• Universitas
  • Portal Akademik
  • Perpustakaan Universitas
  • Webmail
  • Arnawa
  • UM UGM
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Muka
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Tujuan
    • Keunggulan
    • Prospek Karier
    • Staf Pengajar
  • Akademik
    • Alur Kurikulum
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Capaian Pembelajaran
    • Informasi Perkuliahan dan Administrasi
    • KONFERENSI DAN KEGIATAN INTERNASIONAL
    • Kalender Akademik
  • KPPB
    • Kerjasama
    • Pengabdian
      • Pengabdian Masyarakat
      • Siniar (Anarka Lālitya)
    • Penelitian
      • Penelitian Staf Pengajar
      • Arsip Kajian Jawa – Arnawa
    • Beasiswa
  • Kemahasiswaan
    • Hasil Survei Mahasiswa
    • HMJ Kamastawa
    • Kegiatan Mahasiswa
    • Karya Mahasiswa
    • Kanal Youtube
    • Kanal Instagram
  • Alumni
    • Profil Alumni
  • Kontak
  • Beranda
  • Mahasiswa
  • Karya Mahasiswa
  • hal. 3
Arsip:

Karya Mahasiswa

Menghidupkan Bahasa Jawa melalui Karya Film Pendek

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 30 Juni 2025

Bahasa Jawa sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara kembali mendapatkan ruang hidup melalui kreativitas generasi muda. Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), menyelenggarakan ujian akhir semester yang tidak biasa. Dalam mata kuliah Bahasa Jawa Lisan Kreatif, mahasiswa ditantang untuk menciptakan karya film pendek berbahasa Jawa, sebagai bentuk pelestarian dan pengaktifan kembali bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Tiga kelompok mahasiswa berhasil menghasilkan tiga film pendek bertajuk Cumawis, Ana Apa Dhik Cinta?, dan Pitutur Kinasih. Masing-masing karya memuat kisah yang sarat makna serta menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Jawa kontemporer dengan bahasa ibu sebagai medium utamanya. read more

Mahasiswa Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM Sutradarai Teater Sat-Set dalam Prabusena 2025, Terinspirasi dari Karya Sastra Jawa

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Kamis, 5 Juni 2025

Prestasi yang membanggakan kembali datang dari mahadaya (Mahasiswa Ilmu Budaya). Nurcholish Ramadhan, mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, sukses memimpin produksi sebuah pementasan teater bertajuk “Sat-Set”. Pertunjukan ini dipentaskan oleh Teater Berdaya dalam gelaran Prabusena (Panggung Apresiasi Budaya, Seni, dan Keislaman PD IPM Bantul) 2025 pada Sabtu malam, 31 Mei 2025 pukul 20.00 WIB, bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Dakwah PDM Bantul.

Teater Sat-Set mengisahkan perjalanan cinta Fikar, pria berusia 28 tahun, anak seorang panewu (camat), yang jatuh hati pada Alya—putri dari sahabat almarhum ayahnya. Pertemuan yang tidak sengaja di alun-alun menjadi awal mula kisah cinta Fikar. Setelah mencari tahu, Fikar baru mengetahui bahwa Alya adalah putri dari Paklik Pram, teman lama ayahnya. Kedekatan mereka terjalin selama sebulan, namun Fikar tidak kunjung melamar. Untuk memancing kesungguhan Fikar, Paklik Pram pun menciptakan isu bahwa Alya akan dinikahkan. Rencana itu berhasil. Meski awalnya Fikar hanya mengungkapkan perasaannya di hadapan Paklik dan Bulik Pram, ia akhirnya mendapat restu. Di kemudian hari, Fikar pergi ke taman yang sering ia kunjungi bersama Alya. Disana mereka kembali bertemu setelah beberapa hari tak pernah bertemu. Akhirnya, Fikar mengungkapkan cinta dan langsung mengajak Alya menikah. read more

Tim Basabuja FIB UGM Raih Medali Perunggu dalam Kompetisi Esai Nasional Pekan Ilmiah Andalas 2025

