- Beranda
- Berita
- hal. 7
Berita
Bima Muslih Wicaksono, mahasiswa angkatan 2022, berhasil terpilih sebagai Ketua Panitia Temu Budaya Nusantara (TBN) ke-XXX Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (Imbasadi). Pemilihan ini dilakukan dalam rapat persiapan TBN yang digelar secara daring pada Sabtu (27/01/2024).
Rapat persiapan TBN tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa anggota Imbasadi, namun juga melibatkan perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa), serta beberapa alumni program studi yang juga merupakan alumni dari Imbasadi. Diskusi selama rapat tidak hanya mencakup pemilihan ketua panitia, tetapi juga membahas rencana pelaksanaan TBN XXX ke depannya.
Temu Budaya Nusantara adalah agenda tahunan Imbasadi yang biasanya diselenggarakan pada bulan November atau Desember. Acara tersebut mencakup berbagai kegiatan, seperti Musyawarah Nasional, demisionel, dan re-organisasi pengurus Imbasadi. Selain itu, terdapat pula kegiatan pendukung, termasuk Pergelaran Budaya Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).
Hasi kesepatakan Musyawarah Nasional (Munas) Temu Budaya Nusantara ke-XXIX Imbasadi di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, kampus Bangli (08/11/2023), ditetapkan bahwa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM akan menjadi tuan rumah untuk TBN ke-XXX pada tahun 2024. Penetapan UGM sebagai tuan rumah TBN ke-XXX menunjukkan keterlibatan aktif UGM dalam mengkaji, memperkenalkan, dan melestarikan kebudayaan daerah Indonesia kepada khalayak luas. Langkah ini sejalan dengan misi keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan terpilihnya Bima Muslih Wicaksono sebagai Ketua Panitia, diharapkan kegiatan TBN ke-XXX Imbasadi dapat terselenggara dengan sukses serta memberikan kontribusi positif dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Dukungan dan doa dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk turut menyukseskan acara prestisius ini yang akan digelar dalam beberapa waktu mendatang.
Sembilan Mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Mengikuti Program Mengajar Aksara Jawa di SMA Negeri 1 Seyegan
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 19 Januari 2024
Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil melaksanakan program mengajar siswa dan siswi di SMP Negeri 1 Seyegan. Program mengajar ini merupakan kerjasama dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Seyegan, sebagai upaya bersama untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam penggunaan aksara Jawa. Periode pelaksanaan program ini berlangsung mulai tanggal 12 hingga 21 Desember 2023, diakhiri dengan penyelenggaraan lomba pada tanggal 22 Desember 2023.
Sebanyak sembilan (9) mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut serta dalam program ini. Mereka adalah Sindi Virninda, Nanda Nursa Alya, Rafael Raga B.P., Faradila Putri M., Ahmad Nur Astha, Enjang Prasetyo W., Fazi Arifian Pradara, Novita Nurhasanah, dan Inayah Milati. Pengajaran dilakukan dengan menerapkan metode kreatif, dengan harapan para siswa dapat memahami aksara Jawa secara menyeluruh.
Nanda Nursa Alya, salah satu peserta pengajar, menyatakan kegembiraannya dalam wawancara, "Sangat menyenangkan, karena kami dapat berinteraksi dengan siswa." Nanda menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa, akan tetapi juga berkembangnya kemampuan mahasiswa, "Program ini melatih kami sebagai mahasiswa agar dapat menjadi pengajar sekaligus teman bagi para siswa. Selain itu, program ini juga menuntut kreativitas mahasiswa dalam menciptakan metode dan media pembelajaran yang baik dan menyenangkan bagi siswa."
Dengan diadakannya program mengajar ini, Nanda berharap agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahunnya. "Semoga saja program ini akan selalu ada setiap tahun" ucapnya. Program mengajar ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya poin keempat, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Wignyasta UGM Raih Prestasi Gemilang: Juara Pertama Lomba Reportase Sastra Jawa UNESA
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 22 Desember 2023
Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperoleh prestasi membanggakan. Kali ini, kelompok Wignyasta UGM berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Reportase Sastra Jawa yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Perlombaan tersebut berlangsung dari tanggal 7 November 2023 hingga masa pengumuman pada 3 Desember 2023 secara daring.
Reportase sastra Jawa yang digarap oleh Wignyasta UGM berjudul "Sapa sing Temen, Bakal Tinemu." Dalam reportase ini, tim Wignyasta UGM mewawancarai Nini Klenyem, seorang penulis karya sastra Jawa dari dulu hingga kini. Nini Klenyem mengisahkan lika-likunya dalam menerbitkan karya. Meskipun beliau tidak melanjutkan pendidikan formal seperti kebanyakan, tekad yang kuat dalam berkarya membawa karya-karya beliau semakin beragam dan diterbitkan hingga saat ini.
Kelompok Wignyasta UGM beranggota empat mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, yaitu Alma Syahwalani, Bernadetta Rahayuning Tyas, Rachel Aulia, dan Dian Nitami.
Secara etimologis, Wignyasta berasal dari kata 'wignyan,' yang berarti "3 sandhangan panyigeg," dan "asta" yang berasal dari Bahasa Jawa yang berarti "tangan." Kata 'wignyan' dimaknai bernilai 3, sedangkan 'asta' dimaknai bernilai 2 sehingga menghasilkan angka 32. Dengan mengikuti sistem sengkalan, angka-angka tersebut diposisikan terbalik sehingga menjadi angka 23. "Kami menjadikannya sebagai nama tim kami agar mengangkat angkatan 2023," ungkap Alma dalam wawancara pada Kamis (21/12/2023).
Proses penciptaan reportase nyatanya tidak lepas dari tantangan. Alma menerangkan, "Dalam pembuatan teks reportase, kami menghadapi kendala yakni harus mengetahui dan menggunakan tingkat tutur bahasa Jawa secara tepat, terutama ketika mewawancarai Nini Klenyem. Kami juga menghadapi kendala lainnya seperti terbatasnya penyimpanan pada perangkat kami, sedangkan kami harus melakukan revisi terkait karya tersebut."
"Tetapi, Alhamdulillah, kami berhasil melalui semua itu sehingga hasil karya reportase siap dilombakan. Pembuatan reportase sastra Jawa ini juga tidak lepas dari bimbingan Ibu Wiwien (Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A), dosen pengampu mata kuliah 'Pengantar Sastra Jawa' kami. Beliau juga membantu dalam pemilihan narasumber, karena kami tidak memiliki banyak informasi terkait penulis karya sastra Jawa," lanjut Alma.
Dengan prestasi yang diraih oleh Wignyasta UGM, ke depannya diharapkan mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait kebudayaan, kebahasaan, dan kesastraan Jawa. diharapkan agar mahasiswa terus bersemangat dalam berkarya, serta dapat menggunakan waktunya untuk menggapai prestasi. Prestasi ini juga selaras dengan poin empat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu menyediakan dan mengembangkan kualitas pendidikan.
(Dikutip utuh dari: https://www.youtube.com/live/FUj52vDhK4o?si=wA4cuiX-Lyz7KvEb)
Dalam rangka memperingati dies natalis ke- Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan. Salah satu bagian dari rangkaian acara tersebut adalah pementasan wayang kulit dengan judul “Banjaran Dwijawara”. Pementasan tersebut merupakan sebuah kolaborasi lintas gagrak, yakni gagrak Yogyakarta, Surakarta, Banyumasan, dan Jawa Timuran dalam satu pergelaran wayang. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (16/12/2023) di Grha Sabha Pramana.
Lakon “Banjaran Dwijawara” merupakan sebuah kompilasi biografi perjalanan karir tokoh Rama Bargawa, Resi Dorna, dan Arjuna. Ketiga karakter ini dihadapkan pada berbagai permasalahan kompleks. Rama Bargawa berhadapan dengan para oligarki yang bertindak semena-mena, Resi Dorna menghadapi isu inklusivitas, sementara Arjuna berada di era kesetaraan gender.
(Keluarga Kesenian Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Dikutip utuh dari: https://www.youtube.com/live/FUj52vDhK4o?si=wA4cuiX-Lyz7KvEb)
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut berpartisipasi dalam menyemarakkan dan menyukseskan pementasan wayang tersebut. Partisipasi tersebut diwujudkan dalam peran mereka sebagai kelompok kru, para penampil berupa penabuh dan sinden yang tergabung dalam Keluarga Kesenian Mahasiswa Universitas Gadjah, hingga Muhammad Siswoyo, mahasiswa angkatan 2022, yang menjadi dalang pementasan wayang kulit dengan gagrak Jawa Timuran.
(Penyerahan wayang Arjuna kepada Muhammad Siswoyo)
Lakon “Banjaran Dwijawara” tidak hanya sekedar sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran berupa pesan moral tentang cara bersikap dan pengambilan keputusan ketika menghadapi sebuah permasalahan. Selain itu, pementasan wayang kulit ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan seni wayang kulit beserta ragam gagraknya, yang merupakan wujud kekayaan budaya di Indonesia. Pengenalan dan pelestarian budaya Indonesia melalui pementasan wayang ini selaras dengan poin empat dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu peningkatan kualitas pendidikan.
Musyawarah Besar Kamastawa 2023: Penyepakatan LPJ, Perubahan Nama Kamastawa, hingga Penentuan Ketua HMJ Kamastawa Periode 2024/2025
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Desember 2023
Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (Kamastawa) telah menyelenggarakan Musyawarah Besar (Besar) pada hari Selasa (18/12/2023). Kegiatan Mubes terlaksana secara daring dan bertempat di ruang 709, Gedung Soegondo, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Acara tersebut dipandu oleh Yasmin Nabila Sahda (angkatan 2022) sebagai pewara, Idharul Huda (angkatan 2021) sebagai pimpinan sidang satu, Endar Sasmita Aji (angkatan 2022) sebagai presidium dua, Amining Tyas S. (angkatan 2021) sebagai notulis satu, serta Laksito Amero F. (angkatan 2021) sebagai notulis dua.
Mubes Kamastawa 2023 membahas mengenai beberapa perihal, seperti penyepakatan Lembat Penanggung Jawaban (LPJ), penyepakatan Anggara Dasar Rumah Tangga (ADRT), dan penatapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Penyepakatan PLJ dari beberapa divisi ,terdiri atas:
- Ketua
- Wakil Ketua
- Sekretaris
- Bendahara
- Divisi Sumber Daya Manusia (SDM)
- Divisi Relasi Publik dan Organisasi (RPO)
- Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas)
- Divisi Media dan Informasi (Medinfo)
- Divisi Keilmuan
- Divisi Kewirausahaan dan Logistik (Kewirugistik)
- Divisi Minat dan Bakat (Mikat)
Pembahasan kedua adalah menyepakati ADRT HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Saalah satu di antara beberapa ketetapan adalah perubahan nama himpunan mahasiswa jurusan. Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa telah disepakati menjadi Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan nama program studi, yakni Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM. Meskipun demikian, akronim mahasiswa jurusan tidak mengalami perubahan, yakni tetap Kamastawa. Keputusan tersebut disepakati untuk mempertahankan kamastawa secara etimologis, yakni kata ‘kāma’ yang berarti kasih sayang dan loyalitas dan ‘stawa’ yang berarti doa, harapan, dan pujian dari Bahasa Sanskerta.
Pembahasan ketiga adalah penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Penetapan ketua HMJ Kamastawa melalui musyawarah oleh anggota mubes. Terdapat tiga calon ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025, yakni Amtenaring Gulang (angkatan 2022), Gilang Cahyo Nusantara (angkatan 2022), dan Yudha Adistira (angkatan 2022). Ketiga calon tersebut melalui beberapa tahap, seperti pemaparan visi-misi, sesi tanya jawab, sesi musyawarah, dan penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025. Berdasarkan musyawarah para peserta musyawarah besar, ditetapkan bahwa ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025 dipegang oleh Gilang Cahyo Nusantara. Penetapan ketua HMJ Kamastawa periode 2024/2025 menjadi pembahasan terakhir dalam kegiatan mubes HMJ Kamastawa. Kegiatan mubes ditutup dengan penutupan dan sesi dokumentasi bersama.
Musyawarah besar HMJ Kamastawa 2023 merupakan sebuah kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa untuk berorganisasi serta bertanggung jawab atas kewajiban yang telah diamanahkan. Selanjutnya, kegiatan tersebut dapat digunakan untuk membiasakan diri dalam bermusyawah dan mengutarakan pendapat. Dengan demikian, pengadaan mubes HMJ Kamastawa sejalan dengan poin keempat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni menyediakan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang baik bagi masyarakat.
Dua Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Beserta Anggota Paramadaya Sabet Juara Pertama serta Piala Bergilir dalam Lomba Paduan Suara
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 Desember 2023
Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam anggota Paramadaya (Paduan Suara Ilmu Budaya). Yudha Adistira (angkatan 2022) dan Abimanyu Mahendra Maladeta Darmadi (angkatan 2023), berhasil meraih juara pertama dan piala bergilir dalam Lomba Paduan Suara bertajuk "Christmas Choir Festival." Perlombaan ini dilaksanakan di Galleria Mall Yogyakarta pada hari Minggu (17/12/2023).
Yudha, Abimanyu, dan rekan-rekan Paramadaya mempersembahkan lagu 'Grown up Christmas List' dan 'Lihatlah Lebih Dekat'. Penampilan paduan suara yang mereka suguhkan mengundang decak kagum para penonton dan dewan juri. Karena hal tersebut, Paramadaya dapat meraih juara pertama serta piala bergilir.
Dalam wawancara dengan Yudha Adistira, ia membagikan pengalamannya, "Awalnya kami tidak menyangka dapat memenangkan juara tersebut. Saingan kami ada dari universitas lain yang skalanya termasuk Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas, sedangkan kami dari PSM fakultas. Selain itu, terdapat banyak peserta yang lebih senior dan lebih berpengalaman dari kami. Alhamdulillah, kami dapat melewati tantangan tersebut dan meraih kemenangan. Semoga kedepannya, kami dapat meraih kembali juara pertama sehingga piala bergilir bisa kami dapatkan kembali."
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Mahasiswa Ilmu Budaya (Mahadaya) di lingkungan UGM dapat mengembangkan potensi dalam bidang non-akademik melalui Badan Semi Otonom (BSO) seperti Paramadaya. Pengembangan potensi, baik akademik maupun non-akademik, dalam lingkup, program studi, fakultas, hingga lingkup universitas sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Memenangkan Kompetisi Esai Nasional UPI Humanika
BeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 5 Desember 2023
Pada hari Jumat, 1 Desember 2023, Unit Penalaran Ilmiah (UPI) Humanika telah merilis pengumuman pemenang kompetisi esai humanika 2023. Kabar baiknya, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Haryo Untoro (angkatan 2022) berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut.
Kompetisi esai UPI Humanika mengangkat tema “Melihat Permasalahan Lingkungan Melalui Perspektif Humaniora”. Dari tema tersebut, kemudian dijabarkan menjadi tiga subtema, di antaranya;
- Pelestarian lingkungan berdasarkan folklor, sastra, dan tradisi di Indonesia
- Pemanfaatan lingkungan dalam tradisi masyarakat nusantara
- Kausalitas antara lingkungan dengan cara hidup masyarakat
Adapun esai yang diberi judul “Menjauhkan serangga dari kepunahan dengan menangani hama ala Jawa” dengan memilih subtema satu. Esai tersebut memaparkan sebuah fakta bahwasannya serangga yang dianggap sebagai hewan menjijikan sekaligus hama pertanian ternyata memegang pengaruh penting dalam ekosistem. Pemusnahan serangga dengan pestisida kimia dapat mencemari lingkungan serta menghilangkan eksistensi serangga di lingkungan tersebut. Solusi atas hal tersebut adalah dengan menggunakan pola pikir Jawa yang selaras dengan alam, penuh kehati-hatian, dan menjunjung keharmonian, serta beberapa cara mengatasi hama tanpa merusak ekosistem. Penggalian sudut pandang dan berbagai cara yang diajukan berdasarkan pada folklor, sastra, dan tradisi Jawa.
Kompetisi esai nasional yang diselenggarakan UPI Humanika dapat menjadi wadah dalam mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis, kemampuan menulis, serta peduli dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, kompetisi esai nasional UPI Humanika juga selaras dengan dua poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu pada poin empat berupa menyediakan dan mengembangkan kualitas pendidikan, poin lima belas berupa menjaga ekosistem darat.
Kegiatan Temu Budaya Nusantara ke-XXIX Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Se-Indonesia (IMBASADI) telah diselenggarakan oleh Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, bertempat di kampus Bangli. Musyawarah Nasional (Munas) yang merupakan fokus kegiatan dari Temu Budaya Nusantara telah menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya adalah penentuan tuan rumah Temu Budaya Nusantara ke-XXX. Hasil Munas dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor: 007/Munas-XXIX/Imbasadi/XI/2023 tentang Penetapan Tuan Rumah Musyawarah Nasional ke XXX Tahun 2024, menetapkan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ditetapkan menjadi Tuan Rumah Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (Imbasadi) ke-XXX tahun 2024. Penyelenggaraan Temu Budaya Nusantara ke XXX dapat mengangkat, mempelajari, dan melestarikan budaya nusantara, sesuai dengan poin ke-4 pada tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, juga dapat menjadi ajang merekatkan hubungan antara mahasiswa jurusan sastra daerah se-Indonesia. Dengan demikian, dimohonkan doa dan dukungan dari berbagai pihak untuk turut mensukseskan kegiatan Temu Budaya Nusantara ke-XXX IMBASADI yang akan digelar pada tahun 2024 nanti.
Temu Budaya Nasional ke-XXIX berhasil diselenggarakan oleh Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN) yang berlangsung pada Minggu-Jumat, 05-10 November 2023. Tema yang diusung pada Temu Budaya Nasional tahun 2023 tersebut adalah “Sabda Budaya : Mukhti Luwir Nihan Segara”, yang berarti “Gema Budaya: Menggelegar Bagaikan Lautan Samudra”. Tema tersebut bermaksud mengangkat kekayaan kebudayaan Indonesia yang masih menggelegar di tengah era globalisasi saat ini. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dengan memuat berbagai agenda yang di antaranya Musyawarah Nasional, Wimbakara (Perlombaan), Seminar Nasional, dan diakhiri dengan Malam Penganugerahan sekaligus penutupan dari kegiatan Temu Budaya Nasional ke-XXIX.
Dalam Temu Budaya Nasional ke-XXIX ini, Program Studi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM), mengirimkan delapan delegasi untuk mengikuti keseluruhan dari rangkaian acara. Delegasi UGM tersebut terdiri dari Nurma Aisyah (angkatan 2021) sebagai ketua delegasi, Vighna Rivattyannur Hernawan (angkatan 2020), Bima Muslih Wicaksono (angkatan 2022), Haryo Untoro (angkatan 2022), Kintan Dewinta Putri (angkatan 2022), Muhammad Siswoyo (angkatan 2022), Alma Syahwalani (angkatan 2023), dan Meifira Arini Pitaloka (angkatan 2023).
Terdapat enam kegiatan yang diperlombakan, antara lain Pawai Budaya, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN), lomba Musikalisasi Puisi, lomba Komik Strip, lomba Tiktok Budaya, dan lomba Reportase Budaya. Dari keenam lomba tersebut, delegasi Universitas Gadjah Mada berhasil memenangkan lima perlombaan, di antaranya:
- Juara 1 lomba Reportase Budaya (Alma Syahwalani)
Lomba Reportase Budaya mengangkat tema Taman Sari Yogyakarta, situs taman air yang bersejarah, sebagai cerminan dari kemegahan dan keagungan budaya Indonesia yang diwariskan hingga saat ini.
- Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (Haryo Untoro dan Muhammad Siswoyo)
Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional berjudul Cerminan Entitas Tradisi Keagrarisan dalam Rekam Jejak Syair Lagu Cowongan, mengangkat syair lagu ritual Cowongan sebagai objek material yang memuat unsur-unsur keagrarisan berupa berbagai macam tumbuhan dan hewan. Unsur-unsur tersebut kemudian dikaitkan dengan klasifikasinya dalam kebudayaan Jawa serta mengungkap pewarisan terkait nama dari unsur-unsur keagrarisan tersbeut beserta mitologi agraris yang ada dibaliknya.
- Juara 2 lomba Komik Strip (Meifira Arini Pitaloka)
Lomba Komik Strip yang bertemakan “pelesterarian lingkungan berbasis kearifan lokal” mengangkat kisah tentang anak-anak muda yang hendak melakukan reboisasi dengan memperhatikan filosofi dari tanaman-tanaman tersebut.
- Juara 3 lomba Musikalisasi Puisi (Nurma Aisyah dan Bima Muslih Wicaksono)
Lomba Musikalisasi Puisi mengangkat tema “Sabda Budaya: Mukhti Luwir Nihan Segara” membawakan puisi ciptaan Muhammad Siswoyo mengenai keindahan dan keagungan budaya bangsa. Puisi tersebut dibawakan dengan pembacaan yang dikombinasikan dengan nyanyian dan iringan musik, sehingga memukau para peserta lainnya.
- Juara 3 lomba Tiktok Nusantara (Kintan Dewinta Putri)
Lomba Tiktok Budaya yang menampilkan permainan-permainan tradisional, di antaranya berupa Dakon atau Congklak, Bakiak, dan permainan yang diiringi oleh tembang dolanan cublek-cublek suweng.
Pencapaian Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dalam meraih berbagai perlombaan tersebut wujud konkret Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM dalam mengangkat, mengapresiasi, dan melestarikan budaya dan tradisi di Indonesia yang amat beragam.
Dengan keberadaan kegiatan Temu Budaya Nasional ke-XXIX, diharapkan memotivasi mahasiswa-mahasiswa untuk tertarik dalam mengangkat warisan budaya dan tradisi tersebut. Lebih lanjut, kegiatan Temu Budaya Nasional ini dapat mempererat hubungan antar mahasiswa program studi sastra daerah se-Indonesia serta melaksanakan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam suksesnya acara ini. Semoga IMBASADI dapat terus mewadahi mahasiswa jurusan sastra daerah se-Indonesia dalam mempelajari, mengembangkan dan melestarikan kebudayaan bangsa.
Indonesia beragam, IMBASADI menyatukan.