• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survey Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Alumni
Arsip:

Alumni

Mahasiswa Fast Track Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Ikuti Konferensi Internasional Kajian Linguistik

AlumniBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 14 September 2026

Pada Kamis–Jumat, 10–11 September 2026, Program Studi Magister Linguistik dan Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), menyelenggarakan Konferensi Internasional Kajian Linguistik. Kegiatan yang mengangkat tema “Bentuk, Makna, dan Fungsi Bahasa di Era Transformasi Digital” tersebut berlangsung di Gedung Poerbatjaraka, FIB UGM.

Salah satu peserta dalam kegiatan tersebut adalah Haryo Untoro, alumni Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (BSB Jawa) FIB UGM sekaligus mahasiswa fast track pada Program Studi Magister Linguistik FIB UGM. Dalam konferensi tersebut, Haryo berkesempatan menjadi presenter atau pemakalah dengan mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Negosiasi Identitas Budaya dalam Penerjemahan Puisi Berbahasa Indonesia ke Bahasa Jawa Kuna pada Antologi Puisi Jenggala: Kumpulan Puisi Dwibahasa”.

Penelitian tersebut mengkaji proses pembentukan dan negosiasi identitas budaya dalam penerjemahan puisi berbahasa Indonesia ke bahasa Jawa Kuna. Antologi Jenggala: Kumpulan Puisi Dwibahasa menjadi objek kajian dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa sumber dan bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa sasaran. Bahasa Jawa Kuna memiliki posisi yang berbeda dari bahasa Indonesia karena tidak lagi digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari dan tidak memiliki penutur asli. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang dikaji dalam penelitian, khususnya terkait dengan bagaimana identitas budaya dinegosiasikan melalui pilihan-pilihan penerjemahan ke dalam bahasa Jawa Kuna.

Pada Kamis, 10 September 2026, Haryo mempresentasikan penelitian tersebut dalam konferensi internasional. Bagi Haryo, konferensi tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti konferensi internasional sekaligus mempresentasikan hasil penelitian dalam forum ilmiah. Dalam wawancara pada 18 September 2026, ia mengaku sempat merasa gugup, tetapi tetap berusaha mempersiapkan dan menyampaikan materi dengan sebaik-baiknya.

Keikutsertaan dalam konferensi internasional menjadi salah satu pengalaman akademik yang dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian dan keberanian menyampaikan gagasan dalam forum ilmiah. Di sisi lain, kegiatan akademik tersebut juga menunjukkan bahwa kajian bahasa dan budaya daerah dapat terus dikembangkan melalui penelitian dengan perspektif yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya terus mengembangkan kapasitas akademiknya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan budaya daerah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan akademik maupun penelitian sebagai bagian dari nguri-uri ‘melestarikan’ dan ngurip-urip ‘menyemarakkan’ budaya agar tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Penulis           : Nurul Fajri Rahmani
Editor             : Nurul Fajri Rahmani

Awali Program Pengabdian Masyarakat, Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Gelar Pertemuan Perdana di SMA Negeri 1 Depok

AlumniBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 4 September 2026

Pada Kamis, 3 September 2026, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), melaksanakan kunjungan sekaligus pertemuan perdana dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Depok, Sleman. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM dan SMA Negeri 1 Depok melalui program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ).

Program PKJ dirancang untuk memperkenalkan berbagai aspek bahasa dan budaya Jawa kepada siswa, khususnya aksara Jawa, unggah-ungguh dan budi pekerti Jawa, serta pengetahuan budaya Jawa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman kebudayaan secara langsung.

Pertemuan perdana tersebut diawali dengan pembukaan oleh Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan tim yang akan terlibat sebagai fasilitator selama pelaksanaan program. Tim fasilitator terdiri atas alumni dan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yaitu:

  1. Faradilla Putri Margaretha
  2. Endar Sasmito Aji
  3. Fauzan Adi Fadlurahman
  4. Anggit Galuh Ajar Amanah
  5. Wening Hidayati
  6. Pesdhi Sekar Hayumay
  7. Maysa Putri Fatihah
  8. Muhamad Rafi Nur Fauzy
  9. Pingky Putri Khairani
  10. Meifira Arini Pitaloka
  11. Lakshita Pradnya Dayinta
  12. Dian Patmisari.

Perkenalan teman-teman Fasilitator

Selain memperkenalkan tim fasilitator, pertemuan pertama juga diisi dengan materi dari dua dosen Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Dr. Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum., menyampaikan materi mengenai aksara Nusantara, termasuk aksara Jawa. Sementara itu, Dr. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., memberikan pemaparan mengenai penggunaan bahasa dan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga siswa dapat mengenal materi kebudayaan Jawa melalui pembelajaran yang lebih dekat dengan pengalaman mereka.

Pemaparan materi oleh Dr. Yosephin Apriastuti Rahayu, S.S., M.Hum., dan Dr. R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A.

Pertemuan pertama ini merupakan awal dari rangkaian tujuh pertemuan yang telah dijadwalkan. Setelah pertemuan perdana, kegiatan pada pertemuan kedua hingga ketujuh akan dilanjutkan oleh para fasilitator melalui pembelajaran dan kegiatan praktik bersama siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok.

Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari kontribusi Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Bermutu) melalui pembelajaran bahasa dan budaya Jawa di lingkungan sekolah, poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan pembelajaran kebudayaan, serta poin 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian dan pewarisan budaya Jawa kepada generasi muda. Selain itu, kolaborasi antara Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM dan SMA Negeri 1 Depok juga mendukung poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi bentuk penerapan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap bahasa dan budaya Jawa.

 

Penulis            : Haryo Untoro
Editor             : Haryo Untoro

Kiprah Mahasiswa dan Alumni Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam Pionir Kampung Budaya 2026

AlumniBeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 10 Agustus 2026

Pertanyaan seperti “Nek kuliah neng Sastra Jawa ’ki arep dadi dukun ’pa?” (Kalau kuliah di Sastra Jawa, mau jadi dukun?) barangkali masih dijumpai sebagai bentuk anggapan masyarakat terhadap bidang kajian bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Padahal, ruang pengembangan diri bagi mahasiswa di bidang tersebut dapat hadir dalam beragam bentuk, termasuk seni pertunjukan, kepemanduan acara, hingga kegiatan kebudayaan.

Hal tersebut salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Pionir Kampung Budaya 2026. Sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut melalui berbagai peran. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berasal dari kegiatan akademik, tetapi juga melalui unit kegiatan mahasiswa dan pengalaman di bidang seni serta kepemanduan acara.

Salah satu yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Gamelan Sastra Nusantara (Gamasutra), unit kegiatan mahasiswa di bawah Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa). Gamasutra tampil mengiringi kegiatan pada pagi hari sekaligus menyambut kedatangan mahasiswa baru atau Mahadaya angkatan 2026. Kelompok tersebut juga turut mengiringi rangkaian pembukaan hingga peresmian Pionir Kampung Budaya 2026.

Selain Gamasutra, Ratnaraya, unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang seni tari, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang tergabung dalam Ratnaraya menampilkan Tari Golek Ayun-Ayun Jugag, salah satu tari khas Yogyakarta yang menggambarkan sosok remaja perempuan yang beranjak dewasa dan tengah mencari jati diri. Keterlibatan kedua unit kegiatan mahasiswa tersebut menunjukkan aktivitas mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang seni dan kebudayaan.

Keterlibatan mahasiswa juga tampak dalam bidang kepemanduan acara. Dua mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, yaitu Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ dan Ananda Choirul Nur Alalia, dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam Pionir Kampung Budaya 2026. Ghibran merupakan mahasiswa angkatan 2024, sedangkan Ananda merupakan mahasiswa angkatan 2025. Keduanya telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pewaraan di berbagai kesempatan.

Tidak hanya mahasiswa aktif, alumni Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Nurma Aisyah, S.S., yang merupakan alumni program studi dan saat ini berkiprah sebagai pewara serta jurnalis di Tribunnews, hadir sebagai salah satu pembicara. Kehadiran alumni tersebut menjadi bagian lain dari keterlibatan lulusan Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam bidang profesional yang berkaitan dengan komunikasi dan media.

Berbagai peran tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam kegiatan kampus dapat berlangsung melalui bidang yang beragam. Pengetahuan mengenai bahasa, sastra, dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan keterampilan lain, seperti seni pertunjukan, komunikasi publik, kepemimpinan, dan kepemanduan acara.

Keterlibatan dalam kegiatan seperti Pionir Kampung Budaya 2026 juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar perkuliahan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun dunia profesional.

Berdasarkan hal tersebut, diharapkan mahadaya dapat terus belajar dan mengembangkan diri, baik melalui perkuliahan maupun berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mahasiswa sesuai dengan bidang yang diminati.

 

Penulis             : Haryo Untoro
Editor                : Haryo Untoro

Abhiseka Kramasisya 2024: Kreativitas Panitia dan Solidaritas Keluarga Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya

AlumniBeritaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Selasa, 22 Oktober 2024

Abhiseka kramasisya adalah acara rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa untuk mengukuhkan mahasiswa baru Program Studi Sastra Jawa. Pada tahun 2024 ini, Abhiseka Kramasisya dilaksanakan dalam 2 hari, yakni pada tanggal 19-20 Oktober 2024 dengan peserta 45 mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Abhiseka Kramasisya 2024 mengangkat tema “Sedya, Darma, Guna” setiap kata dalam tema tersebut memiliki kalimatnya masing-masing yang bermakna sangat mendalam dan diharapkan dapat sesuai dengan mahasiswa baru yang akan dikukuhkan.

“Sedya” dalam Sedya Tuhu Gayuh Widya bermakna niat yang penuh untuk menggapai ilmu. “Darma” dalam Darma Bekti Kang Utama mengandung arti kebaikan yang diutamakan. “Guna” yang ada pada kalimat Guna Mring Nuswantara berarti berguna untuk negara, bangsa, dan Nusantara. Dengan dibentuknya tema filosofis tersebut diharapkan agar mahasiswa baru senantiasa meresapi makna agar dapat menjalankan “Sedya, Darma, Guna” tersebut dan mampu melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa serta menjaga eksistensi budaya yang ada pada Nusantara terutama budaya Jawa.

Sebelum pelaksanaan Abhiseka Kramasisya, seluruh panitia dan peserta melakukan First Gathering yang dimaksudkan agar terjalin komunikasi yang baik antara panitia dan peserta. First Gathering yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2024 ini menjadi ajang bounding dan berkenalan antar satu sama lain.

Pada tanggal 21 September 2024 dilangsungkan Technical Meeting untuk menjelaskan teknis pelaksanaan hari-H Abhiseka Kramasisya 2024. Dengan tujuan mengenalkan sedikit tentang pengetahuan Jawa, seluruh mahasiswa baru dibagi menjadi 4 kelompok dengan nama Damarwulan, Centhini, Wedharaga, dan Ambiya. Penamaan kelompok-kelompok ini berasal dari nama serat-serat atau manuskrip yang ada di Jawa. Technical Meeting juga menjelaskan beberapa teknis pelaksanaan seluruh rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024.

Hari pertama Abhiseka Kramasisya 2024 dilaksanakan di Auditorium Gedung Soegondo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dengan rangkaian acara pembukaan secara simbolis dengan “Asa Lokatara”. Sebuah kotak yang didalamnya berisi balon-balon yang akan menerbangkan selembar kain bertuliskan Abhiseka Kramasisya 2024. Asa Lokatara ini memiliki makna mimpi yang terbang menjulang tinggi, menjadi doa untuk seluruh mahasiswa baru agar mimpi-mimpinya dapat tercapai. Asa Lokatara dibuka oleh Dr. Daru Winarti M.Hum, selaku Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan didampingi oleh Zidna Nabila selaku Ketua Pelaksana Abhiseka Kramasisya 2024.

“Asa Lokatara” simbolis pembukaan Abhiseka Kramasisya 2024

Setelah opening simbolis, acara dilanjutkan dengan pengenalan program studi yang diisi oleh beberapa perwakilan bapak/ibu dosen. Abhiseka Kramasisya 2024 turut mengundang alumni sebagai narasumber talkshow. Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Rizky Inggar yang terjun kedalam dunia entertain dan memiliki beberapa program di televisi seperti Main Hakim Sendiri dan Rumah Bulekkk. Narasumber menyampaikan karir yang telah dilaluinya, bertujuan memotivasi mahasiswa baru agar memiliki semangat untuk mengemban pendidikan dan mencari minat bakatnya. Memasuki rangkaian acara terakhir di hari pertama, ditutup oleh Gilang Cahya Nusantara selaku Ketua Himpunan Kamastawa memaparkan materi pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang kelak akan diikuti oleh mahasiswa baru.