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 2 Juni 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim Basabuja yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi esai nasional pada Pekan Ilmiah Andalas 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Tim Basabuja, yang merupakan akronim dari Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, terdiri atas empat mahasiswa yakni Muhammad Siswoyo, Yudha Adistira, Dwi Mei Saroh, dan Dian Nitami. Dalam perlombaan yang diselenggarakan secara luring tersebut, tim Basabuja mengusung subtema Hukum dan Budaya dengan judul esai Kuṭāramanawa: Ramanawa Kuna dan Kini. read more

Juara 3 Lomba Dongeng Temu Budaya Nusantara (TBN) XXX: Cerita yang Dipilih dan Cerita di Baliknya

Karya MahasiswaSDGS Jumat, 28 Februari 2025

Pada saat diselenggarakannya Temu Budaya Nusantara (TBN) XXX lalu, ada seorang mahasiswa baru Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2024 yang mengikuti lomba sebagai delegasi dan langsung muncul sebagai juara 3 loh! Siapakah pemenang tersebut? Yuk, intip ceritanya!



Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ adalah pemenang juara 3 Lomba Dongeng yang diselenggarakan dalam acara TBN XXX tahun 2024 lalu. Kendati Ghibran adalah seorang maba atau mahasiswa baru, hal ini tidak menyurutkan tekadnya untuk bersaing dalam lomba yang digelar secara nasional ini. Ghibran bercerita bahwa begitu ia mendengar bahwa akan diselenggarakan lomba dongeng di jenjang nasional dan bisa mewakili Universitas Gadjah Mada, ia langsung tertarik untuk ikut.

 

Awalnya, tema yang ingin diambil adalah dolanan anak. Ghibran bahkan sudah menyusun alur dongengnya sedemikian rupa. Namun, setelah berkonsultasi dengan seorang guru SD di Yogyakarta, ternyata cerita tersebut dinilai kurang relevan dengan anak muda. Guru tersebut akhirnya menyarankan tema percintaan, namun bisa dihubungkan dengan budaya. Finalnya, tema yang diambil adalah jathilan. Ghibran menyatakan bahwa kisah ini terinspirasi dari kisah dr. Inggar Bagus Wibisono. Seorang dokter sekaligus penari jathilan dan abdi dalem keraton. Adapun sinopsis dongeng tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut.



Ada 2 orang mahasiswa yang berpacaran bernama Joko dan Wati. Wati diceritakan suka hal-hal berbau budaya dan memiliki anggapan bahwa ia harus ikut andil dalam menjaga dan melestarikan budaya, terutama budaya Yogyakarta. Puncak konfliknya mengambil latar di Malioboro dimana akhirnya Joko mengetahui bahwa Wati adalah pemain jathilan. Disini Joko mewakili pikiran masyarakat yang suka menelan mentah-mentah stigma tentang jathilan. Namun Wati tetap memilih untuk putus dari Joko dan melestarikan tarian jathilan dan menjadi penari yang handal, sampai dijuluki sebagai Nyai Rangga Wati. 

 

Namun ada fakta unik yaitu Ghibran ternyata sebenarnya takut jathilan, loh! Bahkan sampai saat ini apabila mendengar iringan gamelan jathilan ia masih merasa gugup karena dahulu pernah ada kejadian penari jathilan yang hampir mau masuk rumahnya, hihihi. Jadi proses pembuatan dongeng ini adalah salah satu bentuk Ghibran untuk keluar dari zona nyamannya. Demi dongeng ini, Ghibran rela mengobservasi dan mewawancarai tokoh jathilan perempuan. 

 

Banyak sekali hal yang didapat Ghibran dari acara TBN XXX ini. Ghibran bersyukur karena ia menjadi berani mencoba hal-hal baru dan mengesampingkan rasa takut. Ghibran juga mendapat teman-teman baru, bahkan dari Bali. Meskipun di awal acara Ghibran merasa takut, namun karena ayahnya, Ghibran diyakinkan untuk berusaha yang terbaik karena menang atau kalah itu urusan belakangan.

Dari Ghibran kita bisa belajar, bahwa demi meraih apa yang kita mau, besar sekali usaha atau effort yang juga harus kita keluarkan. Selain itu, sebagai anak muda, Ghibran memberi contoh bahwa kita bisa membuat karya bertema budaya dan membersihkan stigma negatif yang selama ini menempel pada budaya tersebut. Terakhir, ada pesan dari Ghibran yaitu anak muda tidak boleh malu untuk melestarikan budayanya sendiri. Karena jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?





HMJ Kamastawa dan Pihak Majalah Artefak Bekerja Sama dalam Penyusunan Majalah Artefak 2024: Arkeologi Seni

BeritaKarya MahasiswaSDGS Senin, 3 Februari 2025

Dalam rangka mendorong pengkajian tentang arkeologi seni Indonesia sekaligus berperan serta dalam bidang pendidikan yang inklusif, divisi keilmuan Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa) bekerja sama dengan Majalah Artefak, sebuah publikasi dari Prodi S1 Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM). Kolaborasi ini menghasilkan edisi 2024 Majalah Artefak yang mengangkat sebuah tema bertajuk "Arkeologi Seni."

Majalah ini menampilkan beragam konten menarik, antara lain sebuah artikel utama, empat karya ilmiah, enam karya ilmiah populer, tiga opini, dan empat foto esai. Materi yang disampaikan juga bermacam-macam, mulai dari yang tradisional hingga kontemporer, sehingga pembahasan yang luas tersebut dapat memantik rasa ingin dan membuka cakrawala yang lebih mendalam mengenai arkeologi seni.



Lalu, apa saja sih yang dibahas pada edisi ini? Bagaimana kaitannya antara seni dan arkeologi? Jika di benak Mahadaya sudah muncul pertanyaan semacam ini, tidak ada salahnya untuk langsung mengunjungi akun Instagram @artefak.hima.

Kerja sama antara dua program akademik yang berbeda—Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, dengan Arkeologi—merupakan upaya bersama untuk menghasilkan kajian yang kritis dan mendalam tentang objek budaya. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya lanskap pendidikan tetapi juga sebagai wujud pelaksanaan poin-poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam penggalian informasi, inovasi, dan pendidikan, serta bentuk kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, khususnya dalam bidang arkeologi seni.





Penulis        : Haryo Untoro

Editor          : Fega Achillea M.

Ujian Akhir Mata Kuliah Tata Cara: Melatih Daya Observasi Mahasiswa dan Menyentuh Kembali Budaya Lokal

BeritaKarya MahasiswaSDGS Jumat, 31 Januari 2025

Sebuah gerakan inovatif dalam dunia pendidikan kembali hadir melalui pelaksanaan ujian akhir mata kuliah ‘Tata Cara’ di program studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Universitas Gadjah Mada. Ujian ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik semata, tetapi juga bertujuan untuk melatih daya observasi mahasiswa serta memperkuat keterhubungan mereka dengan budaya lokal. Dengan metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung, mahasiswa diajak untuk menggali, memahami, dan mendokumentasikan tradisi masyarakat sekitar sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya.



Dalam ujian akhir ini, mahasiswa diminta membentuk kelompok dan merencanakan peliputan acara dan produk budaya di daerah sekitar tempat tinggal mereka. Dalam waktu kurang lebih satu bulan, kelompok mahasiswa tersebut sukses menghasilkan output yang beraneka ragam dan menarik. Di antaranya ada yang mengangkat tentang minuman herbal tradisional, macam-macam wujud sesajen, tata cara panggih manten, jathilan, dan lain sebagainya.



Mayla (angkatan 2023) mengungkapkan bahwa dia sangat senang karena tugas liputan ini memberi lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk tahu lebih banyak perihal kesenian terkait. Ia menyebutkan bahwa ini adalah pengalaman yang betul-betul berbeda daripada sekadar menonton. Rachel (angkatan 2023) menambahkan bahwa ini menyenangkan karena dapat menyaksikan prosesi panggih secara langsung. Adapun didalamnya terselip doa untuk kedua mempelai agar dapat membina rumah tangga. Lalu ada juga dari Nadiffa (angkatan 2023) yang menyatakan bahwa kegiatan ini seru dan banyak pelajaran untuk saling toleransi.

Langkah ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pembelajaran yang relevan dan berbasis keterampilan. Selain itu, ujian ini juga berkontribusi pada poin ke-11, yakni Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, dengan menjaga dan mengapresiasi keberagaman budaya dalam komunitas setempat. Tak hanya itu, keterlibatan mahasiswa dalam interaksi langsung dengan masyarakat mencerminkan implementasi poin ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas lokal.

Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengasah keterampilan observasi mereka dalam memahami fenomena sosial di sekitarnya.

Daftar Pustaka

Ana Safitri. (14 Desember 2024). "Aja Waton Payu" Video Dokumenter Mata Kuliah Tata Cara & Pranatacara | UGM | Kelompok 7. [Video]. YouTube. https://youtu.be/doC4jVOlluY?si=KdF8wiuBkeBzyMjs

Asmarawijaya. (13 Desember 2024). KEBUDAYAAN DALAM HARMONI PERNIKAHAN || RANGKAIAN TATACARA PERNIKAHAN GAYA SURAKARTA. [Video]. YouTube. https://youtu.be/ETIavdVdAh8?si=u-aoJLJdEje8Uwr2

Fifi. (14 Desember 2024). "Sabaya Mukti, Sabaya Pati" - Upacara Panggih Manten Gaya Surakarta di Magelang. [Video]. YouTube. https://youtu.be/LlVSazdFAPo?si=WnU3AF8NuSvqvuGw

Rizki Saputro. (13 Desember 2024). Sajen "Wujud Doa Tanpa Kata". [Video]. YouTube. https://youtu.be/IILkq0dEGPc?si=3ol8mQkLMJyLNr91

 







Temu Budaya Nusantara ke-XXX oleh Imbasadi: Ajang Unjuk Prestasi Delegasi Universitas Gadjah Mada

BeritaImbasadiKarya MahasiswaMahasiswaSDGS Jumat, 17 Januari 2025

Sebagai tuan rumah Temu Budaya Nusantara (TBN) XXX Imbasadi, Universitas Gadjah Mada (UGM) tetap bersungguh-sungguh pada perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian besar tersebut. Kesungguhan dari delegasi UGM, yang diwakilkan oleh sepuluh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, membuahkan hasil dengan peraihan juara pada tiga cabang perlombaan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) – Haryo Untoro, Daffa Pharaja Mustofa, dan Miktahul Ulumudin

Karya yang diperlombakan pada LKTIN memiliki tajuk Implementasi Konsep Asthabrata sebagai Landasan Hidup Generasi Z. Kajian ini mengangkat objek material berupa konsep kepemimpinan Asthabrata dalam Serat Rama karya Yasadipura I, yang ternyata relevan dan dapat menjadi pedoman hidup bagi generasi Z.



  1. Juara 1 Lomba Desain Batik – Meifira Arini Pitaloka

Batik yang didesain oleh Meifira Arini Pitaloka menghadirkan sebuah kupu-kupu dengan beragam motif batik pada sayapnya, serta motif pendukung lainnya. Dari karyanya tersebut, terkandung sebuah filosofi mendalam mengenai kebudayaan Indonesia sebagai identitas masyarakat Nusantara, dengan beragam rupa, corak, hingga falsafahnya, serta terus hidup dan berkembang sepanjang masa.



  1. Juara 3 Lomba Dongeng – Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’

Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’ membawakan sebuah cerita berjudul Nyai Rangga Wati. Kisah berfokus pada pertengkaran sepasang kekasih, yaitu Joko dan Wati, di Malioboro. Dalam pertengkaran tersebut, Joko tidak ingin Wati untuk meneruskan keinginannya untuk menjadi pemain Jathilan, yang dinilainya sebagai sebuah seni yang kuno dan terbelakang. Adu mulut tersebut berakhir dengan putusnya ikatan mereka. Pada akhirnya, Wati tetap menggeluti mimpinya sebagai penari Jathilan dan dijuluki oleh masyarakat sebagai Nyai Rangga Wati.



Temu Budaya Nusantara ke-XXX Imbasadi berlangsung selama lima hari, yakni pada 11-15 November 2024. Acara yang bertemakan Manggala Gajah Mada: Ancala Raksi Budaya ‘Pionir Gajah Mada: Bagai Gunung Pengharum Budaya’ ini berlangsung dengan beragam acara, seperti bermacam-macam perlombaan, membatik, tilik UGM, hingga malam puncak berupa penganugerahan juara, pergelaran wayang kulit lakon Gajah Mada Kridha, serta wisata budaya menuju Pura Pakualaman.

 

Terdapat tujuh (7) perlombaan yang diadakan, yakni pagelaran budaya, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN), lomba dongeng, lomba desain batik, lomba Tiktok nusantara, lomba film dokumenter, dan lomba esai.

 

Adapun delegasi yang ikut pada perhelatan tersebut terdiri dari 3 angkatan termuda, yaitu dari angkatan 2022 ada Haryo Untoro, lalu dari angkatan 2023 diwakilkan oleh Meifira Arini Pitaloka dan Nisrina Almasevi, sementara angkatan 2024 diwakilkan oleh Dhaffa Pharaja Mustofa, Ghibran Arsha Daffa’ Musaffa’, Harvesto Qodam Sahaja, Miktahul Ulumudin, Nurcholish Ramadhan, Noviyanti Alfitri, dan Shabrina Fitra Azzahra.



Dengan terselenggaranya Temu Budaya Nasional ke-XXX tersebut, diharapkan dapat membangkitkan semangat kepada para mahasiswa untuk terus menghargai, menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan tradisi dan budaya yang ada di Indonesia. Keberadaan TBN ke-XXX ini juga dapat menjadi ajang untuk mempererat hubungan mahasiswa program studi Bahasa dan sastra daerah se-Indonesia, serta menyatukan semangat untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan demi kemajuan peradaban bangsa.

 

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada seluruh pihak yang berperan serta dalam mendukung dan menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh mahasiswa jurusan sastra daerah se-Indonesia yang telah hadir dan berusaha bersama dalam melestarikan dan menyemarakkan keberagaman Indonesia dengan penuh harmoni. Semoga di masa mendatang, Imbasadi dapat menghadirkan upaya nyata dalam pelestarian budaya serta menebarkan manfaat kepada masyarakat Indonesia.

 

Indonesia beragam, Imbasadi menyatukan.







Penulis: Haryo Untoro

Editor: Fega Achillea Maydena

Prestasi Non-akademik Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa: BAND WANGOEN turut memeriahkan berbagai acara Universitas Gadjah Mada

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaSDGS Selasa, 10 Desember 2024

Di tengah rutinitas akademik yang padat, sejumlah mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa berhasil menorehkan prestasi luar biasa di bidang non-akademik. Mereka adalah anggota dari sebuah band bertajuk Band Wangoen yang baru-baru ini banyak mencuri perhatian dengan genre keroncong yang dibawakan. Band yang terdiri dari 7 mahasiswa ini telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan semangat kerja tim yang tinggi. Band Wangoen memiliki arti “agar patut (dalam hal kebaikan)” diharapkan dengan nama ini Band Wangoen dapat menghibur dengan wangun pada setiap penampilannya.

Pada salah satu acara Universitas Gadjah Mada yakni Integrated Career Days yang diselenggarakan bulan November, Band Wangoen berhasil menyajikan penampilan yang indah. Membawakan lagu-lagu pop dengan aransemen keroncong membuat mereka tampil berbeda dengan yang lain. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan bakat mereka, tetapi juga kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik antara kegiatan studi dan kegiatan non-akademik.

"Sebenarnya, kami semua memiliki jadwal kuliah yang padat, tetapi bermusik dan menjadi pelaku seni adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kami belajar untuk mengatur waktu dengan baik, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk berlatih, dan tetap fokus pada tugas akademik kami," ungkap Amtenaring Gulang, pemain alat musik cak sekaligus mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2022 yang menginisiasi pembentukan grup band tersebut, ia juga menambahkan bahwa tidak mudah mencari anggota grup yang memiliki ketertarikan terhadap musik keroncong dan berbakat untuk memainkan serta menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jawa.

Genre keroncong dan lagu-lagu berbahasa Jawa yang dibawakan juga menunjukkan peran mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dalam melestarikan budaya Jawa. Musik keroncong dan lagu Jawa menjadi musik yang langka didengar oleh generasi saat ini, sudah sepatutnya untuk dilestarikan dan dikenalkan agar eksistensinya tidak menurun. Salah satu tembang dolanan Jawa juga dibawakan diatas panggung, berjudul “Gethuk” lagu tersebut dinyanyikan dengan indah oleh sang vokalis Dian Patmisari. Tembang dolanan memiliki peranan penting dalam masyarakat Jawa terutama untuk anak-anak, secara tidak langsung isi dari tembang dolanan mengandung nilai moral dan kehidupan yang dapat menjadi pengajaran pembentukan karakter.



Penampilan Band Wangoen dalam acara Integrated Career Days

Selain tampil dalam Integrated Career Days 2024, Band Wangoen juga mendapatkan kesempatan untuk membawakan 8 buah lagu dalam acara Malam Alumni sebagai rangkaian dari Nitilaku 2024 yakni Dies Natalis Universitas Gadjah Mada ke-75 dan lustrum ke-15. Kali ini Band Wangoen menggaet Lala Atila, seorang sinden, penyanyi, sekaligus mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya angkatan 2021 sebagai vokalis. Suara merdu Lala Atila berhasil menciptakan suasana yang intim diantara para alumni Universitas Gadjah Mada yang hadir. Acara yang juga dihadiri oleh Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara ke-2 ini berjalan lancar dengan iringan hangat musik keroncong oleh Band Wangoen.



Penampilan Band Wangoen dalam Malam Alumni 2024

Keberhasilan Band Wangoen ini juga menunjukkan pentingnya keseimbangan antara akademik dan kegiatan non-akademik. Para anggota band tersebut membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, mereka bisa berprestasi tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas. Diharapkan keberhasilan mereka menjadi contoh bagi seluruh mahasiswa untuk lebih aktif mengeksplorasi potensi diri dalam berbagai bidang. Dengan langkah yang semakin mantap, Band Wangoen menunjukkan bahwa dunia perkuliahan tidak hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat dan meraih kesuksesan di berbagai aspek kehidupan.





Malam Awarding Temu Budaya Nusantara XXX, Menampilkan Wayang Lakon Gajah Mada Kridha (Ra Kuti Balela)

BeritaKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Rabu, 20 November 2024

Kamis malam (14/11/2024), Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menggelar acara pementasan wayang dengan lakon Gajahmada Kridha (Ra Kuti Balela). Malam tersebut sekaligus menjadi malam penganugerahan juara kepada para pemenang lomba Temu Budaya Nusantara XXX, pementasan wayang ini juga diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Wayang Dunia. Pementasan wayang dilaksanakan di Greenland Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Didalangi oleh M. Rafi Nur Fauzy, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan bekerjasama dengan Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM, pementasan wayang Gajahmada Kridha berjalan dengan lancar.

Berdasarkan wawancara dengan Rafi, Gadjahmada Kridha (Ra Kuti Balela) menceritakan tentang peran Gajah Mada dalam menumpas pemberontakan Ra Kuti, seorang Dharmaputra atau abdi dalem pada masa itu. Pemberontakan yang dilakukan Ra Kuti ini didasari oleh rasa tidak puas terhadap Raja Jayanegara yang sangat lemah dan mudah disetir oleh bawahannya. Hal tersebut membuat beberapa punggawanya tidak senang, termasuk Ra Kuti. Ra Kuti menginginkan kembalinya harkat dan martabat Majapahit kala itu. Namun, ternyata gagasan Ra Kuti tidak disetujui oleh masyarakat sehingga masyarakat menganggap bahwa Ra Kuti melakukan sebuah pemberontakan. Saat Ra Kuti berhasil menduduki ibu kota, Jayanegara berhasil dilarikan oleh pasukan Bhayangkara. Setelah menyusun strategi, pasukan Bhayangkara bisa membalikkan keadaan dan Ra Kuti mati di tangan Gajah Mada.

Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti mengubah seorang Gajah Mada yang awalnya hanya sebagai komandan prajurit kemudian diangkat menjadi patih. Awal pemberontakan ra kuti sebagai Dharmaputra disebabkan adanya adu domba, oleh Mahapati, orang yang licik. Dia membuat siasat agar semua pendahulu Majapahit habis dan Mahapati bisa menyetir negara, walaupun ia tak menginginkan kedudukan raja. Gajahmada yang mengetahui kedok Mahapati berhasil membuat Mahapati mati di tangan Gajah Mada.



Pementasan wayang Gajadmada Kridha (Ra Kuti Balela) yang didalangi oleh Rafi Nur Fauzy

Banyak proses terjadi dalam penulisan sanggit atau naskah pementasan wayang kali ini. Dengan bantuan R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A., dan Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., sebagai akademisi dan praktisi wayang, Rafi mengungkapkan “Awalnya membaca Negara Kertagama tapi tidak ada secara eksplisit peran Gajah Mada didalamnya. Lalu konsultasi dengan Pak bima dan Pak Rudy disarankan membaca komik, tutur tinular, dan Pararaton.” Dapat membawakan sanggit hasil guratan tangan sendiri menjadi hal yang membanggakan dan menyenangkan untuk Rafi. Namun, sayang kurang ada apresiasi yang besar dari Fakultas Ilmu Budaya terkait pementasan pewayangan ini. Langkah awal yang baik bagi Program Studi Bahasa, Ssastra, dan Budaya Jawa dapat menyelenggarakan pagelaran wayang di Fakultas Ilmu Budaya, terutama untuk mengenalkan kepada mahasiswa dan warga Universitas Gadjah Mada tentang pewayangan.

Diharapkan dengan adanya pementasan wayang ini, semakin banyak mahasiswa maupun masyarakat umum yang tertarik dengan pewayangan, karena pada dasarnya wayang di era globalisasi ini sudah lebih fleksibel, tidak terpaku pada konvensi pedalangan. Tidak mengharuskan wayang klasik, tetapi boleh juga kontemporer sesuai dengan selera masing-masing. Untuk generasi muda agar bisa mencintai wayang dari apa yang menurut mereka menarik, bisa dari musik iringannya, ceritanya, dan tokohnya. Terdapat banyak sekali pelajaran hidup yang dapat dipetik dari pewayangan, yang dapat digunakan untuk bekal menjalani kehidupan kelak.





Temu Budaya Nusantara XXX: Manggala Gadjah Mada Ancala Raksi Budaya

ImbasadiKarya MahasiswaKegiatan MahasiswaMahasiswaSDGS Senin, 18 November 2024

Temu Budaya Nusantara merupakan acara rutin tahunan dari IMBASADI (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia), yang tempat pelaksanaannya digilir sesuai rapat pleno. Sebagaimana hasil Musyawarah Nasional Temu Budaya Nusantara XXIX di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli, pada 8 November 2023, Universitas Gadjah Mada (UGM) terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Budaya Nusantara XXX pada tahun 2024 di bawah Prodi Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Temu Budaya Nusantara XXX pada tahun 2024 ini diselenggarakan pada 11-15 November 2024. Dengan berbangga hati, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menyambut baik para tamu delegasi. Para peserta dengan antusias mengikuti rangkaian acara TBN XXX 2024 dari hari pertama hingga di penghujung acara.

Temu Budaya Nusantara tahun ini mengusung tema “Manggala Gadjah Mada: Ancala Raksi Budaya”. Dengan makna mendalam terhadap keagungan Maha Patih Gadjah Mada, dan keharuman budaya. Dengan begitu, banyak dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dekat dengan budaya-budaya dari masing-masing delegasi yang hadir. Delegasi yang hadir antara lain adalah Sastra Daerah Bugis Makassar (Universitas Hassanudin), Pendidikan Bahasa Jawa (Universitas Sebelas Maret), Pendidikan Bahasa Jawa (Universitas PGRI Semarang), Sastra Batak (Universitas Sumatera Utara), Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa), Sastra Daerah (Universitas Sebelas maret), Pendidikan Bahasa Bali (Universitas Pendidikan Ganesha), Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (Universitas Negeri Semarang), dan yang terakhir, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (Universitas Gadjah Mada).

Temu Budaya Nusantara XXX diawali dengan pembukaan acara yang dilaksanakan secara langsung di Auditorium Soegondo lantai 7, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Diawali dengan tarian Golek Ayun-Ayun Jugag, dilanjutkan dengan menampilkan teaser Temu Budaya Nusantara XXX dan beberapa sambutan mulai dari perwakilan Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., sambutan ketua pelaksana Temu Budaya Nusantara XXX, Bima Muslih, dan jajarannya.



Penampilan Tari Golek Ayun-Ayun Jugag oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

 

Temu Budaya Nusantara dibuka dengan pembukaan simbolis penancapan wayah Gajah Mada oleh perwakilan Ketua Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. Pembukaan ini juga turut dimeriahkan dengan pameran alat musik daerah dan festival kuliner tradisional dari masing-masing daerah asal delegasi. Kemudian acara dilanjut dengan orientasi delegasi untuk saling berkenalan dan menampilkan yel-yel terbaiknya. Pada malam hari, delegasi mengikuti rangkaian Pagelaran Budaya yang berisikan penampilan pembacaan naskah dengan bahasa daerah masing-masing delegasi.



Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. membuka dengan simbolis Temu Budaya Nusantara XXX

Terdapat banyak sekali lomba yang dilaksanakan dalam Temu Budaya Nusantara XXX ini. Lomba yang telah dilaksanakan antara lain adalah Lomba Desain Batik yang dilakukan secara daring dengan sistem penilaian melalui perhitungan likes terbanyak pada akun Instagram @manggala.gadjahmada. Selain lomba desain batik, TBN XXX juga melaksanakan lomba-lomba lainnya, di antaranya yaitu lomba Penulisan Karya Ilmiah Nasional, Lomba Dongeng, Lomba TikTok Nusantara, Lomba Dokumenter, dan Lomba Esai. Kegiatan lainnya yang tak kalah menarik adalah Tilik UGM, yang mana para peserta delegasi mengikuti serangkaian tour kampus UGM dan mempelajari sejarah tentang Universitas Gadjah Mada.

Awarding atau penganugerahan para juara lomba dilaksanakan pada hari keempat Temu Budaya Nusantara XXX. Malam awarding ini sekaligus mempertunjukan wayang lakon Gajahmada Kridha (Ra Kuti Balela) yang didalangi oleh mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa angkatan 2023, Ki Rafi Nur Fauzy. Seluruh delegasi mengikuti malam awarding yang sekaligus menjadi penutupan Temu Budaya Nusantara XXX ini. Banyak pula masyarakat umum yang turut menonton pertunjukan wayang Gajadmada Kridha.



Piala para juara lomba rangkaian Temu Budaya Nusantara XXX

Pada hari terakhir, para peserta delegasi mengikuti rangkaian kegiatan Wisata Budaya ke Pura Pakualaman. Delegasi dan beberapa panitia dari Temu Budaya Nusantara berkekeling Pura Pakualaman didampingi beberapa dosen dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa dan diakhiri dengan kepulangan peserta delegasi ke kota asal.

Temu Budaya Nusantara XXX menjadi representasi generasi muda yang aktif turut serta melestarikan budayanya masing-masing. Berasal dari latar belakang daerah, budaya, dan adat istiadat yang berbeda, IMBASADI mampu menyatukan keberagaman tersebut. Dengan dilaksanakan Temu Budaya Nusantara XXX ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang perhatian dengan budaya daerah dan memiliki keterampilan untuk mengembangkannya, sudah sepatutnya generasi baru mempromosikan keberagaman budaya daerah yang ada di Indonesia dengan kemampuan yang dimiliki.





12345…8

Recent Post

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menjadi Pengiring dalam Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran 1 Sura Be 1960
    Juni 17, 2026
  • Ruang Berbagi dan Refleksi dalam Pertemuan Mahasiswa Penerima Beasiswa YAD Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026
    Juni 1, 2026

Kalender

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
  • Fakultas Ilmu Budaya
  • Ujian Masuk UGM
  • PPSMB
  • Alumni
  • Jurnal Humaniora
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Rilis Berita

  • Muhamad Rafi Nur Fauzy dan Meifira Arini Pitaloka, Dua Mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Terpilih sebagai Penerima Program Fast Track FIB UGM
    Juli 22, 2026
  • Workshop Internasional Membaca Ulang Wayang: Mengenang yang Silam, Menjelang yang Datang
    Juli 10, 2026
  • Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Raih Gelar Doktor melalui Kajian Naskah Jawa Pertengahan Uttarakāṇḍa
    Juli 8, 2026
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
Departemen Bahasa dan Sastra
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta
Telp : 0274-901134 Ext. 110, Fax : 0274-550451, WhatsApp : 08135932426
Email : nusantara@ugm.ac.id

© 2025 Prodi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY