menghidupkan Kembali Tradisi Gejog Lesung
    September 30, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY