Swagayugama Gelar Pagelaran Akbar “Cakra Laksana”, Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Turut Berperan Aktif

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Swagayugama kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kesenian Jawa gaya Yogyakarta melalui Pagelaran Akbar bertajuk “Cakra Laksana”. Acara yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu (24/10/2026) ini merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah apresiasi sekaligus unjuk karya para anggota setelah melalui proses latihan.

Dalam pagelaran tahun ini, Swagayugama menghadirkan empat sajian seni secara berurutan, yakni tari Klana Alus Cangklek, Konser Karawitan “Teguh Jiwa”, Beksan Menak Wiragama, dan drama tari Bahara Gati Maya, yang merepresentasikan keragaman seni tradisional Jawa gaya Yogyakarta. Klana Alus Cangklek, karya KRT. Sasminta Mardawa dan Condro Radono, mengisahkan Prabu Dasalengkara yang jatuh cinta kepada Dewi Siti Sendari. Konser Karawitan “Teguh Jiwa” menampilkan Ladrang Teguh Jiwa Laras Slendro Pathet Sanga karya Raden Wedono Yosef Larassumbogo, yang diciptakan pada masa Agresi Militer Belanda II untuk menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949 melalui perpaduan instrumen yang menirukan suara peperangan dan gerongan Kinanthi Teguh Jiwa. Sementara itu, Beksan Menak Wiragama mengangkat semangat belajar dan menghargai proses melalui keteladanan Patih Gadjah Mada serta ketangkasan prajurit wanita. Pagelaran ditutup dengan Bahara Gati Maya, drama tari yang menggambarkan pergulatan batin Pangeran Mangkubumi dalam memaknai perjuangan dan ego kemenangan di tengah penderitaan rakyat akibat peperangan.

Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut mengambil peran dalam menyukseskan pagelaran tersebut. Keterlibatan mereka tidak hanya terlihat dalam satu jenis pertunjukan, tetapi mencakup berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari penampilan di atas panggung hingga kepanitiaan.

Di atas panggung, mahasiswa berpartisipasi sebagai penari dan penabuh gamelan. Sebagai penari, mereka terlibat dalam sejumlah sajian tari, termasuk drama tari yang mengangkat tradisi seni pertunjukan Jawa gaya Yogyakarta. Sementara itu, sebagai penabuh gamelan, mereka mengiringi Konser Karawitan “Teguh Jiwa” serta turut mendukung iringan musik dalam pertunjukan tari dan drama tari bersama anggota Swagayugama lainnya.

Selain terlibat dalam pertunjukan, mahasiswa juga berkontribusi sebagai panitia pelaksana. Mereka berpartisipasi dalam berbagai tahapan penyelenggaraan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian pagelaran.

 

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam “Cakra Laksana” menunjukkan keterkaitan antara pembelajaran di bangku perkuliahan dan praktik pelestarian budaya secara langsung. Melalui partisipasi dalam bidang seni pertunjukan maupun kepanitiaan, mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan kesenian Jawa gaya Yogyakarta agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

 

Penulis : Nindy Rosalina Ekaputri
Editor   : Haryo Untoro