Seminar program studi oleh beberapa dosen

Hari kedua rangkaian Abhiseka Kramasisya dilaksanakan di Selasar Gedung Margono Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Keadaan hujan membuat panitia harus memikirkan cara agar acara tetap dapat berlangsung dengan lancar. Rencana “Lelaya Wiyata” atau jelajah budaya harus digantikan dengan quiz antar kelompok. Terjadi beberapa perubahan rencana. Namun, semua dapat berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan perpindahan seluruh peserta dan panitia menuju Pusaka Jawa (Pusat Kajian Jawa) yang terletak pada Jl. Bungur, Bulaksumur Komplek No. F9 untuk melanjutkan prosesi pengukuhan Siraman. Prosesi Siraman menjadi inti dari acara Abhiseka Kramasisya. Prosesi siraman ini dipimpin oleh perwakilan dosen Dr. Sulistyowati, M.Hum. dibersamai dengan Ketua Himpunan KAMASTAWA, dengan dilaksanakannya prosesi Siraman, peserta secara resmi telah menjadi bagian dari Keluarga Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Seluruh peserta juga mendapatkan korsa Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa.

Acara ditutup dengan pentas seni peserta Abhiseka Kramasisya 2024. Peserta menampilkan kreativitas masing-masing kelompok mempertunjukkan tari, lagu, drama, dan sebagainya. Sesi ini berlangsung dengan meriah, hangat, dan menunjukkan kekeluargaan Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa. Berakhirnya pentas seni diikuti dengan penutupan secara simbolis “Abinawa Prasraya” yang berwujud pintu yang dapat berputar 180 derajat menunjukkan diterimanya mahasiswa baru menambah warna dalam Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya.

Rangkaian Abhiseka Kramasisya 2024, mengharapkan mahasiswa baru Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dapat lebih mencintai produk-produk kebudayaan lokal terutama budaya Jawa dan dapat melestarikannya. Mahasiswa yang telah dikukuhkan diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat sehingga tercipta karakter mahasiswa unggul, berprestasi, dan bermartabat.

Kezia Permata, Alumnus Sastra Jawa Peraih Beasiswa Alphawood di SOAS University of London

AlumniBeritaMahasiswaSDGS Selasa, 30 Maret 2021

Kuliah di luar negeri dengan beasiswa menjadi impian para pelajar karena bisa memperkaya pengalaman hidup serta bisa merasakan suasana pendidikan yang baru dan mumpuni.

Seperti kisah Kezia Permata, alumnus Sastra Jawa UGM angkatan 2016 membawa kabar yang  membanggakan dan penuh inspirasi di tengah adanya pandemi Covid-19 ini. Kelulusannya pada tahun 2020 lalu memberinya banyak kesempatan untuk berkembang, dimulai dari mendapat tawaran untuk bekerja di Pusat Studi Kebudayaan UGM sebagai asisten peneliti dan kesempatan besarnya untuk melanjutkan studi S2 di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London melalui beasiswa Alphawood. read more

Recent Post

  • Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Raih Penghargaan dalam Temu Budaya Nusantara XXXII di UNS
    Oktober 19, 2026
  • Menggali, Mengenali, serta Memahami Kembali Batik Nusantara Melalui Seminar Nasional Hari Batik 2026
    Oktober 6, 2026
  • Berawal dari Mata Kuliah Tradisi Lisan, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Menghidupkan Kembali Tradisi Gejog Lesung
    September 30, 2026
  • Bersama Titik Renggani, Mahasiswa Diajak Memahami Geliat Sastra Jawa dalam Siaran Radio
    September 28, 2026
  • Abhiseka Kramasisya 2026: Menyambut Mahasiswa Baru melalui Pengenalan dan Ekspresi Seni
    September 20, 2026

Kalender

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Rilis Berita

  • Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Raih Penghargaan dalam Temu Budaya Nusantara XXXII di UNS
    Oktober 19, 2026
  • Menggali, Mengenali, serta Memahami Kembali Batik Nusantara Melalui Seminar Nasional Hari Batik 2026
    Oktober 6, 2026
  • Berawal dari Mata Kuliah Tradisi Lisan, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ Menghidupkan Kembali Tradisi Gejog Lesung
    September 30, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY